
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya ππ₯°ππ jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π selamat membaca π₯°ππππ₯° i
*
hujan mengguyur dengan derasnya malam ini, sedangkan Farhan yang sejak tadi diam merenungkan ucapan mertuanya yang menyatakan Amel tidak berada ditempat ini.
"memang ada masalah apa nak? kok Amel sampai pergi dari rumah?"tanya pak darman.
buk Rani membawakan teh hangat dan beberapa camilan untuk menantunya itu.
"kita______"menjeda ucapan nya ia tidak mungkin harus berkata bahwa ini semua karena ulah Ratna.
"kita_____hanya ribut sedikit pak_______masih belum terbiasa dengan ujian rumah tangga"jawab Farhan sekenanya.
pak darman dan bu Rani mengangguk paham, mereka mempercayai ucapan sang menantu, walaupun pak darman sedikit ragu.
"maafkan Amel ya nak____maklumi saja dia masih terlalu labil dalam urusan rumah tangga,kamu sudah menghubungi Amel?"tanya pak darman.
"belum pak, ponselnya tidak aktif"jawab Farhan.
"yang sabar ya nak____"
Farhan mengangguk ia memikirkan Dimana keberadaan istrinya saat ini. tiba-tiba terlintas dipikirannya.
"ya sudah pak, buk Farhan pamit untuk cari Amel"pamit Farhan.
"jangan dulu nak_____ini masih hujan deras nanti sakit kamu____besok saja ya"cegah ibu Rani.
"iya nak Farhan, perjalanan dari rumah kesini jauh_____apalagi ini hujan, nginep disini dulu"ucap pak Farhan menimpali perkataan istrinya.
"lalu bagaimana dengan amel pak? dia pasti kedinginan malam malam begini?"tanya Farhan dengan suara sudah lemah, dari pagi tadi Perutnya belum terisi.
"Amel itu pintar, dia tidak mungkin melakukan hal yang bodoh___ia hanya ingin pikiran nya tenang"ucap ibu Rani.
"yasudah sekarang kamu makan dulu pasti bekum makan kan?"tanya pak darman.
Farhan dipersilahkan untuk beristirahat dikamar Amel, ia memasukinya dan mengingat sewaktu malam pertama mereka dikamar ini.
Farhan duduk di sofa belajar Amel,ia mengingat masa dimana ia sangat membenci Amel.
Farhan meraih ponselnya ia berniat menghubungi seseorang diseberang sana,namun dalam kondisi hujan begini sinyal sangat susah di dapatkan.
"Dewi, apakah ia tau tentang Amel?"gumam Farhan dan mencari nomor Dewi dalam kontaknya,ia berniat untuk mengirim pesan.
Dewi membalas dendam cepat,saat tau masalah yang dihadapi oleh Farhan dan juga Amel.
: assalamualaikum Dewi maaf menganggu saya hanya ingin bertanya apakah kamu tau jika Amel sedang ada masalah pergi kemana? atau kamu mengetahui keberadaan nya?(pesan Farhan)
: biasanya Amel pergi ke tempat bundanya kalau pikirannya tidak karuan pak (pesan Dewi)
setelah mendapatkan informasi dari Dewi Farhan segera meraih jaketnya ia berniat untuk menyusul istrinya di puncak, walaupun malam sudah larut dan hujan belum juga reda pikiran Farhan tidak akan tenang jika belum bertemu sang istri.
sampai diruang tamu Farhan ingin pamit ke mertuanya,hari ini ia sudah merepotkan banyak orang untuk mencari keberadaan istrinya.
"mau kemana nak Farhan?kok pakai jaket?"tanya ibu Rani.
"saya mau pamit pak buk ingin mencari keberadaan Amel, fikiran saya tidak akan tenang jika belum menemukan Amel"jelas Farhan.
"ini hujan nak___kenapa tidak besok saja?"tanya pak darman.
__ADS_1
"saya khawatir jika Amel kenapa napa___saya lebih baik sakit karena kehujanan dari pada harus kehilangan Amel pak"jawab Farhan.
mereka tidak mau memaksa menantunya itu,ibu ayu pergi kedalam dan membawa kan beberapa bungkus roti dan minuman untuk bekal menantunya itu.
setelah pamit Farhan langsung melajukan kendaraannya, hujan mengguyur deras derasnya jarak pandang yang pendek membuat Farhan mengurangi kecepatan nya.
tujuannya saat ini adalah ke panti muara kasih bunda, di puncak Bogor, perjalanan yang memakan waktu cukup lama membuat mobil Farhan kehilangan bahan bakar.
"ini mobil mogok lagi"gerutu Farhan.
Farhan akhirnya berniat untuk tidur di mobil, fikiran nya benar benar tidak karuan apalagi ia belum mandi sama sekali.
*
minibus yang ditumpangi Amel telah sampai ke panti asuhan muara kasih bunda,ia segera mengetuk pintu.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"Sahut bunda ana dan melihat siapa yang datang malam hari begini.
"Amel?" ucap bunda ana.
Amel tersenyum dan mencium tangan bunda nya dengan takzim,ia memeluknya dan air matanya menetes.
"ada apa nak?kok nangis ayo masuk"jelas bunda ana mengajak sang anak asuh masuk.
bunda ana mengajak Amel duduk disofa serta memberikan teh agar Amel bisa menjelaskan masalah nya dengan tenang.
"bund____mas Farhan___"ucap Amel.
"Farhan kenapa nak?"
bunda ana memeluk tubuh Amel,ia ingin Amel menceritakan masalahnya tanpa menangis, walaupun berat baginya.
"ceritain semuanya sama bunda!"jelas bunda ana mengusap air mata Amel.
"aku lihat dengan mata kepala ku sendiri,mas Farhan sama kak Ratna ber_____berciuman di dapur bun"jelas Amel tidak kuat melanjutkan ucapannya.
"astaghfirullah, yang benar kamu mel?"tanya bunda ana memastikan.
Amel mengangguk lemah, walaupun ia mempercayai ucapan yang diberikan Farhan tetapi kalau sudah ada bukti bahwa Farhan dan Ratna memang mesum di dapur ia bisa apa?
"Farhan sudah menjelaskan nya?"tanya bunda ana mencoba meyakinkan ucapan sang anak asuhnya itu.
Amel mengangguk pasti, Farhan memang sudah menjelaskan nya, namun hatinya saat ini sedang hancur.
"nak______ujian dalam berumah tangga itu pasti ada saja, entah itu dari ekonomi, orang ketiga atau yang lainnya. tetapi kunci utama rumah tangga itu adalah kepercayaan"jelas bunda ana mencoba menasehati anak asuhnya itu.
"iya bunda Amel tau,Amel sudah percaya dengan ucapan mas Farhan tetapi luka yang ada didalam hati Amel belum sembuh bunda, Amel tidak sanggup untuk pulang"jelas Amel disertai Isak tangisnya.
bunda ana memahaminya ia lalu mengajak sang anak asuh untuk kekamar tamu yang sudah tersedia, Amel berniat untuk menginap beberapa hari disini agar fikiran ya tidak tenang.
setelah memasuki kamar Amel berniat istirahat,ia melihat ponselnya, sejak tadi pagi ia sama sekali tidak membuka ponsel itu.
Amel tidak memperdulikan nya, jika ia membuka ponsel nya maka kemungkinan Farhan menghubungi nya,ia tidak sanggup untuk berbicara dengan suaminya itu.
"aku sanggup mas, menghadapi beribu ribu wanita yang ingin menggoda mu tetapi jika kak Ratna orang nya aku lebih baik mundur"gumam Amel dan tidur,ia berharap besok pagi bisa melupakan Farhan.
*
__ADS_1
pagi hari menyapa Farhan bangun dari tidur nya, badannya remuk tidur dalam posisi duduk. ia segera menelpon orang suruhannya dan membawakan mobil untuknya,ia segera menuju butik dan mencari baju ganti karena baju tadi malam sudah sangat bau.
Farhan kembali melajukan mobilnya,ia berharap bisa bertemu dengan istrinya di panti asuhan tsb.
"semoga aja kamu disana Ra"gumam Farhan.
setelah memakan waktu lama mobil Farhan akhirnya memasuki kompleks,ia memarkirkan mobilnya didepan gerbang panti asuhan.
Amel yang sedang memotong sayuran untuk menu makan anak anak panti dan sedang asyik bercanda riang, perlahan lahan masalah nya telah ia lupakan dengan dekat dengan anak kecil.bunda ana pun bahagia bisa melihat Amel tertawa, sejak tadi malam Amel menangis.
tiba-tiba anak asuhnya yang lain menemuinya dan membisikkan seseorang ditelinga bunda ana.
"tamu?"tanya bunda ana pada anak asuhnya itu.
bunda ana segera keluar dan melihat siapa yang datang di pagi hari begini. Amel segera menyiapkan teh hangat untuk Tamunya ia tidak mengetahui siapa yang datang.
"nak Farhan?"
Farhan mencium tangan orang tua sepuh itu dengan takzim, bunda ana mempersilahkan Farhan untuk duduk di sofa.
Amel keluar membawa nampan yang berisikan teh hangat untuk tamu, namun matanya terbelalak ketika melihat orang yang ada didepannya saat ini adalah orang yang ingin ia jauhi untuk sementara waktu.
"mas Farhan?"gumam Amel lirih,ia tidak menyangka jika Farhan ada di depannya saat ini, bagaimana caranya Farhan mengetahui keberadaan nya?
tanpa pikir panjang, Amel masuk kedalam kamar, ia benar-benar tidak sanggup untuk berhadapan dengan Farhan suaminya.
"Ra"
Farhan meminta izin kepada bunda ana untuk menemui istrinya, bunda ana mengangguk.
setelah mendapatkan izin Farhan segera melangkah kan kakinya memasuki kamar istrinya itu.
"Ra" ucap Farhan seraya mengetuk pintu agar Amel membuka kan pintu nya.
namun Amel tidak perduli dengan ucapan Farhan,ia tidak ingin bertemu dengan suaminya itu.
akhirnya setelah cukup lama Farhan mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari Amel ia duduk di pintu harapan nya sudah musnah saat ini.
bunda ana menghampiri Farhan ia sangat sedih melihat pertikaian diantara mereka, bunda ana memohon agar Farhan duduk di sofa ia berjanji akan membuat Amel menemuinya.
dengan langkah lemas Farhan duduk disofa ruang tamu,ia berharap bisa bertemu dengan Amel walaupun hanya ingin menjelaskan nya.
bunda ana mengetuk pintu kamar Amel,ia tidak ingin hubungan Amel dan Farhan hancur hanya karena salah paham.
"ini bunda nak, buka pintunya"jelas bunda amel.
Amel membuka pintu agar bundanya masuk kedalam,ia memeluk istrinya dengan penuh tangisan.
"temuin suamimu nak"tutur bunda Amel dengan nada lembut agar anak asuhnya tidak tersinggung.
"tapi bun_______amel nggak siap"jelas Amel.
"nak______kalau kamu terus menghindar masalah kamu kapan kelarnya?"
Amel seketika terdiam ia memang ingin masalah ini cepat selesai tetapi hatinya belum siap menerimanya.
"udah sana temuin, kasihan Udah jauh jauh dari rumah mu kesini,berarti memang ia ingin menjelaskan semuanya nak"jelas bunda ana lagi.
Amel mengangguk dan keluar untuk menemui Farhan, ia harus bisa menahan air matanya agar tidak jatuh.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya ππππ₯°π₯° salam happy π₯°π₯°πππ₯°π₯° see you ππ₯°πππ₯°π₯°π