Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
Ratna tau semuanya


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa untuk tambah ke favorit kalian ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


*


dirumah sakit milik keluarga Wijaya, Amel sedari tadi bercanda dengan suaminya, ia sangat senang sekali karena sebentar lagi akan memiliki anak.


"mas kapan pulang? Udah nggak betah disini"


Amel menanyakan itu kepada farhan,ia sudah sangat bosan berada dirumah sakit ini, ia paling benci ketika harus berada di ruangan ini bukan karena banyaknya orang sakit, tetapi karena ia selalu membayangkan jarum suntik.


"memang kenapa? kita nunggu badan mu fit dulu ya Ra" jelas Farhan mencoba menenangkan istrinya itu.


"ntar sore pulang ya?"bujuk Amel.


Farhan yang tidak mau Amel kesal karena nya,ia mengangguk yang terpenting adalah kebahagiaan istrinya ini.


*


Ratna yang begitu mendengar bahwa Amel mengandung ia kesal,dan membanting vas bunga yang ada dikamar Nya.


"bisa bisanya Amel hamil anak mas Farhan!! apakah cinta itu sudah tidak ada lagi mas??"gumam Ratna dan menangis di lantai.


alvan masuk kamar, setelah ia mendengar sesuatu yang jatuh kelantai.


"apa apaan kamu ini Ratna"marah alvan setelah melihat serpihan vas berserakan dilantai.


"kamu sudah gila?"tanya alvan lagi.


Ratna menengok ke arah alvan dengan tatapan tajam.ia sangat kesal bagaimana bisa ia begitu percaya dengan omongan busuk dari mulut alvan. Ratna telah mengorbankan cinta nya demi model,dan menikah dengan alvan.


"IYA AKU SUDAH GILLA!!! kenapa dulu kamu berencana membuat pernikahan ku berantakan?"tanya Ratna penuh amarah.


"maksudmu?"tanya alvan.


Ratna berdiri dan membuka laci lalu meraih laptopnya,ia membuka sebuah video yang menunjukkan bahwa alvan, telah berkerja sama dengan seorang wanita,dari pembicaraan tsb wanita tsb menyuruh alvan untuk menggagalkan. pernikahan Ratna dan Farhan.


"INI APA?"tanya Ratna.


"b - bagaimana kamu bisa tau?"tanya alvan terkejut.


"nggak perlu kamu tau alvan,ini semua gara-gara kamu. aku punya salah apa sama kamu?"tanya Ratna lemas.


alvan menyeringai, Ratna memang tidak mempunyai salah terhadapnya. yang mempunyai salah itu adalah Farhan. tetapi sebagai jalur balas dendam Ratna adalah jalan pintas yang pas.

__ADS_1


"okey gue jelasin sekarang"jawab alvan dan duduk di sofa.


"gue_nggak benci sama kamu Ratna. aku benci dengan farhan, tetapi untuk membalaskan dendam ku terhadap farhan kau adalah jalur yang tepat!"jelas alvan.


"maksudmu?"tanya Ratna yang tidak paham dengan omongan alvan.


"sudahlah Ratna, intinya aku tidak benar benar mencintaimu kau hanya jalur balas dendam"jelas alvan lagi.


Ratna terdiam,ia benar benar bodoh telah terpancing dengan omongan alvan, tetapi ini sudah terlanjur ia hanya bagaimana?


"aku minta cerai"


mohon Ratna kepada alvan. hidupnya benar benar hancur. yang ia inginkan hanya berpisah dengan alvan dan ingin merebut Farhan kembali dari hidup Amel.


"tidak bisa!!"jelas alvan. ia tidak mau menceraikan Ratna, karena yang ada difikirkan nya adalah membuat Ratna hamil agar warisan keluarga ini juga jatuh kepadanya.


"KAMU SUDAH GILLA?kau tidak mau menceraikan ku tetapi kau selalu membuat hatiku hancur alvan"geram Ratna.


"aku ingin kau segera hamil"Jawab alvan singkat,dan segera pergi meninggalkan Ratna sendiri.


"DASAR B*J*NG*N" teriak Ratna, untung saja di rumah sedang sepi karena mama ayu sedang pergi belanja bulanan,dan pak Wijaya ke kantor.


sekarang ia hanya ingin membuat Farhan kembali mencintai nya, Ratna tidak perduli Amel tengah mengandung, yang sekarang ada di dalam fikiran nya adalah membuat Farhan luluh terhadapnya lagi seperti dulu.


*


"hai kevin ganteng, Farhan dimana?"tanya viola manja.


"pak Farhan sedang berada di____"Kevin menjeda ucapan nya, kalau ia memberitahu keberadaan Farhan ada di rumah sakit mungkin saja viola akan menyusul kesana dan membuat keributan.


"dimana?"tanya viola menunggu lanjutan kata dari Kevin.


"di___dia lagi meeting dengan klaein dari luar Bu,dicafe"jawab Kevin asal asalan.


"kenapa kamu tidak ikut?"tanya viola penuh selidik ia sedikit meragukan penjelasan Kevin.


"saya harus mengatur jadwal,lagian pak Farhan bisa menghadle meeting itu"jelas Kevin lagi,ia harus bisa meyakinkan viola.


viola mengangguk paham,ia tidak mungkin berprasangka buruk ia sudah sangat kenal Farhan,dan Farhan sangat pekerja keras itu yang selalu membuat viola terkagum kagum.


"kalau boleh tau ada perlu apa ya buk?"tanya Kevin.


"oh tidak saya hanya ingin bertemu dengan farhan,dan membicarakan tentang bisnis saja"jawab viola seadanya, sebenarnya ia ingin terus menggoda Farhan namun melihat Kevin yang ada disini, viola mencari alasan agar posisinya tidak terlihat begitu rendahan Dimata Kevin.

__ADS_1


"oh kalau begitu bertemu dengan pak Fano saja buk! dia juga ahli dalam bisnis, biasanya dia yang menerima klaein jika pak Farhan tidak ada"


seketika viola bergidik ngeri,ia ingat bagaimana tingkah laku Fano yang begitu mesum terhadapnya, bagaimana Fano tidak begitu kalau pakaian viola selalu kurang bahan.


"oh tidak perlu, saya akan menunggu Farhan saja"jelas viola dan pergi meninggalkan ruangan tsb.


Kevin tersenyum,ia sudah mendapatkan pesan dari Farhan jika suatu saat nanti, viola menanyakan keberadaan nya maka Kevin harus menjawab dengan berkata bohong.


*


dikampus Rendi terus mencari keberadaan Amel, akhir akhir ini semenjak pulang dari berkemah waktu itu ia tidak menemukan Amel. apa mungkin Amel marah padanya karena sudah mengutarakan cinta nya.


"kemana sih kamu mel"gumam rendi.ia sudah berusaha menghubungi Amel namun tidak aktif, mungkin nomor nya sudah di block.


"Dewi,aku harus menghubungi nya"ia segera berlari menuju Tasya karena ia sama sekali tidak mempunyai kontak Dewi.


sampai di koridor kampus Rendi melihat Tasya sedang asyik berbincang bincang dengan teman lainnya,ia segera mendekati dan meminta nomor Dewi ataupun nomor Amel.


"hai tas"sapa Rendi.


"tas,tas!!! memangnya gue tas branded gitu?"gerutu Tasya.


"maaf maaf,gue hanya mau minta nomor nya Dewi"jelas Rendi diselingi tawa.


"Dewi?"


Rendi mengangguk ia begitu tau bahwa Amel sangat dekat dengan Dewi, mungkin saja Dewi mengetahui tentang Amel.


"gue nyariin Dewi nggak ketemu,Dewi sama Amel memangnya tidak kuliah lagi?"tanya Rendi.


"sebentar,Lo tanya gue kenapa Amel nggak kuliah lagi? kan Lo dekat banget sama Amel Kaya permen karet? kalau dewi gue masih punya nomor nya sih"jelas Tasya sedikit heran.


"entahlah gue sekarang___,ah lupain aja deh,kok Dewi nggak pernah kuliah lagi?dia sakit?"tanya Rendi


"Lo kemana aja rend,Lo nggak tau kalau Dewi udah nikah?"tanya Tasya heran.


seketika mata Rendi membulat apakah ia tidak salah mendengar? Dewi sudah menikah? sejak kapan, apakah ini tipuan.


"dia udah nikah?"


"iya"


tanpa menunggu jawaban ia segera pergi setelah mendapat nomor telepon Dewi,Rendi meninggalkan Tasya,ia harus segera menemui Dewi dan meminta penjelasan tentang semuanya.

__ADS_1


*se*makin penasaran dengan episode selanjutnya?? makanya terus pantengin aklur cerita nya yaπŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa baca eps selanjutnya πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰see you 😍πŸ₯°


__ADS_2