
maaf bila ada salah kata kata mohon dimaklumi ya ππ₯°πππ₯°πππππ₯°ππ jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°ππ₯°ππ selamat membaca π₯°π
*
pagi menyapa, matahari memasuki celah jendela dan membuat Farhan terbagun,ia segera menuju kekamar mandi, hari ini Farhan ada meeting pagi, biasanya Amel membangun Kan nya tetapi Amel sampai sekarang belum juga bangun, mungkin kelelahan karena semalam.
selesai membersihkan diri dari kamar mandi Farhan bersiap dan ingin berangkat, tetapi sebelum itu ia ingin mencium kening sang istri agar bangun.
Amel yang tiba-tiba mencium bau yang menurutnya membuat ia ingin muntah lantas terbangun, dan melihat Farhan tengah ada dihadapannya.
"mas kok bau banget sih"omel Amel.
Farhan yang bingung dengan Amel terkejut, padahal ia sudah rapih dan wangi, kenapa ia masih dibilang bau oleh Amel?.
"mas udah mandi kok, nih wangi"jawab Farhan sembari mencoba memeluk tubuh sang istri.
Amel melepaskan pelukannya dan berlari ke kamar mandi ia sudah tidak tahan karena mual mencium wangi suaminya itu.
"Ra kamu kenapa?"tanya Farhan sembari mengetuk pintu kamar mandi.
Amel keluar sembari memegang hidungnya,ia sudah sangat mual karena bau dari farhan.
"jangan Deket dekat"cegah Amel yang melihat Farhan ingin menciumnya.
"mas mau berangkat cuma mau cium kamu kok"jelas Farhan yang melihat, tingkah sang istri aneh.
"iya sana berangkat,mas bau banget"ucap Amel dan kembali memasuki kamar mandi ia muntah muntah.
Farhan yang melihat sang istri enggan untuk dicium lantas keluar dengan wajah ditekuk,dan menuju ke meja makan.
"loh han dimana Amel?"tanya mama ayu lembut. biasanya Amel selalu bangun pagi dan membantu sang mertua, bukan karena mama ayu ingin Amel membantunya tetapi ia sedikit khawatir dengan keadaan Amel.
"nggak tau tuh mah, bangun tidur marah marah, masa Farhan mau cium dibilang bau, padahal Farhan udah wangi begini"jelas Farhan memasang wajah yang begitu kesal.
mana ayu tersenyum,ia memikirkan keadaan Amel saat ini apakah keadaan Amel baik baik saja.
"PMS KALI dia?"jelas mama aku.
Farhan pun menggeleng mana mungkin Amel sedang PMS, sedangkan ia semalam dan Amel?.
tiba-tiba pak Wijaya keluar dari kamar ia melihat sang putra tampak kesal pagi ini. seharusnya Farhan bahagia.
__ADS_1
"gimana semalam?keok kan kamu?"bisik pak Wijaya sembari memainkan alisnya.
Farhan mengulas senyum memang semalam ia dibuat takluk oleh Amel, informasi yang diberikan oleh papanya benar benar menyesatkan bagi Farhan.
tetapi yang ada difikirkan Farhan sekarang yaitu sikap aneh Amel.
"Kenapa kamu Han?"tanya pak Wijaya sembari mengoleskan selai di roti.
tanpa menjawab pertanyaan papanya Farhan bangkit dan segera menuju mobilnya yang sudah terpakir,ia sudah hampir telat saat ini.
"kenapa dengan anak harimau itu mah?"tanya pak Wijaya.
mama ayu menggeleng lemah,ia memang tidak tau mengenai hubungan Amel dan Farhan, mama ayu akan memeriksa keadaan Amel nanti setelah sarapan pagi.
suara mobil tiba di pelataran rumah, alvan dan Ratna keluar dari mobil dan memasuki rumah.
"good morning mah, pah"sapa alvan dan duduk dimeja makan.
"kamu masih pulang kesini?"tanya pak Wijaya tersenyum miring.
"iya pah"jawab alvan santai,ia masih ingat kalau dulu pernah berjanji akan pergi setelah menikah, tetapi ketika melihat Amel berada di rumah ini alvan berfikiran untuk tinggal bersama disini agar selalu dekat dengan Amel.
"tidak,aku ingin tinggal disini, pekerjaan ku sudah aku pindah kesini pah, aku hanya ingin dekat dengan kalian"jawab alvan santai.
mama ayu memikirkan kata kata alvan, bagaimana jadinya kalau alvan dan Farhan tinggal bersama dalam satu atap? apa yang akan terjadi nanti?.
*
dikantor Farhan tengah sibuk melihat layar laptopnya,ia memang sedang bekerja namun fikiran nya berapa ditempat lain,ia sedang memikirkan tingkah laku Amel pagi tadi.
tiba-tiba Fano datang ia ingin menyerahkan berkas dan meletakkan nya di meja kerja Farhan, tetapi ia melihat mata Farhan tidak fokus ke arah laptopnya.
"kenapa lu bro?"tanya Fano heran dengan sikap sahabat nya.
Farhan tidak menggubris pertanyaan sahabat nya,ia memang ingin bercerita pada sahabatnya namun ia urungkan niatnya karena ini bukan urusan Fano.
"udahlah gue nggak papa"jawab Farhan santai.
tiba-tiba viola datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia ingin menemui Farhan.
"hai baby"goda viola memegang lengan Farhan.
__ADS_1
Farhan segera menepis tangan viola ia benar benar malas berhubungan dengan wanita ini, gara gara viola hubungan Amel dan Farhan hampir berantakan.
Farhan mengkode Fano untuk membawa viola keluar dari ruangannya,Fano yang mengerti langsung memeluk tubuh viola dari belakang.
Farhan yang terkejut dengan sikap Fano ingin sekali ia tertawa namun ia tahan karena ia tidak mau membuat masalah.
"iish ngapain Lo peluk peluk gue"gerutu viola dan mencoba melepaskan pelukan Fano.
Didalam hati Farhan tertawa geli ia kira Fano sudah kehilangan kesadarannya,namun itu tidak membuat Farhan tersenyum ia hanya ingin Fani membawa viola keluar.
"nggak papa pengen aja"jelas Fano santai dan mengajak viola perlahan keluar dari ruangan Farhan.
"dasar mesum!!!!"geram viola.
akhirnya viola keluar dengan dibawa Fano, Farhan tertawa dan menghela nafas panjang ia ingin menghubungi beberapa Klaein untuk meeting hari ini.
*
malam begitu cepat, membuat Farhan kelelahan karena hari ini ia sibuk keluar kantor untuk meeting di perusahaan lain, ia memasuki rumah berharap Amel tidak marah marah pada nya.
rumah tampak sepi kelihatannya semua orang sudah terlelap dalam mimpi,wajar saja ini sudah larut malam.
Farhan menaiki tangga memasuki kamarnya, setelah menutup pintu Farhan melihat Amel yang belum tertidur ia masih membaca buku nya.
"kamu belum tidur Ra?'tanya Farhan.
"belum mas"jawab Amel tersenyum,ia juga bingung dengan sikap nya saat ini yang menurutnya kasar terhadap Farhan.
"yaudah mas mandi dulu ya"seraya melepaskan dasi nya.
Amel mendekat kan dirinya dan memeluk tubuh suaminya,ia mencium bau yang membuat nya nyaman.
"Ra,,,mas belum mandi"jelas Farhan yang takut jika Amel akan marah marah seperti tadi pagi.
"nggak mas seger banget baunya"jelas Amel terus menenggelamkan wajahnya ke ketiak suaminya yang menurutnya segar.
Farhan tersenyum simpul ia hanya menuruti keinginan istrinya ini,ia hanya heran dengan sikap sang istri yang begitu aneh hari ini.
setelah beberapa lama Amel tertidur pulas, Farhan segera beranjak dari tempat tidur nya dan ingin segera mandi, walaupun sudah tengah malam badan lelahnya tidak akan hilang tanpa mandi.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya πππ₯°ππππ₯° salam happy π₯°π₯°ππ₯°
__ADS_1