Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
keras kepala


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ™β˜ΊοΈβ˜ΊοΈ jangan lupa like dan komenπŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜ selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰


*


19.00 dirumah sakit, Amel lemas dan menunggu dokter yang tengah Memeriksa keadaan Farhan. sedangkan Fano mencoba menghubungi keluarga Wijaya.


"assalamualaikum om" sapa Fano dari sambungan telepon.


"waalaikumsalam, gimana Farhan dan Amel sudah baikan?"tanya pak Wijaya.


"Farhan_____ee____farhan kecelakaan om"jawab Fano ragu ragu.


"APA?"


pak Wijaya menjatuhkan ponselnya kelantai,mama ayu yang melihat itu terkejut sebenarnya apa yang sedang terjadi?.


"ada apa pah?"tanya mama ayu.


"Farhan mah______dia kecelakaan"jelas pak Wijaya.


tanpa pikir panjang pak Wijaya dan mama ayu menuju rumah sakit yang sudah di Sherlock oleh Fano melalui ponsel mama ayu.


sampai di rumah sakit pak Wijaya dan mama ayu melihat Amel dan Fano berada di depan ruangan IGD, mereka langsung mendekati nya.


"Mel, fan" sapa keduanya.


"mah________" Amel langsung memeluk sang mertua tangisnya pecah di pelukan mertuanya.


"ada apa ini fan?"tanya pak Wijaya.


"Farhan kecelakaan om, waktu mengendarai mobil"jelas Fano


Amel melepaskan pelukannya ia mengusir matanya untuk menjelaskan semuanya kepada mertuanya.


"mah_________maafin amel____ini semua salah Amel________"jelas Amel.


"shut________kamu bicara apa sih, ini musibah sayang, yang terpenting sekarang kita berdoa agar Farhan baik baik saja"jelas mama ayu.


selang beberapa menit dokter keluar, buru buru Amel dan mama ayu menghampirinya untuk mengetahui keadaan Farhan saat ini.


"bagaimana keadaan mas Farhan dok?"tanya Amel.


"pak Farhan kehilangan banyak darah, ia membutuhkan donor darah akibat luka yang cukup parah tetapi___"


"tetapi apa dok?"tanya mama ayu.


"tetapi golongan darah pak Farhan stoknya habis buk, golongan darah nya B negatif apakah dari keluarga ibu ada yang bergolongan darah tsb?"tanya dokter.


"ada dok, suami saya" jelas mama ayu.


mama ayu mencari keberadaan suaminya namun tidak melihat nya dimana pun, begitu pun dengan Fano.


"coba telpon papah mah" ucap Amel memberi saran.


"oh iya" gegas mama ayu langsung meraih ponselnya, namun tidak ada jawaban dan ponselnya pun tidak aktif. (gimana mau aktif hp nya aja dibanting author nya ngantuk nih )


"gimana mah?"tanya Amel.


"astaghfirullah mama baru ingat ponselnya papah mu jatuh tadi"jelas mama ayu.

__ADS_1


mama ayu langsung menghubungi Fano, ia berharap Fano sedang berada dengan suaminya saat ini.


"


"assalamualaikum fan, suami saya ada sama kamu?"tanya mama ayu to the poin.


"waalaikumsalam Tan, om Wijaya sedang ketemu dengan orang yang menabrak Farhan Tan"jelas Fano.


"suruh dia pulang sekarang juga, Farhan butuh darahnya"tegas mama ayu seraya mematikan ponselnya.


"Farhan vampir? Kok butuh darah?" gumam Fano seraya menghampiri pak Wijaya yang sedang berbicara dengan pihak kepolisian.


"om ayo ke rumah sakit, Farhan butuh darahnya om Wijaya"jelas Fano.


mereka mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya selang beberapa menit pak Wijaya langsung menuju ruangan IGD.


"gimana keadaan Farhan?"tanya pak Wijaya.


"dari mana saja sih pah, dokter buruh darah papah"tegas mama ayu


"papah habis dari kantor polisi urus penabrak tadi" jelas pak Wijaya.


"ya udah cepetan ke ruang transfusi darah, Farhan butuh darah papah"


tanpa menjawab ucapan sang istri pak Wijaya langsung menuju ruangan tsb.


"sayang ini udah malam kamu pulang ya tidur biar mama yang nunggu Farhan siuman"jelas mama ayu pada Amel yang sedang duduk melamun.


"enggak mah, aku mau nunggu mas Farhan sampai siuman"jawab Amel.


"kasian kandungan kamu, kalau kamu sakit bayi yang ada di rahim kamu juga akan sakit nak"


pak Wijaya keluar dengan lemas akibat darahnya di ambil, ia mendekati Amel dan mama ayu yang sedang duduk.


"Amel pulang dulu ya, kamu kelihatan lelah sekali"jelas pak Wijaya yang melihat sang menantu begitu pucat.


"enggak pah, Amel nggak pp Amel mau nunggu mas Farhan siuman"jelas Amel lagi.


dokter yang sudah mendapatkan darah segera menuju ruangan IGD itu lagi. mama ayu dan Amel berdoa agar keadaan Farhan baik baik saja.


*


Fano mengendarai mobilnya ia diberitahu bahwa Ratna diusir dari rumah Wijaya dan tujuan nya saat ini untuk ke rumah Ratna.


sampai di pelataran rumah itu ia melihat pintu depan terbuka,buru buru Fano Turun dan meminta maaf atas segala perbuatannya.


"assalamualaikum" salam Fano.


"waalaikumussalam" jawab pak darman dan ibu Rani.


Fano di persilahkan duduk, ia melihat raut wajah Ratna sedang sedih, mungkin saja ia habis dimarahi oleh kedua orang tuanya.


"tujuan saya kesini ingin melamar Ratna pak buk"jelas Fano to the poin, walaupun ia sama sekali tidak mencintai Ratna apalagi melihat tingkah nya yang selalu mengerikan tetapi di dalam perut Ratna ada anak nya dan Fano tidak mau sampai Ratna menggugurkan nya.


"jadi bagaimana Ratna? nak Fano ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya" ucap pak darman.


"tapi aku nggak cinta pak sama Fano curut ini" jelas Ratna mengusap air matanya.


"di dalam kandungan kamu ada anaknya Fano, Fano masih mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, kalau bukan Fano siapa yang akan mau menikahi kamu nak?"tanya pak darman tegas.

__ADS_1


sedangkan ibu Rani sejak tadi diam ia juga tidak menyangka putri yang selalu ia dambakan ternyata hamil di luar nikah.


Ratna terdiam ia meneteskan air matanya, rencananya untuk menghancurkan hubungan Farhan dan Amel gagal total, dan itu semua karena Fano.


"oke aku terima lamaran nya"jawab Ratna, sebenarnya ia juga tidak mau menikah dengan curut ini ia masih mencintai Farhan.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga nak" jelas pak darman.


"jadi kapan mau menikah?"tanya pak darman.


"lebih cepat lebih baik pak" jelas ibu Rani, ia tidak mau tetangga tetangganya mengetahui bahwa Ratna hamil dengan Lelaki lain.


"ya sudah besok kalian akad dulu"jelas pak darman.


Fano mengganguk paham,ia pamit untuk pulang dan kembali lagi besok dengan membawa mahar serta mas kawin.


*


dokter keluar lagi setelah hampir 2 jam berapa di ruangan tsb, Amel dan mama ayu serta pak Wijaya langsung menghampiri dokter tsb.


"bagaimana keadaan Farhan dok?"tanya mama ayu khawatir.


"keadaan pak Farhan belum stabil akibat kecelakaan tsb pak Farhan mengalami luka yang cukup parah, kita menunggu beliau siuman dulu ya Bu, semoga saja dalam beliau cepat Siuman agar kami dapat melihat kondisinya"jelas dokter.


mereka mengangguk paham, Farhan di pindahkan ke ruangan rawat VVIP untuk fasilitas yang lengkap.


Amel mendekati Farhan yang tengah terbaring lemah di tempat tidur, kakinya hampir tidak kuat menopang tubuhnya, ia melihat banyaknya perban di bagian tubuh Farhan.


"BRUK"


Amel pingsan tidak sadarkan diri buru buru pak Wijaya dan mama ayu memanggil suster,Amel dibawa ke UGD untuk melihat kondisinya, mama ayu mendampingi menantunya tsb.


setelah beberapa menit Amel siuman dari pingsannya,ia melihat sekeliling kepalanya terasa sangat pusing.


Amel mencoba berdiri dan ingin berada di sampingnya, ia tidak peduli dengan kondisi tubuhnya saat ini.


"jangan turun dulu nak, kondisi kamu masih belum stabil"jelas mama ayu.


"aku nggak pp mah, biarkan Amel lihat mas Farhan"jawab Amel.


tiba-tiba dokter datang ia langsung menahan Amel agar tidak turun dari ranjang, melihat kondisi Amel yang belum stabil saat ini.


"ibu Amel jangan bergerak dulu, kondisi ibu lemah dan janin yang ada di kandungan ibu juga lemah, ibu Amel butuh istirahat yang cukup"jelas dokter tsb.


Amel tetap keras kepala ingin melihat kondisi sang suami saat ini, ia ingi menemani suaminya.


dokter dan mama ayu akhirnya membantu Amel menaiki kursi roda dan mendorong nya menuju ruang rawat Farhan.


sampai di ruang rawat Farhan air mata Amel kembali menetes, ia tidak kuat melihat suaminya saat ini sedang tidak sadarkan diri.


"mas Farhan____bangun mas" mohon Amel menggenggam tangan milik Farhan.


"mas____maafin aku____"ucap Amel lagi.


mama ayu mengusap air matanya, pak Wijaya mendekati sang istri ia menggandeng sang istri agar keluar sebentar dari ruangan itu.


"biarkan Amel dan Farhan mah"jelas pak Wijaya.


mama ayu mengangguk paham ia lantas keluar ruangan, dan menunggu di depan untuk memberikan waktu agar sang menantu bisa leluasa mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸŽ‰ salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° see you😍😍😍😍


__ADS_2