Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
mencari


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰


*


Farhan menuruni tangga seperti biasa ia meminta agar istrinya memakaikan dasi, Amel berdiri dan meraih kursi ia segera memakai kan dasi di depan mertuanya.


"udah mas" ucap Amel.


"yaudah sekarang sarapan yuk"


mereka berempat sarapan terkecuali dengan alvan, entah sejak kapan alvan jarang berada di rumah.


"kamu undang berapa orang Han? papa pulang larut malam gara gara kamu!!" gerutu pak Wijaya.


"hehehe mungkin hampir semua rekan kerja Farhan, itupun belum termasuk karyawan pah" jawab Farhan santai.


"pesta nya melebihi pernikahan" ucap pak Wijaya lagi.


setelah acara sarapan pagi Amel mengantarkan suaminya sampai di teras, sebelum pergi ke kantor ada ritual cap cip cup kembang kuncup ( author nya nyanyi nih )


"udah ah mas nanti diliatin sama tukang kebun gimana" jelas Amel.


"biarin sama istri sendiri" jawab Farhan santai


"udah ayo Han ritual cap cip cup nya kapan kelarnya?" ucap pak Wijaya.


"iya iya, yaudah aku pamit ya Ra, junior ku!!"


Farhan dan pak Wijaya pamit mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


setelah kepergian Farhan Amel masuk kedalam untuk membantu sang mertua membersihkan sisa makanan.


di dapur mama ayu sibuk dengan piring piring kotor yang berada di meja makan.


"mah Amel bantuin ya" jelas Amel.


"nggak usah sayang kamu duduk aja ya" jawab mama ayu.


Amel bingung setiap ingin melakukan pekerjaan selalu di cegah oleh sang mertua padahal ia sendiri tidak akan terjadi apapun.


tiba tiba asam lambung mama ayu kumat, Amel segera mengajak sang mertua untuk duduk di kursi.


"ya ampun mama kenapa?" tanya Amel panik.


"asam lambung mama kumat nak"


"dimana obat nya mah biar Amel cariin" jelas Amel.


mama ayu segera memberitahu dimana ia menyimpan obat nya, Amel segera pergi untuk mengambil obat tsb.


"obat nya habis mah, Amel belikan dulu ya" ucap Amel dengan wajah yang masih terlihat khawatir.


"biar bibi aja nak, kamu lagi hamil" jelas mama ayu.


"bibi kan lagi ke pasar mah, nggak pp biar Amel aja ke apotek.


tanpa menunggu jawaban dari mertuanya ia segera pamit untuk pergi ke apotek terdekat dari rumah mertuanya, sampai disana ternyata apotek tsb ramai orang.


"duh ramai banget lagi" jelas Amel.


sampai pada urutan amek segera membeli obat sesuai resep nya, ia buru buru pulang untuk pergi ke rumah.

__ADS_1


"mbak mbak boleh titip obat ini, saya mau ngambil dompet saya yang ketinggalan" jelas ibu ibu yang tidak Amel kenali.


"maaf Bu tapi saya buru buru" jawab Amel.


tetapi tanpa mendengarkan ucapan Amel ibu ibu tsb langsung pergi begitu saja meninggalkan obat yang sama sekali tidak Amel ketahui.


"obat tidur?" gumam Amel setelah membaca tulisan yang tertera.


ia menunggu di bawah pohon dan mencoba menelpon bibi yang berbeda di pasar, sambungan pun berhasil.


"assalamualaikum bibi tolong segera pulang mama sedang kena asam lambung nya kumat" jelas Amel di sambungan telepon.


"iya non ini masih diperjalanan" jelas bibi.


setelah menelpon bibi Amel menunggu ibu ibu tsb untuk mengambil obat tidur itu, tanpa sadar ia memasukkan obat tsb di saku bajunya.


tempat disekitar itu begitu sepi, tiba-tiba mobil berwarna hitam mendekat kearahnya ia fikir mungkin ibu ibu tsb ingin mengambil obat nya.


namun pria bertopeng tidak dikenali berjumlah 3 orang mendekapnya dan memasukkan nya di mobil hingga obat untuk sang mertua jatuh di pepohonan itu.


" SIAPA KALIAN? LEPASIN SAYA!!!" ucap Amel seraya berteriak namun salah seorang diantara mereka memberikan obat bius hingga Amel tak sadarkan diri.


*


dikantor perasaan Farhan sedari tadi tidak enak entah karena apa, pikirannya saat ini kacau.


"kenapa bro" tanya Fano melihat wajah sang ayah gelisah.


"gue gak tau perasaan gue nggak enak" jelas Farhan dengan wajah gelisah.


"kita tunda meeting nya Lo istirahat dulu"


Fano membubarkan semua karyawan sampai keadaan Farhan tenang, Farhan langsung menuju ruangan nya ia ingin segera menghubungi istrinya saat ini.


akhirnya ia mencoba menelpon mamanya namun tidak aktif juga, entah kemana semua orang yang ada di rumah.


"coba telpon rumah aja" jelas Farhan dan segera menelpon rumah, sampai panggilan ketiga telpon pun diangkat oleh bibi.


"hallo"


"hallo bik ini Farhan dimana Amel" tanya Farhan to the poin.


"oh non amel sedang pergi ke apotek tadi nyonya asam lambung nya kumat dan di rumah tidak ada orang" jelas bibi.


"keadaan mama bagaimana sekarang?" tanya Farhan.


"Alhamdulillah udah baikan namun non Amel belum pulang" jelas bibi lagi.


"astaga sekarang kamu suruh sopir atau siapapun jemput istri saya" jelas Farhan tegas.


setelah mematikan ponselnya wajahnya begitu panik saat ini ia memikirkan keadaan Amel.


( 15.00 dikantor Farhan)


"gue pamit pulang dulu fan mau cari istri gue" jelas Farhan sembari melangkah beberapa jam lalu ia terus menghubungi rumah namun Amel belum kunjung pulang.


"i iya" jawab Fano


sedangkan mama ayu menangis ia ditenangkan oleh para asisten rumah tangga, seharusnya ia tidak membiarkan menantunya pergi seorang diri.


pintu terbuka dan melihat kan Farhan menghampirinya ia langsung mendekati mama ayu.

__ADS_1


"Amel sudah pulang mah?" tanya Farhan.


"belum nak, maafin mamah seharusnya mama nggak biarin Amel pergi sendiri" jelas mama ayu, ia sudah menyuruh beberapa sopir dan orang lain untuk mencari keberadaan Amel namun hanya menemukan obat asam lambung di bawah pohon.


"udah mah jangan nangis, Farhan cari Amel sampai dapat ya" ucap Farhan dan langsung pergi hatinya saat ini sedang gelisah.


*


di tempat lain Amel terbangun ia sedang pandangan nya saat ini suram, dan melihat keadaan nya diikat di atas kursi dengan mulut di tutup.


"siapa yang menculik aku" batin Amel ia mencoba melepaskan tali yang mengikat nya.


seorang laki laki mendekat ke arah Amel dengan penutup kepala yang masih menempel di wajah nya, Amel sama sekali tidak mengenali lelaki tsb.


namun saat ingin mendekati Amel bunyi ponsel nya berdering menandakan seseorang sedang menelponnya, ia pun kembali pergi meninggalkan Amel.


"hallo ada apa baby?" tanya Lelaki tsb.


"kau sudah menculiknya?" tanya wanita diseberang telepon.


"sudah seperti yang direncanakan, aku mengikat nya dan kau mengganggu aku memulai aksinya" jelas lelaki itu.


"DASAR BODOH_______kau tau bukan dia sedang hamil dan kau mengikat nya?


"bukankah itu yang kau katakan?" tanya lelaki tsb.


"aku memang ingin membuat hidupnya hancur, tapi tidak ingin menyiksa bayi yang ada di dalam perut nya, sekarang lepaskan ikatan itu!!!" perintah wanita tsb.


"baiklah jika itu mau mu" jawab Lelaki itu.


*


Amel berusaha untuk melepaskan ikatan tali tsb, ia yakin lelaki itu sedang menelpon dan mungkin sedang mengadu kepada bossnya.


"akhirnya terlepas juga" ucap Amel lirih ia berhasil membuka jeratan tali itu dengan gelangnya.


"dasar penculik bodoh, di ikat kok pakai tali sepatu" gumam Amel ia lalu melihat pintu yang tidak terkunci, mungkin penculiknya lupa.


Amel mendekati pintu dan melihat keadaan sekitar, lalu ia melihat dua orang lelaki sedang meminum air di botol dengan bercerita mungkin itu anak buahnya.


Amel teringat jika ia masih menyimpan obat tidur yang diberikan oleh ibu ibu tadi di apotek.


dengan langkah yang pelan namun pasti, Amel mendekati kedua orang itu dari belakang ia memasukkan air di botol itu dengan obat tidur dosis tinggi.


dengan cepat Amel kembali ke tempat semula untuk melihat dua orang penculik itu meminum air yang sudah tercampur oleh obat tidur.


*


dikantor Kevin memberikan berkas yang harus di tandatangani oleh Farhan karena ia ingin segera pulang hari sudah mulai gelap.


"kemana perginya pak Farhan?"tanya Kevin.


"ada urusan" jawab Fano.


"oh ya udah gue pamit pulang dulu ya udah mau Maghrib nih" jelas Kevin.


"Terus yang handle siapa dong?" tanya Fano.


"ya Lo lah kan Lo tangan kanan pak Farhan" jawab Kevin sembari tertawa.


"sialan Lo" umpat Fano.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰ see you 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰


__ADS_2