Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
mengkhitbah


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰


*


dikantor Fano dan Kevin sibuk dengan pekerjaan nya, dikarenakan Farhan izin untuk mengurus rumah tangganya. Kevin yang sedari tadi melihat wajah Boss sekaligus sahabat nya itu cemberut ia lantas menepuk bahu Fano.


"ada masalah?"tanya Kevin.


Fano menatap Kevin ia ingin sekali mengakui apa yang telah ia lakukan terhadap Ratna, tetapi jika ia mengatakan nya apakah Kevin bisa menjaga rahasia?.


"sebenarnya__________"


kevin menatap sahabatnya dengan penuh tanda tanya, ia melihat jika Fano sedang ada masalah.


"udah cerita aja"ucap Kevin.


"oke, sebenarnya________"


namun tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan viola dengan gaya modis nya memasuki ruangan itu.


"dimana Farhan?"tanya viola tanpa menyapa.


"pak Farhan sedang izin Bu"jawab Kevin.


"dari kemarin izin terus lalu saya mau kerja sama kapan?"tanya viola dengan kesal.


"oh ibu bisa berbicara dengan pak Fano dulu, silahkan"jawab Kevin mempersilahkan viola untuk duduk.


viola menatap Fano, tidak biasanya Fano diam seperti ini. ia biasanya selalu mencoba menggoda viola dengan cara apapun tetapi ini.


"hello_____ngelamun aja"gerutu viola.


"eh,, kamu Vi"sadar Fano sedari tadi ia sedang memikirkan Ratna.


"ada apa dengan dia?"batin viola tidak biasanya ia seperti ini.


*


ditempat lain Farhan duduk dengan Amel, ia sangat bahagia sekarang istrinya berada didepannya.


"Ra, mas Farhan kan sudah jelasin kamu masih belum percaya?"tanya Farhan.


"percaya kok mas, hanya saja aku ingin tenangkan diri dulu"jelas Amel.


"mas Farhan capek loh jauh jauh dari rumah kesini,puter tujuh keliling cariin kamu sampai belum mandi seharian,belum makan"tutur Farhan dengan suara lemah.


"mas Farhan belum makan?"tanya Amel khawatir.


Farhan menggeleng ia memang belum makan, tetapi perutnya sudah kenyang dengan roti yang dibawakan oleh mertuanya.


"kenapa nggak makan mas? nanti sakit gimana coba?"tanya Amel geram.


"gimana mau makan______nggak dimasakin sama Humaira ku"jawab Farhan, tersenyum akhirnya istrinya ini bisa luluh, walaupun susah baginya.


"jadi udah nggak marah nih?"tanya Farhan.


Amel bingung harus jawab apa,ia berusaha untuk melupakan kejadian itu namun setiap membayangkan nya hatinya terasa sangat sakit.


"ya udah Ra, kalau kamu belum bisa maafin mas nggak pp kok,mas pamit ya"tutur Farhan disertai berdiri ia ingin beranjak pergi.


"mas mau kemana?"tanya Amel.


Farhan berbalik dengan senyuman, akhirnya ia bisa membuat istrinya khawatir, mana mungkin Amel tega membiarkan Farhan pergi.


"pulang,kamu kan belum mau memaafkan saya, yasudah saya mau pulang kekantor karena tadi Kevin meminta untuk segera kesana ada orang penting yang harus ditemui"jelas Farhan memberikan alasan nya.


amel Bingung harus bagaimana ia belum siap harus memaafkan Farhan, tetapi ia juga tidak mau Farhan pergi dari nya.


"a-aku udah maafin mas kok"


Amel mengucapkan kalimat itu dengan gugup,ia harus bisa percaya dengan farhan walaupun ada sedikit rasa kecewa yang masih menjalar dalam tubuhnya.


"yaudah mas pergi ya"jelas Farhan.

__ADS_1


"mas beneran mau pergi?"tanya Amel.


Farhan mengangguk pasti,ia hanya ingin membuat Amel merasa khawatir jika ia pergi.


"mau ikut?"tanya Farhan


"yaudah ayo pamit ke bunda"ajak farhan.


Amel diam sesaat ia ingin disini untuk sementara waktu tetapi Farhan malah membuatnya harus memilih, keberadaan ia disini membuat hatinya begitu tenang akibat berdekatan dengan banyak anak anak.


"bagaimana kalau besok mas?aku masih kangen sama bunda dan anak anak"jelas Amel.


"emmmmm_____"Farhan diam sejenak membuat Amel penasaran apa yang akan Farhan katakan.


"emm______boleh sih besok_____cuma nanti dapat servis gratis ya?"tawar Farhan sembari menaik turunkan alisnya dan menatap Amel dengan menggoda.


Amel tertipu malu ia lantas memeluk sang suami, pelukan yang selama ini ia inginkan dan membuat hatinya tenang.


Farhan mencium kening istrinya dengan lembut, ternyata sulit baginya untuk membuat Amel percaya kembali.


Tina tiba bunda ana datang dengan senyuman, yang melihat diantara keduanya sudah baikan mereka tersenyum bahagia.


Amel mengajak Farhan untuk membersihkan diri di kamar mandi tamu mereka berniat menginap disini,dan besok akan pulang.


*


malam hari tiba suasana panti begitu ramai membuat Farhan dan Amel bahagia, Farhan yang dulunya tidak menyukai anak kecil tetapi setelah dekat dengannya memang asyik.


"om cari bakso yuk"ajak salah satu anak panti yang berlumuran 4 tahun.


Farhan tersenyum dan menggendong bocah lelaki itu yang bernama Zaki.


"ayo, kita cari tukang baksonya ya,dan gerobak nya bawa kesini"tutur Farhan.


semua anak anak bahagia dengan senangnya, Farhan dan Zaki pamit untuk keluar mencari bakso dan dibawa ke panti ini.


setelah kepergian Farhan dan Zaki Amel tersenyum,rasa bahagianya benar benar terpancar di wajah Amel,ia lantas mengusap perut nya yang masih rata.


bunda ana mendekati sang anak asuhnya itu,dan mengusap rambut nya ia lalu memegang lengan Amel dengan lembut.


"iya nak_____lain kali kalau ada masalah usahakan cari akar masalah nya terlebih dahulu"jelas bunda ana.


namun tiba tiba ada tamu yang datang mengunjungi panti ini, bunda ana dan Amel segera menemuinya dan melihat siapa yang datang.


"assalamualaikum bun__"sapa ustadz Ridwan.


"waalaikumsalam nak Ridwan,ayo masuk nak"jawab bunda ana mempersilahkan Ridwan untuk duduk.


Amel masuk keruangan itu ia melihat ustadz Ridwan yang ia kenal sejak dulu dari mereka kecil.


"dek Amel?"ucap ustadz Ridwan kaget dengan kehadiran Amel disini.


Amel tersenyum tipis,ia juga tidak menyangka bisa bertemu disini.sudah hampir 3 tahun mereka tidak bertemu akibat Amel sibuk dengan urusan pendidikan nya.


"bagaimana kabarmu dek?"tanya ustadz Ridwan.


"Alhamdulillah ustadz Amel baik"jawab Amel.


"Alhamdulillah"


seperti biasanya Ridwan memberikan donatur untuk panti ini, walaupun minimal nya tidak seberapa setidaknya ia ingin berbagi walaupun sedikit.


bunda ana masuk untuk memberikan kwentasi ia pamit kedalam meninggalkan Amel dan ustadz Farhan.


"yah ditinggal dong,nanti yang ketiganya setan nih" ucap ustadz Ridwan dengan nada tertawa.


Amel tersenyum, ustadz Ridwan sama sekali tidak berubah dari dulu,ia selalu mengajarkan tentang Akhlakul Karimah.


sedangkan ustadz Ridwan yang melihat Amel tersenyum,ia pun juga bahagia sebenarnya ia menyimpan rasa sejak dulu tetapi tidak berani untuk mengungkap kan nya,ia berniat menyampaikan nya Sekarang.


"emm ada yang ingin ana sampaikan dek"jelas ustadz Ridwan.


Amel melihat ustadz Ridwan dengan penuh tanda tanya, apa yang ingin ustadz ini bicarakan.

__ADS_1


"ana berniat untuk mengkhitbah (melamar) dek Amel" jelas ustadz Ridwan dengan gugup.


Amel yang tau artinya langsung diam apa yang harus ia katakan? mengkhitbah? apakah ia tidak salah dengar?.


"Afwan ustadz,emm_________amel sudah menikah"jelas amel menunduk ia tidak mau melukai hati ustadz yang telah mengajarkan nya Agama.


"menikah? dek Amel sudah menikah?"tanya ustadz Ridwan tidak percaya yang diucapkan oleh Amel.


Amel mengangguk pernikahan nya memang dadakan dan itu membuat beberapa orang terkejut.


"kalau boleh tau sama siapa ya dek?"tanya ustadz Ridwan kenapa ada orang yang sudah mendahuluinya?.


"dia_________dia calon kakak ipar ku ustadz sekarang menjadi suamiku"jelas Amel.


"maksud dek Amel, calon suaminya Ratna sekarang jadi suami kamu dek?"tanya ustadz Ridwan.


Amel mengangguk lemah ia sama sekali bingung harus bersikap seperti apa?ia sama sekali tidak menganggap ustadz Ridwan sebagai seorang yang ada dalam hatinya.


Farhan yang telah sampai dengan membawa gerobak,ia melihat di pintu depan ada tamu dan Amel sedang duduk dengan seseorang tsb, ia akhirnya lewat pagar samping dan berniat, untuk melihat siapa tamu yang sedang duduk bersama istrinya itu.


"terimakasih ya om"ucap semua anak anak.


"iya sama sama, yaudah dimakan ya sampai kenyang"


setelah mengurusi anak anak Farhan menuju ke ruang tamu,ia melihat Amel sedang duduk dengan seorang lelaki dan melihat penampilan nya.


Amel terkejut dengan kedatangan Farhan, apakah Farhan mendengarkan ucapan ustadz Ridwan?.


Ridwan menyalami tangan Farhan,dan Farhan duduk di sisi Amel untuk saat ini ia tidak mau mengakui ia suaminya karena ingin mengetahui tujuan pria ini.


"ini siapa dek?"tanya ustadz Ridwan.


"ini_____"


"oh saya donatur di panti ini juga"jelas Farhan mencari alasan.


ustadz Ridwan mengangguk tidak berapa lama bunda ana datang dan menyerahkan kwentasi untuk diserahkan kepada ustadz Ridwan.


ustadz Ridwan pamit dan menatap Amel sedih hatinya hancur, padahal ini cinta pertamanya tetapi harus kandas sebelum berjuang.


(kaya perasaan author nih)


Farhan menatap Amel bingung,lalu Amel mengajak sang suami masuk kamar dan menjelaskan semuanya.


"itu tadi siapa Ra?"tanya Farhan.


"itu tadi ustadz Ridwan,ia dulu guruku sekaligus donatur di panti ini"jelas Amel.


"oh lalu kok kalian tadi berbicara berdua?"tanya Farhan.


"tadi bunda lagi ambil kwentasi mas____memangnya kenapa? cemburu?"tanya Amel.


"enggak kok, hanya saja aku iri dengannya yang paham agama sedangkan aku fakir ilmu"jelas Farhan.


Amel yang melihat suaminya terlihat begitu cemburu dengan ustadz Ridwan berencana membuat nya tambah cemburu.


"tadi ustadz Ridwan ngajakin mengkhitbah Amel mas"tutur Amel.


"khitbah_____??"tanya Farhan bingung.


amek mengangguk ia berharap suaminya cemburu,jadi bukan hanya saja ia yang cemburu.


"ngapain ustadz Ridwan ngajakin kamu khitbah___???kamu perempuan Lo Ra? memangnya udah nggak ada lelaki lain?"tanya Farhan.


"maksudnya?"tanya Amel bingung ia tidak tau arah pembicaraan sang suami.


"khitbah___itu bukannya yang dihari Jumat itu kan?"tanya Farhan.


"h-ha? Jum'at?"


Amel memikirkan kata kata yang dimaksud suaminya ini,ia berniat mengerjai suaminya tetapi terjebak dengan kata kata nya sendiri, ternyata Farhan tidak mengetahui arti dari kata khitbah____


"itu khutbah mas_____"jelas Amel geram.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2