Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
ketemu mantan


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


*


Farhan terbangun dari tidurnya, ia melihat kearah samping namun tidak mendapatkan keberadaan istrinya itu, segera Farhan bangun dan mencari Amel.


sampai di dapur ternyata ia melihat Amel sedang bercanda riang bersama mama ayu serta Oma, jelas terlihat di wajahnya rasa bahagia itu.


"Ra" ucap Farhan.


"eh mas Farhan udah bangun"


"kenapa nggak bilang kalau kamu bangun? terus kenapa nggak bangunin mas?" tanya Farhan dengan nada merajuk.


"maaf tadi mas Farhan pulas banget tidurnya" ucap Amel tersenyum.


"gara gara itu kan ritual paginya ketinggalan!!" omel Farhan.


"ritual pagi apa Han?" tanya Oma Ningsih bingung.


"shut!!" ucap mama ayu sembari meletakkan jari telunjuknya di mulut.


"ada apa yu? Kenapa dengan mereka?" tanya Oma Ningsih bingung.


"jadi Oma, setiap pagi hari sebelum bangun kita lakuin ritual pagi" jelas Farhan.


"ritual apa? harus pakai sesajen kah?" tanya Oma.


"astoge!!" ucap mama ayu menepuk kepalanya dengan tangan nya.


"bukan Oma"


Farhan lalu mendekati Amel dan menatapnya, ia tidak perduli ada Oma dan mamanya disini.


"CUP"


Farhan langsung mendaratkan ciuman manis di bibir istrinya, Oma Ningsih dan mama ayu langsung menutup matanya dengan barang barang disekitarnya.


"JADI INI RITUALNYA?" tanya Oma Ningsih.


"iya Oma, tadi ayu bilang apa juga" jelas mama ayu yang wajahnya masih ditutupi oleh piring, sedangkan Oma Ningsih menutupinya dengan kain lap.


"ada apa ini?" tanya pak Wijaya bingung melihat istri dan ibunya menutupi wajahnya dengan barang barang rumah tangga.


sedangkan Amel dan Farhan terkekeh melihat kedua wanita sepuh itu, Amel menepuk bahu suaminya karena ulahnya itu, ia harus menahan malu.


"nggak pp kok pah, hanya tragedi sedikit" jelas Farhan sembari menahan tawanya.


"tragedi?" tanya pak Wijaya bingung.


"udah Han?" tanya mama ayu dari balik piring.


"Udah kok mah" jelas Farhan tersenyum.


"DASAR ANAK NAKAL!!" geram Oma Ningsih melemparkan kain lap itu di wajah cucunya.


"aduh Oma" gerutu Farhan.


"lain kali kalau mau romantis romantisme di kamar!!" geram Oma Ningsih.


"iya iya Oma maaf" kelakar Farhan.


*


ditempat lain Ratna tengah bersiap hari ini ia harus belanja keperluan masak, dari sayuran dan lain sebagainya.


"mau kemana?" tanya Fano.


"pergi"


"ke????" tanya Fano penuh selidik.


"minimarket!! mau ikut?" tanya Ratna.


"ya udah yok" ajak Fano langsung menggandeng tangan Ratna.


"h-ha? Lo seriusan mau ikut?" tanya Ratna.


"iya!!! boleh kan?"


"boleh tapi....."


"Lo mau selingkuh ya?" tanya Fano.


"enggak, heran aja Lo mau ikut gue, Lo udah mulai ada rasa ya sama gue???" tanya Ratna sembari tersenyum termanisnya.

__ADS_1


"DIH OGAH YA!!!" jelas Fano langsung keluar dari apartemen nya.


"dasar curut!!!" geram Ratna ia langsung menyusul Fano.


*


Farhan dan Amel sedang asyik duduk di bawah pohon mangga, mereka duduk di kursi sembari menceritakan kepada kisah rumit yang mereka alami sewaktu menikah.


"HAN!!!" teriak pak Wijaya dari teras rumah.


"ada apa sih pah, teriak teriak nggak tau apa orang lagi pacaran" gerutu Farhan.


"kamu nggak datang ke pernikahan melati?" tanya pak Wijaya.


"nggak lah pah males" jawab Farhan.


Amel mendekati keduanya yang masih mengobrol.


"datang yuk mas" ajak Amel.


"nggak Ra, lagian kamu belum vit" jelas Farhan memberikan alasan nya.


"mas Farhan nggak mau ketemu melati ya? takut patah hati?" tanya Amel penuh selidik.


"astaga Ra, enggak jangan negatif thinking terus"


"yaudah Ayuk siapΒ²" ajak Amel.


"yaudah deh yuk" jawab Farhan, mereka bersiap siap untuk hadir di acara tsb.


*


setelah belanja perlengkapan rumah, Ratna dan Fano memasukkan barang belanjaan di mobil, namun mata Ratna membulat ketika melihat ada wanita cantik sedang berjalan.


"eh liat deh itu" ucap Ratna.


"apaan?" tanya Fano bingung.


"itu, cewe itu" jelas Ratna menunjuk wanita yang tampil glamor sedang memakai lipstik nya.


"cantik banget ya" gumam Fano.


"plak"


Ratna memukul kepala Fano dengan tangan nya, yang difikirkan Fano hanya wanita cantik.


"sakit ular!!! lagian kenapa sih liat wanita itu? Lo sirik ya? karena itu cantik?" tanya Fano.


"bukan gitu!! gue mau Lo jatuhin lipstik nya!!" jelas Ratna tersenyum.


"apa?? Lo gila??" tanya Fano


"nggak!! gue waras!! gue ngidam Curut!!!!" jelas Ratna.


"kalau gue kena tampol gimana?? nggak gue nggak mau" tegas Fano.


"mau!!"


"nggak"


"mau"


"enggak ular, gue nggak mau" ucap Fano.


"kalau Lo ga mau siap siap hukuman nya" jelas Ratna menarik nafasnya.


Fano menyerengitkan keningnya, ia akan melihat apa yang akan ular ini perbuat.


..."DIBELI DIBELI SUAMI MURAH, AYO BUK DIBELI SUAMI SAYA!! YANG TIDAK MAU MENURUTI KEINGINAN ISTRINYA!!, AYO BUK DI OBRAL!! BANYAK GUNANYA TIAP HARI MARAH MARAH, AYO BUK DIBELI DIJAMIN HARGANYA MURAH, TIDAK AKAN RUGI JIKA MEMBELINYA"...


mata Fano melotot ketika Ratna berteriak seperti itu, ia langsung membungkam mulut Ratna.


"Lo gila ya? suami sendiri mau dijual" geram Fano.


namun tiba-tiba ibu ibu datang kepada mereka, dengan pakaian daster, Fano dan Ratna saling pandang.


"permisi Mbak, ini jual suami ya?", tanya ibu ibu itu.


"oh iya betul buk" jelas Ratna tersenyum.


"berapa harganya?" tanya ibu ibu tsb.


"murah kok buk, hanya 1M aja" jelas Ratna.


"kok mahal banget mbak?" tanya ibu ibu tsb terkejut.

__ADS_1


"biasa buk, kualitas sesuai harga, lihat lah dia tampan, macho, dan cool bukan?, dan satu lagi kaya raya buk tapi sayang suka marah marah" ucap Ratna.


"oh gitu ya mbak, cocok nggak mbak kira kira sama saya?" tanya ibu ibu tsb.


"DIJAMIN COCOK BUK" jelas Ratna memberikan jempol tangannya.


mata Fano membulat, ia langsung menarik tangan Ratna agar berada dibelakang nya.


"aduh maaf buk, istri saya rada rada" jelas Fano meminta maaf.


"jadi mas nggak dijual?" tanya ibu ibu tsb.


"ya enggak buk, istri saya lagi sakit" ucap Fano.


"aduh mas lain kali kalau istrinya sakit di bawa ke RSJ aja" ucap ibu ibu tsb lalu pergi dg muka masamnya.


"ADUH BUK BENERAN INI DIJUAL MURAH MERIAH" teriak Ratna.


"shut_____" ucap Fano membungkam mulut Ratna.


"lu gila ya??" ucap Fano melotot.


Ratna melepaskan tangan Fano dari mulut nya, ia terkekeh akhirnya bisa mengerjai Fano.


"salah siapa nggak di turutin!!"


"nggak" jelas Fano.


"ya udah siap siap aja aku teriak lagi A____" namun belum juga teriak Mulut Ratna di bungkam oleh Fano.


"shut berisik!!! udah udah gue TURUTIN!!!" geram Fano langsung menarik tangan Ratna mendekati wanita yang sedang duduk sembari berkaca.


*


Farhan berjalan dengan istrinya, karena jalur untuk kerumah melati becek, dan jalannya susah maka Farhan memilih untuk berjalan kaki walaupun melewati kebun jagung di pinggir jalan.


"capek ya Ra?" tanya Farhan.


"enggak mas, Deket kok" jelas Amel tersenyum, suara nyanyian dari biduan sudah terdengar dengan jelas.


mereka memasuki antrian, sedangkan mata Amel terus memandangi mempelai pria yang sedang duduk bersama melati, namun karena terhalang dengan ibu ibu desa jadi Amel dibuat susah.


"ayo Ra cari tempat duduk" ajak Farhan, Amel mengangguk mungkin dengan ia duduk lebih mudah baginya melihat mempelai pria nya.


"iya mas"


mereka duduk, dan membawa kado untuk melati, namun karena kursi sudah penuh Farhan dan Amel memilih untuk bertemu dengan pengantin nya langsung.


"hai ti" sapa Farhan.


"eh kamu Han, Dateng ternyata" ucap melati, tersenyum.


"Rendi" gumam Amel, ternyata dugaannya benar Rendi yang menikah dengan melati adalah Rendi teman kampusnya.


"Amel?" gumam Rendi.


Farhan pun ikut terkejut, ternyata orang yang menikah dengan melati adalah Rendi, orang yang pernah menyukai istrinya.


"kamu disini?" tanya Rendi.


"eh iya rend, apa kabar?" tanya Amel gugup.


"baik, baik saat jauh dari mu Mel, Sekarang setelah bertemu dengan mu aku tidak baik baik saja" jelas Rendi mengalihkan pandangannya, ia dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya. awalnya Rendi tidak mau namun karena ingin dengan cepat melupakan, Amel ia terpaksa Menikahi melati seorang gadis desa.


ingin rasanya Farhan mendaratkan pukulan di pipi Rendi, ia tidak terima istrinya dibilang sebagai pembawa penyakit hati.


"kalau cinta ditolak terima aja b*j*Ngan" batin Farhan.


"dan aku senang karena kalian menikah" ucap Farhan.


"maksudmu Han?" tanya melati bingung.


"Rendi pria yang baik, saking baiknya ia bisa merendahkan seseorang hanya dari kata katanya yang halus" ucap Farhan tersenyum ke arah Rendi.


Amel yang menyadari Farhan berada dalam kemarahan, ia segera meraih lengan suaminya itu untuk pergi dari sini.


"udah ayok mas" ucap Amel.


"Semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah ya, doa ku yang terbaik untuk kalian" ucap Amel lalu memberikan kado untuk keduanya.


mereka berdua pergi dari tempat itu, karena suasana sudah tidak kondusif.


"mas Farhan kok tadi bilang gitu?"tanya Amel.


"biarin salah siapa nyindir kamu" ucap Farhan.

__ADS_1


Amel menggeleng karena ucapan suaminya ini, mereka berjalan pulang karena Amel sangat tidak nyaman.


jangan lupa baca eps ya gaesπŸ₯°πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰


__ADS_2