Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
tanmi (mantan suami)


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ jangan lupa untuk like dan komen πŸ₯°πŸ₯° selamat πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


*


"kau dan anak buahnu yang bodoh____seharusnya kau menghilangkan jejak itu dengan benar" ucap viola.


"ini juga ide gila mu!!! kalau Farhan sampai mengetahui tentang ini kau akan aku bawa dalam masalah ini!!" jelas alvan mengancam viola.


"kau mengancam ku?"


ditempat lain Ratna batu turun dari mobil, ini kali pertamanya ia bisa keluar dari apartemen milik Fano karena semenjak menikah ia dilarang keras olehnya, entah setan dari mana ia menuruti semua perintah Fano.


"huh akhirnya bisa shoping plus makan di cafe mewah" ucap Ratna dan menuju restoran modern.


tapi langkah nya terhenti ketika melihat alvan dan viola sedang berbincang, dari raut wajah diantara keduanya jelas sekali membicarakan hal serius.


"sejak kapan mereka akur?" gumam Ratna ia mencoba mendekati keduanya, untuk sekedar menguping pembicaraan diantara mereka.


"gue gak mau tau Lo harus bisa hilangkan bukti itu dari tangan Farhan" ancam alvan.


"gimana caranya? Lo dan anak buah Lo yang nggak bisa kerja dengan becus_____culik satu wanita saja sampai kabur" jelas viola.


mata Ratna seketika membulat, apakah ia tidak salah dengar? culik wanita? berarti mereka sedang membicarakan penculikan.


"amel begitu pintar, dia lebih pintar dibandingkan kancil" ucap alvan.


"bukan Amel yang pintar tapi kau yang bodoh!!!" jawab viola.


dari kejauhan Ratna mendengar kan pembicaraan keduanya, sembari menutupi wajahnya dengan buku menu.


"jadi Amel diculik? dan mereka dalang dari penculikan itu? namun gagal?" gumam Ratna lirih.


viola yang malas berdebat dengan alvan ia pergi begitu saja, kepalanya serasa ingin pecah bukan karena ancaman dari alvan, tetapi jika Farhan mengetahui viola lah dalang dibalik penculikan Amel ia tidak akan bisa bertemu dengan farhan lagi.


"dasar wanita!!!" gumam alvan geram, ia telah salah berkerja sama dengan viola.


"MAKANYA KALAU BUAT RENCANA DIPIKIR DULU TANMI (mantan suami)" ucap Ratna menahan tawanya dan mendekati alvan.


"Lo?" tanya alvan terkejut bagaimana bisa Ratna ada disini? apakah ia mendengar pembicaraan antara ia dan viola.


"Iya gue kenapa?"tanya Ratna tersenyum.


alvan membuang nafas kasar, bagaimana jika Ratna berbicara dengan farhan dan mengatakan semuanya.


"Lo denger pembicaraan gue sama viola?" tanya alvan.


"ututu dengar lah tanmi (mantan suami)"


"kalau Lo kasih tau ke Farhan tentang semuanya, Lo habis ditangan gue" ancam alvan.


"ututu____serem banget sih ancaman nya" ucap Ratna tersenyum mengejek.


"lagian gak guna juga gue kasih tau ke Farhan, tidak menimbulkan untung apapun!!" jelas Ratna.


"oh iya ya sekarang kan Lo udah nikah" jelas alvan santai.


"tapi_______kalau gue ingin balaskan dendam ku pada tanmi bisa kali ya" ejek Ratna.


"LO JANGAN MACAM MACAM YA!!!" geram alvan.


"oke oke santai aja kali"


*


ditempat lain Farhan dan Fano sedang bertemu kleain, setelah Farhan mengamuk di apartemen milik kakaknya ia harus tetap menjalankan proyek ini.


setelah beberapa jam meeting dengan klaein Farhan mendapatkan pesan dari papahnya untuk kekantor papahnya segera.

__ADS_1


"ish___harimau ganggu aja sih!! gak tau apa anaknya lagi pusing" gerutu Farhan memijat pelipisnya.


"kenapa bro" sapa Fano.


"kepala gue pusing, rumah tangga itu ujiannya berat sekali ya?" ucap Farhan.


"ya iyalah namanya juga rumah tangga, kalau gak mau ujian trs langsung lulus aja" jawab Fano santai.


"Lo kira ini lagi ujian sekolah!!!"


Fano terkekeh tiba-tiba Kevin datang untuk memberikan jadwal kepada Farhan.


"ini jadwal untuk meeting bersama kleain pak"


"INI SERIUS? INI JADWALNYA PADAT BANGET!!" ucap Farhan terkejut.


Kevin bingung biasanya itu jadwal paling sedikit bersama kleain, tetapi kenapa farhan bilang itu padat?.


"maaf pak biasanya juga seperti ini, bahkan lebih padat" jelas Kevin.


"Ya itu dulu____sekarang beda!!!"ucap Farhan tegas.


"sabar____kepalanya ingin di pukul sama palu, inilah contoh suami idaman" ucap Fano.


"oh iya ya" jawab Kevin paham, mungkin saja Farhan ingin bermanja dengan istrinya yaitu Amel.


"Lo aneh Han" ucap Fano.


"aneh kenapa?" tanya Farhan heran.


"setahu gue Lo itu tegas dan berwibawa di kantor maupun di rumah, dan lihat lah Farhan yang sekarang di kantor tegas tetapi aslinya bucin tingkat akut" ejek Fano.


"entah lah" jawab Farhan, ia pun bingung kenapa akhir akhir ini ingin selalu dekat dengan Amel.


"masih ingat dulu____lo nolak mati matian pernikahan itu"


(skip ya gaesss kita langsung loncatin ke dua Minggu kemudian, dimana kandungan Amel sudah usia 6 bulan)


pagi hari menyapa dengan terang, akhir akhir ini perut Amel selalu sakit walaupun kata Widia itu hanya kontraksi ringan.


"Ra"


"eh mas Farhan udah bangun" jelas Amel kaget.


"kenapa perut nya? sakit?" tanya Farhan.


"sedikit" jelas Amel.


"yaudah yuk ke rumah sakit" jelas Farhan.


"enggak usah ini biasa kok mas tuh kan ilang sakit nya" ucap Amel yang tadi nyeri sedikit sekarang hilang.


"yakin?" tanya Farhan khawatir.


"iya yaudah ayo turun" ajak Amel.


"kiss morning"


"CUP"


"dah lah yuk turun" ajak Amel.


"iya iya"


Farhan menuju kamar mandi ia segera bersiap ke kantor pagi ini, mereka memasuki lift sudah beberapa hari ini Amel menyukai alat itu.


"pagi mah" sapa keduanya.

__ADS_1


"pagi sayang, ayo makan dulu" jelas mama ayu


"kemana papa?" tanya Farhan.


"biasa lagi siap siap" jelas mama ayu.


tak berapa lama pak Wijaya menuruni tangga ia menarik kursi untuk duduk dimeja makan,


mereka semua memulai untuk sarapan pagi hari ini.


"rencana kamu hari ini kemana Han?"tanya pak Wijaya.


""oh Farhan ada meeting sama kleain" jelas Farhan.


pak Wijaya mengangguk, malam ini sebenarnya ia ingin meminta Farhan untuk menghandle perusahaan nya dulu, karena ia ingin dayner bersama mama ayu. tetapi melihat Farhan sibuk, pak Wijaya urungkan niatnya.


"SAYUR SAYUR TONG TONG!!!" terdengar suara tukang sayur dari depan teras, seperti biasanya bibi Lastri membeli sayur untuk menu makan malam nanti.


"mas!!" ucap Amel mengguncangkan lengan Farhan.


"kenapa Ra?" tanya Farhan.


"sayur!!" ucap Amel seraya menengok ke arah teras.


"mau sayur?" tanya Farhan, tanpa pikir panjang Farhan membawa istrinya ke depan teras untuk menuruti keinginan istrinya itu, mungkin Amel ingin memasak sesuatu.


"mau beli sayur apa Ra?" tanya Farhan.


namun pandangan Amel bukan pada sayuran yang begitu segar, tetapi pada kentongan tukang sayur itu.


"aku gak mau beli sayur mas" ucap Amel.


"lalu kenapa kesini?" tanya Farhan, firasat nya mulai tidak enak.


"aku pengen_____pengen liat mas Farhan pukul kentongan itu seraya berteriak SAYUR SAYUR SAYUR NYA SEGAR BUGAR DAN BERGIZI!!!"ucap Amel menirukan suara tukang sayur.


dagu Farhan ingin merosot, ia kira setelah 3 bulan lamanya hamil setelah itu tidak ngidam lagi, namun dugaannya ternyata salah.


"mas buru buru Ra, mau ke kantor" ucap Farhan melangkah masuk kedalam rumah.


"YAUDAH BIARIN ANAKNYA NANTI ILERAN"teriak Amel.


langkah Farhan terhenti, dengan wajah tersenyum ia memeluk istrinya itu dari belakang.


"iya iya Humaira ku______jangan marah marah" bisik Farhan ditelinga Amel.


sedangkan bibi Lastri dan tukang sayur menjadi penonton keromantisan diantara mereka.


"maaf ya den, non, boleh romantis kok tapi hargai orang jomblo ya" ucap bibi Lastri.


Amel dan Farhan tertawa, disertai tawa tukang sayur.


"ini bunga untuk mu wahai bidadari surga ku" ucap tukang sayur yang bernama mang Eman seraya menyodorkan sayur bayam.


"bidadari kepala mu_______udah ini total nya berapa" sungut bibi Lastri.


"udah bi_____terima aja, udah dilamar Lo itu" jelas Amel.


"ogah lah non untuk non Amel aja"


"heh_____lalu saya mau dikemanakan?" gerutu Farhan kepada asisten rumah tangga itu.


"bercanda tuan hehehe" tawa bibi Lastri dan pamit masuk kedalam.


setelah kepergian bibi Lastri Amel menatap Farhan, sesuai janji Farhan tadi ia akan memukul kentongan itu.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2