Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
tegas


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


*


"kamu luka Ra?" tanya Farhan melihat luka di kaki Amel.


Amel mengangguk kakinya memang terluka akibat berlari menjauh dari penculik itu.


"beraninya penculik itu melukai istriku!!!" geram Farhan ia segera meraih ponselnya dan menelpon anak buahnya untuk segera menggerebek penculik itu.


"TANGKAP MEREKA DAN BAWA KE HADAPAN KU SEKARANG!!!!" geram Farhan di ponselnya.


Amel terkejut ia baru melihat Farhan sekeras itu, setau Amel Farhan, adalah orang yang bucin dan cuek tetapi ini begitu menyeramkan.


setelah berbicara pada anak buahnya Farhan menatap Amel dan langsung memeluknya.


"mas Farhan nggak usah khawatir, aku nggak pp kok" jelas Amel.


"nggak!!! mas nggak biarin orang itu lolos begitu saja!!!" jelas Farhan dengan tegas.


Farhan meraih kotak P3 K ia segera membersihkan luka yang ada di kaki istrinya itu.


"kerumah sakit sekarang pak!!" perintah Farhan kepada sopir, ia khawatir jika luka yang ada di kaki istrinya infeksi apalagi Amel sedang hamil.


"udah mas aku nggak pp" ucap Amel.


"nurut!!!" jelas Farhan.


seketika Amel terdiam, kalau Farhan sudah dalam mode galak dan tegas perintahnya tidak bisa dibantah.


*


ditempat lain lelaki yang menculik Amel beserta anak buahnya ia masih berada di markas itu.


"kita sekarang harus bagaimana boss?" tanya penculik (1)


"aku yakin mereka sekarang sedang menuju kesini, lebih baik kita pergi!!" jelas penculik itu.


mereka bertiga bersiap siap menghilangkan beberapa jejak agar tidak ada bukti terjadi penculikan.


mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi setelah membuang bukti penculikan.


*


mobil Farhan sampai di rumah sakit milik keluarganya, ia segera menggendong sang istri untuk diperiksa, sampai di koridor rumah sakit Farhan berpapasan dengan Widia.


"ini kenapa Han?" tanya Widia terkejut melihat Amel di gendong.


"tolong periksa istriku dan obati lukanya!!" jelas Farhan.


tanpa pikir panjang Widia menyuruh Farhan membawa Amel ke IGD untuk diperiksa, Farhan mendampingi istrinya ia tidak mau meninggalkan Amel.


"aku periksa dulu ya Mel" ucap Widia, dan memulai memeriksa Amel.


Amel mengangguk ia tidak bisa mengatakan apa apa, yang dikatakan oleh Farhan memang benar.


"kandungan kamu lemah Mel, setelah ini makan dan minum vitamin ya" ucap Widia.


Amel mengangguk sedangkan Farhan mengelus rambut istrinya itu, karena penculik itu Amel sampai terluka.


"lihat saja nanti akan aku habisi penculik itu" batin Farhan.

__ADS_1


"aku perban dulu lukanya" ucap Widia lalu mulai mengobati Amel.


setelah hampir memakan waktu cukup lama Farhan dan Amel keluar dari ruangan itu setelah mendapatkan resep vitamin.


"kita pulang ya mas" jelas Amel.


"iya Ra yuk"


Farhan membantu Amel masuk kedalam mobil, tiba-tiba ponselnya berdering cepat cepat Farhan mengangkat nya.


"bos penculiknya sudah kabur, semua jejak sudah dihilangkan" jelas lelaki di seberang telepon.


Farhan langsung mematikan ponselnya ia meremas ponsel itu dan langsung masuk ke mobil, ia langsung memeluk Amel karena tempat tenang ialah memeluk tubuh istrinya.


"mas kenapa?" tanya Amel bingung.


"mas kangen sama kamu Ra, Jangan pernah pergi lagi ya selain sama mas!" jelas Farhan.


''iya mas"


"astaghfirullah mas, gimana keadaan mamah? asam lambung nya kumat tadi" jelas Amel baru mengingat jika mertuanya kena asam lambung.


"mama baik baik saja, yang terpenting kamu Ra" jelas Farhan.


Amel merasa lega tanpa sadar mobil Farhan memasuki pelataran rumah besar milik keluarga Wijaya.


Farhan langsung menggendong tubuh Amel dan memasuki rumah, sampai dirumah ia disambut oleh mama ayu dengan Isak tangisnya.


"assalamualaikum" salam keduanya.


"waalaikumsalam, amel___" ucap mama ayu langsung memeluk tubuh Amel ia sangat sedih jika terjadi sesuatu oleh Amel


"Alhamdulillah mah Amel baik baik aja" jelas Amel tersenyum ia baru pertama kali mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


"udah mah____amel nggak pp" jelas Amel dan memeluk tubuh mertuanya itu.


setelah acara berpelukan ( serasa teletabis ya gaesss) perhatian mama ayu tertera pada kaki Amel yang terbalut perban.


"kamu luka?" tanya mama ayu.


"ini luka kecil kok mah" jawab Amel tersenyum.


"mama akan cari penculik itu sampai dapat!!!" geram mama ayu.


pak Wijaya menuruni tangga ia mendengar suara menantu dan anaknya, setelah tadi siang mendapat kabar bahwa Amel diculik.


"Amel" ucap pak Wijaya dan langsung menuruni tangga.


ingin sekali memeluk tubuh Amel karena saking khawatir nya, ia sudah menganggap Amel seperti anak perempuan nya, tetapi langsung dicegah oleh Farhan.


"eits________mau ngapain?" tanya Farhan dengan sorot mata tajam.


"mau peluk anak perempuan papah lah" jelas pak Wijaya.


"NO!!!! ini memang anak papa tapi ini istri farhan!!!" jelas Farhan dengan tegas.


"iya iya" jawab pak Wijaya.


mama ayu dan Amel tertawa melihat tingkah Farhan, walaupun pak Wijaya ingin memeluk Amel namun tidak mungkin melakukan hal itu karena bukan mahram, walaupun itu mertuanya.


"siapa penculiknya Han? biar papah langsung masukin ke penjara" tegas pak Wijaya ia sudah menyuruh anak buahnya mencari jejak pelaku, namun tidak ada hasil.

__ADS_1


"belum ketemu pah, tetapi kalau sampai ketemu Farhan akan habisi orang itu!!!" jelas Farhan.


pak Wijaya bangga pada Farhan selama ini ia tidak salah mendidik.


(20 tahun yang lalu saat Farhan kecil)


"Han kalau kamu sudah besar, siapapun yang ingin menyakiti orang yang kamu sayangi kamu harus membalas nya!!! jangan biarkan orang itu lolos, ingat Han!!!! suatu saat nanti kamu akan besar menjadi seorang yang bisa melindungi keluarga mu walaupun taruhannya nyawa" pesan dari pak Wijaya.


Farhan masih ingat pesan dari papahnya, berkat perkataan nya Farhan menjadi seorang kuat.


"yaudah kita makan dulu yuk sayang" ajak mama ayu, pasti Amel kelaparan sejak tadi siang.


mereka semua duduk dimeja makan menyantap makan malam, namun perhatian Farhan teralihkan oleh kakaknya alvan ia tidak melihat pria itu sejak beberapa hari lalu.


"kemana perginya kak Alvan mah?" tanya Farhan.


"dia ke apartemen nak, hanya sesekali dia pulang" jawab mama ayu.


"oh" jawab Farhan singkat, ia sedikit menaruh curiga kepada alvan tentang penculikan Amel.


"tumben cariin kakakmu? biasanya kaya kacang lupa kulitnya" jelas pak Wijaya.


"Hanya penasaran aja" jawab Farhan singkat.


Farhan harus segera mencari bukti bukti tentang penculikan Amel, sampai kakanya terlibat ia tidak akan pernah memaafkan nya.


pak Wijaya yang melihat wajah anaknya itu melamun segera melemparkan ayam goreng tepat di wajahnya.


"aduh!!"


"makanya Jangan melamun harimau________itu saya kasih daging" jelas pak Wijaya.


Farhan memasang wajah kesalnya kepada papahnya, dalam keadaan seperti ini papahnya masih selalu bercanda.


"Farhan masih cari tau tentang pen_____"


"UDAH MAS CUKUP!!" Teriak Amel entah mengapa setiap mengatakan penculikan kepala Amel pusing.


"kenapa Ra?" tanya Farhan panik.


"kepala ku pusing mas, jangan bicarain penculikan lagi ya" mohon Amel.


Farhan mengerti mungkin Amel sedikit trauma tentang penculikan yang dialaminya.


"ajak istrimu istirahat Han, mungkin dia lelah" ucap pak Wijaya.


mama ayu pun mengangguk ia khawatir dengan keadaan Amel, Farhan segera menggendong tubuh Amel dan menaiki tangga.


"mas Farhan yakin? mau gendong aku naikin tangga sebanyak ini?" tanya Amel sedikit ragu.


"iya yakin" jawab Farhan dan mulai menaiki tangga itu satu persatu.


"bukan cuma aku yang digendong Loh mas, tapi anak kita juga" jelas Amel lagi.


"udah percaya aja!!" ucap Farhan baru setengah menaiki tangga ia sudah berkeringat, hingga membuat Amel tertawa.


"seneng liat suaminya kecapean?" tanya Farhan.


"yaudah turunin aja mas, aku bisa jalan kok" ucap Amel tersenyum.


"enggak!!"

__ADS_1


"besok mas bikin lift aja, biar nggak usah naik tangga lagi" ucap Farhan lagi.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°


__ADS_2