
HALLO GAES KEMBALI LAGI KE NOVEL KU INIπππ₯°ππ₯° JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA
...SELAMAT MEMBACA...
Farhan mencekal tangan Amara, hingga gadis itu berhenti. mereka saat ini tengah berada di jalan raya.
"Ra tunggu, mau kemana kamu?" tanya Farhan khawatir, pasalnya melihat Amel itu menjauhinya.
"plak"
satu tamparan berhasil mendarat sempurna di pipi Farhan, Farhan menatap istrinya tidak percaya. Amel menampar Nya? sungguh kegilaan yang tidak masuk di akal.
"SAYA SUDAH BILANG KE ANDA! SAYA TIDAK MENGENALI ANDA! LELAKI MESUM!" ucap Amara dengan nada gemuruh, ia langsung berlari menjauhi Farhan.
Farhan menatap istrinya itu tidak percaya, ia memegangi pipinya yang terasa panas.
"itu bukan kamu Ra" gumamnya lirih.
tak berapa lama, Fano datang dengan sempoyongan. Fano memegangi kepalanya yang terasa pusing, karena ada aliran darah di kepala nya itu.
"dimana Amel?" tanya Fano celingukan mencari keberadaan Amel.
namun Farhan masih terdiam, ia tidak menjawab ucapan Fano. di pikiran nya saat ini adalah sikap aneh Amel, Farhan sama sekali tidak mengenali itu Amel istrinya.
"ck...gue tanyain juga" ucap Fano, ia meraih ponsel dari sakunya. dan mengetikkan nomor.
"Lo dapat hp itu dari mana?" tanya Farhan mengerutkan keningnya bingung.
"punya Nya penjahat tadi, gue mau telpon om Wijaya" ucap Fano lalu dibalas anggukan singkat dari Farhan.
Farhan masih melihat jalan yang dilintasi oleh Amel, Amel sudah menghilang di tikungan jalan itu.tak berapa lama sambungan telepon pun terjawab oleh pak Wijaya.
"hallo Om"
"iya hallo, ini siapa?" tanya pak Wijaya dari seberang telepon.
"Fano om, ini Fano"
"Astaga Fano ini kamu? kamu dimana aja saya cariin. dan kamu keberadaan Farhan?" tanya pak Wijaya tegas.
"saya disini sama farhan om, kita berdua disekap. nanti Fano kirimkan alamat nya"
"disekap? oke saya akan segera kesana. dimana sekarang Farhan?" tanya pak Wijaya.
Fano memberikan ponsel itu ke arah Farhan, Farhan langsung menerimanya untuk berbicara kepada papahnya itu.
"hallo pa"
"hallo Han, kamu kemana saja istri kamu dan anak kamu menangis!"
"Amel ada disana pa? keadaan nya gimana? baik baik aja?" tanya Farhan panjang kali lebar.
"iya ada, dia khawatir sama kamu sekarang papa akan jemput kamu-------"
__ADS_1
sambungan telepon pun terputus, karena baterai nya mati. namun alamatnya sudah di Sherlock, dan Wijaya menuju ke sini.
Farhan mengerutkan keningnya bingung, kalau Amel berada di rumah tetapi siapa yang menyelamatkan nya tadi? apa istrinya itu mempunyai--------
"Han! istri Lo keren banget, sekarang dimana dia?" tanya Fano.
Farhan masih terdiam, ia bingung dengan situasi ini. mungkin setelah pulang dari sini ia langsung menanyakan perihal ini terhadap Amel.
*
tak berapa lama setelah menunggu jemputan, tiga mobil Toyota berhenti tepat di depan Farhan dan Fano. pak Wijaya keluar dari mobil hitam itu.
"Han, fan" ucap pak Wijaya melihat putera nya itu berlumuran darah, begitupun dengan Fano.
"kalian nggak apa-apa? siapa dalangnya?" tanya pak Wijaya melihat Farhan.
"viola, om viola dalangnya. didalam masih ada orang" ujar Fano.
pak Wijaya menganggukkan kepalanya, ia melihat ke arah Farhan. wajah putranya itu terlihat merah, entah apa yang dipikirkan oleh Farhan.
"kalian masuk kedalam, dan seret mereka!" titah pak Wijaya Kepada anak buahnya itu, dan langsung mendapatkan anggukan.
"Amel ada di rumah pa?" tanya Farhan.
"Amel? ada dari tadi nungguin kamu, dia khawatir sama kondisi kamu" balas pak Wijaya.
Fano yang mendengar itu menganga lebar, kalau Amel yang dirumah. lalu yang menyelamatkan mereka siapa?
"tapi tadi-----"
pak Wijaya melihat mobil yang dikendarai oleh Farhan sudah menghilang di tikungan jalan, ia menatap Fano yang masih meringis kesakitan.
"ada apa fan sama farhan?" tanya pak Wijaya.
"tadi yang selamatkan kita Amel, istrinya Farhan om" jawab Fano memberikan informasi nya. ia tidak mungkin salah melihat, jelas jelas itu Amel.
"Amel?" beo pak Wijaya bingung.
*
di apartemen, Amara membuka pintu nya dengan keras. kemarin ia di hotel tetapi sekarang pindah ke apartemen, emosinya masih membuncah.
"sialan! kenapa tuh orang bisa sok kenal sama Gue?" umpat viola, ia melemparkan jaketnya yang sudah kotor tadi.
tiba-tiba ponselnya berdering, dengan cepat ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. dengan malas Amara mengangkat nya.
"hallo ada apa?" ketus Amara.
"Go home Amara or papa pick up one after another there" ucap seseorang diseberang telepon.
Amara lantas tersenyum, ia menatap wajahnya dari pantulan cermin. dan mendapati bercak darah di wajahnya sedikit, mungkin itu darah dari lelaki yang ditolongnya tadi.
"nggak! Amara nggak mau pulang sebelum nemuin keberadaan mommy Sama adik Amara!" jelas Amara, ia langsung mematikan sambungan telepon itu.
__ADS_1
dan melemparkan ponselnya kesembarang arah, ia mengusap bercak darah itu dari wajahnya menggunakan tissue.
"kalau mau kesini kesini aja ribet amat" gumamnya lirih.
*
mobil Farhan memasuki pekarangan rumah Milik nya, dengan langkah seribu ia langsung membuka pintu.
Amel yang menunggu di depan pintu, melihat kehadiran suaminya lantas langsung memeluknya dengan erat. Amel tidak peduli bercak darah tercium dari hidungnya.
"mas Farhan" ucapnya lirih.
Farhan jelas terkejut, ia dipeluk oleh istrinya. keadaan Amel baik baik saja saat ini, setelah Amel merasa puas memeluk tubuhnya. Farhan menguraikan pelukannya itu.
"Ra, kamu dirumah dari tadi?" tanya Farhan Kepada Humaira nya ini, Amel masih menangis sesenggukan.
"memangnya aku kemana mas? mas Farhan yang ngilang nggak kabarin aku dulu" omel Amel.
Farhan terdiam, saat ini pikiran nya benar benar kacau balau.
mama ayu menuruni tangga, ketika melihat Farhan datang. hatinya lega melihat putera keduanya itu selamat, walaupun keadaan Farhan memprihatinkan.
"nak kamu nggak apa-apa?" tanya mama ayu cemas.
Farhan yang tadinya masih menatap istrinya, mengalihkan pandangannya ke arah mamanya.
"enggak ma, tadi Farhan di sekap sama viola dan-----" Farhan memotong ucapan nya ia kembali menatap istrinya yang masih menunggu lanjutan kalimatnya itu.
"dan Amel yang nyelamatin Farhan" lanjut Farhan.
Amel mengerutkan keningnya bingung, i menatap suaminya benar benar tidak percaya. dengan apa yang baru saja dilontarkannya.
"a-aku? aku mas?" beo Amel menunjuk dirinya sendiri.
"iya kamu Ra, kamu nyelamatin mas. tapi kamu juga tampar mas." jawab Farhan.
Amel semakin bingung dengan ucapan suaminya, seharian ini ia tidak keluar rumah sama sekali. dan sikap Farhan hari ini benar-benar aneh.
"seharian ini aku dirumah mas, nggak Kemana mana" ujar Amel.
"iya Amel dirumah, justru kamu nak yang ngilang" mama ayu iku menambahi ucapan amel.
Farhan terdiam ditempat, kepalanya terasa pusing. dengan sigap Amel memapahnya untuk duduk di sofa.
"mas Farhan duduk dulu, aku obatin lukanya" ujar Amel, ia langsung meraih obat P3 K dari atas meja. obat itu sudah disiapkan oleh mama ayu, karena takut terjadi apa-apa.
maaf kalau up nya lama ππ₯°π₯°ππ₯°ππ
sebel aja setiap mau up, penulisan nya susah jadi jarang up ππππ₯°π₯°
tetap stay di tempat ini yaπ₯°π₯°
KALAU UP NYA LAMA, POSITIF THINKING AJA MUNGKIN AUTHOR NYA INI. LAGI DUDUK DI DEPAN TERAS, NUNGGU ORANG LEWAT BUAT DI KEJAR HEHEHE
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯°πππ₯°π₯° π₯°ππ₯°