
maaf bila up nya sedikit sedikit, karena ada kendala ππ jangan lupa like dan komen ya βΊοΈβΊοΈπβΊοΈ dukungan kalian sangat berarti bagi kuπππ selamat membaca.
...memaafkan seseorang mungkin tidak mudah, apalagi orang tersebut sudah menggoreskan luka. tapi percayalah luka itu, yang mengajarkan kita bagaimana bersikap dewasa...
...Amel Lidya putri...
...----------------...
gadis dengan manuk mata hitam dan rambut sebahunya itu menuruni tangga, rencananya ia akan pergi dari rumah ini. rumah yang selama ini tidak tersimpan kebahagiaan sedikit pun.
"maaf Deddy aku aku harus pergi, i love daddy, aku pergi untuk mencari keberadaan mereka"
gadis itu bergumam sendiri sembari tersenyum, ia melihat sekitar rumah yang memang masih sepi.
*
"mas Farhan" teriak Amel dari dalam kamar, bukan maksud apa apa tetapi baby Kenzo yang belum mandi sudah di ajak pergi main.
sampai di ruang tengah Amel mencari suaminya itu yang membawa anaknya, ia menggendong baby girl sedangkan baby kenza di kamar bersama baby sister yang menjaganya.
bukan menemukan keberadaan Farhan Amel justru bertemu dengan mama ayu.
"kenapa sayang kok teriak teriak?" tanya mama ayu bingung.
"itu mah, mas Farhan bawa kabur Kenzo padahal belum mandi mereka" jelas Amel sembari menggendong baby girl.
"dasar anak harimau!!! bawa kucing lari" gumam mama ayu menggeleng.
"mah Amel titip baby kenzie dulu ya, Amel mau ngejar mas Farhan" ucap Amel kepada mertuanya.
"iya sini biar mama gendong"
setelah urusan kepada mertuanya selesai, Amel segera keluar dari rumah menuju halaman depan rumah.
"mas far-"
kalimat Amel tercekat karena melihat Farhan sedang asyik mengobrol bersama tetangga, bukan karena ia tidak ramah kepada tetangga tetapi melihat cara berbicara Farhan kepada ibu Noni. ibu yang berstatus janda cantik di kompleks perumahan ini.
"mas Farhan!!!" teriak Amel di teras.
Farhan yang sedang asyik mengobrol seketika menoleh ke arah Amel, terlihat sekali raut wajah istrinya itu sedang di rundung Amarah.
"mas Farhan aku cariin kemana aja sih" geram Amel.
"maaf Ra, tadi ajak baby Kenzo berjemur sebentar baik bagi Bayi"
"kenapa nggak bilang dulu mas?" tanya Amel ia melirik ke arah Bu Noni.
"pagi Bu" sapa Amel lembut.
"pagi Mel, makin cantik aja" puji ibu Noni.
Amel tersenyum hambar, ia tau pujian nya itu merujuk pada tubuhnya, ya memang Amel akui ia lumayan gemuk selepas lahiran. tetapi ia juga berencana akan diet.
"oh terimakasih, ibu Noni juga cantik banget udah punya calon suami nih" goda Amel.
"ah, kamu bisa aja enggak kok saya belum punya, belum ketemu sama tipe saya" jelas ibu Noni sembari mengibaskan tangannya di depan wajahnya.
__ADS_1
"memangnya tipe ibu Noni seperti apa?" tanya Amel bingung, semoga saja tipe nya tidak merujuk ke sifat suaminya.
"gampang kok Mel, ganteng, CEO, badannya uueh, terus penyayang dan perhatian" jelas ibu Noni.
"wah, spesial sekali ya Bu, semoga cepat ketemu" jawab Amel tersenyum.
"kalau begitu kita masuk dulu ya Bu, permisi"
"ayo mas!"
setelah pamit mereka meninggalkan ibu Noni, Amel menarik lengan suaminya ini untuk masuk ke dalam rumah.
"itu tadi kenapa?" tanya Amel mendongak ke atas menatap suaminya nyalang.
"kenapa? nggak kenapa Napa?" jawab Farhan bingung.
"ish____itu kamu tadi ngapain ngobrol ngobrol ketawa cekikikan sama ibu Noni?"
Farhan mengulas senyum, ia tau sekarang istrinya dalam mode cemburu.
"ngobrol biasa, ngomongin masa depan" pancing Farhan.
omongan Farhan seketika membuat saraf-saraf nya ingin meledak.
"masa depan siapa? kamu sama ibu Noni?, iya??" tanya Amel sembari tangannya berdecak di pinggang nya.
"bukan Ra, masa depan kamu sama aku" jelas Farhan terkekeh lembut.
mama ayu yang mendengar keriuhan di ruang keluarga nya segera menghampirinya.
"ada apa ini?" tanya mama ayu.
sedangkan Amel masih terdiam, dengan tangan bersedekap di dada ia malas menoleh ke arah suaminya ini.
Farhan menarik tangan Amel menuju taman belakang rumah nya, sedangkan mama ayu hanya menggeleng lemah melihat kedua insan itu ribut.
"kamu kenapa sih Ra? kok akhir akhir ini sering marah marah?" tanya Farhan setelah mereka sampai di belakang rumah.
"nggak pp" jawab Amel yang masih Keukeh menoleh ke arah samping.
"hey tatap mata mas!!" ucap Farhan lalu menangkup kedua pipi Amel untuk mengarah kepadanya.
"kamu kenapa?" tanya Farhan lagi.
Amel menarik nafasnya dalam, ia akan mengeluarkan semua unek-uneknya.
"mas Farhan tuh nyebelin!! mas Farhan ngeselin!! tadi kenapa ngobrol nya kayak gitu!!!" geram Amel.
"kayak gitu gimana?" tanya Farhan bingung.
"jangan pura pura nggak tau, tadi Noni Belanda Pakai pakaian ketat sampai itunya kelihatan!!! masih mau ngelak?" tanya Amel dengan nafas yang masih memburu.
Farhan tersenyum melihat istrinya ini cemburu tingkat kabupaten.
"astaga Humaira ku, ternyata kamu cemburu? karena aku ngobrol dengan Bu Noni? walaupun satu Dunia ini telanjang di depan mata aku! aku tetep tergodanya sama kamu" jelas Farhan mencolek hidung Amel.
"siapa yang cemburu? aku hanya kesel sedikit aja" jawab Amel mengelak.
__ADS_1
"oh jadi nggak cemburu? ya udah deh mas ngobrol lagi aja sama Bu Noni"
Farhan hendak melangkah pergi meninggalkan Amel.
"ish______mas Farhan jahat banget sih!!!!!" teriak Amel.
Farhan memberhentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang.
"loh katanya nggak cemburu? kan ada pepatah yang bilang, cemburu tanda cin-"
"iya iya aku cemburu, lagian kamu ngeselin!!!" gretak Amel kemudian berlari menuju suaminya ini dan berhambur memeluknya.
*
"akhirnya gue sampai di Indonesia"
"welcome in Indonesia" teriak gadis itu lalu berlari keluar dari airport.
*
sudah hampir 6 bulan viola di kurung di jeruji besi, dan akhirnya hari ini ia dinyatakan bebas karena ia tidak melakukan kekerasan fisik terhadap Amel.
"papah" teriak viola langsung memeluk Reno.
"vio, bagaimana keadaan mu?" tanya Reno melihat tubuh anaknya dari atas sampai bawah.
"aku menderita di sini papah, itu semua karena Farhan!!" geram viola.
"tenang Vio, yang penting kamu sudah sehat sekarang" jelas Reno mengurangi pelukannya.
"vio mau treatment semua, dari atas kepala sampai kaki tubuh vio sudah kayak gembel" rengek viola di hadapan Reno.
"pasti, sekarang kita pulang" ajak Reno.
Mahesh yang sedari tadi melihat adegan diantara mereka hanya mengulas senyum, memang benar sebesar kesalahan apapun itu kalau ia orang kaya tetap saja di mudahkan urusan nya.
*
"APA? BAGAIMANA BISA KELUAR?" tanya Farhan dari sambungan telepon milik Fano.
"apalagi kalau bukan kertas! om Reno jelas mengganti denda" jawab Fano dari sambungan telepon.
"SIAL" umpat Farhan segera mematikan ponselnya dan melemparkannya ke sembarang arah.
Amel yang menyadari Farhan sejak tadi di ruang kerjanya tengah marah marah, tetapi entah sama siapa.
"ada apa mas?" tanya Amel sembari menggendong baby Kenzo.
"viola bebas" jawab Farhan lemas.
"bebas? bagaimana bisa?" tanya Amel khawatir, ia tau viola tidak akan tinggal diam setelah apa yang sudah keluarga ini perbuat.
"pasti bantuan dari pria brengsek itu" geram Farhan.
"aku takut mas, vio berbuat nekad" ucap Amel menenangkan Kenzo yang sejak tadi tidak bisa diam.
"kamu tenang aja, aku akan lindungi kalian" jelas Farhan mengusap kepala Kenzo dengan lembut.
__ADS_1
"aku percaya itu"
hallo GAESπ₯°π₯° terimakasih sudah mau mampir ke novelku iniππ₯°π₯°π₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°ππ salam happy ππ₯°ππ₯°π₯°ππππ₯°π₯° see you π₯°πππ₯°π₯°πππ₯°π₯°ππ₯°πππ₯°π₯°ππ₯°ππ