Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
IO Dinda


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯° πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


*


Ratna terus memohon kepada Fano agar mengizinkannya untuk ikut ke acara tsb.


"Lo jangan ikut, kalau Lo ikut pasti buat masalah" jelas Fano sembari mengeringkan rambut nya.


"gue janji nggak akan buat masalah" ucap Ratna


tanpa mempedulikan perkataan Ratna, Fano mengganti pakaiannya dan segera ingin tidur.


sedangkan Ratna dalam hatinya terus menggerutu ia harus memikirkan cara agar bisa datang ke acara tsb.


pagi hari menyapa dengan cemerlang, seperti biasanya Amel sudah menyiapkan baju untuk suaminya berangkat bekerja.


"mas bangun" ucap Amel.


"huam___________memangnya sudah pagi Ra?" tanya Farhan.


"ya udah dong, ayo bangun" jelas Amel.


"5 menit lagi ya Ra, aku kecapean semalam" jelas Farhan seraya kembali tertidur lelap.


"ya udah biar kena marah sama papah" ucap Amel dan bangkit dari ranjang.


Farhan langsung membuka matanya ia buru-buru ke kamar mandi, kalau sarapan pagi ia tidak bertemu dengan papahnya bisa bisa harimau itu akan mengamuk.


Farhan segera menyusul sang istri di bawah dengan dasi yang belum terpakai, ini sudah hampir telat ke kantor.


"papa kira kamu nggak ke kantor Han" jelas pak Wijaya.


"ke kantor dong pah, anak papah kan rajin" jawab Farhan seraya mendekati istrinya yang sedang sibuk menata piring di meja.


Farhan segera menyodorkan dasi depan Amel, biasanya Farhan selalu memakai sendiri tetapi ini ingin di pakai kan.


"pakaikan"


"bentar mas" jawab Amel seraya mencari kursi kecil untuk ia naik agar mudah memakaikan dasi itu.


"makanya jangan ketinggian kamu Han" ucap mama ayu.


"kalau aku pendek lucu dong mah, Masa seorang CEO Farhan Adi Wijaya pendek!!!" jelas Farhan.


"kasihan Amel masa mau pakaikan dasi harus naik ke kursi dulu" ucap pak Wijaya dengan santai nya.

__ADS_1


semua orang tertawa, memang kalau Amel tidak mengenakan high heels yang tinggi mungkin akan terlihat begitu pendek dari mata orang.


"udah pah jangan buli mereka" ucap mama ayu.


Farhan segera pamit ia harus segera mengurus rencana pesta yang akan digelar di hotel mewah dan segera bertemu dengan IO pesta tsb.


"mas pamit ya Humaira ku dan junior ku" ucap Farhan seraya mencium kening Amel dan perutnya yang sudah kelihatan membesar.


"iya mas hati hati ya" jawab Amel.


"hati aku____"


"hati aku cuma sama kamu mas" ucap Amel memotong perkataan Farhan.


Farhan tersenyum istrinya ini sudah jago dalam gombal, entah belajar dari mana. ( ya belajar dari kamu dong Han, author nya ga jelas nih )


mobil Farhan menuju ke hotel tsb, ia akan bertemu dengan Kevin di sana sedangkan Fano menghandle perusahaan sementara waktu.


sampai di hotel Farhan segera menghubungi Kevin, karena Kevin lah yang memilih IO nya dan Farhan tidak mengetahui hasil kerjanya.


"iya pak ini saya sudah sampai" jawab Kevin dari sambungan telepon.


Farhan turun ia menunggu Kevin di lobby hotel selang beberapa detik Kevin muncul, ia membawa beberapa berkas untuk contoh dekorasi yang akan di buat.


"lama sekali"


Fano langsung menuju ke lantai dimana akan diadakan pesta itu, Kevin segera menghubungi IO untuk mengetahui keberadaan nya saat ini.


"oh oke saya segera kesana" jawab Kevin dari sambungan telepon dengan IO tsb.


"kita sudah di tunggu" jelas Kevin pada Farhan.


mereka menaiki lift dan menuju ke lantai tsb untuk melihat dekorasi yang di inginkan, sampai di gedung tsb Farhan melihat sekeliling dekorasi.


"bagaimana pak? sesuai dengan tema nya?" tanya Kevin dengan serius.


"em______ada yang kurang ini konsep nya saya minta modern tetapi kenapa warna biru? memangnya ini acara pernikahan?" tanya Farhan dengan teliti.


"saya ingin bertemu dengan IO nya" jelas Farhan lagi.


Kevin mengangguk seharusnya ia tanya terlebih dahulu dengan farhan mengenai warna yang di inginkan saat ini.


"itu dia IO nya pak" ucap Kevin menunjuk ke arah wanita dengan style modern dan rambut pendek menuju ke arah keduanya.


"permisi maaf ini pak Farhan?"tanya Dinda.

__ADS_1


"iya saya Farhan, anda IO acara ini?" tanya Farhan.


"iya betul sekali pak, jadi bagaimana anda suka dengan dekorasi nya?" tanya Dinda.


"saya menyukainya tetapi ini untuk acara kantor bukan acara pernikahan, mengapa warna biru?" tanya Farhan.


"maaf pak sebelumnya pak Kevin yang memilih warna biru untuk konsep ini" jelas Dinda.


Kevin diam ia akan dimarahi oleh Farhan habis habisan, karena sudah memilih warna yang tidak sesuai.


"ganti sekarang juga saya ingin warna gold" jelas Farhan dengan tegas.


"kalau begitu anda ikut saya untuk memilih konsep yang akan dibuat" jelas Dinda dan mengajak Farhan untuk duduk.


Farhan mengangguk begitu pun dengan Kevin, mereka duduk dan melihat beberapa jenis konsep di layar laptop milik Dinda.


"jadi bagaimana pak Farhan? Anda ingin konsep yang seperti apa?" tanya Dinda setelah memberikan beberapa gambaran dari konsep acara ini.


"semua konsep yang ada di laptop anda, saya sama sekali tidak ada yang tertarik" jelas Farhan.


"saya ingin konsep acara ini berbeda dari yang lain" tambah Farhan lagi.


"oke saya usahakan untuk membuat dekorasi yang pak Farhan inginkan" jawab Dinda ia pun terheran heran ini hanyalah sebuah acara ulang tahun perusahaan mengapa acaranya melebihi pernikahan?


mereka akhirnya selesai mendiskusikan tentang itu, Farhan dan Kevin pamit untuk pergi ke kantor Dinda mengantarkan nya sampai dengan pintu.


tetapi sewaktu jalan ingin keluar high heels Dinda tidak sengaja melihat ke kabel dan akhirnya hampir jatuh, namun dengan sigap Farhan segera menangkap nya.


jantung Dinda seakan berhenti berdetak,ia baru merasakan ini selama hidupnya ternyata Farhan dilihat dari dekat begitu tampan.


Kevin yang melihat itu pun terkejut saat Farhan menangkap Dinda. sesaat kemudian Farhan langsung membantu Dinda untuk berdiri tegak.


"lain kali kalau taruh kabel yang benar jangan berserakan seperti ini" jelas Farhan dengan nada tegas nya.


"iya pak Terimakasih sudah membantu saya" jawab Dinda dengan suara gugup jantungnya saat ini tidak terkendali.


Farhan dan Kevin pamit mereka akan kesini besok dan menunggu dekorasi itu dirubah dengan waktu 1Γ—24 jam itu adalah waktu yang sangat terjangkau namun kalau Dinda berhasil menyelesaikan nya berarti ia adalah seorang IO yang hebat.


"pak Farhan tadi kok mau bantuin Dinda?" tanya Kevin seraya menyetir mobil.


"kalau dia sampai celaka siapa yang bertanggung jawab? itu acara saya dan saya tidak mau ada masalah" jelas Farhan sembari mengotak Atik ponsel nya.


"oh saya lihat Dinda menatap pak Farhan seperti salah tingkah" jelas Kevin lagi.


"sudah lah jangan bahas itu, kalau kau suka jadikan dia sebagai istri kedua mu saja" jawab Farhan santai.

__ADS_1


Kevin menggelengkan kepalanya bagaimana ia bisa menjadikan Dinda sebagai istri keduanya, sedangkan memperistri Dewi saja ia sudah sangat cukup.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ see you 😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°


__ADS_2