Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
penganggu


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


*


setelah mendengar ucapan dari suaminya Amel tersenyum ternyata Farhan juga cemburu kepada nya mengenai Rendi.


"mas Farhan cemburu?" tanya Amel.


"nggak" jawab Farhan singkat memasang wajah kesalnya.


"oh ya udah aku susul Rendi dulu ya" pamit Amel ingin mengerjai suaminya itu.


Farhan langsung menarik tangan Amel dan mendekapnya, Amel terkejut ternyata umpannya berhasil.


"aku memang cemburu Ra" ucap Farhan lemas.


Amel tersenyum dalam dekapan Farhan, mereka akhirnya duduk untuk menikmati acara itu.


*


ditempat lain alvan menunggu viola mereka berniat untuk hadir di acara Farhan namun menunggu kedatangan viola.


viola sampai di cafe dekat gedung tsb, ia sengaja ingin bertemu dengan alvan terlebih dahulu karena ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh viola.


Dengan dress warna merah ia melihat alvan tengah duduk di kursi sembari memainkan ponselnya, segera ia menghampiri.


"hai" sapa viola.


"Hay baby apa kabar" jawab alvan melihat penampilan viola semakin glamor.


"udah nggak usah basa-basi gue mau protes sama Lo" geram viola.


"what? protes?" tanya alvan bingung.


"gue kerja sama, sama Lo nggak ada guna buktinya Farhan dan Amel makin dekat" jelas viola dengan nada kesalnya.


"santai dulu baby"


"gue itu mau mereka pisah, dan Lo??? tugas Lo nggak ada yang beres" jelas viola lagi.


"lalu Lo mau bagaimana?" tanya Farhan.


"gue mau buat rencana dan Lo yang langsung turun tangan" jelas viola.


"rencana apa baby?" tanya alvan.


viola menyuruh alvan mendekat ia membisikkan sebuah rencana yang membuat mata alvan seketika melotot.


"apa kau sudah gila?" tanya alvan terkejut.


"ini bukan gila, ini cinta!" jawab viola dengan nada dilembutkan.


"kau benar benar sudah kehilangan akal, bagaimana aku bisa melakukan hal itu?" tanya alvan.


"tentu bisa, aku percaya padamu baby" jelas viola ia pun melangkah pergi meninggalkan cafe tsb.

__ADS_1


alvan terdiam bagaimana ia bisa melakukan ide gila wanita itu? tapi jika itu bisa membuat Farhan dan Amel berpisah alvan akan melakukan nya.


*


pesta ulang tahun perusahaan berlangsung hingga malam badan Amel sudah sangat letih, Farhan yang tidak tega ia pamit untuk pulang dan ia berpesan kepada Kevin untuk menghandle setelah para tamu pergi.


pak Wijaya dan mama ayu mencari keberadaan Farhan dan Amel, sejak tadi suami istri ini sibuk bertemu dengan rekan rekan luar negeri di lantai atas.


"kev dimana Farhan dan Amel?" tanya pak Wijaya.


"oh mereka sudah pulang pak" jawab Kevin.


pak Wijaya mengangguk jika pak Wijaya dan mama ayu pulang lalu siapa yang menghandle acara ini? Kevin tidak mungkin bisa karena para tamu terus berdatangan.


"Farhan undang berapa orang? kenapa tamunya terus bertambah?" tanya pak Wijaya.


"mungkin hampir semua rekan kerja pak Farhan di undang" jawab Kevin.


pak Wijaya mengangguk mungkin malam ini ia harus menghandle acara ini, selaku ayah dari pemilik perusahaan ini.


"pah mama pulang dulu ya, mama capek" jelas mana ayu ia sudah sangat letih.


"iya mah biar diantar sopir ya"


mama ayu mengangguk ia tidak akan mungkin menemani suaminya menerima tamu yang terus berdatangan, bukan hanya sekedar bertegur sapa namun berbicara mengenai projek juga.


Farhan sampai di pelataran rumah ia melihat Amel sudah sangat letih, tanpa pikir panjang Farhan menggendong sang istri memasuki rumah dan segera beristirahat.


tiba-tiba ponsel milik Farhan berdering dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya, buru buru Farhan mengangkat agar tak menimbulkan masalah.


"kamu kemana? pulang asal nyelonong aja para tamu masih berdatangan ini" jelas pak Wijaya.


"Amel letih pah, papah handle dulu ya Farhan mau istirahat assalamualaikum" pamit Farhan ia segera mematikan ponselnya.


pak Wijaya membuang nafas kasar ia tidak ada pilihan lain, kalau terus memaksa Farhan untuk kembali lagi kesini lalu siapa yang akan menjaga menantunya?


"kamu istirahat ya Ra" bisik Farhan ditelinga Amel.


"hm_____" Jawab Amel iya sudah sangat letih hari ini.


Farhan menuruni tangga ia berniat untuk membuatkan susu hamil agar kandungan Amel tetap sehat.


pintu terbuka dan melihat kan alvan masuk, ia menuju dapur tempat dimana Farhan sedang membuatkan susu.


"hai Han" sapa alvan ia meraih kursi dan duduk.


"kenapa nggak Hadir di acara tadi?" tanya Farhan.


"malas bertemu dengan Ratna" jawab alvan asal asalan ia sebenarnya bertemu dengan viola untuk merencanakan itu.


"oh" jawab Farhan singkat.


tanpa pamit Farhan langsung menaiki tangga menuju kamarnya untuk memberikan susu hamil pada Amel.


"tunggu saja rencana ku Han" gumam alvan lirih.

__ADS_1


"rencana apa Van?" tanya mama ayu yang berada dibelakang nya.


alvan terkejut dan langsung menoleh kebelakang, ia melihat sang mama sedang menatapnya penuh tanda tanya.


"e itu mah Amel sebentar lagi mau 7 bulan jadi aku mau buat rencana untuk suprise aja" jelas alvan mencari alasan.


"oh mama kira kamu merencanakan sesuatu yang buruk"


"ya enggak lah mah" jawab alvan.


"kalau sampai kamu mau misahin Amel dan Farhan siap siap nama kamu dicoret dari KK" jelas mama ayu dan pergi.


setelah kepergian mama ayu alvan bernafas lega.


"Farhan Farhan Farhan terus yang di dambakan di keluarga ini" gerutu alvan.


tunggu saja rencana ku"


*


pagi menyapa dengan terang Amel bangun dari tidurnya ia segera beranjak dari tempat tidur nya untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya berangkat kerja.


"mau kemana?" tanya Farhan dengan mata tertutup.


"mau nyiapin pakaian buat kamu mas" jawab Amel.


"kiss dulu" cegah Farhan memegang tangan milik Amel.


"h-ha? kiss?"


Farhan mengangguk walaupun matanya masih tertutup tetapi tangan nya tidak akan melepaskan Amel.


tanpa pikir panjang Amel mencium pipi Farhan, seketika Farhan tersenyum dan langsung membuka matanya.


"itu ritual pagi yang wajib dilakukan!!" jelas Farhan.


"oke sekarang mandi sana" ucap Amel.


Farhan turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi, sedangkan Amel turun dari tangga untuk membantu sang mertua memasak, setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya.


"hai mah" sapa Amel.


"loh udah hamil besar jangan sering jalan jalan nak, nanti kecapean gimana?" tanya mama ayu mengajak Amel untuk duduk.


"aku mau bantuin mama masak" ucap Amel.


"udah nggak usah, udah ada bibi kok tuh liat udah ada yang bantuin mama" tunjuk mama ayu kepada 2 asisten rumah tangga.


Amel menunduk lesu padahal ia ingin sekali membantu sang mertua, mama ayu yang melihat menantunya menunduk ia tersenyum.


"nurut sama mama ya?" ucap mama ayu lembut.


Amel mengangguk ia tidak bisa marah, mertuanya melakukan ini karena sayang kepada Amel.


kira kira rencana apa ya? yang direncanakan oleh alvan dan viola? jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰

__ADS_1


__ADS_2