
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πππ₯°ππππ₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯° selamat membaca π₯°ππ₯°π
*
Farhan dan Amel sibuk dengan mangga yang akan dipetik oleh suaminya itu. keringat sudah bercucuran tangga demi tangga sudah berhasil dilewati dengan mudah oleh Farhan.
"kalau bukan karena calon junior Udah aku tebang nih pohon mangga"gerutu Farhan.
Amel yang mendengar itu ketawa cekikikan, suaminya benar benar lucu.
"yang itu mas gede banget"
tunjuk Amel kepada mangga yang besar, namun ranting yang menjalar ke arah Buah tsb sangat kecil.
"rantingnya kecil Ra nanti mas jatuh gimana?"
"padahal pengen yang itu" gumam Amel lirih.
Farhan tersenyum ia akan panjat itu ranting tidak perduli mau patah atau tidak yang jelas, Amel tidak merajuk dengan nya.
"oke demi junior papah"
Farhan mulai menaiki ranting yang lumayan kecil, jantung Farhan serasa mau copot apalagi melihat kebawah.
"akhirnya dapat juga nih mangga"gumam Farhan.
namun saat ingin kembali ke ranting yang lumayan besar, ranting tsb seketika bunyi kretek dan akhirnya Farhan terjatuh.
"ya ampun mas, kamu nggak pp?"tanya Amel khawatir.
"aduh Ra badan ku remuk patah semua tulang tulang ju, terkecuali tulang rusuk"jelas Farhan.
"kok bisa mas? tulang rusuk nya nggak ikut patah?"tanya Amel.
"karena separuh tulang rusuk ku ada di kamu"gombal Farhan.
Amel membuang nafas kasar, dalam keadaan seperti ini suaminya malah sibuk menggodanya.
"Ayuk mas aku bantu" sembari memapah tubuh Farhan.
Farhan dan Amel duduk di kursi dekat pohon mangga itu, udaranya sejuk disertai hembusan angin.
"apa mas yang sakit? kita ke dokter yuk"ajak Amel.
tanpa menjawab ajakan istrinya Farhan langsung memeluk tubuh mungil Amel dalam dekapan nya.
"tenaga ku sudah terisi kembali setelah memeluk mu Ra"jelas Farhan.
"jadi kita nggak ke dokter?"tanya Amel.
"ngapain ke dokter, sekarang dokter nya sedang aku peluk"jelas Farhan.
Amel membiarkan suaminya memeluknya, ia pun merasa nyaman dalam dekapan Farhan.
"mas udah dong, mangga nya mana?"tanya Amel melepaskan pelukannya.
"iih kok dilepas? padahal mas belum selesai pelukannya"gerutu Farhan.
"mangga nya dulu"
"iya iya, tapi kalau udah mas kasih mangga nya, lanjut pelukan dikamar ya?"tawar Farhan.
"iya deh" jawab Amel sekenanya.
Farhan tersenyum,ia langsung meraih mangga yang ia petik dengan penuh perjuangan.
*
sedangkan di tempat lain Fano mengendarai mobil nya, ia menuju ke rumah sang sahabat ingin menyerahkan berkas mengenai kerjasama dengan perusahaan luar.
__ADS_1
sampai di depan teras ia melihat keadaan rumah tampak sepi.
"mungkin semua orang sedang sibuk" gumam Fano.
Fano membunyikan bel beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam.
Ratna yang sedang asyik menonton tv, dirumah saat ini sedang sepi pak Wijaya dan mama ayu sedang pergi jalan jalan berdua, dan alvan kekantor nya. ia mendengar beberapa kali bel dibunyikan.
"siapa sih ganggu orang lagi santai"gerutu Ratna.
pintu terbuka dan melihat kan Ratna, mereka berdua sudah saling mengenal.
"eh Lo Rut? ada apa?"tanya Ratna.
"Farhan ada?"
"pergi" jelas Ratna singkat.
"bohong kan lu, Farhan ada di dalem kan?" tanya Fano ia sudah sering dibohongi oleh Ratna dari mereka kenal.
"check aja sendiri"
Fano melangkah masuk dan meninggalkan Ratna yang masih berdiam diri di depan pintu.
"eh masuk rumah orang sembarangan lu___curut" teriak Ratna,ia sering memanggil Fano dengan sebutan__curut karena dulu sewaktu sekolah sering mencuri makanan Ratna.
tanpa sadar Fano menendang ember yang berisikan air untuk mengepel.
pel pelan itu untuk mencari perhatian sang mertua ketika sedang pulang nanti, Ratna sudah menyiapkan nya namun sekarang sudah berceceran akibat ulah Fano.
"YA AMPUN CURUT____" teriak Ratna.
"KALAU JALAN PAKAI MATA DONG"
"heh__markonah dimana mana jalan pakai kaki"jelas Fano dengan tenang,
"iya refleks lupa kalau jalan pakai kaki, tapi mata kamu Nggak dipakai___curuttt" ejek Ratna lagi.
tanpa menggubris perkataan Ratna sebaiknya Fano pergi saja dari rumah ini, dari pada ia akan bertengkar dengan nenek lampir itu.
"CURUT_____ TANGGUNG JAWAB LU" teriak Ratna.
namun Fano tetap melangkah keluar ia ingin segera pergi dari sini.
"salah masuk rumah nih gue" gumam Fano sembari masuk kedalam mobilnya dan melajukan dengan kecepatan lumayan tinggi.
sementara Ratna harus membersihkan air ini, asisten rumah tangga waktu siang istirahat untuk pulang kerumahnya dan Ratna harus bertanggung jawab atas semua kesalahan yang diperbuat oleh Fano.
"hancur sudah rencana ku gara gara itu curut___"
*
Farhan dan Amel pergi dari perkebunan milik keluarga Wijaya setelah mendapatkan yang mereka mau.
"makasih ya mas udah turutin keinginan anak kita"sembari tersenyum manis kearah suaminya itu.
"iya Ra demi junior papa"sembari mengelus perut Amel yang masih terlihat Rata.
sepanjang perjalanan mereka asyik bercanda riang meluapkan beban pikiran masing masing.
"eh mas berhenti berhenti"tutur Amel memegang lengan suaminya.
Farhan memberhentikan mobilnya dan melihat kearah Amel.
"ada apa Ra?"tanya Farhan bingung.
"ayo mas ke hotel itu"sembari menunjuk kearah hotel yang berdesain Prancis.
"kesana?"
__ADS_1
Amel mengangguk pasti ia ingin melihat desain minimalis yang terlihat begitu indah Dimata Amel.
Farhan langsung membelokkan kendaraan nya menuju parkiran hotel tsb. mereka masuk disertai senyuman yang terpancar di wajah Amel.
"kamu mau nginep disini?"tanya Farhan.
Amel menggeleng ia sama sekali tidak kepikiran untuk menginap ia hanya ingin melihat lihat desain dan berfoto foto.
"enggak mas, aku hanya ingin melihat pemandangan ini"jelas Amel dan berkeliling ceria.
Farhan tersenyum ia langsung menuju tempat resepsionis.
"dimana manager hotel ini? saya ingin bertemu atas nama Farhan Wijaya"jelas Farhan kepada resepsionis.
resepsionis mengangguk dan mengubungi manager di hotel ini.
"selamat datang pak, ada yang bisa saya bantu?"tanya manager tsb.
"saya ingin bertemu dengan pemilik hotel ini apakah bisa?"tanya Farhan.
"beliau sedang ada janji pak, kalau boleh tau ada keperluan apa ya pak?"tanya manager hotel.
"saya mau beli ini hotel"
Amel masih berkeliling tanpa sadar ia tidak menemukan keberadaan Farhan dimana pun, akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya kepada resepsionis tentang suaminya.
"oh pak Farhan Wijaya sedang bertemu dengan manager hotel ini buk di ruangan****"
Amel berterimakasih dan pamit untuk pergi menemui suaminya.
Amel melihat Farhan tengah berbincang bincang serius dengan seorang pria.
"mas"
"Ra? sini duduk!"
Amel duduk disamping suaminya ia mendengar kan perkataan sang manager hotel mengenai keinginan Farhan untuk membeli hotel ini.
"H-ha?" batin Amel setelah mendengarkan bahwa suaminya berencana membeli ini hotel.
"mas aku mau ngomong sebentar"bisik Amel ditelinga Farhan.
Farhan meminta izin kepada manager untuk berbicara kepada sang istri,dan pamit pergi
"mas mau beli ini hotel?"tanya Amel.
"iya Ra"jawab Farhan tersenyum manis.
"H-ha? untuk Apa mas?"tanya Amel terkejut.
"kan kamu yang sendiri yang bilang suka sama nuansa hotel ini, yaudah beli aja"jawab Farhan santai.
Amel duduk di kursi dan memegangi kepalanya yang pusing melihat tingkah suaminya ini apakah kalau ia bilang suka akan dibeli semua oleh Farhan?
"bukan gitu konsep nya mas____"lirih Amel.
"Loh bukannya begitu?"tanya Farhan bingung dan duduk disamping sang istri.
"KALAU aku bilang suka terhadap sesuatu bukan berarti harus dibeli"jelas Amel.
"nggak pp Ra, biar junior kita seneng"jelas Farhan.
Amel bangkit dan menuju parkiran, ia sebal sekali dengan sikap suaminya ini.
"aku salah nikahin orang bukan sih?" tanya Amel dalam hati.
Farhan menyusul istrinya apakah yang diperbuat Farhan salah? padahal ia ingin Amel bahagia tetapi ini malah sebaliknya.
terimakasih sudah mampir ke Noval ku ini, Jangan lupa untuk tambah ke favorit kalian ya πππ₯°π₯°ππ salam happy π₯°π₯° see you
__ADS_1