
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya ππππ₯°π₯°π jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯° selamat membaca π₯°ππ₯°ππ
*
19.00 semua keluarga sedang berkumpul di ruang tv, termasuk Amel dan Farhan. sejak pulang dari hotel tadi siang Amel tetap memasang wajah kesalnya pada sang suami.
sedangkan Ratna terus menatap Farhan ia ingin membicarakan sesuatu mengenai masalah nya terhadap alvan.
"ada apa ini kenapa pada diam?"tanya pak Wijaya.
semua orang masih tetap diam, mama ayu yang melihat kejadian itu Bingung apa yang sedang terjadi?.
"mah, pah Amel masuk kekamar dulu ya"pamit Amel.
"iya sayang istirahat ya"jawab mama ayu ia memprediksi Amel mempunyai masalah dengan farhan.
setelah pamit Amel menaiki tangga, Farhan yang merasa ada yang tidak beres dengan istrinya ikut menyusul.
"Ra kamu kenapa?"tanya Farhan heran dengan sikap Amel.
"masih marah tentang tadi siang?"tanya Farhan lagi.
"enggak mas, lagi malas aja"jawab Amel, ia pun Bingung kenapa sikapnya seperti ini.
Farhan mendekati sang istri dan memeluknya di dekapannya, setidaknya ada rasa nyaman ketika Farhan memeluk amel.
"kalau mas ada salah minta maaf ya"
Amel mengganguk ia juga tidak marah pada Farhan hanya saja sedikit kesal entah karena apa.
"oh iya Ra kira kira kecebong ku seberapa besar ya?"tanya Farhan.
Amel melepaskan pelukannya ia menatap Farhan yang tampan dan tersenyum manis.
"emmm mungkin sebesar biji kacang"jawab Amel seraya tersenyum.
"oh iya besok jadwalnya kamu periksa ya?"tanya Farhan.
Amel mengangguk pasti ia sudah tidak sabar menunggu buah hatinya lahir ke dunia ini.
"besok aku antar ya"
*
alvan keluar rumah ia ingin bertemu dengan viola, untuk membicarakan tentang Farhan.
alvan segera menaiki mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata.
__ADS_1
sampai di cafe ia mencari keberadaan viola, ia bingung kenapa semua orang mengejar Farhan padahal ia dan Farhan ketampanan nya setara.
sampai akhirnya viola melambaikan tangannya,ia ingin membicarakan rencana untuk menghancurkan hubungan Farhan dan Amel.
alvan yang melihat viola menggunakan pakaian yang begitu ketat berwarna merah di cafe, ia segera menghampiri nya.
"kau disini ingin menjual diri?"tanya alvan sembari duduk.
viola membuang nafas kasar dan mengalihkan pandangannya. viola sering memakai pakaian ini bahkan ada yang lebih seksi dibandingkan ini.
"sudah basa basi nya, tujuan saya kesini hanya ingin membicarakan soal rencana ku untuk menghancurkan hubungan mereka"jelas viola.
alvan tersenyum miring, viola memanggilnya hanya untuk membicarakan Farhan.
"lihat lah dirimu, kau berpakaian seperti itu kelihatan sekali kau ingin melamar pekerjaan di cafe ini" ucap alvan diselingi tawanya.
namun viola tidak menggubris perkataan alvan, ia tidak perduli pandangan orang terhadap nya ia melakukan ini agar Farhan tergila gila dengan nya.
"dan soal Farhan kau tenang saja, aku akan membuat mereka berpisah"jelas alvan santai.
"dengan cara?"
"Ratna"jawab alvan santai.
"what? Ratna? sebentar aku bingung dengan apa yang kau maksud, kau menikahi Ratna lalu kau ingin menghancurkan hubungan Farhan dan Amel melalui Ratna?"tanya viola.
"Ratna masih memiliki perasaan dengan Farhan, dan dia juga tau mengenai kita berdua berniat menghancurkan hubungan Farhan dan Amel, ada yang mengambil video kita sewaktu bicara"jelas alvan.
alvan mengangguk pasti, ia pun menghidupkan sebatang rokok dan menghisapnya.
"kau masih terlihat santai? ini bencana buat kita berdua!!" jelas viola geram yang melihat tingkah laku alvan yang begitu santai.
"kau akan lihat sendiri nanti, yang jelas bukan aku dan kamu yang akan menjalankan rencana ini tetapi Ratna!" jelas alvan lalu pergi meninggalkan viola yang masih terdiam.
*
pagi hari menyapa dengan cemerlang, matahari sudah terlihat sedangkan Farhan tengah bersiap ia ingin segera berangkat ke kantor hari ini.
"Ra mas berangkat dulu ya" tutur Amel.
amel mengangguk dan ingin mengantarkan sang suami sampai teras rumah.
"ingat pesan ku tadi, ja___"
"jangan masak, Jangan kecapean, jangan turun dari kamar, jangan suka melamun, jangan lupa istirahat yang cukup, jangan lupa minum susu hamilnya, jangan lupa untuk minum vitamin, Jangan makan, jangan minum, jangan tidur, jangan___"
"he shut___ kepanjangan masa nggak boleh makan? tadi saya nggak bilang seperti itu" jelas Farhan.
__ADS_1
"nggak pp mas, biar seperti di penjara" jelas Amel dengan wajah yang sangat kesal.
"bukan gitu Ra, mas takut terjadi sesuatu sama junior nya papa"sembari mengelus perut Amel.
"yaudah nanti anterin periksa ya?"
"pasti"
Farhan pamit setelah mengecup kening sang istri dengan lembut, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi.
Amel masuk kedalam rumah, ia berniat untuk membantu sang mertua di dapur dan melihat sang kakak pun ikut serta dalam membantu membereskan bekas sarapan pagi tadi.
"loh Mel kok kesini? istirahat saja sana nanti kamu kecapean sayang" jelas mama ayu yang melihat Amel sedang membawa beberapa piring bekas
"nggak pp kok mah, bosen dikamar terus"jawab Amel tersenyum.
sedangkan Ratna menatap nya dengan sinis, ia sama sekali tidak menyukai Amel baik terhadap mertuanya ini.
setelah semuanya beres mama ayu meninggalkan Amel dan Ratna, mama ayu ingin hubungan keduanya terlihat akur layaknya kakak beradik pada umumnya.
"Mel kamu mau denger cerita nggak?"tanya Ratna.
"cerita apa?"
"cerita tentang aku dan mas Farhan"jawab Ratna sembari tersenyum.
Amel terdiam ia sudah bisa menebak kakanya ini akan bersikeras untuk menghancurkan rumah tangga nya.
"boleh" jawab Amel, ia tidak mau terlihat lemah.
Ratna membuang nafas kasar, dan menatap adiknya dengan penuh kebencian.ia berfikir apakah Amel tidak akan cemburu? namun ia akan tetap berusaha membuat Amel terbakar api cemburu.
Ratna mulai menceritakan kisah cinta antara Ratna dan Farhan, dari bangku SMA sampai kuliah hingga sekarang. ia menceritakan tentang bagaimana cara Farhan merajuk, bahagia bahkan makanan kesukaan Farhan ia sebutkan agar Amel cemburu sampai kebakaran jenggot ( UPS lupa kan nggak punya jenggot ).
Amel mendengar kan nya dengan saksama, walaupun sebagian cerita Ratna ada rasa sakit yang membara dalam hati Amel namun ia tutup dengan penuh senyuman, ( lagian mana sih yang nggak sakit ketika mantan membicarakan suaminya?? ).
"lalu bagaimana lagi kak hubungan kau dengan mas Farhan selanjutnya? apakah kalian menikah?" tanya Amel melemparkan pertanyaan yang membuat wajah Ratna seketika memerah.
"kita seharusnya sekarang sudah menjadi suami istri namun, karena ada ular kobra betina yang ingin merebut mas Farhan dariku, jadi___ pernikahan kita gagal karena ular kobra tsb.
sindiran Ratna tidak mempan buat Amel, Amel tersenyum dan meraih minuman dalam kulkas lalu duduk di meja makan seraya menatap sang kakak dengan senyuman.
"dan____kak Ratna pergi meninggalkan pernikahan itu demi mengejar ular piton jantan yang lebih memikat karena tawaran semua daging yang terlihat lebih menarik, betul tidak cerita nya seperti itu?" tanya Amel tersenyum.
Ratna menatap mata Amel dan mendekati nya, ia ingin sekali menampar wajah Amel itu segera namun ia cegah, karena kalau ia menampar disini maka akan terlihat begitu menjijikkan didepan ibu mertuanya.
"kita lihat saja nanti, mas Farhan akan luluh terhadap ku dan kau akan merasakan sakit hati yang begitu dalam"jelas Ratna dan pergi meninggalkan dapur tsb lalu menaiki tangga.
__ADS_1
Amel tersenyum ia tidak tau apa yang dimaksud oleh kakaknya tsb, namun tidak ingin memikirkan itu ia lalu beranjak ingin menikmati suasana di pinggir kolam renang, sembari menunggu kedatangan Farhan yang ingin mengantarkan nya ke rumah sakit milik keluarga Wijaya.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°π₯°ππ₯°πππ₯° lalu tambahkan ke favorit kalian πππ salam happy π₯°π₯°see you ππ₯°ππ₯°π₯°π.