
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯°π jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯° π₯°πππ₯°π₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ₯°π₯°ππ₯°ππ₯°
*
pagi menyapa dengan cemerlang seperti biasa Amel segera bangun, walaupun kakinya sedang sakit tetapi ia harus menyiapkan pakaian untuk Farhan.
"mau kemana?" tanya Farhan memegang tangan Amel.
"mau nyiapin pakaian untuk mas Farhan" jawab Amel sepontan.
"kiss" ucap Farhan.
"CUP"
"udah kan? yaudah bangun aku siapin baju dulu ya" jelas Amel bangun dari ranjang.
"JANGAN!!!" teriak Farhan.
Amel menoleh ke arah suaminya, kenapa ia tidak boleh turun?
"kakimu masih sakit Ra!! di ranjang aja" jelas Farhan dan langsung menarik tangan Amel untuk tetap berada di tempat tidur.
"kakiku nggak pp mas"
"mau nurut nggak?" tanya Farhan menatap mata Amel.
seketika Amel terdiam memasang wajah kesalnya, apakah seharian ia harus berada di tempat tidur?
"aku mau bantuin mama masak aja deh" jelas Amel.
"jangan Ra_______"
"ish______terus aku mau ngapain mas???apa apa nggak boleh!!!" gerutu Amel.
"di tempat tidur aja!" jelas Farhan.
Farhan masuk kekamar mandi ia harus segera berangkat pagi hari ini, bukan karena ingin sampai dikantor lebih dulu tetapi ingin pergi ke suatu tempat.
setelah beberapa menit Farhan keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, menampakkan roti sobek yang begitu jelas (roti sobek apa nih?? author nya ngantuk!!)
"pakaikan baju Ra" jelas Farhan menyuruh istrinya itu.
"kenapa nggak ganti di ruang ganti mas?" tanya Amel.
"lagi malas aja" jelas Farhan santai.
Amel yang ingin segera turun kebawah segera memakaikan kemeja itu di dada bidang Farhan, walaupun Farhan terus terusan menciumnya.
"aku belum mandi mas" ucap Amel karena merasa geli saat Farhan mencium di ceruk leher Amel
"nggak pp tetep wangi kok" jawab Farhan santai.
setelah beberapa lama Amel dan Farhan berniat turun kebawah, ingin sekali Amel berlari dan langsung menuju ke dapur.
tapi belum sempat melangkah Farhan langsung menggendong tubuh istrinya itu keluar dari kamar.
__ADS_1
"aku bisa jalan mas" ucap Amel.
"kakimu masih sakit Ra" jelas Farhan.
Amel terdiam kalaupun ia terus bicara,ia akan tetap kalah jika terus menerus membantah omongan Farhan.
"mas kok lewat tangga sini?" tanya Amel bingung karena Farhan memilih tangga yang jaraknya cukup jauh dari kamarnya.
"iya tangga disana banyak kotoran akibat pembuatan lift" jawab Farhan santai.
"mas Farhan buat lift?" tanya Amel terkejut, baru tadi malam Farhan mengatakan akan membuat lift dan pagi ini sudah di lakukan?
"iya kenapa? biar nggak capek nurunin tangga" jelas Farhan.
Amel mengangguk sampai di meja makan Farhan menurunkan Amel untuk duduk di kursi kebetulan sekali mama ayu turun dari tangga.
"maaf ya mama baru bangun" jelas mama ayu, ia hari ini kesiangan mungkin karena semalam memikirkan keadaan Amel.
"iya mah" jawab keduanya.
tidak lama para asisten rumah tangga menyiapkan makanan untuk para majikan nya.
setelah semua selesai sarapan pagi amel mengantarkan suaminya untuk pergi kekantor.
"kiss dulu" ucap Farhan menyodorkan pipinya.
"CUP"
"ya udah mas berangkat" ucap Farhan.
setelah kepergian Farhan Amel masuk kedalam ia ingin segera mandi.
"bagaimana pak? apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu dari mereka.
"kalian menemukan bukti?" tanya Farhan.
salah satu dari mereka menyerahkan jam tangan lelaki kepada farhan.
"kita menemukan ini di sekeliling dari rumah itu, kemungkinan besar jam tsb jatuh saat penculik itu kabur" jelas anak buah Farhan.
Farhan mengangguk wajahnya sudah merah padam setelah melihat jam itu, ia sangat mengenali jam ini milik siapa, tanpa pikir panjang ia segera pergi dan menuju tempat untuk meluapkan emosinya.
"GUBRAK!!!" Farhan langsung mendorong pintu apartemen milik alvan.
alvan yang sedang menonton tv pun terkejut melihat kedatangan sang adik secara tiba-tiba.
"NGAPAIN LO KESINI?" tanya alvan.
Farhan mendekati sang kakak ia langsung menarik kerah baju sang kakak.
"INI APA???INI PUNYA LO KAN?" tanya Farhan menunjukkan jam tangan itu.
"bukan" jawab alvan santai.
"LO KAN YANG SUDAH CULIK ISTRI KU??" teriak Farhan menatap sang kakak dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"JANGAN ASAL TUDUH YA LO!!!" ucap alvan membela diri.
"INI JAM TANGAN PUNYA LO KAN? LO YANG SUDAH HAMPIR CELAKAIN ISTRIKU!!!" geram Farhan.
"jam tangan itu banyak di pasaran" ucap alvan santai.
"tidak mungkin penculik itu mempunyai jam tangan semahal ini" jelas Farhan.
alvan lalu mendekati laci untuk meraih jam tangan yang hampir mirip dengan jam tangan yang dibawa oleh Farhan.
"ini punya gue" jelas alvan.
Farhan terdiam apa mungkin yang dikatakan oleh kakaknya benar, tetapi jam tangan yang diberikan oleh alvan terlihat begitu mengkilap seperti baru beli.
"untung gue beli lagi" batin alvan tertawa didalam hatinya.
Farhan melemparkan jam tangan tsb kearah alvan, ia lalu kembali menarik kerah baju milik alvan.
"SAMPAI GUE NEMUIN BUKTI KUAT BAHWA LO PELAKUNYA!!! GUE GAK MIKIR PANJANG LO SAUDARA KANDUNG GUE ATAU BUKAN UNTUK HABISIN LO!!!" geram Farhan dan langsung pergi begitu saja.
setelah kepergian Farhan alvan melihat apartemen nya terlihat begitu kotor akibat ulah Farhan.
"sampai gue ketahuan oleh Farhan Lo habis di tangan ku viola!!!" gumam alvan.
Farhan kembali kekantor mood nya berantakan akibat ulah kakaknya hari ini, ia harus mencari bukti kuat walaupun ini masalah sulit terpecahkan.
sampai dikantor Farhan langsung masuk ke lift dan menuju ruangan nya, kepalanya sampai sakit hari ini.
"Lo kenapa bro" sapa Fano menepuk pundak sahabat nya itu.
"Amel kemarin diculik" jelas Farhan lemas.
"Amel diculik? sama siapa?" tanya Fano terkejut.
"gue gak tau tapi yang jelas gue akan cari siapa pelakunya!! beraninya ia menculik istri dari Farhan Wijaya!!" geram Farhan.
"iya gue ngerti lalu Amel gimana keadaan nya?" tanya Fano.
"dia baik baik saja" jawab Farhan.
Fano mengganguk semenjak menikah Farhan selalu banyak masalah, mungkin ini yang dinamakan cobaan dalam rumah tangga.
(eaaaa____ cobaan hidup itu Thor!!!)
*
setelah kepergian Farhan alvan pergi ke cafe ia berniat menemui viola tentang ancaman Farhan.
sampai di cafe ia langsung mencari keberadaan viola, dan akhirnya menemukan wanita dengan gaya modis serta pakaian yang begitu ketat cepat cepat alvan menemuinya.
"hai baby" sapa alvan.
"kenapa minta ketemuan disini?" tanya viola.
"Farhan mengancam ku, dia menemukan bukti yaitu berupa jam tangan" jelas alvan dengan wajah gelisah.
__ADS_1
"kau dan anak buahnu yang bodoh______seharusnya kau menghilangkan jejak itu dengan benar" ucap viola.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°πππ salam happy ππ₯°π see you π₯°πππ₯°π₯°πππ₯°π₯°πππ₯°ππ₯°πππ₯°