
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πππ jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯°ππ₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ₯°ππ₯°ππ₯°
*
Farhan hari ini sedang sibuk di kantor, ia benar-benar di buat pusing pekerjaan semakin hari semakin banyak, padahal niatnya ingin menemani istrinya yang sedang hamil besar.
"hai bro" sapa Fano duduk di kursi besar milik sahabatnya ini.
"kebetulan ada Lo bantuin gue"
Farhan melemparkan berkas berkas itu di depan Fano, entah kenapa perasaan nya dari pagi tidak enak.
"eh ini kan tanggung jawab Lo" gerutu Fano.
"iya gue minta tolong sama Lo" jelas Farhan.
"emangnya Lo mau kemana?"
"perasaan gue nggak enak, gue mau pulang dulu" jelas Farhan lalu berlalu pergi meninggalkan Fano di ruang kerjanya.
Fano mengangguk paham, ia menyeruput kopi di meja dengan santai.
"eh monyet, ini kopinya Farhan" gumam Fano terkekeh sendiri, untung saja sahabatnya sudah pergi kalau Farhan tahu Fano meminum kopinya, ia bisa habis berada di tangan Farhan.
*
Amel sedang menyiapkan baju untuk ia ganti, badannya menggigil setelah mandi pagi hari ini.
namun entah kenapa pinggang nya terasa sakit, mungkin efek kelelahan pikirnya.
mama ayu menaiki tangga, rencananya ia akan memberikan beberapa pakaian bayi untuk menantunya, yang diberikan oleh Oma Ningsih kemarin.
"tok tok tok"
suara ketukan terdengar di pintu kamar Amel, amel segera berjalan membukanya namun belum sempat membukanya perutnya terasa sangat mulas.
"aduh"
"aduh sakit banget" gumam Amel memegangi perutnya, mana mungkin ia akan melahirkan sekarang? sedangkan jadwal nya satu Minggu lagi?
"sayang?" teriak mama ayu dari balik pintu, namun tidak mendapatkan sahutan dari dalam mama ayu segera membuka pintu itu.
"Amel!!" pekik mama ayu setelah membuka pintu dan mendapati Amel sedang tersungkur di lantai sembari memegangi perutnya.
"astaga nak kamu kenapa?" tanya mama ayu panik.
"nggak tau mah, perut Amel sakit banget" ucap Amel.
"kamu pasti mau lahiran sayang"
mama ayu segera memanggil satpam rumah nya serta para asisten rumah tangga yang berkerja di sini, untuk membawa Amel ke mobil karena ini dalam keadaan darurat.
"BIBI" teriak mama ayu.
para asisten rumah tangga datang mendengar panggilan tuannya yang melengking.
"ayo bantu Amel, dia mau melahirkan!!" jelas mama ayu.
para asisten bersusah payah memapah tubuh Amel yang lemas, sedangkan mama ayu harus segera menghubungi Farhan.
ponsel milik Farhan berdering di samping tempat duduknya, ia segera mengangkatnya sembari menyetir mobil.
__ADS_1
"*hallo Han!!!"
"iya mah kenapa?"
"Amel istrimu, sekarang mau melahirkan cepat pulang Han*!!!"
tanpa menjawab ucapan mamahnya ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju rumah sakit cendika Wijaya.
"kamu bertahan ya sayang"
mama ayu menangantarkan Amel sampai depan ruangan lahiran, dimana Widia dan para suster sudah menunggunya.
"Wid Tolong Amel!!"
mama ayu memegangi tangan putrinya itu, ia benar-benar khawatir mama tau bagaimana rasanya melahirkan.
"iya Tante tapi sepertinya ini harus dengan Caesar, mohon untuk Farhan segera menandatangani surat persetujuan operasi" jelas Widia.
mama ayu dibuat geram dengan farhan yang tidak kunjung sampai di rumah sakit, kalau anak itu sampai datang akan ku jewer telinganya, pikir mama ayu.
tak berapa lama pak Wijaya selaku pemilik rumah sakit ini datang, ia melihat mama ayu yang sedang berada di depan ruang operasi.
"mah"
mama ayu lantas menoleh ke sumber suara, dimana pak Wijaya menuju ke arahnya.
"papah"
"bagaimana keadaan Amel?" tanya pak Wijaya.
"nggak tau pah, ini nunggu TTD Farhan untuk melakukan operasi" jawab mama ayu panik.
"kenapa tidak langsung saja mah? ini kan rumah sakit papah? dasar mau di pecat nih dokter!!!" geram pak Wijaya.
pak Wijaya terdiam memang benar ia harus mematuhi peraturan yang ia buat sendiri, tetapi batang hidung Farhan tidak kunjung terlihat.
"sampai anak harimau itu telat!! siap siap ngadep tembok kamar jenazah!!!" gumam pak Wijaya.
terdengar suara langkah kaki berlari, siapa lagi kalau bukan calon ayah dari anak Amel? Farhan Wijaya.
"mah pah"
"bagaimana keadaan Amel?" tanya Farhan tergesa-gesa.
"dia mau operasi sayang, kamu TTD dulu sebagai tanda persetujuan" jelas mama ayu.
tanpa pikir panjang Farhan segera menandatangani kertas tsb, kemudian Widia mengajak Farhan untuk masuk mendampingi amel bersalin.
"Ra" ucap Farhan lirih melihat Amel terbaring lemah di kasur operasi.
"mas" ucap Amel pucat pasi.
"kamu pasti bisa Ra!! aku yakin itu!!!" jelas Farhan menguatkan tangan Amel.
"kita mulai ya Mel"
Amel mengangguk sebagai tanda jawaban, Widia mulai menyuntikkan obat bius kepada Amel, dan memulai operasi nya.
pak Wijaya dan mama ayu memutuskan untuk pergi ke masjid rumah sakit, mama ayu berdoa agar persalinan menantunya berjalan normal tanpa ada kendala sekalipun.
terdengar suara teriakan dari mulut mungil bayi yang keluar dari perut Amel, Farhan tersenyum ia lantas mencium kening istrinya.
__ADS_1
"oekkkkkkk"
"terimakasih sayang"
"satu lagi ya" ucap Widia.
Farhan menatap Amel, apa maksud perkataan Widia? satu lagi apa mungkin Amel hamil anak kembar?
"oekkkkkkk"
"ya ampun Ra, makasih sayang!!! terimakasih" ucap Farhan tanpa henti hentinya mengusap kepala Amel, yang hanya dibalas senyuman oleh Amel.
"nah si cantiknya ketinggalan nih" ucap Widia lagi mengeluarkan bayi berjenis kelamin perempuan dari perut Amel.
dagu Farhan seakan-akan ingin merosot, bukan karena sedih tapi ia bingung harus mengucapkan rasa bahagianya dengan cara seperti apa?
"ya ampun Ra!! bayi kita Ra, kembar tiga!! terimakasih sayang!!" ucap Farhan tanpa henti hentinya mencium kening Amel.
Widia menyuruh Farhan untuk mengadzani ketiga bayi itu yang terdiri dari 2 lelaki dan satu perempuan yang amat cantik.
pak Wijaya dan mama ayu yang menunggu di luar ruangan mendengar suara tangisan bayi, mengucapkan rasa syukurnya.
tetapi lain dengan Amel, pendarahan nya sangat banyak dan lumayan kehilangan banyak darah akibat melahirkan ketiga anaknya itu.
"Ra Ra" ucap Farhan menyadarkan Amel yang tiba-tiba pingsan setelah melahirkan.
"Wid istri ku Wid!!" ucap Farhan kepada Widia.
"kamu keluar dulu ya han, darahnya sangat rendah aku chek dulu setelah jahit luka sayatannya" ucap Widia.
tetapi Farhan tetap bersikeras tidak mau keluar dari ruangan itu, ia mau menemani Amel yang tidak sadarkan diri, namun dengan paksaan Widia Farhan keluar dari ruangan operasi.
Farhan keluar dari ruangan nya badannya benar benar lemas, pak Wijaya dan mama ayu mendekati Farhan.
"ada apa Han? Amel sama bayinya baik baik saja bukan?" tanya mama ayu mengguncang tubuh Farhan.
"iya Han jawab pertanyaan mamah!!" tegas pak Wijaya.
"bayinya selamat pah, Amel melahirkan bayi kembar tiga lelaki 2 dan perempuan 1 tapi amel___" ucap Farhan terpotong ia bingung harus mengatakan apa, keadaan Amel pingsan setelah melahirkan.
"Amel melahirkan bayi kembar? lalu keadaan Amel??" tanya mama ayu.
"nggak tau mah, darah Amel rendah" ucap Farhan lagi.
kedua suster keluar dari ruangan itu, mereka membawa ketiga bayi kembar itu yang sudah dibersihkan menuju ruangan bayi.
Farhan menghentikan langkah suster itu, ia melihat ketiga bayi mungil nya yang sangat tampan dan cantik.
"kalian semangat papah" gumam Farhan, ia masih tidak menyangka sekarang ia sudah menjadi seorang ayah bagi mereka.
mama ayu serta pak Wijaya mendekati bayi itu mereka akan di panggil uti dan Akung.
"ganteng dan cantik cucu itu" ucap mama ayu.
"maaf tuan Farhan dan nyonya ayu, tetapi bayinya harus segera di bawa keruangan bayi agar mendapatkan perawatan intensif" ucap salah satu suster sebagai tanda hormat nya.
"iya silahkan" jelas pak Wijaya.
"permisi tuan Wijaya"pamit kedua suster itu.
selang beberapa menit Widia keluar dari ruangan itu, ia melepaskan alat periksa nya, buru buru ketiganya mendekati Widia soal keadaan Amel saat ini.
__ADS_1
jangan lupa baca eps ya gaes ππππ₯°π₯° salam happy ππ₯°π see you ππ₯°ππ₯°π₯°πππ₯°π₯°π₯°ππππ₯°π₯°ππ₯°πππ₯°π