Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
arti cinta


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat πŸ₯°πŸ˜ membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


*


Farhan memasuki kantor nya, ia melepaskan jas nya karena sudah di sentuh oleh Ratna, ia langsung membuang jas itu di sofa dan memanggil Fano untuk keruangan nya.


setelah cukup lama menunggu, Fano akhirnya datang juga ia tau maksud ia dipanggil oleh sahabat nya ini.


"kenapa bro?' tanya Fano.


"ada apa dengan istrimu?" tanya Farhan.


"memangnya kenapa dengan ular itu?" tanya Fano.


"dia mengatakan bahwa dia ingin berubah, apakah itu benar?" tanya Farhan.


Fano mengganguk ia sudah bisa menebak sahabat nya ini akan marah.


"sebaiknya kau jaga ular itu baik baik, aku tidak mau bisanya membuat rumah tangga ku hancur!!" tegas Farhan.


"tapi bro, gue yakin Ratna bisa berubah!" jelas Fano membela Ratna, ia bisa melihat mata Ratna yang memang ingin berubah.


Farhan tertawa dengan ucapan Fano, apakah ia tidak salah dengar? berubah?.


"ada apa dengan mu? kau mempercayai ular seperti Ratna?" tanya Farhan diselingi tawa nya, ia sudah terbiasa dengan sikap Ratna yang selalu berbohong dan bersandiwara.


Fano mengganguk ia tidak bisa membela Ratna, karena ia bukan tuhan yang tau setiap isi hati seseorang.


"sudah lah fan, yang terpenting aku sudah tidak percaya dengan ucapan Ratna!" jelas Farhan lalu duduk di kursi besar nya.


namun pandangan Farhan menangkap benda yang sangat penting, sekarang tidak ada ditempat nya.


"kemana? kemana jam itu?" ucap Farhan langsung mengecek lemari kaca.


"ada apa bro?" tanya Fano.


"JAM!! JAM ITU!!" tegas Farhan kembali mencari jam yang mirip dengan punya alvan, itu satu satunya bukti agar bisa menemukan pelaku penculikan Amel.


"jam?" tanya Fano heran.


"iya jam!!! Lo liat?" ucap Farhan.


"Jam apa?" tanya Fano yang tidak faham dengan ucapan Farhan.


tanpa menjawab ucapan Fano, Farhan langsung pergi ke lobi, ia ingin semua karyawan nya berkumpul termasuk juga Fano.


"SEMUANYA BERKUMPUL!!" teriak Farhan dengan tegas.


semua orang berkumpul mendengar ucapan pemilik perusahaan ini, mereka bingung kenapa Farhan memanggilnya.


"ada apa pak?" tanya salah satu karyawan.


"SIAPA YANG MENEMUKAN JAM SEPERTI INI!!" tegas Farhan memperlihatkan foto jam yang begitu mahal.


semua orang terdiam, sembari menoleh kearah satu sama lainnya, hening beberapa saat diantara mereka.


"SIAPA!!!" bentak Farhan.


Fano lalu menoleh ke arah para pegawai, ia lalu mendekati Farhan yang tengah terlanda emosi.


"tenang bro" ucap Fano menenangkan sahabat nya itu.


"gue nggak bisa tenang fan!! itu satu satunya bukti!!" tegas Farhan.


"KALAU SAMPAI DIANTARA KALIAN MENYEMBUNYIKAN KEBERADAAN JAM ITU!! BUKAN HANYA DIPECAT TETAPI AKAN SAYA BUAT HANCUR!!" tegas Farhan lalu pergi dibuntuti oleh Fano.

__ADS_1


Farhan membuka pintu dengan keras, yang membuat Fano kaget.


"tenang dulu bro" ucap Fano.


"bagaimana aku bisa tenang fan? orang itu berani mencuri bukti itu, berarti sudah jelas kasus penculikan Amel orang dalam perusahaan!!" tegas Farhan.


"atau mungkin orang terdekat mu Han" saran Fano.


Farhan langsung menoleh kearah Fano dengan tajam, seketika mata Fano membulat sempurna dan langsung menimpuk kepala Farhan.


"BUKAN GUE !!" Bentak Fano.


"lalu siapa maksud Lo? orang terdekat gue ya Lo" jelas Farhan lagi.


Fano membuang nafas kasar, untuk apa ia menculik Amel mendingan ia menculik tuan putri.


"ya musuh Lo bego!!!" gerutu Fano.


"musuh?" gumam Farhan ia berfikir siapa musuhnya dari orang terdekat nya?


(ga perlu jauh jauh kali Farhan, saudara kamu sendiri tuh, author nya ga jelas nih")


"tau lah" ucap Fano kesal ia keluar dari ruangan Farhan.


*


di rumah besar milik Wijaya Amel menuruni tangga, ia memilih menuruni tangga karena sekedar olahraga kecil kecilan.


sampai di ujung tangan hampir saja kaki Amel jatuh, namun dengan sigap alvan menangkap nya.


"kamu nggak pp Mel?" tanya Alvan.


Amel langsung melepaskan tangan alvan dari lengan nya, ia menjauh dari alvan.


namun tangan alvan mencegahnya, Amel menepisnya dan menatap alvan dengan sorot mata tajam.


"lepaskan!" jelas Amel.


"jangan takut sama aku Mel, aku nggak akan makan kamu Hanya saja ingin mengenal mu sebagai adik ipar" ucap alvan.


Amel mengangkat alisnya, memang benar ia tidak terlalu akrab dengan kakak iparnya, bukan karena ia sombong tetapi ia tidak mau menimbulkan fitnah.


"maaf kak, aku hanya tidak ingin menimbulkan fitnah" jelas Amel.


"kau takut sama farhan?" tanya alvan.


Amel yang sudah tidak nyaman dengan suasana berbicara alvan, ia mengganguk lalu meninggalkan alvan.


"aku suka perempuan seperti ini" gumam alvan tersenyum.


Amel membantu menyiapkan makanan untuk makan malam, dan menunggu kepulangan Farhan.


terdengar suara deru mobil di teras, buru buru Amel membukakan pintu untuk suaminya ini.


"gimana kerjaan hari ini mas?" tanya Amel meraih tas suaminya.


Farhan terdiam ia tidak mau membuat Amel stress, ia bisa menyelesaikan masalah ini sendiri.


"Alhamdulillah baik Ra" jawab Farhan serta meraih pinggang istrinya ini.


mereka memasuki meja makan, selang beberapa menit pak Wijaya memasuki rumah dan langsung menuju ruangan dimana semua orang berkumpul.


"TAK"


pak Wijaya memukul kepala Farhan dan langsung duduk di kursi nya.

__ADS_1


"sakit pah" gerutu Farhan mengusap kepalanya.


"biarin, itu hukuman kecil karena kamu sudah berani mengatakan perusahaan papah kandang macan" ucap pak Wijaya.


Farhan membuang nafas kasar, ia menatap sebal papanya.


"di rumah kandang singa, di kantor kandang harimau di ruangan papa kandang macan" ucap Farhan mengejek.


"dasar anak nakal!!" tegas pak Wijaya dan melemparkan ayam goreng ke arah Farhan, namun ayam tersebut jatuh di piring.


"terimakasih papa ganteng, jadinya Farhan nggak capek capek ngambil ayam itu" ucap Farhan tersenyum.


mama ayu dan Amel tertawa melihat tingkah laku anak dan papa itu.


"Ra sakit kepala ku" ucap Farhan dengan wajah melasnya sembari mengusap kepalanya.


"yang mana mas?" tanya Amel khawatir.


"ini" ucap Farhan sembari mengusap rambut nya.


Amel mengelus rambut Farhan, dan Farhan tersenyum mengejek kearah pak Wijaya.


pak Wijaya dan Mama ayu tersenyum melihat keakraban diantara keduanya, ia baru melihat Farhan sebucin ini.


"sejak kapan kamu jadi bucin begini han?" tanya mama ayu.


"em_____ sejak tau apa itu cinta" jawab Farhan tersenyum.


"apa definisi cinta?" tanya pak Wijaya memberikan pertanyaan kepada sang putra.


"cinta adalah camping" jawab Farhan singkat.


Amel melotot ke arah suaminya ini, pikiran suaminya benar benar sesat.


"mas" ucap Amel mencubit pinggang suaminya ini dengan gemas.


"aduh sakit Ra" ucap Farhan meringis kesakitan.


"biarin mereka bingung Ra" ucap Farhan menatap kedua orang tua sepuh itu.


mama ayu dan pak Wijaya menatap satu sama lainnya, ia bingung apa yang dimaksud oleh perkataan Farhan dan Amel?


"camping? apa yang kalian maksud?" tanya pak Wijaya bingung.


Amel dan Farhan menahan senyumnya, bagaimana mereka bisa tau tentang arti kata camping.


"hanya orang genius yang tau itu" ucap Farhan.


"Halah bilang aja kamu nggak tau arti cinta" ucap pak Wijaya mengejek ke arah Farhan.


"kalau kamu tau tidak sayang?" tanya mama ayu kepada menantu perempuan nya itu.


"cinta ialah rasa yang tumbuh di dalam diri seseorang, cinta dapat merubah segalanya ia terlihat kecil namun hasrat ia terlalu tinggi, karena cinta banyak orang kehilangan akal sehat, bahkan harta sekalipun" jelas Amel.


semuanya mendengar kan kata kata Amel, Farhan pun tersanjung dengan kata kata Amel.


"tetapi cinta juga bisa merubah seseorang yang awalnya benci menjadi begitu sayang, itulah kekuatan terbesar cinta" jelas Amel lagi.


"Masya Allah indah sekali kata kata mu nak" ucap pak Wijaya kagum dengan menantunya itu.


"istri siapa dulu?" bangga Farhan.


(aduh jangan bicarain cinta deh Mel, nggak kuat author nya)


terimakasih sudah mampir ke Novel ku ini πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° nantikan episode selanjutnya ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰

__ADS_1


__ADS_2