
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯°π jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
*
setelah selesai dan mengganti baju, Farhan mendekati istrinya ini.
"ikut yuk" ajak Farhan.
"kemana?" tanya Amel bingung.
"kantor"
"ngapain" tanya Amel.
"temenin mas, dari pada disini kan?" bujuk Farhan.
"oke deh aku siap siap dulu ya" jawab Amel ia sengaja ikut dengan farhan, untuk sekedar mengusir lalat lalat nakal.
mereka berdua menuruni tangga untuk sarapan pagi, semua orang sudah berkumpul termasuk juga dengan alvan.
"pagi mah" sapa keduanya.
"pagi sayang" jawab mama ayu.
"kenapa lama sekali turun nya?" tanya mama ayu.
Farhan dan Amel saling menatap, Amel yang tidak mau menjawab pertanyaan mertuanya ia menyibukkan dirinya dengan menyedokkan nasi ke piring suaminya.
Farhan yang harus menjawab pertanyaan mama ayu, ia ingin meminta bantuan Amel namun Amel selalu menyibukkan diri.
"em_____ itu mah______baju Farhan susah dicari" jelas Farhan mencari alasan.
mama ayu mengganguk, ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Amel dan Farhan.
"semuanya mama dan papa punya pengumuman penting!!" ucap mama ayu.
Farhan dan Amel saling memandang, begitu pun alvan.
"pengumuman apa mah?" tanya alvan.
"lusa kita sekeluarga pergi ke desa Oma, Oma mau kasih sesuatu sama kalian" jelas mama ayu.
Amel yang mendengar pun bingung, Oma? apakah suaminya masih memiliki seorang nenek?.
"lusa mah?" tanya Farhan.
mama ayu mengganguk, ia sudah sangat rindu dengan mertuanya sudah hampir setahun tidak bertemu dengan wanita renta itu.
"papah harap kalian mau pergi kesana" tegas pak Wijaya.
"iya, sudah hampir setahun kita tidak bertemu dengan Oma mu" jelas mama ayu.
Farhan mengangguk, setelah acara sarapan pagi Amel dan Farhan pergi menuju kantor sedangkan Amel menatap Farhan.
"kenapa Ra? mas lihat dari tadi kamu liatin mas? ada yang salah sama baju mas?" tanya Farhan.
"oh enggak mas"
"lalu?" tanya Farhan.
"mas Farhan masih punya nenek?" tanya Amel.
"iya masih, dia tinggal di desa terpencil biasanya keluarga Wijaya selalu berkunjung kesana setiap 1 tahun sekali" jelas Farhan.
"lalu kenapa mas Farhan tidak kasih tau aku? kenapa waktu pernikahan kita Oma tidak hadir?" tanya Amel.
"mas sibuk Ra, nggak sempat kasih tau kamu tentang itu semua dan untuk hari pernikahan kita Oma sengaja nggak Dateng" jelas Farhan sembari menyetir.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Amel.
"karena Oma tidak setuju kalau saya menikah dengan Ratna" jelas Farhan lagi.
"memangnya kenapa mas?"
"ya karena Ratna dulu pernah di ajak ke desa itu, tetapi Oma melihat tingkah laku Ratna yang begitu manja jadi ia tidak setuju" jelas Farhan.
Amel mengangguk paham, ia bingung jika dibawa ke desa itu tetapi Oma tidak menyukainya bagaimana?
"mas mau pergi kesana?" tanya Amel.
"nggak tau Ra, nanti mas lihat screejul (jadwal) mas dulu" jawab Farhan mengusap ubun ubun istrinya itu.
"lagian disana susah sinyal, dimana mana sawah takutnya nanti kleain saya telfon dan saya harus panjat pohon dulu Ra" ucap Farhan lagi menjelaskan bagaimana ia dulu mati Matian mencari sinyal.
"sawah?" tanya Amel.
"iya sawah punya Oma, disana Oma juragan sawah makanya betah tinggal di desa" jelas Farhan lagi.
Amel semakin takut bila bertemu dengan Oma, ia takut jika Oma tidak menyukainya seperti Oma tidak menyukai Ratna.
tak terasa mobil Farhan memasuki parkiran gedung tinggi, perusahaan Farhan Wijaya.
Amel dan Farhan turun dan memasuki lift, Farhan yang kebetulan ada meeting pagi ini dengan para bawahannya harus meninggalkan Amel sendirian di ruangannya.
"mas meeting dulu ya sayang, nanti kalau ada apa-apa kamu bilang ke OB" jelas Farhan.
Amel menggangguk ia memilih untuk membaca buku sastra Prancis, ia harus tetap mengasah kebahasaannya.
namun pandangan nya teralihkan oleh seseorang lewat depan ruangan Farhan, orang itu sangat Amel kenali buru buru Amel keluar.
"kak Ratna?" pekik Amel.
"eh Lo, dimana____" belum sempat melanjutkan ucapannya namun dengan sigap Amel memotong nya.
Ratna tersenyum sembari mengibas ibaskan rambutnya.
"gue kesini mau cari suami gue, Fano bukan Farhan!! tenang aja kali gue cuma mantannya" ejek Ratna lalu melangkah pergi.
"Oh ya? kalau mantannya seharusnya tau dimana tempatnya mantan!!" tegas Amel.
seketika langkah Ratna terhenti lalu berbalik arah melihat Amel, ingin sekali menampar mulut kecil adik angkatnya itu, tetapi ia sadar Amel istri dari CEO Farhan.
"dan perlu Lo ingat, Lo nggak akan bisa jadi seperti ini kalau gue nggak kabur dari pernikahan itu!!!" ucap Ratna mengingat kejadian masa lalu.
Amel tersenyum miring, ia sudah terbiasa dengan ancaman seperti ini.
"salahnya siapa kak Ratna pergi waktu itu? tetapi aku bersyukur bahwa ternyata ada cinta setelah pernikahan" jelas Amel lalu masuk kedalam ruangan Farhan.
Ratna menggerutu ia lalu melangkah pergi menuju ruangan Fano, Fano meninggalkan ponselnya dan ia harus mengantarkan nya.
nafas Amel memburu tidak beraturan, mungkin jalan yang tepat ia ingin membuang masalah tentang viola, Ratna itu dari pikirannya.
meeting berjalan hampir tiga jam lamanya, waktu menunjukkan hampir jam makan siang Farhan memasuki ruangan nya dan melihat Amel tengah memainkan ponselnya.
"Ra"
"eh mas udah selesai?" tanya Amel.
"iya udah, nungguin lama ya? maaf ya" jelas Farhan.
"oh enggak kok mas" jelas Amel.
"oh iya Ra, ini jadwal kamu periksa Junior kita ya?" tanya Farhan.
"iya mas"
__ADS_1
"yaudah yuk makan siang, setelah itu periksa" ajak Farhan.
*
Farhan mengajak Amel ke sebuah restoran, banyak menu yang Farhan pesan untuk makan siang ini.
"serius mas? kamu pesan sebanyak ini?" tanya Amel tak percaya hampir semua menu di pesan oleh Farhan.
"iya, serius" jelas Farhan.
"siapa yang akan sanggup makan sebanyak ini mas?" tanya Amel tak percaya.
"kita lah, siapa lagi?" tanya Farhan bingung.
Amel menelan saliva nya ia mencoba menu yang begitu lezat, sudah satu porsi perutnya sudah merasa kenyang tetapi Farhan tetapi saja mengunyah makanannya.
"mas Farhan bekum kenyang?" tanya amel.
"belum Ra, entah kenapa akhir akhir ini pengenya makan terus" jelas Farhan.
*
Fano yang sudah selesai meeting ia menuju ruangan nya, ia melihat Ratna tengah berada di kursinya.
"Kenapa Lo kesini ular?" tanya Fano.
"nih" ucap Ratna menyodorkan ponsel milik Fano.
"oh iya gue lupa thanks ya"
"ya!!" jawab Ratna singkat.
"kenapa Lo? sakit?" tanya Fano heran melihat sikap aneh Ratna.
"gue sebel sama Amel" jelas Ratna.
"sebel kenapa?"
"gue tuh heran kenapa semua orang menganggap gue ular, termasuk Lo!! semua orang menganggap gue pelakor atau apalah itu" gerutu Ratna mengumbar semua yang ia rasa di dalam hatinya.
"ya emang Lo ular" jawab Fano santai.
"IYA GUE NGAKU GUE ULAR, ULAR BERBISA tetapi ada enggak yang ngerti perasaan gue sedikit aja? gue itu hanya ingin merebut yang seharusnya menjadi milik gue!!! gue hanya butuh kasih sayang!! nasib gue nggak seberuntung Amel" jelas Ratna meneteskan air matanya.
"Amel mendapatkan kasih sayang dari semua orang, Farhan mertuanya bahkan sahabat sahabat nya!!! sedangkan gue?"
"gue juga manusia!!! yang butuh akan kasih sayang!!!" jelas Ratna dengan Isak tangisnya.
Fano langsung memeluk tubuh Ratna, ia merasakan bagaimana perasaan Ratna saat ini.
"gue ngerti perasaan Lo" ucap Fano lirih.
"gue nggak mau semua orang benci sama gue!!! hidup gue udah hancur fan!!! hancur!!! semua orang benci sama gue!!! setiap yang gue lakuin selalu salah Dimata mereka!!" ucap Ratna lirih.
Fano mengusap rambut Ratna ia menegakkan tubuh Ratna, dan melihat air mata yang menetes terus menerus.
"apakah orang berdosa seperti ku bisa memperbaiki diri?" tanya Ratna dengan Isak tangisnya.
"bisa!! Lo minta maaf atas semua kesalahan Lo dengan farhan dan Amel" jelas Fano.
"aku yakin mereka tidak mau memaafkan semua kesalahanku, aku selalu salah Dimata orang lain" jelas Ratna.
"Farhan dan amel orang yang begitu baik, mereka pasti mau memaafkan kesalahan mu Ratna!!" jelas Fano.
"kau tidak bohong?" tanya Ratna mengusap air matanya.
"untuk apa aku bohong?" tanya Fano kepada Ratna.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°ππ salam happy ππ₯°ππ₯°π₯° see you ππ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°πππππ₯°π₯°π₯°π₯°