
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯°ππ₯°ππ jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°ππ₯° selamat membaca π₯°ππ₯°ππ₯°π₯°ππππ₯°
*
Fano mengenakan Jaz hitam ia sudah siap untuk akad hari ini, walaupun hatinya tidak menerima semua ini tetapi ia harus tetap bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi.
Ratna keluar dengan pakaian kebaya ia duduk disamping Fano, Ratna pun tidak menyukai Fano tetapi jika bayi ini lahir tanpa seorang ayah ia yang menanggung malu.
terdengar kata SAH di keduanya, Ratna mencoba mencium tangan Fano yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
tanpa ada acara mewah seperti pernikahan Ratna dan alvan Fano Langsung pamit membawa Ratna pergi ke apartemen miliknya.
"Jangan berharap lebih ya lu curut_______!!!!" tegas Ratna ketika berada di dalam mobil.
"heh ular berbisa, juga juga enggak mau menikahi lo tetapi saya masih punya rasa tanggung jawab terhadap anak itu" jelas Fano disertai menyetir mobilnya.
sampai di depan apartemen milik Fano, Ratna turun ia langsung membawa kopernya dan menuju apartemen milik Fano tsb.
Ratna membuka pintu ia melihat ruangan yang bernuansa gold bercorak modern. ia kedua kalinya memasuki ruangan ini walaupun yang pertama ia tidak pernah mengamati setiap celah karena dalam keadaan sedang mabuk.
"urus sendiri keperluan lo, gue mau pergi ke kantor" jelas Fano Langsung melangkah pergi.
"dasar curut!!!?" teriak Ratna.
"aku berjanji akan membuat hubungan Amel dan Farhan berantakan walaupun akhirnya aku tidak akan bersama Farhan" gumam Ratna lirih ia masih ingat bagaimana ia diusir dari rumah itu.
malam hari tiba Fano pulang badannya benar benar lelah setelah mengurusi urusan kantor, dihari pengantin baru ia malah disibukkan dengan bekerja.
Fano melihat Ratna tengah tidur di ranjang miliknya, Fano melepaskan dasinya dan mendekati Ratna dengan tangan bersilang di dada.
"ini ranjang gue ular" tegas Fano.
"tapi sekarang ini juga punya gue curut____" jelas Ratna.
"Lo mau pergi dari ranjang gue atau tau akibat nya?" jelas Fano mendekati Ratna.
"Lo tau kan? gue memiliki jiwa psikopat jadi kalau Lo mau main main sama gue, ini malam pertama sekaligus malam terakhir Lo curut____"
jelas Ratna santai.
"iya gue tau tetapi Lo belum pernah nyobain dari gue kan? pasti ketagihan deh Lo" ucap Fano bisik ditelinga Ratna.
Ratna langsung menimpuk nya dengan bantal tepat mengenai wajah Fano yang ada dihadapannya saat ini.
"rasain tuh" ejek Ratna dan langsung meraih selimut lalu menutupinya.
"sial"umpat Fano.
__ADS_1
"tidur di sofa!!!!" teriak Ratna dari dalam selimut nya.
*
1 Minggu kemudian, Amel dan Farhan tengah bersiap diri hari ini adalah hari dimana Farhan pulang setelah hampir satu Minggu di rawat inap, luka yang ada di tubuh Farhan pun mulai membaik.
"Ra gimana kalau kita periksa kandungan kamu? sekarang bukan nya sudah hampir 4 bulan?" tanya Farhan.
Amel mengangguk namun ketika ingin segera pergi tiba-tiba pintu terbuka melihatkan pak Wijaya serta mama ayu.
"kalian sudah mau pulang?"tanya mama ayu.
"iya mah tapi kita mau check kandungan dulu" jawab Amel tersenyum.
mama ayu dan pak Wijaya mengangguk paham, mereka keluar dari ruangan rawat dan menuju periksa kandungan.
sampai di dokter kandungan Amel segera berbaring sedangkan dokter muda tsb memeriksa melalui USG.
"kandungannya sehat, tetapi jarang minum susu ya?" tanya dokter tsb.
"i iya dok, nggak terlalu suka sama susu" jelas Amel sebenarnya ia pun malas untuk meminum susu apalagi selama seminggu ia tidak pulang dari rumah sakit ini.
setelah selesai memeriksa kandungan Amel Farhan menggandeng tangan istrinya itu, mama ayu dan pak Wijaya senang melihat ke romantisan diantara mereka.
"ya udah Han mama papa pulang dulu, kalian di antar sopir ya papa dan mama ada keperluan" jelas pak Wijaya ia sengaja menyuruh sopir untuk menjemput Amel dan Farhan, melihat dari kondisi Farhan yang tidak mungkin mengendarai mobil.
"yah kalau ada sopir nggak bisa romantis romantisan deh" gerutu Farhan lemas.
"udah mas nanti kan bisa di rumah" jawab Amel tersenyum dalam keadaan belum pulih pun Farhan masih gombal.
mereka memasuki mobil dan sopir mengendarainya dengan kecepatan rata-rata.
sampai akhirnya mobil memasuki pelataran rumah besar milik keluarga Wijaya, Amel dan Farhan segera turun.
mereka memasuki rumah disambut oleh beberapa asisten rumah tangga, mereka senang majikan nya sudah kembali setelah sepekan di rumah sakit.
Amel dan Farhan memasuki kamar nya, Amel membantu Farhan agar beristirahat yang cukup.
"mas Farhan istirahat dulu ya" ucap Amel ia segera beranjak pergi.
Farhan segera menarik tangan Amel dan wajah Amel berada tepat di depannya saat ini. wajah yang selalu membuat hati Farhan tenang.
"jangan pergi" jelas Farhan.
"aku mau ambilkan makanan untuk kamu mas" jawab Amel.
"kalau gitu kiss dulu, kalau nggak mau posisi kita begini terus" jelas Farhan.
__ADS_1
Amel langsung mengecup pipi Farhan, Farhan lalu menunjukkan jarinya ke kening, pipi kiri, hidung, bibir, kepala, telinga dan seluruh wajahnya.
"ini ini ini ini belum" jelas Farhan.
"ya ampun mas kebanyakan kapan selesainya?" tanya Amel.
"mau biar cepat selesai?"
Amel mengangguk ia sudah sangat tidak sabar untuk ke dapur dan memasak sudah sangat lama ia tidak memasak.
"oke kita champing, memasuki hutan belantara melihat gunung memasuki gua" jelas Farhan.
"itu mah tambah lama mas" gerutu Amel.
buru buru Amel bangkit karena jika menuruti keinginan suaminya bisa bisa ia tidak jadi masak karena akan membutuhkan waktu beberapa jam.
sampai di dapur ia melihat mama ayu tengah memotong sayuran menjadi beberapa bagian, mama ayu akan membuat SOP.
"Amel bantuin ya mah"
"eh jangan nak, udah istirahat aja" jelas mama ayu.
"nggak pp mah, Amel lama nggak masak loh" jelas Amel lagi.
"pasti bayinya perempuan nih, mamahnya aja suka masak" ucap mama ayu sembari mengelus perut Amel yang sudah kelihatan membesar.
am tersenyum ia bisa melihat bagaimana raut wajah mertuanya yang begitu bahagia.
"udah di USG? dan tau kelaminnya?" tanya mama ayu.
"kalau kelaminnya sudah kelihatan mah tetapi mas Farhan meminta untuk merahasiakan itu biar jadi suprise" jelas Amel.
"yaudah Anggap saja dapat hadiah misterius" ucap mama ayu.
setelah obrolan yang membuat keduanya bahagia namun tiba-tiba Amel ingat selama ia bertengkar dengan farhan sampai Farhan sehat tetapi Amel tidak melihat keberadaan Ratna dimana pun.
"em________mah kemana kak Ratna? kok nggak pernah kelihatan selama seminggu ini?" tanya Amel.
"Ratna sudah pergi nak dari rumah ini" jelas mama ayu.
"pergi? kak Ratna diusir?" tanya amel terkejut ia sudah tidak menanyakan keadaan Ratna semenjak Amel salah faham kemarin.
"kalau Ratna tetap ada disini ia akan menjadi benalu dalam rumah tangga mu sayang" jawab mama ayu.
Amel mengangguk yang dikatakan oleh mertuanya memang benar, fitnah yang dibuat oleh Ratna hampir membuat hubungan ia dan Farhan hancur, mungkin dengan kepergian Ratna membawa kebaikan.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯°ππ salam happy ππ₯°π₯°π see you π₯°ππ₯°ππ₯°
__ADS_1