Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
hamil


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa untuk tambah ke favorit kalian ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


*


dirumah sakit******Farhan yang menunggu jawaban dari sang sahabat nya ini, yang dimaksud oleh Widia itu kecebong seperti apa.


"iya gue juga tau,, kalau kecebong anakan katak_tapi yang gue maksud itu benih Lo"gerutu Widia dengan nada yang sedikit kesal. ia heran dengan Farhan seorang anak pemilik rumah sakit ini tidak tau mengenai kecebong benih.


Farhan terkejut mendengar perkataan Widia,mama ayu dan pak Wijaya langsung mendekati ketiganya yang masih terdiam tidak percaya.


"apa yang kamu maksud Wid?"tanya mama ayu penuh penasaran.


"jadi gini om, Tante, Farhan,Amel, yang aku maksud kecebong itu adalah___"tiba-tiba Widia menghentikan perkataan nya dan membuat Farhan kesal.


"lu kagak ngomong cepat cepat gue lakban nanti itu mulut"geram Farhan karena sudah tidak sabar, mendengar lanjutan kata dari bibir Widia.


Widia tersenyum, teman nya ini benar benar tidak mengerti yang ia maksud.


"iya iya, galak bener loh, nanti calon debay nya mirip papanya gimana?"jelas Widia.


Farhan seketika terdiam, apakah ia tidak salah mendengar ucapan Widia? apa yang dimaksud Widia adalah calon bayinya yang ada di dalam perut Amel?.


"saya hamil dok?"tanya Amel yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan.


Widia tersenyum dan mengangguk pasti,ia sangat bahagia karena sebentar lagi keluarga Wijaya mendapatkan keturunan baru.


mama ayu yang mendengar itu langsung berhambur memeluk tubuh menantu kesayangan nya. ia benar benar bahagia mendengar kabar ini.


begitu pun Farhan ia langsung menciumi pucuk kepala Amel dengan lembut,rasa bahagia nya tidak bisa diucapkan dengan kata kata.


"kamu hamil sayang, kita sebentar lagi punya Dede"jelas Farhan dan memeluk tubuh istrinya itu lagi.


begitu pun mama ayu ia sangat bahagia,ia mengusap rambut Amel dengan lembut. pak Wijaya yang melihat kejadian itu tersenyum kebahagiaan terpancar di wajah Farhan dan istrinya.


"istirahat yang cukup, jangan banyak fikiran ya Mel, darah kamu rendah dan banyakin makanan yang bervitamin agar janin yang ada didalam kandungan kamu kuat"ucap Widia lalu memberi resep agar tubuh Amel vit kembali.

__ADS_1


sepeninggal Widia pak Wijaya mendekati Farhan dan menepuk pundak sang anak.


"papa kira kamu nggak bisa Han"ucap pak Wijaya sembari tersenyum simpul.


"bisa dong pah, buktinya kecebong ku cepet jadinya"jelas Farhan.


semua tertawa sedangkan Amel harus menutupi wajahnya yang sudah memerah seperti Udang rebus.


"punyaku kan gede ya Ra"jelas Farhan lagi.


"iya gede"jawab Amel sepontan.


mama ayu dan pak Wijaya tidak bisa membendung tawanya,Amel merasa malu ia lantas mendarat kan wajahnya ke ketiak suaminya.bisa bisanya ia berbicara itu didepan mertuanya.


Farhan tersenyum melihat tingkah sang istri yang begitu lucu.ia mengusap rambut Amel dengan lembut,lalu mengkode mama dan papanya agar keluar dari ruangannya.


"yaudah yuk mah kita pulang, jangan ganggu anak harimau sama kucing"bisik pak Wijaya dan menggandeng tangan istrinya itu.


mama ayu mengangguk ia faham mungkin Farhan dan Amel sedang ingin berdua, dan berbicara banyak hal.


"sayang mama pulang dulu ya, kalau ada apa-apa bilang mama atau kalau sampai Farhan kabur bilang mama nanti biar mama hukum!"jelas mama ayu dan mengusap rambut Amel.


mama ayu dan pak Wijaya pergi meninggalkan Farhan dan Amel berdua, mereka tidak mau mengganggu keromantisan diantara mereka.


setelah kepergian mertuanya dari ruangan rawat Amel. Amel dan Farhan banyak menukar cerita,ia tadi mendapatkan pesan dari Widia bahwa Amel harus tetap ceria dan tidak boleh ada fikiran yang membuat nya stres.


"mas bahagia?"tanya Amel.


"iya lah, mana ada suami yang tidak bahagia melihat istrinya hamil"sembari terus mengelus perut yang masih rata itu.


Amel tersenyum sembari meneteskan air matanya,ia berharap kebahagiaan ini tidak pernah hilang dari hidupnya, Farhan yang melihat Amel terlihat begitu sedih mengerutkan keningnya.


"kamu nggak bahagia kalau kamu hamil Ra?"tanya Farhan.


Amel menggeleng,ia menangis bukan karena tidak bahagia sebab ia hamil, tetapi karena ia merindukan sosok ibu kandung yang telah melahirkan nya. dan sampai sekarang ia tidak tau keberadaan ibu kandungnya itu.

__ADS_1


"a - aku Hanya rindu dengan ibu kandung ku mas_dia melahirkan ku tetapi dia juga yang membuang ku"jelas Amel sembari terus mengusap air matanya.


Farhan langsung memeluk tubuh istrinya itu,ia tidak mau Amel sedih,ia lalu mencium kening sang istri agar tangisnya berhenti.


"hey jangan nangis dong, Humaira ku_mas yakin seorang ibu tidak akan pernah tega membuang anaknya tanpa alasan yang jelas"ucap Farhan mencoba menenangkan Amel.


Amel lalu memeluk Farhan,ia akan merasa hatinya akan tenang jika memeluk suaminya itu. walaupun dalam hati kecilnya ia ingin mengetahui siapa orang tua kandungnya yang tega membuang nya di panti.


"nanti kita cari tau ya_soal keberadaan ibumu Ra"jelas Farhan.


Amel mengangguk dan melepaskan pelukannya ia mengacungkan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian.


"janji?"


Farhan mengganguk dan menautkan jari mereka,ia sebenarnya juga bingung dengan informasi dari orang suruhan nya, dari informasi yang sudah didapat bahwa Amel waktu itu ditinggalkan di depan panti oleh seorang wanita, tetapi tidak diketahui identitas wanita itu, menurut informasi yang diberikan oleh warga sekitar panti asuhan bundanya.


*


pak Wijaya dan mama ayu memasuki pelataran rumah besar milik nya, mama ayu turun disertai dengan pak Wijaya,diruang tamu sudah ada alvan dan Ratna yang asyik menonton TV.


"assalamualaikum"salam keduanya.


alvan dan Ratna melihat siapa yang datang lalu menjawab salam itu,ia lantas mencium kedua tangan orang tuanya, Ratna ingin mertuanya tau bahwa ia menantu idaman, bukan seperti Amel yang selalu jadi prioritas utama .


"habis dari mana mah"tanya alvan.


"rumah sakit"jelas pak Wijaya


alvan hanya diam, ia tidak ingin ribut dengan ayah nya walaupun ia penasaran apa yang terjadi dengan Amel, ia mendengar penuturan dari Ratna bahwa Amel pingsan.


"bagaimana keadaan Amel mah?tadi Ratna dengar Amel pingsan?"tanya Ratna Dengan suara diindahkan.


"Amel tidak apa apa,ia hanya kelelahan efek hamil muda"jawab mama ayu.


alvan dan Ratna terdiam, apakah Ratna tidak salah mendengar yang diucapkan oleh mertuanya itu, bahwa Amel tengah mengandung.

__ADS_1


sejujurnya Alvan sedikit kesal dengan farhan, karena ia selalu mendapatkan semuanya,dari kecil farhan selalu dimanja dan sampai sekarang pun Kenapa Farhan yang terlebih dahulu yang memiliki anak? kenapa tidak ia dulu, padahal ia adalah kakak tertuanya.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2