
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya πππ₯°π₯°π₯°π jangan lupa like dan komen π₯°π₯°ππ₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ
*
01.30 waktu terus berjalan Farhan menuruni tangga dengan lemas, ia sudah lelah mencari buah melon tetapi istrinya malah tidak mau makan. Farhan menuruni tangga menuju dapur dan melihat alvan sedang tidur di sofa ruang keluarga.
"ngapain tuh orang tidur di sofa??lagi bertengkar dengan Ratna mungkin"gumam Farhan seraya melihat kearah alvan yang nampak pulas nya tidur. tidak mau menganggu Farhan pergi setelah meletakkan melon itu dimeja makan.
Farhan menaiki tangga matanya benar benar sudah mengantuk, ia sangat lelah sekali. Farhan membuka pintu dan melihat Amel sudah sangat pulas tertidur ditutupi selimut. ia mendekat dan mengecup kening Amel seraya mengusap nya.
"I Love you Ra"
sedangkan Ratna yang sudah merencanakan untuk mencelakai Amel,ia segera menuju kamar milik Amel dan Farhan,dan segera menyiramkan minyak di depan pintu kamar Amel, agar Amel terpeleset dan keguguran janinnya.
"aku akan buat kamu keguguran Mel, dengan seperti ini aku bisa mendapatkan mas Farhan dengan mudah" batin Ratna dan pergi meninggalkan tempat itu.
*
pagi hari menyapa, Farhan menyempitkan matanya akibat sinar matahari yang masuk lewat celah jendela, ia lantas melihat kearah Amel yang sedang bersiap.
"mau kemana Ra?"tanya Farhan
Amel menengok ke arah suaminya ia pun tersenyum.
"nggak kemana mana kok mas,aku cuma mau bantuin mama masak yaudah mas bangun terus mandi ya"tutur Amel dan ingin keluar dari kamar.
cepat cepat Farhan mencegah Amel yang sudah memegang kenop pintu, Farhan menatap Amel dengan wajah yang khawatir.
"jangan keluar kamar, firasat ku nggak enak Ra"
Amel menyerengit kan keningnya, bagaimana ia tidak boleh keluar kamar sedangkan dirinya sudah bosan dikamar ini.
"kenapa? aku nggak pp kok mas"
Farhan menggeleng ia tetap Keukeh melarang Amel keluar kamar.
"nurut nggak!!!!!"tegas Farhan dengan nada sedikit menekan.
Amel menciut kalau Farhan sudah berkata seperti itu ia tidak bisa apa apa lagi, nyalinya sudah terkubur, dan Amel hanya menunduk lesu.
Farhan yang menyadari perkataan nya menyakiti hati istrinya,ia langsung memeluk tubuh itu dalam dekapan nya.
"maafin mas Ra, mas hanya khawatir terjadi sesuatu dengan mu"ucap Farhan.
Amel mengangguk,ia tidak mau berkata apa apa lagi, karena kalau ia berkata ingin keluar dari kamar sudah pasti Farhan akan marah padanya.
"kamu butuh apa?biar mas ambilkan"tanya Farhan dan memegang dagu Amel agar menatap nya.
"A__aku mau bantuin mama masak"jelas Amel.
Farhan membuang nafas kasar, ia memang tau istrinya tidak akan bisa diam.
"selain itu??"tanya Farhan.
Amel menggeleng ia tidak menginginkan apapun kecuali ingin masak, dan keluar dari kamar ini.
__ADS_1
"ya udah mas izinkan tapi__"sembari menghirup nafas untuk melanjutkan omongan nya.
"tapi kamu nggak boleh kecapean, lalu makan makanan yang bergizi, kalau perlu apa apa tinggal panggil bibi tidak boleh sampai kelelahan, dan ingat jangan mikirin hal yang buat kamu stress, dan kalau mau minta sesuatu bilang sama saya dan___"
"shuttttt iya iya pak dokter, panjang bener jelasinnya"ucap Amel seraya menahan senyum.
"huh yaudah yuk saya antar ke dapur"ucap Farhan seraya memegang bahu istrinya.
"aku bisa sendiri mas"jelas Amel.
"mau nurut nggak!!!!??"
Amel terdiam kalau ia terus membantah bisa bisa Farhan akan marah padanya.
Farhan membuka pintu ia berjalan terlebih dahulu, agar bisa leluasa menuntun sang istri.
"BRUK"
seketika kaki Farhan terpeleset dan jatuh kelantai, rasa sakit menjalar ke tubuhnya.
"astaghfirullah mas___"
"STOP!!!!!! JANGAN MENDEKAT" teriak Farhan agar Amel menjauh darinya,ia tidak mau Amel juga terpeleset sama seperti nya.
"tapi mas jatuh ayo mas berdiri aku bantu"
"STOP mas bilang jangan mendekat Ra,ini licin lantainya"
"tapi mas__"
"Uda mas bisa berdiri kok"jelas Farhan dan mencoba berdiri,ia memegang lantai yang berlumur sedikit minyak.
Farhan berjalan seraya memegangi pinggang nya menuju sofa, Amel segera mendekati nya dan memijat pinggang suaminya ini agar rasa sakit nya berkurang.
"kok bisa jatuh mas?"tanya Amel.
Amel masih mengingat kejadian dimana ia jatuh dikamar mandi, dan tidak dibantu oleh Farhan sedikit pun.
Farhan yang melihat Amel menahan senyum, memasang wajah kesalnya, suaminya lagi jatuh malah ditertawakan.
"seneng ya?"tanya Farhan
"enggak mas,justru aku sedih nasib kita sama hahaha, yaudah ayo aku bantu memangnya kenapa kok bisa jatuh?"
Farhan terdiam, kalau ia berkata bahwa ada minyak didepan pintu kamarnya, bisa jadi Amel stress dan takut.
"itu tadi__mas nggak sengaja kesandung pintu"jelas Farhan mencari alasan.
"ya udah mas disini dulu aku kebawah ya ambil air hangat untuk kompres pinggang mas Farhan agar tidak nyeri lagi"jelas Amel seraya bangkit dari duduknya namun tangannya dipegang oleh Farhan.
"NO"
"Kamu tetap disini, ingat pesanku tadi kan?? kamu jangan keluar dulu untuk sementara waktu dikamar!"tegas Farhan.
"tapi pinggang mas Farhan kan sakit?"
__ADS_1
"mas bisa berdiri, saya kan kuat dalam hal apapun"sembari menaik turunkan alisnya.
Amel memalingkan wajahnya, ia sudah sangat faham dengan alur omongan suaminya ini.
"yaudah mas ke dapur dulu ambilkan kamu makan"jelas Farhan dan bangkit dari duduknya.
Farhan menuruni tangga seraya memegangi pinggang nya yang terasa sangat nyeri.
"siapa yang berani beraninya ingin melukai calon anak saya!!!!"gumam Farhan.
sementara di dapur Ratna dan mama ayu menyiapkan sarapan pagi, tetapi dari tadi Amel belum kelihatan itu membuat kesempatan bagi Ratna untuk mengotori nama amel di depan mertuanya.
"emm mah Amel kok nggak keluar dari kamar ya?? padahal kan cuma hamil" jelas Ratna.
mama ayu tersenyum,ia tidak akan terpancing dengan omongan menantunya ini, bukannya pilih kasih tetapi mama ayu sudah mengetahui sifat Ratna dari dulu.
"namanya juga hamil muda nak, suatu saat kamu juga akan merasakan nya"jawab mama ayu.
Ratna membuang nafas dengan kasar, padahal ia sudah membuat ibu mertuanya ini menjadi benci dengan Amel tetapi ia malah kena batunya.
tiba-tiba Farhan jalan sembari memegang pinggang nya menuju dapur,ia melihat Ratna dan juga sang mama sedang memasak.
"kamu kenapa mas?"tanya Ratna khawatir.
"nggak pp" jawab Farhan singkat, padahal ia sudah menyuruh Ratna untuk memanggilnya dengan sebutan Farhan saja.
mama ayu menoleh ke arah Farhan,ia melihat raut wajah sang anak yang ditekuk dengan masam,ia lalu menghampiri nya.
"kamu kenapa Han?"tanya mama ayu cemas.
"kepeleset mah didepan pintu kamar"jawab Farhan.
seketika mata Ratna melotot,ia tidak menyangka sasarannya salah mengenai orang seharusnya yang terpeleset itu Amel bukan Farhan.
Farhan melihat kearah Ratna dan melihat raut wajahnya yang terlihat sangat cemas, dan gelisah membuat Farhan curiga.
"apa jangan jangan___"batin Farhan,ia akan segera menyelidiki nya segera.
"astaghfirullah syukur saja kamu yang terpeleset Han, kalau Amel yang terpeleset bahaya bagi janinnya"ucap mama ayu.
"ya ampun mah,ini anak mamah loh kok di syukuri"gerutu Farhan.
mama ayu tersenyum, Farhan memang anak nya tetapi Amel itu putri kecilnya.
"iya iya, yaudah itu ada minyak urut, nanti diurut sama istrimu saja"sembari menunjuk kearah minyak urut yang tersedia di lemari obat.
"ya"jawab Farhan singkat.
"oh iya mah mau minta ambilkan makan untuk Amel, dan susu hamil ya" ucap Farhan dijawab anggukan oleh mama ayu.
"Bi____ bi Lastri"teriak Farhan.
"iya den ada apa?"tanya bik Lastri
"nanti bibi pel yah didepan pintu kamar ku, sampai kering biar tidak basah!!!"titah Farhan.
__ADS_1
bibi Lastri menjawab dengan anggukan dan pamit pergi untuk membersihkan lantai dengan kamar Farhan.
terima kasih sudah membaca novel ku iniπ₯° nantikan episode selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°π₯° salam happy π₯°π₯°π see you π₯°