
maaf sebelumnya karena up lama, lagi sibuk oke kita lanjutkan cerita novelnya yaπ₯°ππ₯° jangan lupa like dan komen π₯°π₯° selamat membaca π₯°ππππ₯°π₯°ππππ₯°π₯°π
*
Farhan lalu meraih ponselnya dan melihat pukul 06.30 jam segini alvan belum bangun apalagi ia dan viola tadi malam melakukan hal bodoh.
"akan aku habisi mereka berdua setelah pulang dari sini!!!" gumam Farhan ia langsung pergi kekamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Amel ke dapur untuk membantu menyiapkan makanan, walaupun perasaannya selalu tidak enak dekat dengan Omanya.
"mah" ucap Amel.
mama ayu menoleh dan melihat menantunya itu ia tersenyum lalu mendekati Amel.
"sini duduk dulu nak, ada yang kamu butuhkan?" tanya mama ayu.
Amel menggeleng ia melihat kanan kiri dan tidak menemukan keberadaan Oma Ningsih.
"kemana semua orang mah?" tanya Amel.
"oh papah mu sedang ada keperluan sama tetangga sebelah, kalau Oma masih dikamar" jawab mama ayu tersenyum.
Amel menggangguk ia tersenyum, lalu memohon agar Amel di izinkan untuk membantu mertuanya masak.
"mah izinin Amel bantu masak ya?" mohon Amel.
"jangan sayang udah kamu duduk manis saja ya?" jawab mama ayu.
Amel memasang wajah sedihnya, ia ingin merasakan masak di dapur desa ini, sudah lama ia tidak memegang spatula.
"Amel pengen rasain pegang spatula mah, udah lama nggak pegang" ucap Amel.
mama ayu berjalan ke arah rak piring, ia meraih spatula dan di berikan kepada menantunya itu.
"nih kalau mau pegang" ucap mama ayu tersenyum.
"mamah!!!" kesal Amel ia ingin memasak, bukan hanya memegang spatula saja.
"satu kali ini aja ya mah, Amel mohon" ucap Amel lagi.
nama ayu yang tidak tega melihat putri kecilnya ini memasang wajah sedihnya, ia mengusap rambut Amel.
"HM ya udah deh untuk kali ini boleh" jawab mama ayu.
senyum Amel merekah ia lantas memeluk ibu mertuanya itu dengan gembira, seperti bocah yang diberikan permen.
"makasih mah"
"sama sama sayang" jawab mama ayu, tidak ada kebahagiaan lainnya selain melihat bumil ini bahagia.
Amel langsung mulai memasak sayur sop, di bantu oleh ibu mertuanya yang sudah sangat cekatan.
*
dirumah besar milik keluarga Wijaya, viola menyimpitkan matanya yang masih berat, kepalanya sangat pusing mungkin akibat semalam terlalu banyak minum bersama alva.
"AAAAAAAAAAAA" teriak viola melihat tubuhnya telanjang bulat hanya di selimuti oleh sehelai selimut tebal.
alvan yang mendengar suara itu langsung kaget, ia melihat ke arah viola.
__ADS_1
"B*J*NGAN LOH ALVAN!!" geram viola menimpuk kepala alvan dengan bantal.
"Lo apa apaan sih!!?" ucap alvan yang belum tersadar sempurna.
"LO APAIN GUE SEMALAM???" tanya viola dengan Nafas yang masih memburu.
alvan terdiam dan mengingat kejadian semalam dengan viola, ia tidak sadar apa yang sudah ia lakukan itu di luar kendalinya.
"maafin gue" ucap alvan setelah ia ingat semuanya.
"APA? MAAF? GUE NGGAK SALAH DENGAR? LO UDAH AMBIL KESUCIAN GUE B*N*SAT" ucap viola lalu mendekap kedua lututnya, senakal nakalnya ia terhadap pergaulan bebas, namun tidak pernah tidur dengan lelaki lain, namun sekarang sudah hancur.
"maafin gue, gue nggak sadar tadi malam" ucap alvan memohon kepada viola.
viola menatap tajam ke arah alvan, ia mendaratkan tamparan ke pipi alvan.
"LO JEBAK GUE YA? IYA???" tanya viola tegas.
*
Farhan yang sudah selesai mencuci wajahnya ia tidak kuat untuk mandi di pagi hari, mungkin ia akan mandi sekitar jam 08.00 itupun bersama istrinya.
Farhan meraih ponselnya apakah kedua buaya itu sudah bangun? atau masih terbuai mimpi indah bersama?
namun rekaman yang berada di kamar alvan tertuju pada ponsel milik Farhan, Farhan menyimak itu dengan baik baik tentang pembicaraan viola dan alvan.
"jebak apa??" tanya alvan bingung.
viola langsung berdiri ia memunguti pakaiannya yang berserakan, walaupun di bagian bawahnya terasa sangat sakti ia tidak peduli.
"LO JEBAK GUE?? LO PANGGIL GUE DENGAN ALASAN MENCARI BUKTI ITU!!!" tegas viola lalu menatap nyalang ke arah alvan yang masih terduduk di ranjang.
viola menahan tawanya, apakah ia bisa langsung percaya dengan buaya jantan seperti alvan?
"APA GUE NGGAK SALAH DENGAR?? Lo psnggil gue untuk cari bukti tentang penculikan Amel, itu kesempatan buat Lo dekat dekat dengan gue!!!!" geram viola.
"GUE NGGAK PERNAH YA, GUE AKUI LO MEMANG SEKSI, MENARIK, TAPI GUE NGGAK AKAN SUDI NYENTUH LO!!!" tegas alvan.
"nggak nyentuh, tapi buktinya Lo udah rebut sesuatu berharga dalam hidup gue!!" ucap viola sinis.
"sampai gue Ngandung anak Lo!!! Lo habis sama gue alvan!!!" geram viola langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kamar itu, ia tidak peduli para asisten rumah tangga yang melihatnya keluar dari kamar alvan dalam keadaan rambut tidak karuan.
Farhan yang sedari tadi mendengarkan percakapan diantara mereka, matanya tajam tangan nya meremas ponsel itu.
"berani beraninya alvan menyentuh istri ku!!! dan viola ia sudah kelewat batas!!! tunggu aku pulang kalian akan terima akibatnya!!!" gumam Farhan lalu ia menyimpan bukti itu, kepalanya pusing ia harus menenangkan nya.
*
setelah hidangan siap Amel tersenyum bisa memasak hari ini, tidak lama kemudian Oma Ningsih datang dan langsung duduk tanpa menyapa Amel.
"masak apa kamu yu?" tanya Oma Ningsih.
"itu Oma yang masak a____" ucap mama ayu namun tangan mama ayu di pegang oleh Amel, agar tidak berbicara ia yang memasaknya.
"mama Oma" ucap Amel.
Oma Ningsih mengangguk, sedangkan mama ayu menatap Amel dengan sedih, kenapa menantunya ini tidak ingin mengakuinya.
Amel tersenyum kalau Oma Ningsih tau ia yang memasaknya mungkin Oma Ningsih tidak akan mau makan, Amel tidak mau mengganggu selera makan Omanya.
__ADS_1
"tumben masakan mu seenak ini yu" ucap Oma Ningsih.
"itu sebenarnya yang mas_____" ucap mama ayu namun omongannya di potong oleh Amel.
"mas Farhan" ucap Amel melihat Farhan datang untuk sarapan pagi.
"ayo mas duduk" ajak Amel.
Farhan duduk Amel menyendok kan nasi ke piring Farhan, mama ayu yang dari tadi ucapan nya di potong memilih untuk duduk saja.
"ayo Ra duduk juga" ucap Farhan ia mengajak Amel duduk di samping Oma Ningsih, agar lebih dekat dan kenal.
Amel mengangguk ia duduk di sebelah kiri Oma Ningsih acara makan hanya ada hening, pak Wijaya belum pulang dari rumah tetangganya untuk mengecek hasil kopi Oma Ningsih, itu sudah menjadi kewajibannya setiap tahun.
*
di tempat lain viola keluar dari mobilnya ia menuju taman untuk menenangkan pikirannya, ia tidak peduli dengan penampilannya saat ini.
"dasar bodoh!!! kau bodoh sekali viola!!! bisa bisanya percaya dengan buaya seperti alvan!!!" geram viola ia menyesali perbuatannya telah bekerja sama dengan alvan.
"BRENGSEK!!!"
viola menangis di kursi taman itu, untung saja masih pagi hari jadi hanya ada beberapa orang saja yang sedang ada di taman itu.
Ratna yang sedang berjalan jalan untuk mencari udara pagi yang cerah, untuk kesehatan kandungan nya saat ini namun pandangan nya teralihkan oleh wanita yang ia kenali.
"buaya??" gumam Ratna mendekat ke arah viola.
"hey!?!?!? buaya betina ngapain Lo disini?" tanya Ratna melihat penampilan viola acak acakan.
viola terdiam ia mengusap air matanya ia mendongak melihat ke arah Ratna, viola berdiri dan tersenyum.
"itu bukan urusan Lo!!"jawab viola langsung ingin melangkah pergi.
"ouh______ memang bukan urusan gue sih!!! tapi turut berdukacita aja ya" ucap Ratna tersenyum.
viola berhenti melangkah dan langsung menoleh ke arah Ratna, ia mendekat.
"gue INGETIN ya sama Lo!! itu bukan urusan Lo!!" tegas viola.
"iya gue tau!!! tapi gue kaget sih liat penampilan Lo kayak orgil UPS!! maaf" ucap Ratna tersenyum.
"brengsek Lo!!" geram viola langsung menarik rambut Ratna Dengan kencang.
Ratna pun ikut membalas perbuatan viola ia menjambak rambut viola dengan kencang, sampai seseorang melihat perkelahian di antara mereka berdua dan memanggil warga yang melintas untuk meminta bantuannya.
"buk buk ada orang berantem, bumil sama gadis" ucap seorang bapak bapak yang sedang melintas ia ingin memecahkan nya namun mereka perempuan.
ibu ibu yang sedang Melihat segera melerainya.
"dasar b*j*n*an Lo!!" umpat viola.
"gila Lo!!!" geram Ratna tetap menjambak rambut viola dengan kencang.
"mbak mbak udah mbak lepasin" ucap para ibu ibu itu, namun di antara mereka ingin membuat video, segera viola melepaskan jambakan rambut Ratna, ia tidak mau popularitas nya hancur karena Ratna.
"dasar ular!!!!" geram viola melangkah pergi.
"dasar buaya betina!!!" umpat Ratna.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya π₯°π₯°π₯° maaf sekali lagi up nya lama ππ₯°ππ₯° tetap stay baca novel ku ya gaesss π₯°π₯°ππ₯° salam happy ππ₯°π see you π₯°πππ