
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya ππ₯°ππ₯°πππ₯°π₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°π selamat membaca π₯°ππ₯°π₯°πππππππ₯°π
*
Farhan membunyikan klakson mobil terus menerus untuk memberhentikan Amel yang menyetir dalam keadaan emosi.
"RA BERHENTI"teriak Farhan.
namun Amel tetap menancapkan gas mobil dengan kecepatan tinggi, air matanya terus menetes membasahi pipinya.
sedangkan pak Wijaya sedang berhadapan dengan Ratna begitu pun dengan mama ayu. Ratna sudah di anggap sebagai anak nya tetapi malah seperti ini.
"KAMU SEKARANG KELUAR DARI RUMAH INI" tegas pak Wijaya.
"h-ha?" jawab Ratna tak percaya.
"disini ada suamiku pah"jelas Ratna lagi, ia menatap alvan agar bisa membantunya.
mama ayu menaiki tangga,ia memasuki kamar milik Ratna dan meraih semua pakaiannya memasukkan ke dalam koper.
"APA KAMU BILANG? SUAMI?" jawab alvan.
"KAMU SUDAH HAMIL DENGAN LELAKI LAIN" tegas alvan.
Ratna menatap alvan, suaminya ini bukannya mendukung nya dalam hal ini? tetapi ini malah sebaliknya.
mama ayu menuruni tangga,ia menggeret koper yang berisikan baju milik Ratna dan menyerahkan ke Ratna.
"mama mohon sama kamu, pergi dari sini" jelas mama ayu.
begitu pun pak Wijaya ia menyuruh sang anak untuk membawa Ratna pergi dari rumah ini, karena ulah nya Farhan dan Amel bertengkar hebat.
alvan menggandeng tangan Ratna menuju teras rumah nya, ia memesan taksi online untuk mengantarkan Ratna pergi dari sini.
"maka nya kalau mau buat rencana harus matang"bisik alvan si telinga Ratna.
Ratna menatap alvan dengan penuh kebencian, rencananya hancur berantakan gara gara Fano. dan sekarang ia harus angkat kaki dari rumah ini.
"aku akan urus surat cerai kita"jelas alvan sembari tersenyum mengejek.
tak berapa lama mobil taksi yang dipesan telah sampai, alvan membantu membawakan koper untuk dimasukkan ke dalam mobil.
"lain kali kalau buat rencana harus dipikir dua kali ya sayang"ucap alvan tersenyum.
tanpa menimpali perkataan alvan, Ratna masuk ke dalam mobil itu. sekarang yang dituju adalah rumah nya, walaupun berat baginya untuk meninggalkan rumah ini.
setelah kepergian Ratna, alvan langsung ke bagasi mobil untuk merayakan kebebasan karena telah berhasil lepas dari ikatan pernikahan dengan Ratna, ia menancapkan gas nya menuju claup malam.
*
amel dan Farhan terus kejar kejaran di jalan, Amel yang memang pandai dalam menyetir ia sangat mudah melewati beberapa mobil lainnya. Farhan yang hampir ketinggalan jejak Amel terus menancapkan gas nya dengan kecepatan tinggi.
sampai di lampu merah mobil amel berhasil lolos, namun Farhan yang tidak menginjak pedal rem nya karena terlalu cepat mobilnya melaju, dari arah samping sebuah mobil truk menabrak mobil miliknya, hingga terpental jauh.
__ADS_1
"BRUAK________________________"
Amel yang mendengar suara kendaraan bertabrakan segera memberhentikan mobilnya,ia melihat ke arah kaca spion, mata Amel terkejut ternyata yang kecelakaan ialah mobil yang ditumpangi oleh Farhan.
"MAS FARHAN_____________________" teriak Amel terkejut.
buru buru Amel keluar dari mobil dan segera berlari, dan menatap seakan tak percaya, orang yang telah membuat hatinya sakit hati kini tengah berlumuran darah di tengah jalan raya.
air mata Amel menetes, kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya, ia tersungkur melihat banyaknya darah keluar dari tubuh Farhan.
"Ra" gumam Farhan lirih.
"mas"ucap Amel tak percaya. dan memegangi kepala sang suami dan melihat darah yang begitu merah.
"mas Farhan______"
Farhan menutup matanya, Amel menangis histeris seharusnya ia tidak gegabah tadi dan mengakibatkan seperti ini.
"mas_______bangun mas________" teriak Amel disertai Isak tangisnya.
orang orang berkumpul melihat kejadian itu, polisi datang untuk mengatur kaku lintas akibat terjadinya kecelakaan ini. sedangkan mobil truk yang menabrak mobil milik Farhan segera diamankan.
ambulance datang disertai bunyinya, Farhan di bantu oleh beberapa orang untuk naik ke dalam mobil ambulance itu.
"saya ikut pak_______sa____saya istrinya" ucap Amel karena tidak kuat melihat keadaan suaminya. ini salah nya seharusnya ia tidak terbawa emosi.
Fano yang kehilangan jejak Farhan dan Amel terus mencari, sampai akhirnya ia menemukan orang orang berkumpul di tengah jalan.
"ada apa ini?"gumam Fano ia turun dari mobilnya dan segera melihat sedang terjadi apa.
"ada apa ini pak? ini mobil teman saya"tanya Fano.
"sedang terjadi kecelakaan pak, sebuah truk menabrak minibus sampai terpental korban tengah dibawah oleh ambulance menuju rumah sakit terdekat" jelas pak polisi.
"h-ha?"
buru buru Fano berlari ke pengendara ojek, mobilnya susah untuk keluar dari kerumunan orang yang tengah berkumpul, kemacetan akibat kecelakaan itu.
*
Alvan sampai di claup malam hari ini ia ingin menuntaskan rasa kesalnya akibat ulah Ratna, walaupun ia tidak mencintainya tetapi hati suami mana yang tidak sakit hati jika istrinya hamil bersama lelaki lain?.
viola yang juga berada di sini, ia ingin menuntaskan emosinya akibat ulah Fano yang akhir akhir ini sering menjauh darinya.
"tumben dia ada disini" gumam viola ia lantas duduk di samping alvan sembari membawa beberapa minuman anggur di tangan nya.
"ngapain Lo disini" ucap viola duduk di samping alvan.
"eh Lo Vi"
"gue lagi nenangin pikiran, kepala gue pusing" jelas alvan.
"tumben sekali Lo ada masalah, bukan nya Lo bandar masalah?"tanya viola tersenyum sinis.
__ADS_1
"ini semua karena Ratna"
"what? Ratna?"tanya viola heran, biasanya alvan tidak perduli dengan istrinya itu.
"bukan nya Lo tidak perduli dengan istrimu itu?"tanya viola.
"suami mana_____yang_____nggak sakit hati jika____istrinya hamil dengan lelaki lain???"tanya alvan.
"Ratna hamil? dengan siapa?" tanya viola terkejut.
"Dengan____fano"jelas alvan kembali meneguk minuman tsb.
"FANO????" tanya viola tidak percaya dengan omongan alvan barusan. jadi selama ini Fano menjauhinya karena telah menghamili Ratna?.
"itu nggak mungkin, sebejat bejatnya Fano dia tidak mungkin menghamili istri orang" jelas viola.
"tapi itu kenyataan nya" tambah alvan lagi.
viola langsung berdiri dan melangkahkan kakinya pergi, entah kenapa hatinya hancur padahal dari awal ia yang menolak cintanya Fano.
*
ambulance yang membawa Farhan tiba di rumah sakit, cepat cepat ia dibawa ke ruangan IGD dan segera ditangani oleh dokter.
"dokter tolong selamatkan suami saya dok"mohon Amel disertai Isak tangisnya yang pecah.
"iya saya akan berusaha"jelas dokter.
dokter masuk untuk menangani Farhan yang lukanya cukup parah, sedangkan Amel terus berjalan mondar mandir tidak tenang hatinya benar benar tidak tenang, ia akhirnya duduk sembari memegangi kepalanya.
"ini salah ku" gumam Amel lirih.
Fano sampai di rumah sakit,ia segera menanyakan kepada petugas dimana orang yang baru saja kecelakaan, sampai akhirnya ia melihat Amel ada di depan rumah IGD.
"Mel"sapa Fano.
Amel melihat ke arah Fano,ia mengusap air matanya.
"fan_____mas Farhan fan_____hiks hiks" tangisnya kembali pecah.
"ini semua salahku______" jelas Amel lagi.
"yang tenang Mel, aku yakin Farhan kuat" jelas Fano.
"dan soal Ratna_____yang dikatakan oleh dia semuanya bohong, anak yang ada di rahim Ratna itu anakku"jelas Fano.
"anak mu?"tanya Amel lirih tidak percaya dengan ucapan Fano.
"iya mel itu anakku" jelas Fano lagi ia menceritakan bagaimana ia dan Ratna bisa bertemu di claup malam sewaktu itu dan tidak sengaja melakukan itu dalam keadaan sedang mabuk.
"h-ha" lirih Amel ia tersungkur ke lantai.
rasa bersalah kepada Farhan semakin besar seharusnya ia tidak gegabah dan mudah percaya dengan omongan ular berbisa seperti Ratna.
__ADS_1
tangisnya kembali pecah, ia sudah salah paham dengan omongan Ratna, seharusnya dari awal ia tidak percaya yang dikatakan Ratna.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°π₯° salam happy π₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯°π see you ππ₯°π₯°πππ