
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya π₯°π₯°ππ₯°π₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯°ππ₯° selamat membaca π₯°πππ₯°
*
Farhan menuruni tangga ia berniat mencari keberadaan Ratna, karena ulah Ratna ia harus bisa meyakinkan istrinya ini.
"nah itu kak alvan"gumam Farhan dan mendekati kakaknya.
"kak dimana Ratna"ucap Farhan to the poin.
alvan menatap Farhan, kenapa dengan adiknya ini datang datang langsung menanyakan keberadaan istrinya.
"kenapa cari cari dia?"tanya alvan.
"bukan urusan mu, dimana sekarang Ratna"mengulangi pertanyaannya kembali.
"Ratna tidak pulang dari semalam, entah pergi kemana dia"jawab alvan, sejujurnya ia mengetahui jika Ratna pergi ke claup malam. tetapi ia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Ratna.
"kau kan suaminya seharusnya tau"jelas Farhan.
"iya saya tau, kalau saya suaminya tetapi saya tidak mencintai nya, dan kamu kenapa kamu mencari keberadaan istri orang? kamu masih cinta dengan nya?"tanya alvan penuh tanda tanya.
"itu bukan urusan mu"jelas Farhan dan melangkah pergi meninggalkan alvan yang tersenyum puas.
sedangkan Ratna bangun dari tidurnya,ia menyimpitkan matanya dan melihat sekitar.
"dimana aku?"gumam Ratna.
"AAAAAAAAAA_______LU NGAPAIN CURUT_______DIKAMAR GUE!!!!!!"teriak Ratna yang melihat Fano berada di sampingnya saat ini dan mereka dalam keadaan tidak terbalut sehelai benang pun.
Fano membuka matanya akibat teriakan Ratna,ia melihat Ratna menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
"H-ha? Lo ngapain disini, ini kamar gue"jelas Fano.
"ini apartemen Lo?"tanya Ratna.
Fano mengangguk pasti,ia semalam mabuk berat tetapi yang ia lihat semalam itu viola bukan Ratna.
tanpa pikir panjang Ratna meneteskan air matanya,ia tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
"Lo apain____gue hiks hiks" jelas Ratna mengusap air matanya.
"gue ga sadar, maafin gue tadi malam Lo yang narik gue"jelas Fano.
Ratna mengusap air matanya ia langsung meraih baju nya yang berserakan dan mengganti pakaiannya.
"gue semalam ngapain itu ular ya??"gumam Fano mengingat kejadian semalam bersama dengan Ratna.
Ratna keluar dari kamar mandi ia lalu meraih sepatunya dan ingin pulang segera.
"soal tadi lupain aja,anggap saja kita nggak pernah melakukan apapun"jelas Ratna dan melangkahkan kakinya pergi.
Fano yang masih duduk di ranjang terpaku ia bingung harus berbuat apa, kalau di rahim Ratna ada janinnya ia harus apa?.
*
Ratna menuruni takxi ia memasuki rumah dengan kepala yang sedikit masih terasa pusing.
tiba-tiba Farhan menarik tangannya dan menatap mata Ratna dengan sorot mata tajam,ada api di dalam mata itu. tanpa pikir panjang Farhan menarik tangan Ratna dan membawanya menaiki tangga menuju kamarnya ia akan memaksa Ratna untuk jujur.
"sakit tau mas, lepasin tangan aku"geram Ratna yang terus meronta akibat pergelangan tangannya sakit.
"kamu harus jelasin tentang kemarin malam, akibat ulah mu Amel marah padaku"jelas Farhan.
mereka memasuki kamar Amel, Amel yang tadi membaca buku melihat kedatangan Farhan dan kakaknya ia berdiri, dan terlihat tenang.farhan melepaskan tangan Ratna dengan kasar.
"SEKARANG JELASIN SEMUANYA SAMA AMEL, BAHWA KAMU KEMARIN YANG MENGGODAKU" tegas Farhan dengan wajah sudah memerah.
__ADS_1
"jelasin apa sih mas????? kemarin bukannya kamu yang bilang bahwa ingin kembali kepada ku, karena masih mencintaiku"jawab Ratna dengan suara diindahkan.
mata Farhan melotot, pantas saja Fano menyebutnya sebagai ular ternyata memang Ratna jelmaan ular hitam.
"apa maksudmu Ratna!!!"jelas Farhan dengan memegang lengan Ratna.
"aduh mas sakit tau, udah nggak usah pura pura di depan Amel biar dia tau bahwa kamu memang masih mencintaiku bukan?"
Amel mengalihkan pandangannya, tanpa permisi air matanya menetes begitu saja, hatinya bagaikan ditusuk seribu jarum.
"Ra yang dikatakan oleh kakakmu semuanya bohong!!!"jelas Farhan mencoba meyakinkan istrinya ini.
Ratna yang tidak ingin melihat perdebatan antara mereka berdua lantas pergi dari kamar itu, ia tersenyum bahagia akhirnya bendera perang segera berkibar di antara mereka.
"bukannya sudah jelas mas? sudah dijelaskan oleh kak Ratna kok tadi"
"yang dikatakan oleh Ratna semuanya bohong Ra, kamu percaya kan sama mas?"tanya Farhan sembari memegang telapak tangan Amel dan mengusap nya.
Amel melepaskan tautan tangan itu, air matanya jatuh membasahi pipinya, hatinya benar-benar hancur dan remuk.
"kalau mas Farhan masih mencintai kak Ratna______tolong lepaskan aku mas____aku sadar aku hanya istri pengganti yang menggantikan mempelai wanita dihari pernikahan kakaknya, aku sadar seharusnya dari awal aku nggak terlalu berharap sama mas Farhan"ucap Amel disertai Isak tangisnya.
"shut________kamh ngomong apa Ra?mas cinta sama kamu percaya sama mas"jelas Farhan dan memeluk tubuh istrinya.
Amel melepaskan pelukan suaminya hatinya benar-benar terasa sakit, ia harus mencari tempat untuk menenangkan hatinya.
"udah mas________ nggak pp kok, sekarang kamu berangkat kerja"
Amel turun kebawah ia harus memikirkan hubungan antara ia dan Farhan kedepannya harus seperti apa nantinya?.
Farhan sebenarnya tidak ingin bekerja, fikiran nya benar benar tidak tenang tetapi ini tender proyek besar dan Kevin tidak akan bisa menghandle semuanya sendiri.
Ratna memasuki kamarnya ia sangat lelah akibat semalam, badannya seraya remuk tiba tiba pintu kamar terbuka dan melihat kan alvan yang menatapnya dengan sinis.
"dari mana semalam tidak pulang? jual diri di claup malam?"ucap alvan.
"itu memang bukan urusan ku, tetapi kalau saja papah tau menantu keluarga ini pergi ke claup malam kau akan ditendang dari sini"
tanpa menimpali ucapan alvan Ratna masuk kamar mandi, ia membasahi tubuhnya dengan shower. untuk menghilangkan kejadian semalam dengan Fano.
*
dikantor Farhan menatap layar laptopnya, walaupun pikiran nya sedang kemana mana namun jika proyek ini tidak digarap maka ia akan dapat masalah besar.
pintu terbuka dan Fano masuk menyerahkan berkas yang harus ditandatangani oleh Farhan, wajah nya terlihat jelas sedang ada masalah.
"Kenapa wajah Lo terlihat begitu ada beban?"tanya Farhan.
"gue________" ia ingin memberi tau tentang apa yang ia lakukan semalam dengan Ratna namun, apakah Farhan tidak akan marah?
Farhan menunggu lanjutan dari ucapan Fano.
"gue_____gue lagi ada masalah keluarga aja gan"jawab Fano sekenanya.
"kalau ada masalah jangan dibawa ke kantor, mending dirumah aja______sebenarnya gue mau pulang karena Amel sedang salah paham dengan ku"jelas Farhan.
"masalah?"
"iya____dia mengira bahwa aku masih mencintai Ratna padahal Ratna yang selalu menggoda ku"jelas Farhan dengan suara lemah, ia bingung harus berbuat apa.
"Ratna?"batin Fano, ia pun memikirkan masalah nya dan itu juga gara gara Ratna.
*
di dapur Amel memotong beberapa sayuran untuk dimasak nanti malam, mama ayu yang melihat Amel sedang ada masalah ia lantas mendekati sang menantu.
"ada apa sayang? ada masalah?"tanya mama ayu.
__ADS_1
Amel ingin menceritakan tentang masalahnya terhadap sang mertua namun ia urungkan karena ini urusan rumah tangganya, tidak boleh ada sangkut paut.
"emm mah Amel mau minta izin ke rumah ibu sama bapak mereka ingin bertemu katanya"jelas Amel.
"sudah izin sama farhan?"tanya mama ayu.
Amel mengangguk ia sudah meminta izin dengan Farhan melalui chatting, dan menyerahkan bukti chatting nya kepada sang mertua. mama ayu mengangguk.
"ya sudah mama izinkan ya"jelas mama ayu,
"eits tetapi harus di antar supir"
Amel mengangguk setelah selesai mengerjakan ini ia akan mengemas barang barang nya, setidaknya hatinya bisa tenang.
*
malam menjelang Farhan pulang lebih awal ia memasuki rumah nya, dan segera masuk kedalam untuk mencari keberadaan istrinya ini.
"Ra"teriak Farhan.
pak Wijaya yang mendengar teriakkan Farhan segera mendekati anaknya itu.
"ada apa dengan anak harimau itu, malam malam sudah mengaung saja"gumam pak Wijaya.
"dimana Amel pah? dia sudah berangkat?"tanya
"datang datang bukannya assalamualaikum malah Ra Ra"gerutu pak Wijaya.
"assalamualaikum pah,mah_____dimana Amel?"tanya Farhan.
"Amel sudah berangkat ke rumah pak darman nak____katanya ibunya kangen dan dia juga udah pamit kan sama kamu?"tanya mama ayu.
"i iya,tapi aku suruh dia tungguin aku pulang, kok ini udah berangkat duluan?"
mama ayu dan pak Wijaya saling menatap ia bingung dengan menantu dan juga anaknya.
tanpa mendapatkan jawaban dari mama ayu dan pak Wijaya, Farhan langsung pergi keluar dan langsung menuju ke rumah mertuanya saat ini.
ditempat lain Amel yang berada di dalam bus ia menatap keluar jendela, apakah ia salah menghindari ujian yang menimpa rumah tangganya? namun ia sudah kuat hati untuk tidak cemburu lagi terhadap Ratna, tetapi kini ia sudah tidak bisa lagi.
"maafkan aku mas____aku hanya ingin tenangkan pikiran ku untuk sesaat"gumam Amel.
Farhan telah sampai ke rumah pak darman, selaku mertuanya mobilnya sangat panas akibat untuk menyetir beberapa jam lamanya.
Farhan mengetuk pintu itu,ia berharap bisa bertemu dengan Amel segera, walaupun malam ini begitu larut dan cuaca terlihat akan turun hujan.
pintu terbuka dan melihat kan ibu mertuanya,ia melihat Farhan tengah berada didepannya.
"nak Farhan?"tanya ibu mertuanya.
Farhan mengangguk, tanpa pikir panjang ia dipersilahkan untuk duduk, mertuanya segera memanggil suaminya.
"pak____ada nak Farhan"
pak darman keluar, Farhan mencium tangan pak darman dengan takzim.
"ada apa nak kok kesini?"tanya pak darman heran malam malam begini menantunya mendatanginya.
"ini____pak saya mau jemput Amel, katanya ia kesini?"jawab Farhan.
"Amel? kesini?"tanya pak darman.
pak darman menyerengitkan keningnya apa yang dimaksud oleh farhan?
"maaf nak Farhan, Amel tidak kesini seharian, memangnya kalian sedang ada masalah?"tanya pak darman.
Farhan yang mendengar penuturan dari mertuanya terpaku, kalau Amel tidak kesini lalu sekarang ia kemana?.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯° πππ₯°π₯° salam happy π₯°π₯°ππ₯°π₯° see you π₯°ππ₯°