
maaf kalau up nya lama ya gaesss, biasa terjadi ada kendala sebentar π Jangan lupa untuk like dan komen yaβΊοΈ karena like dan dukungan kalian sangat berarti π₯°π₯°π₯° selamat membaca π₯°ππ₯°ππ₯°ππ₯° ready βΊοΈβΊοΈβΊοΈπβΊοΈβΊοΈβΊοΈπβΊοΈβΊοΈβΊοΈπβΊοΈπβΊοΈβΊοΈ
*
pagi hari menyapa, dimana keadaan Amel sejak 5 hari di rawat sudah mulai membaik.
ia menoleh ke arah Farhan yang sedang melihat ketiga anaknya itu.
"mas kapan aku pulang?" tanya Amel.
Farhan menoleh ke arah istrinya, sembari memegang botol susu ia menyunggingkan senyumnya.
"tunggu kalian sehat dulu ya" jelas Farhan.
"aku sudah sehat mas!!!" jelas Amel.
"memangnya kenapa buru buru pulang Hem???"
Farhan menautkan kedua alisnya, menunggu Jawaban istrinya itu.
"Udah bosen, lagian kan kita mau ada acara 7 hari si kembar? memangnya mau di kasih nama apa mas?" tanya Amel sampai saat ini ia pun belum menyiapkan nama yang pas untuk ketiga bayi kembarnya itu.
"Hem"
Farhan bedehem, ia tersenyum sembari melihat ketiga anaknya yang lucu itu.
"nanti mas kasih tau"
Farhan kembali ke brangkar ranjang bayi itu, ia menggendong anak pertamanya.
"kamu ganteng banget sih" gumam Farhan menatap bayi yang ia gendong.
"itu kan anaknya mas Farhan" jelas Amel menggeleng kan kepalanya, untuk saat ini Amel tidak bisa memberikan ASI-nya karena belum keluar, jadi sementara menggunakan susu formula.
"nanti kalau sudah besar harus seperti papah ya?" tanya Farhan pada putra pertamanya.
"jangan mas!!!"
Amel menggeleng, kalau puteranya meniru sifat Farhan mau jadi seperti apa?
"kenapa Ra? aku ganteng? pintar? kenapa nggak boleh jadi seperti aku?" tanya Farhan penuh tanda tanya.
"iya!! kalau jadi seperti mas Farhan nanti play boy!! aku nggak mau mas" jelas Amel penuh penekanan.
(ketiga bayi itu tersenyum melihat perdebatan kedua orang tua mereka)
"astaga Ra!! aku bukannya play boy tapi terlalu ganteng aja" jelas Farhan tersenyum.
"sama aja mas!! pokoknya aku nggak mau mereka niru mas Farhan titik!!!" jelas Amel menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"iya iya Humaira ku" jelas Farhan mencolek dagu Amel lalu mencium nya.
"terimakasih ya Ra, aku kagum sama perjuangan mu" jelas Farhan mengusap rambut istrinya ini.
"iya mas" jawab Amel tersenyum segera memeluk tubuh bidang suaminya ini.
*
di kantor, Fano dan Kevin sedang berada di ruangan Farhan akhir akhir ini pekerjaan banyak yang terbengkalai akibat Farhan cuti.
"eh bego bukan disitu naro berkas nya!!" jelas Kevin menepuk kepala Fano.
"sakit ba*gsat kepala gue mau pecah ngadepin tumpukan berkas setinggi ini!!!" jelas Fano.
"udah deh jangan mulai, sekarang ayo tata pekerjaan gue banyak di luar" jelas Kevin.
"sama!!! gue juga!!" jelas Fano.
namun langkah kaki seseorang di koridor kantor terdengar.
"CURUT!!! CURUT!!!"
teriakan Suara Ratna terdengar nyaring ditelinga Fano, begitu pun Kevin sampai mengelus elus telinga nya takutnya gendangnya bocor.
"aduh mbak jangan teriak teriak ini kantor!! ayo keluar" jelas satpam.
__ADS_1
"NGGAK!! gue mau cari curut dimana dia?" tanya Ratna.
"Curut?? di tong sampah banyak mbak!! mbak salah tempat ayo keluar" jelas satpam lagi lalu ingin menarik tangan Ratna.
"LEPASIN!! maksud gue mau cari Fano!!! dimana dia??" tanya Ratna.
"gue disini"
seketika Ratna menoleh kearah belakang melihat Fano yang sedang berdiri lalu menghampiri nya.
"ini istri saya pak, biasa lagi kurang obat" jelas Fano tersenyum sembari memegang pundak Ratna.
"oh gitu ya pak Fano, kalau begitu saya permisi"
setelah kepergian satpam itu, Fano menggeret tangan Ratna menuju ruangan nya saat ini.
"Lo gila ya? teriak teriak nggak jelas??" tanya Fano.
Ratna membuka tas selempang miliknya, lalu mengeluarkan blackcard nya.
"tuh gue mau belanja nggak bisa di pakai!! Lo blokir ya?" tanya Ratna.
Fano tersenyum, memang kartu itu sengaja ia blokir sudah ada 3 hari ini.
"iya memangnya kenapa?" tanya Fano santai.
"gue mau belanja curut!! minyak habis, beras, semuanya habis" jelas Ratna.
"ya udah belanja!!"
Ratna berdiri dari duduknya, ingin sekali ia mencubit perut suaminya saat ini namun ia urungkan, karena Sekarang harus bermain cantik.
"gue mau beli pakai apa?? daun???" tanya Ratna dengan suara melemas.
"kalau bisa pakai daun silahkan" jelas Fano tersenyum ia meraih laptopnya dan duduk di kursi kerjanya tanpa mempedulikan Ratna.
Ratna menarik nafasnya, ia akan mengeluarkan senjata Andalan nya apalagi kalau bukan ancaman?
"OKAY!!! YOU NGGAK USAH MAKAN MALAM INI!! AND YOU TIDUR DI LUAR!!" jelas Ratna langsung keluar dan membanting pintu itu.
fano yang terlonjak kaget akibat suara pintu itu, disertai Suara petir dari mulut Ratna, apakah ia terlalu kejam atas sikapnya??
"lagi ada masalah bro?" tanya Kevin.
"iya biasa ular berbisa marahΒ² minta blackcard untuk belanja" jelas Fano.
Kevin segera mendekati sahabatnya itu dan segera memegang kening Fano.
"suhu Lo aman, tapi otak lu yang lagi geser" jelas Kevin.
"Lo apa apaan sih!!! maksud Lo apa?"
Fano menepis tangan Kevin, apakah maksud Kevin ia sedang gila?
"heh bro!! Lo ga sadar nyakitin perasaan istri Lo?" tanya Kevin.
Fano menggeleng, memangnya ia melakukan kesalahan apa?
"gini nih sekolah tinggi tinggi, saking tingginya nabrak pesawat!! jadi otaknya miring!!"
Fano makin dibuat tidak faham, tindakan nya menurutnya benar, dengan ia memblokir kartu card itu agar Ratna bisa berhemat.
"Lo ga tau kebutuhan istri itu banyak!!! dari makanan di rumah!! apalagi istri Lo lagi hamil pasti pengen ini itu" jelas Kevin.
"dia boros"
jawaban singkat itu berhasil membuat mata Kevin membulat.
"kalau mau istri Lo nggak boros, nikah aja sama boneka!!" jelas Kevin langsung melangkah pergi.
Fano terdiam apa mungkin yang dikatakan oleh Kevin benar adanya???.
*
di rumah sakit (19.00)
Farhan report mengurusi ketiga anaknya itu hingga kewalahan, mungkin setelah pulang dari rumah ia akan memperkerjakan pengasuh bayi.
__ADS_1
"oekkkkkk" teriak bayi perempuan cantik.
Farhan yang sibuk sedang membuatkan susu untuk putera pertama nya kembali ke brangkar dan melihat si cantik sedang menangis.
"sini mas biar aku gendong" titah Amel.
Farhan mengangguk, ia meraih bayi cantik itu untuk di gendong oleh Amel.
"aduh Ra, aku kewalahan ternyata nggak gampang" ucap Farhan menepis keringat nya.
"lihat lah, kepala mas Farhan sampai keringatan" tunjuk Amel dan meraih tisu.
"terimakasih Humaira ku" ucap Farhan lalu mencium pipi manis istrinya, yang membuat tangis si cantik semakin kencang.
"oekkkkkk"
tak sampai disitu tangis putra pertama Farhan pun pecah, bayi yang tadinya disk sekarang menangis.
"oekkkkkk"
segera Farhan memberikan botol susu itu, yang membuat putra pertamanya terdiam, berbeda dengan anak tengah nya, saudara saudaranya menangis ia tampak tidur nyaman dan tidak memperdulikan kakak serta adiknya.
"tuh niru adik kamu, dari tadi diem aja" ucap Farhan sembari memegang pipi merah anak keduanya.
setelah tangis si cantik dan si ganteng (p) reda dan mulai tertidur pulas, Farhan segera mendekati Amel.
"Ra bibir kamu pucat banget" tunjuk Farhan kepada bibir merah istrinya.
"apa iya mas?" tanya Amel membasahi mulutnya.
"shut!! sini biar aku basahi bibirnya" ucap Farhan lalu mendekat ke arah Amel.
belum juga menyentuh Amel pintu terbuka melihatkan pak Wijaya dan mama ayu sedang berada di ambang pintu.
"hayoo mau ngapain?? tahan dulu!!!" jelas pak Wijaya.
"dasar penganggu!" kesal Farhan.
Amel dan mama ayu terkekeh pelan, melihat Amel tertawa Farhan memasang wajah cemberut nya, memang ia harus puasa namun ia juga bisa menahannya hanya saja pemikiran pak Wijaya yang blangsak entah kemana.
"Farhan sudah tau pah!!! papah nya aja yang pemikiran nya nyungsep" jelas Farhan tersenyum.
"dasar anak harimau!!" geram pak Wijaya langsung menepuk kepala putranya itu dengan buah yang ia bawa.
"sakit pah!! mah lihat lah kelakuan suami mamah" adu Farhan mengusap kepala nya.
"papah" ucap mama ayu menatap suaminya.
"bercanda mah"
pak Wijaya tersenyum, tiba tiba pintu terbuka melihatkan Widia dan suster nya.
"assalamualaikum, pada kumpul nih keluarga Wijaya, boleh Widia masuk?" tanya Widia.
"waalaikumsalam, boleh Wid sini masuk"
Widia dan susternya masuk untuk mengecek keadaan Amel dan bayi kembarnya saat ini.
"Widia izin periksa dulu ya Tan, om" jelas Widia mendekati hati ketiganya.
"iya Wid silahkan" jelas pak Wijaya.
setelah memeriksa keadaan bayi kembarnya Amel, Widia mengangguk karena sudah memastikan ketiganya baik baik saja.
"Alhamdulillah kondisi bayinya sehat" jelas Widia.
"Alhamdulillah"
Widia mendekati Amel yang sedang terduduk di ranjang.
"aku periksa dulu ya Mel" jelas Widia ia memeriksa denyut jantung Amel, dan tekanan darah nya.
"tekanan darah mu normal, keadaan nya sudah lebih fit, besok kalian boleh pulang" jelas Widia tersenyum.
"serius Wid? Udah kamu check semua?" tanya Farhan ia hanya memastikan keadaan Amel baik baik saja.
"iya Han, mereka baik baik aja dan boleh pulang besok" jelas Widia tersenyum.
__ADS_1
semuanya senang termasuk Amel, ia sudah sangat bosan berada di rumah sakit ini.
jangan lupa baca eps ya gaes π₯°πππ₯°π₯° salam happy ππ₯°π₯°π see you π₯°ππ₯°πππ₯°π₯°π₯°ππ₯°πππ₯°π₯°ππ₯°ππ₯°ππ