
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πππ jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯° selamatπ₯°π₯° membaca π₯°ππ₯°π₯°πππ₯°ππ₯°ππ₯°π
*
di rumah besar milik Wijaya, alvan bolak balik ia menghubungi viola untuk mencari bukti selanjutnya di kamar Farhan.
"(hallo hany, kemarilah bantu aku mencari bukti lainnya)" pesan dari alvan.
viola yang sedang bersantai di rumah miliknya, ponselnya tiba-tiba berdering menandakan pesan masuk, dengan malas ia membuka.
viola tersenyum, apakah ini sebuah jebakan? atau mungkin memang alvan membutuhkan bantuan.
"(apakah aku bodoh? dirumah mu ada Farhan!)" pesan dari viola.
alvan tersenyum ia segera menelpon rekan kerjanya itu, menunggu jawaban yang terlalu lama.
"(kenapa mengangkat teleponnya lama sekali baby?" tanya alvan.
"( terserah ku, untuk apa kau mengajakku apakah aku ini bodoh?)" tanya viola di seberang telepon.
"(kau lucu sekali baby, dirumah tidak ada orang semua pergi liburan, para pembantu sudah ku suruh pulang juga kemarilah bantu aku)" ucap alvan.
"(aku sangat malas bertemu dengan mu, tetapi karena aku sedang bosan berada di rumah maka baiklah tunggu aku)" jelas viola langsung mematikan ponselnya.
alvan tersenyum sembari menunggu kedatangan temannya itu.
*
di pinggir jalan perdesaan, Farhan mencari udara segar ia sangat sebal dengan ucapan Omanya nuansa sore yang indah.
namun tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dengan sepeda hingga ia terjungkal ke parit, sesegera ia menoleh siapa yang berani menabrak nya.
"gimana sih kalau naik sepeda!!!" geram Farhan lalu melihat seorang gadis, yang sangat ia kenal.
"aduh ngapunten kulo mboten sengaja" ucap gadis itu namun, pandangan seperti ia mengenal Lelaki ini.
"melati?"ucap Farhan.
"Farhan?" ucap melati.
melati turun dari sepeda nya dan langsung membantu Farhan untuk baik dari parit yang kotor itu.
"gimana sih ti, kalau naik sepeda yang benar" ucap Farhan kesal, ia sudah kesal dengan Oma Sekarang harus kesal karena jatuh di parit kotor.
"aduh maaf gan, saya Ndak tau kalau ada kamu, rem saya blong" ucap melati.
Farhan mengibas ibaskan kemejanya dan celananya yang sudah berlumuran lumpur.
"kapan kamu Dateng Han?" tanya melati, pasalnya jarang sekali Farhan pulang di desa ini.
"tadi siang" ucap Farhan singkat.
melati menggangguk ia bahagia bisa bertemu dengan teman kecilnya ini, orang yang sangat spesial dalam hidupnya.
"yaudah saya pulang dulu" ucap Farhan lalu berjalan membawa sandal ia sudah sangat kotor saat ini.
melati heran kenapa dengan temannya ini, memang melati akui Farhan orang yang dingin namun tidak dengan nya.
"sial, belum juga sehari udah sial aja disini" gumam Farhan sembari memasuki gang perumahan nya.
sampai di depan teras rumahnya ia melihat pak Wijaya sedang asyik membaca koran, pak Wijaya yang menyadari kedatangan Farhan pun tertawa terbahak bahak melihat anaknya belepotan lumpur.
Farhan yang ingin melangkah langsung di teriaki oleh pak Wijaya.
"HEY!!!" teriak pak Wijaya sembari berdiri dari tempat duduknya.
"kamu anak mana? masuk nyelonong ke rumah orang!!" tegas pak Wijaya.
"astaga pah, ini Farhan!!" ucap Farhan.
__ADS_1
pak Wijaya memang mengenali anaknya, namun ingin mengerjai anaknya itu gara gara tadi siang.
"maaf saya tidak mempunyai anak lumpur seperti mu!!" tegas pak Wijaya.
Farhan langsung meraih selang dan memutar keran di depan teras untuk mencuci seluruh tubuhnya.
"TUH LIAT PAH INI FARHAN WIJAYA" ucap Farhan setelah membersihkan tubuhnya itu.
"oh" jawab pak Wijaya singkat.
Farhan lalu ingin melangkah masuk dengan kaki dan tubuh yang basah kuyup.
"STOP!! JANGAN LEWAT SINI DASAR ANAK HARIMAU!!" tegas pak Wijaya.
"ada apa lagi pah?" tanya Farhan dengan lemas.
"lewat samping!!" ucap pak Wijaya.
Farhan langsung melangkahkan kakinya lewat pintu samping, ia sudah merasa kedinginan saat ini.
setelah membersihkan badannya di kamar mandi belakang, Farhan memasuki kamar dan melihat Amel sedang membaca buku.
"Ra? udah mandi?" tanya Farhan.
"udah kok mas" jawab Amel lesu.
"kenapa Ra? ada masalah?" tanya Farhan.
Amel terdiam apa ia harus menceritakan bahwa tadi ia mendapatkan hinaan dari Omanya?
(sewaktu Farhan keluar)
Amel yang merasa bosan akibat Farhan keluar rumah, ia di tinggal sendiri dikamar.
Amel keluar kamar untuk membantu masak ibu mertuanya serta Oma yang berada di dapur.
"mah, Oma" ucap Amel.
namun tidak dengan Oma ia melihat sinis kearah Amel, ia menganggap Amel anak yang manja seperti Ratna karena mereka kakak beradik.
"iya mah" jelas Amel tersenyum canggung.
Amel duduk di meja makan bersama dengan oma ia dilarang oleh mama ayu memasak makanan, karena kandungan nya yang sudah cukup besar.
namun kesempatan bagi Oma Ningsih ia mendekati cucu mantunya itu.
"sini sampean saya bilangin!" bisik Oma Ningsih.
dengan mengangguk Amel mendekati Oma Ningsih, firasat nya sudah tidak enak saat ini.
"ada apa ya Oma?" tanya Amel bingung.
"lebih baik setelah anak mu lahir, tinggalin cucu saya Farhan!! saya Ndak mau punya cucu mantu manja seperti sampean!!" bisik Oma Ningsih.
bagaikan disayat beribu-ribu jatuh di hati Amel, ia membendung air matanya dengan senyuman.
"oh iya Oma Amel mau mandi dulu, udah sore" ucap Amel mengalihkan pembicaraan nya, ia lebih baik menjauh dari Omanya dari pada mendapatkan perkataan yang menyakitkan.
Oma Ningsih tersenyum sinis, melihat Amel pergi dari pandangan nya.
"dasar manja" gumam Oma Ningsih.
Amel masuk kedalam kamar tangisnya pecah saat ini, ia menangis tanpa suara sedikitpun untuk menenangkan pikirannya ia masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan shower, air matanya mengalir bersamaan air yang keluar dari shower.
*
Farhan yang melihat istrinya melamun ia mm mengibas ibaskan tangan nya di hadapan Amel.
"Ra? kamu kenapa?" tanya Farhan.
__ADS_1
"eh iya mas kenapa?" tanya Amel bingung.
"loh kok malah tanya balik? kamu yang Kenapa Ra? ada masalah?" tanya Farhan bingung ia menjongkok di hadapan istrinya.
"enggak kok mas" ucap amel tersenyum.
"bilang sama mas!! siapa yang berani beraninya buat kamu nangis?" tanya Farhan.
"siapa yang nangis?" tanya Amel mencoba menutupi nya.
"udah jangan bohong!! cepat bilang!!" ucap Farhan lagi.
"tau lah" jawab Amel lalu berdiri mendekati jendela sembari membaca buku sastra Prancis.
Farhan membuang nafas kasar kalau ia terus memaksa Amel, Amel akan terus tidak mau mengakui nya.
*
viola sampai di depan rumah Wijaya, rumah yang kelihatan sepi hanya ada satpam saja yang berjaga di depan gerbang.
viola membunyikan bel dan menunggu alvan membuka pintu nya, selang beberapa menit alvan membuka pintu dengan lebar dihadapan viola.
"sore baby" ucap alvan.
"aku boleh masuk?" tanya viola.
"tentu baby" jawab alvan sembari menutup pintu, ia langsung memegang pinggang seksi viola.
"lepaskan alvan, ingat kau menyuruhku untuk apa kesini" jelas viola.
"oh iya sampai lupa, ini salah kau terlalu seksi menggunakan pakaian" ucap alvan melepaskan tangan nya dari pinggang viola.
"yaudah yuk kekamar" ajak alvan.
"WHAT? KAMAR? kau ingat bukan? tujuan ku kemari?" tanya viola menatap tajam.
"tentu, kita cari bukti itu dikamar Farhan" jelas alvan menggandeng tangan viola.
sampai di pintu kamar Farhan, alvan membukanya kunci pintu Farhan sudah dipegang oleh alvan melalui mencuri nya dari bibi Lastri.
viola dan alvan sibuk mencari keberadaan bukti bukti, baik dari laptop maupun laci semua ia periksa.
namun setelah beberapa kali mencari tidak menemukan apapun, kecuali hanya jam itu.
"disini tidak ada apa-apa, kau mengerjai ku?" tanya Viola menatap tajam kearah alvan.
"aku tidak tau, atau mungkin hanya bukti jam itu yang Farhan temukan" ucap alvan mengangkat tangan nya.
"dasar buaya!!" geram viola langsung keluar dari kamar Farhan, begitu pun alvan ia mengejar viola.
"tenanglah baby, aku minta maaf" ucap alvan memohon.
viola dengan langkah tergesa-gesa ia menuruni tangga, namun dengan sigap alvan menariknya.
"bagaimana kalau kita rayakan ini?" tanya alvan tersenyum.
"apa maksudmu?" tanya viola bingung.
"kita minum dulu? dirumah tidak ada siapa-siapa" jelas alvan tersenyum.
"tidak!!" tegas viola melanjutkan menuruni tangga.
"ayolah baby mari kita rayakan ini" ucap alvan.
sampai di penghujung tangga, viola berbalik arah depan malas menatap alvan.
"Hanya sebentar saja" mohon alvan.
"oke baiklah, mari kita minum" jawab viola.
__ADS_1
alvan tersenyum ia mengajak viola kedapur dan mengambil beberapa botol minuman.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯° salam happy ππ₯°π₯°π see you ππ₯°πππ₯°π₯°ππ₯°π₯°πππ₯°ππ₯°πππ₯°πππ₯°