
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya ππππ₯°π₯°ππ₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ₯°π₯°ππ₯°π₯°ππ₯°π₯°π₯°π₯°
*
mobil memasuki pelataran rumah milik keluarga Wijaya, Farhan dan Amel menuruni mobil ia masih ingat bagaimana Amel menyuruh Farhan untuk mengusap kepala botak orang itu.
"lain kali jangan minta kaya gitu lagi ya"mohon Farhan, ia masih ingat bagaimana ia melakukannya kepada orang yang tidak dikenal Untung saja, orang tsb mau diusap kepalanya dengan imbalan uang.
"iya mas,maaf ya sekali lagi"ucap Amel seraya menunduk.
mereka memasuki rumah,dan melihat rumah dalam keadaan sepi maklum saja ini hampir jam 12.00.
"assalamualaikum mah"salam keduanya.
"waalaikumsalam"jawab mama ayu seraya menuruni tangga ia melihat Amel datang. buru buru ia turun dan langsung memeluk menantunya itu.
"Amel"
"mamah"
mereka berdua pelukan layaknya anak dan ibunya yang sudah lama tidak bertemu.
"kamu dari mana saja nak? pergi dari rumah? kalau Farhan buat kamu nangis bilang sama mamah biar mamah tendang dia dari rumah ini"tegas mama ayu menatap mata Farhan tajam.
Farhan yang sedari tadi diam melotot kearah mamahnya, bisa bisanya ia mau di tendang dari rumah ini. Amel tersenyum mendengar perhatian yang diberikan sang mertua.
"iya mah maafin Amel ya"ucap Amel.
mereka berdua masuk kedalam meninggalkan Farhan sendirian di ruang tamu.
"anak sendiri nggak dianggap"gerutu Farhan.
tiba tiba ponsel milik Farhan berdering dan menampilkan nomor Kevin sedang menelpon nya,buru buru ia mengangkat nya.
"hallo ada apa?"
"oke saya segera kesana"jelas Farhan pada Kevin ia segera melajukan mobilnya menuju kantor.
sedangkan mama ayu mengantarkan Amel untuk beristirahat, menantunya mungkin kelelahan akibat perjalanan jauh yang ditempuh. namun ketika ingin menaiki tangga ia berpapasan dengan Ratna.
"bagaimana dia bisa pulang?"batin Ratna menatap Amel.
"kamu habis dari mana saja Mel?kok baru pulang?"ucap Ratna Dengan suara yang diindahkan ia tidak mau terlihat begitu kasar didepan mertuanya.
amek terdiam ia ingin menimpali perkataan Ratna namun ia urungkan, Amel masih belum bisa melupakan apa yang sudah kakaknya ini lakukan pada nya.
"sudah ya Ratna,Amel mau istirahat dulu"jelas mama ayu.
mereka memasuki kamar,Amel beristirahat dan duduk di sofa, mama ayu meninggalkan Amel agar bisa beristirahat dengan nyaman.
setelah kepergian sang mertua pintu kembali terbuka dan menampilkan Ratna sedang berada didepannya,ia mendekati Amel yang masih duduk di pinggir ranjang.
"masih berani ya,kamu kesini?"tanya Ratna sinis.
Amel berdiri dan menatap sang kakak dengan sorot mata tajam,ia harus bisa menghadapi ular berbisa yang ada dihadapannya saat ini.
"berani lah kak, disini masih ada suamiku"jelas Amel santai.
"memangnya kamu sudah lupa? yang aku lakukan pada Farhan kemarin?"tanya Ratna penuh amarah.
"aku lebih percaya dengan suamiku dibandingkan dengan ular berbisa seperti kak Ratna"jelas Amel seraya menekankan kata katanya.
"BERANINYA YA LO" geram Ratna ia ingin menampar wajah Amel dengan tangan nya. namun Amel cepat mencegahnya ia tidak mau harga dirinya di injak injak seperti dulu.
__ADS_1
Amel melepaskan cengkraman tangan Ratna,ia tidak bisa di tindas seperti dulu saat ia ikut di keluarga nya.
"aku sudah cukup sabar ya kak, ngadapin tingkah laku kak Ratna dari dulu, aku rela nikah dan ninggalin kuliah aku, aku rela ibu pilih kasih sama kak Ratna, dan sekarang aku mohon sama kak Ratna jangan rusak rumah tangga ku"jelas Amel memohon.
Ratna tersenyum miring,ia sama sekali tidak peduli dengan urusan Amel yang ia inginkan hanyalah bersama dengan farhan saat ini.
"tidak bisa____farhan adalah milikku dan aku akan mencoba merebut yang seharusnya menjadi milikku"jelas Ratna dan pergi meninggalkan Amel.
Amel terduduk di sofa kenapa rumah tangga nya serumit ini? tetapi ia harus tetap mempertahankan rumah tangga nya dan memusnahkan hama yang akan menyerang hubungan Farhan dan Amel.
*
malam hari begitu cepat, bulan tampak bundar memancarkan sinarnya Farhan memasuki rumah dan melihat alvan tengah duduk di ruang keluarga, ia menghampiri nya dan menanyakan perihal video yang di lihat Farhan sewaktu itu.
"eh kau, sini duduk dulu"jelas alvan.
"jadi ternyata kau kak yang sudah menggagalkan pernikahan ku waktu itu"
"iya memang nya kenapa?"tanya Alvan santai.
"apa kau bilang? kenapa? kau terus merusak keinginan ku kak?"geram Farhan.
"aku hanya iri padamu, setiap yang kau miliki selalu membuat ku tergila gila"jelas alvan santai.
"oh______dan sekarang kau sudah merebut Ratna bukan? silahkan bahagia lah sana_____"ucap Farhan seraya tersenyum mengejek ke arah alvan.
Farhan memasuki kamar ia melihat Amel sedang duduk di sofa dan membaca buku. cepat cepat ia mendekati istrinya itu.
"mas Farhan udah pulang?"
Farhan mengangguk dan menenggelamkan wajahnya di leher istrinya dan meninggalkan beberapa jejak.
"udah sana mandi"jelas Amel.
"tapi???"
"tapi____dapat servis gratis ya?" ucap Farhan menaik turunkan alisnya dan menatap Amel penuh goda.
Amel menggerutu dalam hati, suaminya ini benar benar membuat nya kehilangan akal,sejak kapan ia jadi seperti ini?
Farhan memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya agar tidak lelah. setelah selesai mandi ia mendekati Amel yang pura pura tertidur pulas.
"Ra"
"Humaira ku______bagun yuk_____servis nya belum mulai nih_____"jelas Farhan.
Amel tetap menutupi matanya, ia tidak mau melihat roti sobek di badan suaminya itu.
Farhan mencium leher istrinya dengan lembut dan membuat Amel membuka matanya akibat kegelian karena ulah Farhan.
"nah di buka juga kan matanya"
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
2 Minggu kemudian
Ratna bangun dari tidurnya,ia ingin muntah setelah bangun dari tidur entah kenapa badannya tidak enak sejak beberapa hari ini. Alvan yang melihat nya pun tidak perduli dengan keadaan Ratna.
Ratna mencoba mencari informasi dari internet dengan ciri ciri penyakit yang diderita nya saat ini. namun mata Ratna melotot ketika melihat ciri ciri tsb menuju pada kehamilan.
"ini pasti nggak mungkin"jelas Ratna tidak percaya namun ia akan mengecek dengan alat kehamilan.
__ADS_1
ia pergi menuju apoteker untuk membeli beberapa testpack, ia berdoa agar tidak benar yang dimaksud oleh hati nurani nya. ia sudah lama tidak berhubungan badan dengan alvan bagaimana ia bisa hamil?? apa mungkin itu anak Fano? sampai di rumah ia mencoba semua jenis testpack dan menunggu hasil nya keluar.
Amel sedang menonton tv di ruang keluarga dan melihat beberapa makanan khas Bandung yaitu______seblak, membuat selera makannya meningkat.
"mau itu"gumam Amel.
"mau apa nak?"tanya mama ayu.
"mau_____seblak"jelas Amel menunduk.
"seblak____???"tanya mama ayu.
Amel mengangguk-anggukkan kepalanya ia memang sedang menginginkan___seblak.
"tapi kalau Farhan tau kamu makan pedas pedas nanti dia marah sayang"bujuk mama ayu.
Amel menunduk diam yang dikatakan oleh mertuanya memang benar, bisa bisa Farhan akan mengamuk dengan nya.
mama ayu yang melihat wajah sang menantu ditekuk merasa kasihan, ia tau bagaimana keinginan seorang ibu hamil.
"yaudah mama belikan tetapi sedikit saja ya? dan tidak boleh terlalu pedas!"jelas mama ayu.
Amel tersenyum lebar ia akhirnya Bisa mendapatkan sebuah makanan yang ia inginkan. tetapi Amel harus berjanji tidak akan memberitahukan kepada Farhan.
setelah sampai pemesanan makanan tsb, buru buru Amel membawa nya ke meja makan ia ingin membuka nya dan segera melahap nya sampai habis.
"terimakasih ya mah"ucap Amel.
mama ayu tersenyum manis ia senang jika Amel senang. namun belum juga menyedokkan satu suap seblak itu, Farhan tiba-tiba datang dan mencegahnya.
"Ra!!"teriak Farhan dan berlari,ia segera mengambil mangkuk yang berisikan makanan pedas itu.
"mas Farhan?"ucap Amel terkejut, bagaimana Farhan bisa ada disini sedangkan ia sudah pamit pergi ke kantor.
"kamu mau seblak??"tanya Farhan.
"iya, udah bawa sini mas seblak nya" mohon Amel dan ingin meraih mangkuk itu dari tangan sang suami.
"ENGGAK"jelas Farhan tegas.
"ih_______bawa sini nggak?" teriak Amel.
"JANGAN"
"HUA______SEBLAK___"teriak Amel.
"kamu jangan makan seblak Ra, kandungan kamu bagaimana nanti?"tanya Farhan khawatir.
"nggak pp kok mas"
"bentar ya aku cari info di internet" jelas Amel seraya membuka ponsel nya.
Amel menunjukkan hasil pencarian itu dan memperlihatkan nya pada Farhan.
"tuh boleh kok mas"jelas Amel.
Farhan melihat ke arah ponsel milik Amel, ia mengangguk anggukan kepala nya tanpa sadar Amel meraih mangkuk itu ia segera berlari ke ruang tamu.
"Ra"teriak Farhan.
"wle_________lagian boleh kok mas makan ini yang penting kan jaga porsinya"jelas Amel seraya terus melangkah.Farhan mengejar sang istri agar bisa memantau ia makan tidak terlalu banyak.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya ππππ₯°π₯° salam happy π₯°π₯°π₯°πππ see you π₯°πππ₯°π₯°π
__ADS_1