Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
kapal pesiar


__ADS_3

**hallo semuanya selamat pagi😍😍πŸ₯° berjumpa lagi sama novel ku ini maaf kalo up nya lama, jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° karena dukungan dari kalian semua sangat berarti πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ oke let's go πŸ₯°


...selamat membaca...


*


Farhan dan Kevin tengah bersiap untuk meeting bersama klaien yang akan menggarap desain model baju.


"sudah kamu hubungi Dinda?" tanya Farhan sembari memasukkan laptop nya kedalam tas.


"sudah pak, buk Dinda sedang menuju ke tempat pertemuan"


Farhan mengangguk kemudian segera keluar dari perusahaan menuju tempat pertemuan, yang menurut Farhan sendiri aneh karena biasanya mereka meeting di cafe.


tetapi klaein ini meminta meeting di kapal pesiar, entah karena suasana yang nyaman atau mungkin lebih ke fokus.


.......


setelah perjalanan cukup jauh akhirnya mobil yang ditumpangi Farhan dan Kevin terparkir, suasana laut biru mewarnai mata Farhan serta angin yang lumayan sejuk.


"ini pak Bramantyo mau holiday atau meeting sih?" gumam Kevin.


Farhan tidak menanggapi ocehan sekretaris nya itu, ia segera menuju masuk ke dalam. di pinggir laut terdapat cafe. namun pak Bramantyo memilih masuk ke kapal pesiar.


tak berapa lama, mobil yang ditumpangi Dinda bersama supir nya turun, dengan jas hitam dan celana panjang begitu pas di badan Dinda, sangat terlihat wanita karir.


Dinda membuka kacamata hitam nya, rambut sebahunya berkibas kibas tertiup angin.


"ini buk berkas nya"


"terimakasih" jawab Dinda dan segera masuk kedalam kapal itu, pak Bramantyo sudah menunggu.


*


tok tok tok


terdengar suara ketukan pintu kamar Amel, Amel yang sibuk dengan ketiga anak kembarnya melihat Ratna Dengan senyum sumringah menghampirinya.


"eh kak Ratna" ucap Amel terkejut.


"hai mel, gimana kabar kamu?"


"baik" jawab Amel tersenyum dan mengajak sang kakak untuk duduk.


"lucunya keponakan aku..." gemas Ratna lalu menggendong baby Kenzie yang masih tertidur pulas.


"sayang botol susunya biar di cuci dulu" teriak mama ayu langsung masuk kedalam kamar menantunya, dan melihat Ratna berada di sana.


keduanya terperanjat termasuk Ratna, Ratna masih ingat bagaimana ia di usir dari rumah ini dengan begitu memalukan. namun ia juga sudah meminta maaf kepada mereka semua.


"Tante..."


"eh kamu Ratna, maaf menganggu kalian" ucap mama ayu, ia sudah melupakan kejadian waktu itu.walaupun masih membekas, tetapi jika ada musuh apakah keluarga nya baik baik saja?


"kabar Tante gimana?"


"baik, ya sudah kalian lanjut ngobrol nya ya Tante cuma mau ngambil botol baby Kenzo"


setelah kepergian mama ayu raut wajah Ratna terlihat sedih, ia menurunkan baby girl ke dalam brangkar dan duduk di dekat dengan Amel.


"Mel, aku masih kelihatan jahat ya?" tanya Ratna pada adik nya itu.


Amel tersenyum manis, ia memegang pundak sang kakak seakan memberikan kekuatan.


"nggak kak, kita semua udah maafin kakak, yang terpenting kakak jangan patahin kepercayaan kita ya?"


Ratna menggeleng, air matanya jatuh menetes. kesalahan nya dimasa lalu mungkin membahayakan keselamatan Amel. tetapi ia sudah berubah menjadi lebih baik lagi.


Amel berhambur memeluk tubuh Ratna dalam dekapannya, entah kapan terakhir ia memeluk wanita ini. mungkin karena keduanya dulu tidak pernah akur.


"maafin kakak ya Mel"


"iya kak"


Amel menguraikan pelukannya, ia mengusap air mata kakak nya itu.


*


meeting berjalan dengan lancar, tidak ada hambatan apapun. karena kapal masih berlayar di tengah laut, mereka mengakhiri meeting dengan berjabat tangan.


"terimakasih sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami" ucap Farhan.


"Sama sama pak, saya juga turut senang karena sudah memilihkan desainer secerdas nona Dinda" ucap pak Bramantyo.


setelah kepergian pak Bramantyo, Dinda memilih pamit sekedar berkeliling sekitar kapal pesiar ini.


"terimakasih Dinda sudah mau membantu perusahaan kami" jelas Farhan.

__ADS_1


"sama sama, kalau gitu saya permisi dulu" ucap Dinda dan pamit meninggalkan kedua lelaki itu yang masih terduduk di kursi.


sepeninggal Dinda Farhan meraih ponselnya, entah kenapa Sulit sekali sinyal di tengah laut ini. padahal ia sangat ingin menelpon istrinya.


"kenapa pak? ada masalah?" tanya Kevin melihat raut wajah Farhan begitu cemas.


"tidak ada sinyal, saya mau menelpon istri saya" jelas nya.


Kevin tersenyum, entah sejak kapan boss nya jadi sebucin ini? mungkin itulah kekuatan terbesar wanita, bisa menaklukkan hati pria setakluk takluknya.


"padahal jaringan berada di bawah dasar laut! sedangkan kita ada di atas laut? kenapa susah sekali sinyal ini?" gerutu Farhan.


"oh.... mungkin hiu sedang makan sinyal pak, hehehe kalau gitu saya mau jalan jalan dulu" pamit Kevin.


Farhan menggeleng, ia ingin melihat ketiga buah hatinya itu. tadi Farhan berangkat terlalu pagi jadi tidak bisa mendengarkan tangisan baby Kenzo.


"mana ada hiu makan sinyal, yang ada hiu makan air" guman Farhan.


.......


Dinda keluar dari kapal pesiar itu, melihat pemandangan laut biru lepas dan angin yang begitu kencang.


tapi tiba-tiba kapal itu berhenti di tengah hamparan laut, entah karena mesin atau sengaja di berhentikan.


" untuk para pengunjung kapal pesiar ini, kamu sengaja memberhentikan di tengah laut supaya para pengunjung bisa menikmati hamparan laut luas, menghilangkan segala penat kami akan memberikan waktu kurang lebih 60 menit untuk menikmati suasana ini"


terdengar suara mikrofon dari pengeras suara, Farhan yang mendengar itu mendengus kesal. padahal ia sudah tidak sabar untuk kekantor dan menyelesaikan beberapa dokumen lagi.


"kenapa nggak sekalian 24 jam, nanggung" gerutu Farhan mengotak Atik layar ponselnya, entah kemana sekretarisnya itu pergi.


.......


Dinda menyunggingkan senyumnya, ia akhirnya bisa menghilangkan penat setelah semalaman membuat desain baju itu.


"itung-itung refreshing sebentar" gumam Dinda.


tanpa sengaja matanya menangkap sebuah perahu kecil, di pinggiran kapal itu dengan tali pengait nya.


kapal itu memang terlihat kecil mungkin bisa disebut perahu, tetapi itu ada rumah nya.


"apa sih itu namanya...kok gue lupa" ucap Dinda sembari mengingat ingat nama perahu itu.


tanpa pikir panjang, Dinda turun ke perahu itu karena terdapat tangga yang menghubungkan ke perahu kecil itu.


alih-alih masuk ke dalam perahu kecil itu, tidak ada apa-apa di dalam nya. Hanya sebuah dayung dan beberapa kursi duduk.


mungkin Dinda bisa beristirahat sebentar, sembari menghabiskan waktu selama 60 menit.



.......


Dinda tersadar dari tidur nya, ia melihat sekeliling ternyata ia masih di dalam perahu kecil ini.


"oh masih perahu" gumamnya santai.


seketika matanya melotot jantungnya berdegup kencang, ia keluar dan tidak menemukan keberadaan kapal pesiar itu.


dan melihat arjoli nya, mungkin ia tertidur kurang lebih 2 jam, jadi kesimpulannya ia sekarang di tinggal sendirian di tengah laut ini bersama kapal yang sama sekali ia tidak bisa menggunakan nya.


"AAAAA"


teriaknya, ia gelisah melihat sekeliling hanya di penuhi dengan hamparan air asin berwarna biru.


"nggak mungkin!! terus gue gimana?"


Dinda berteriak kencang meminta bantuan namun percuma saja, ponselnya tidak ada di sakunya karena tertinggal di dalam mobil.


"TOLONG...... SIAPA PUN...... TOLONGIN GUE....." ucap Dinda berteriak.


terdengar suara benda jatuh dari dalam perahu itu, membuat jantung Dinda ingin mencelos loncat.


"nggak mungkin hantu penunggu kau ini kan? siang bolong begini" gumam Dinda, keringat nya bercucuran membasahi pelipisnya.


"berisik banget sih!!" gerutu lelaki itu, dengan rambut acak-acakan mungkin karena bangun dari tidur nyenyak nya.


"LO.....!!!!" ucap Dinda terkejut, dagu nya hampir merosot akibat kehadiran lelaki di hadapannya ini.


"LO?? Lo ngapain disini" gertak Alvan.


"Lo yang ngapain disini!!! Lo ngikutin gue ya? atau jangan-jangan Lo yang jebak gue di sini? IYA???" tanya Dinda membentak.


alvan melihat sekelilingnya, ia tidak menemukan keberadaan kapal pesiar itu.


"dimana.... dimana... dimana kapal nya?" tanya alvan linglung.


"Halah nggak usah drama deh, Lo kan yang udah lepasin tali Nya"

__ADS_1


alvan menoleh kebelakang melihat Dinda mantan pacarnya, ya' dia adalah mantan pacarnya! mantan nya waktu kuliah dulu.


"gue nggak tau apa-apa!! gue tidur di situ waktu kapalnya berhenti!! dan gue bangun denger ada teriak teriak gue kira penunggu lautan ini sedang marah, ternyata Lo!!!" ucap alvan menatap mata Dinda.


"udah deh Lo nggak usah drama, gue mau pulang" ucap Dinda menatap ke arah lain.


"yaudah sono pulang"


alvan lalu kembali masuk ke dalam, ia hendak mencari keberadaan ponselnya saat ini.


"ish!!! yaudah nyalain mesinnya!!" titah Dinda mengikuti langkah alvan.


"woy!! cepetan nyalain!!" ucap Dinda hanya melihat alvan sibuk mencari sesuatu.


"Lo cari apaan sih?"


"handphone!! di mana ponsel gue?" tanya nya.


"mana gue tau?" jawab Dinda mengidikkan bahunya.


"dari pada Lo nyariin ponsel butut itu, mendingan Lo nyetir nih perahu agar kita bisa pulang" ucap Dinda.


alvan yang sibuk mencari segera berbalik ke arah wanita ini.


"oke" jawab nya dan langsung menyalakan mesinnya.


"let's go"


"sial"


"apa!!"


"nggak ada bahan bakar!! nggak bisa jalan" ucap alvan.


"APA!!" terus kita gimana? gue enggak mau jadi santapan ikan ikan di laut" ucap Dinda bergidik ngeri.


alvan menatap malas ke arah mantan kekasihnya itu, ia segera mencari keberadaan ponsel nya mungkin satu satunya cara menghubungi orang yang berada di daratan.


"akhirnya ketemu juga" ucap alvan.


namun naasnya tidak ada sinyal sama sekali di tengah laut ini, Alvan melangkah keluar diikuti oleh Dinda yang membuntuti di belakangnya.


"nggak ada sinyal"


Alvan terus mengangkat ponselnya di udara berharap mendapatkan sinyal.


"sini biar gue cariin" dengan sigap tangan Dinda meraih ponsel alvan yang di genggam.


"udah sini biar gue aja" rebut alvan lagi.


"nggak!! Lo nggak akan bisa!! biar gue aja" rebut Dinda lagi.


"siapa bilang nggak bisa? Lo tuh pendek!! udah kembaliin ponsel gue" ucap alvan berusaha merebut kembali ponselnya.


"apa Lo bilang? gue pendek? kurang ajar Lo!!" geram Dinda tidak terima.


"emang kenyataan iya? Lo pendek!! udah sini kembaliin" sembari berusaha untuk meraih ponselnya yang berada di tangan Dinda.


"nggak!! biar gue yang nyari!! gue ahlinya"


"byur"


ponsel milik alvan terjebur di dasar laut, alvan menatap mata Dinda geram.


"ponsel gue!! terus pulang nya gimana? baru aja gue bebas dan sekarang harus terjebak di sini sama Lo!!" geram alvan frustasi.


"gue?? gue juga nggak mau kejebak berdua sama Lo!! mending sama hiu sekalian dari pada sama Lo!!" jawab Dinda.


"yaudah sana terjun!! sama hiu" titah alvan.


Dinda melihat kedasar laut, begitu dalam dan mungkin ia akan mati sebelum bertemu dengan hiu.


"Lo ngusir gue?"


"Lo sendiri yang bilang kan?" tanya alvan.


Dinda mendengus dengan kesal, entah kenapa alvan jadi segalak ini. biasanya pria itu selalu bersikap manis kepada perempuan tetapi ini berbeda mungkin ini Sifat aslinya.


"udah lah gue capek"


Dinda langsung masuk kedalam Duduk di kursi, dadanya bergemuruh.


"mana ponsel Lo"ucap alvan meletakkan tanggal nya ke hadapan Dinda.


"gue nggak bawa" jawab gadis itu.


"apa? terus gimana kita pulang?" tanya alvan sedikit stress, rencananya berlibur jadi hancur gara gara bertemu dengan Dinda.

__ADS_1


"ya gue juga nggak tau!!" geram Dinda.


Ok GAES terimakasih sudah mau baca novel ku ini πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°


__ADS_2