Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
undangan


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰


*


Farhan memikirkan kata-kata nya tadi, ia sadar telah menyakiti hati Omanya.


"Oma marah sama Farhan?" tanya Farhan seraya menjongkok ke arah Farhan.


"Ndak Han, gimana keadaan istrimu? dia baik baik saja?" tanya Oma Ningsih mengusap wajah Farhan dengan lembut.


"Alhamdulillah baik Oma, hanya cedera sedikit" jelas Farhan.


Oma Ningsih tersenyum, ia tidak berbicara apapun lagi, ia merenungkan kata kata mama ayu tadi.


"Oma mau ketemu sama Amel boleh?" tanya Oma.


"tentu, ayo Farhan antar" jelas Farhan mengajak Oma Ningsih.


mereka menuju kamar milik Farhan, sedangkan Amel sedang istirahat ditemani oleh mama ayu.


"permisi" sapa Farhan membuka pintu.


"mas Farhan" ucap Amel lirih lalu melihat Oma, ia tersenyum walaupun ada rasa takut dalam benaknya.


"Oma boleh masuk?" tanya Oma Ningsih.


"boleh kok Oma" jelas Amel tersenyum.


Oma duduk di tepi ranjang ia mengusap rambut cucu mantunya itu, sedangkan mama ayu dan Farhan yang melihat pun terheran heran dengan sikap Oma Ningsih.


"maafkan Oma ya, telah salah menilai mu, kamu anak yang baik untuk Farhan" ucap Oma sembari menunduk lesu.


"iya Oma, Amel juga salah" ucap Amel langsung memeluk Oma Ningsih.


Farhan dan mama ayu yang melihat itu pun tersenyum lega, akhirnya Oma Ningsih bisa menerima kehadiran Amel.


*


ditempat lain viola membuka pintu rumah milik nya, ia melemparkan tasnya kesembarang arah, dan segera melemparkan high heels nya ia langsung menaiki tangga mewah menuju kamar miliknya.



para asisten yang melihat barang barang milik viola berserakan di lantai segera meraihnya, dan merapihkan nya mungkin nyonya besar ini sedang marah.


"BISA BISANYA ULAR ITU MENGEJEKKU!!!!" geram viola melemparkan selimut nya, ia sudah sangat kesal saat ini karena ulah alvan dan ulah Ratna.


"gue harus mandi busa!!" gumam viola langsung masuk ke kamar mandi, untuk menenangkan pikirannya.


ditempat lain alvan tengah bersiap untuk kekantor hari ini, ia masih ingat kejadian semalam dengan viola namun ia berdoa semoga viola tidak hamil anaknya.


alvan menuruni tangga ia segera melajukan mobilnya menuju perusahaan nya, yang bekerja dalam bidang transportasi.


*


malam menjelang, udara di desa ini sangat dingin Amel yang keadaan nya belum stabil dari pagi hingga saat ini masih berada di ranjang, mungkin Oma Ningsih atau mama ayu yang datang untuk sekedar mengajak nya mengobrol.


Farhan dan pak Wijaya sedang asyik berbincang di teras rumah, membicarakan tentang penghasilan kopi di desa ini.

__ADS_1


"Han papah harap kamu yang meneruskan kebun kopi milik Oma" ucap pak Wijaya menghirup kopi miliknya.


"papah kan tau sendiri, Farhan sibuk urusin perusahaan di bidang komunikasi, mana mungkin Farhan bisa handle berbagai projek" jelas Farhan.


"papah juga seperti itu Han dulu, awal mula papah bisa bangkit ya dari kopi Oma disini, lagian kalau bukan kamu siapa lagi yang akan meneruskan kebun ini Han?" tanya pak Wijaya.


"buaya aja pah" ucap Farhan santai,ia menyebutkan alvan sebagai buaya.


"buaya?" tanya pak Wijaya bingung.


"maksud Farhan kak alvan aja!!!" jelas Farhan.


"kamu tau sendiri Han, alvan tidak bisa melakukan hal semacam ini" jelas pak Wijaya.


Farhan membuang nafas kasar, bagaimana ia bisa mengurus kebun ini yang luasnya hampir berhektar-hektar? ia sudah mempunyai perusahaan di kota dan diluar negeri?


"nanti Farhan pikirkan lagi pah" ucap Farhan.


pak Wijaya mengangguk paham setidaknya anaknya mau memikirkan hal ini, pak Wijaya pamit untuk masuk kedalam rumah karena cuaca yang begitu dingin malam ini.


setelah kepergian pak Wijaya, Farhan memikirkan kata kata papahnya itu, namun tiba-tiba seseorang mengendarai sepeda menuju halaman rumah milik Oma.


"assalamualaikum" sapa melati.


"waalaikumsalam" jawab Farhan lalu berdiri mendekati melati.


"ada apa ti?" tanya Farhan ia masih ingat bagaimana melati mengakui bahwa melati mencintai Farhan.


"kebetulan ada kamu Han disini, saya mau ngasih undangan ini" jelas melati menyodorkan secarik undangan pernikahan.


"undangan? kamu mau nikah?" tanya Farhan.


"pasti ti!! aku sama Amel akan datang, kenapa acaranya dadakan? ini besok hari" jelas Farhan bingung, seharusnya merencanakan pernikahan berlangsung hampir seminggu.


"oh iya itu udah direncanain dari bulan lalu" ucap melati ia sengaja mengundur undur hari pernikahan nya dengan seseorang yang dijodohkan oleh orang tuanya, ia berharap Farhan pulang ke desa ini dan melamarnya namun itu hanya sebatas mimpi.


"yaudah saya pamit dulu ya han, assalamualaikum" ucap melati langsung pamit pergi.


Farhan menjawab salam melati, ia melihat undangan itu, namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara seseorang.


"hayoo!! tadi siapa?" tanya Amel.


Farhan menoleh kebelakang ternyata Amel yang sedang berada dibelakangnya saat ini.


Amel hendak menyusul Farhan di teras namun ketika melihat melati ia menguping pembicaraan Farhan dan Amel melalui jendela.


"melati Ra" ucap Farhan.


"kamu kenapa kamu udah keluar, ayo masuk udara diluar dingin" ajak Farhan.


Amel menuruti setelah masuk ke dalam rumah Amel menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"kenapa melati malamΒ² kesini?" tanya Amel penuh selidik.


"Jangan marah dulu Humaira ku!! dia kesini cuma mau nyerahin ini doang" jelas Farhan menyodorkan undangan itu kepada istrinya.


"apa itu?" tanya Amel.

__ADS_1


"undangan pernikahan melati, sama orang yang dijodohkan orangtuanya" jelas Farhan.


Amel meraih undangan itu dan membacanya, namun seketika matanya melotot sempurna apakah ia tidak salah membaca?


"Rendi?" gumam Amel terkejut.


"Rendi?" tanya Farhan ia kembali melihat undangan itu, ternyata benar tulisannya memang Rendi.


"ini yang dijodohin sama melati Rendi? Rendi mantan kamu Ra?" tanya Farhan.


"ish____ bukan mantan mas!! itu temanku" omel Amel, Farhan masih mengira bahwa Rendi adalah mantannya.


"iya Ra, tapi dia pernah suka sama kamu kan?"


"terserah mas Farhan deh" ucap Amel, ia tidak mau meneruskan perdebatan ini.


namun pikiran nya terus tertuju pada nama Rendi di undangan itu, apakah yang dimaksud benar benar Rendi teman kampusnya? atau orang lain tetapi dilihat dari nama orang tuanya dan nama alamatnya, itu benar-benar Rendi.


"yaudah yuk Ra kekamar kamu harus banyak istirahat" ajak Farhan.


Amel mengangguk ia akan menemukan kebenaran nya besok pagi, untuk melihat itu benar-benar Rendi temannya atau bukan?


*


pagi hari menyapa dengan cemerlang, Ratna membuka matanya ia melihat kecermin dan melihat kandungan nya yang sudah mulai terlihat.


"ya udah mulai gendutan nih" gumam Ratna.


"kenapa?" tanya Fano mendekat kearah Ratna.


"Lo lihat deh curut, perut gue udah mulai gendut" ucap Ratna.


"ya iyalah kan Lo lagi hamil!!" jelas Fano menggeleng.


"huh ini semua gara-gara Lo kan!!" ucap Ratna.


"iya sih, itu seni terindah yang gue miliki namun hanya sekali" ucap Fano lalu duduk di sofa.


"sekali?" tanya Ratna bingung.


"sekali apaan?"


"sekali_____ sekali buatnya" ucap Fano berdiri di depan Ratna.


"buat apa?" tanya Ratna bingung dengan ucapan Fano.


tangan Fano memegang perut Ratna itu lalu mengusap nya dengan lembut.


"buat ini, udah jadi tapi buatnya selesai" ucap Fano mendekatkan arah wajah nya ke depan Ratna.


Ratna yang sadar dengan arah bicara Fano, sungguh menyesatkan pikiran suaminya ini ia lantas mendorong tubuh Fano dan berlari keluar kamar.


Fano terkekeh, ia berhasil mengerjai ular kobra itu, namun kenapa ia malah bahagia? bahkan meminta lebih dari itu? ada apa dengan dirinya saat ini?


"gila tuh orang, bikin jantung gue mau copot" ucap Ratna memegang dadanya dan merasakan denyut jantungnya berdetak kencang.


"eh kok gini sih perasaan nya??? ada apa dengan gue? ini sebenarnya gue kenapa sih?" tanya Ratna dalam dirinya ia Bingung kenapa hatinya menjadi seperti ini.

__ADS_1


"au ah dasar curut!!!" ucap Ratna lalu pergi meninggalkan ruangan apartemen milik Fano, ia ingin mencari udara segar di pagi hari.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ mohon dukungannya 😍πŸ₯°πŸ₯ΊπŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°


__ADS_2