Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
lingerie


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° selamat membacaπŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°


*


Farhan dan Amel pulang larut malam, itu semua karena Farhan sepanjang jalan selalu berhenti untuk membeli makanan.


"mas ini camilan nya banyak banget" jelas Amel yang melihat Farhan banyak sekali makanan ringan.


"enggak tau mas pengen aja" jawab Farhan santai.


Amel bingung akhir akhir ini Farhan banyak sekali makan entah itu karena ia setelah sembuh dari sakit, atau dari hal lain.


"Ra mampir ke toko itu yuk" tutur Farhan ia ingin membelikan sesuatu untuk Amel.


Amel mengganguk untuk apa suaminya mengajak nya ke toko pakaian wanita? apakah ada sesuatu yang ingin dibeli Farhan?


Farhan dan Amel masuk, Farhan langsung mencari tempat lingerie untuk sang istri nya.


setelah menemukan tempatnya pakaian itu Farhan segera mengajak Amel kesana.


"mau kemana mas?"tanya Amel.


tanpa menjawab pertanyaan istrinya Farhan melihat kan beberapa lingerie untuk istrinya ini, seketika mata Amel membuat sempurna.


"mas ini kan_____" ucap Amel lirih.


"bentar" jelas Farhan ia segera memanggil pemilik toko.


"mbak saya mau beli semua lingerie ini" jelas Farhan.


amel terkejut, apakah suaminya ini sudah tidak waras? sejak kapan Farhan menjadi seperti ini?


setelah kepergian pemilik toko itu, Amel langsung mendekati Farhan.


"mas kenapa beli ini?" tanya amel lirih.


"nggak pp biar lebih semangat" jelas Farhan.


Amel memijit pelipisnya ia sepertinya sudah salah menikahi orang.


"nanti malam pakai yang warna hitam ya" ucap Farhan dengan nada menggoda.


"mas Farhan masih sehat kan?" tanya Amel menempelkan tangannya ke kening suaminya.


"sehat lah Ra, ini normal" jelas Farhan.


lingerie yang sudah dibeli langsung dimasukkan ke mobil, Farhan segera menjalankan dengan kecepatan rata-rata.


keheningan menyelimuti keduanya, Amel sedang tidak ingin bicara pada suaminya ia pun tidak tau akhir akhir ini emosi nya susah di atur,


Farhan memegangi dadanya agar Amel memperhatikan nya sembari memberhentikan mobilnya ditepi jalan.


"mas masih ada yang sakit?" tanya Amel yang melihat Farhan memegangi dadanya.


"iya Ra sakit di dada karena kamu diemin aku" jelas Farhan.


Amel langsung memukul lengan Farhan dengan lembut, suaminya ini mengerjai nya padahal Amel sudah khawatir.


"aduh______sakit Ra" jelas Farhan sambil meringis kesakitan memegangi lengannya.


"ya ampun mas______maaf mas, a aku nggak sengaja"jelas Amel khawatir.


"aduh Ra_______sakit banget hati aku lihat wajah cantikmu" jelas Farhan.

__ADS_1


wajah Amel seketika memerah ia langsung menyembunyikan nya dengan telapak tangan nya.


"jangan ditutup Ra__________humaira ku' sembari membuka tangan Amel.


"ututu manis banget bidadari surga ku" gombal Farhan sembari mencubit pipi Amel.


"udah ah mas nanti keburu malam nih" jelas Amel.


Farhan kembali melajukan mobilnya sesudah puas menjahili istrinya ini.


*


Amel dan Farhan memasuki rumah, kebetulan sekali sedang makan malam dan semua orang berkumpul.


"assalamualaikum" salam keduanya.


"waalaikumsalam" jawab mama ayu dan pak Wijaya, sedangkan alvan hanya diam ia sangat membenci jika Farhan dan Amel akrab.


"ayo sayang duduk dulu" tutur mama ayu.


mama ayu menggandeng tangan Amel dan mengajak nya duduk, sedangkan seperti biasa Farhan selalu ditinggal.


"kasihan anak harimau tak di anggap" ejek pak Wijaya.


Farhan memasang wajah kesalnya, sedangkan mama ayu dan Amel tersenyum melihat tingkah keduanya.


"gimana rencana ulang tahun perusahaan kamu?" tanya pak Wijaya.


"nanti diurus pah" jelas Farhan.


Farhan langsung memanggil bibi Lastri untuk membawakan beberapa paper bag ke kamar Amel.


"bi___lastri lolong bawakan beberapa paper bag ke kamar ya" jelas Farhan.


"beli apa kamu Han?" tanya pak Wijaya.


"beli baju di____"


"baju di toko pah tadi" jawab Amel memotong ucapan suaminya, ia bisa malu kalau Farhan sampai mengatakan hal sensitif itu di depan mertuanya.


Farhan menatap Amel kenapa istrinya ini malah memotong ucapan nya? Farhan berfikir mungkin saja Amel malu jika mengatakan tentang pakaian itu. padahal niat Farhan hanya untuk berbagai lingerie itu pada papanya.


"baju apa?" tanya pak Wijaya.


"udah pah, jangan kepo deh_____kaya nggak pernah muda aja"jelas mama ayu.


Farhan mengedipkan sebelah matanya sebagai tanda mengkode pak Wijaya, pak Wijaya yang mendapatkan kode dari sang anak pun tersenyum.


"oh___itu_______hem_____" jelas pak Wijaya.


wajah Amel memerah bisa bisanya suaminya ini malah terus terang ke mertuanya, Sekarang ia harus menaruh mukanya Dimana? ( ya ditaruh di muka aja Mel ribet amat hahaha)


"mas"bisik Amel kepada farhan.


"iya Ra? kenapa?"tanya Farhan.


"aku malu mas!!!" jelas Amel seraya menekankan kata kata.


"yaudah sini kalau malu, peluk aku aja" Jawab Farhan.


Amel langsung menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Farhan, ia benar benar malu terhadap mertuanya saat ini.


pak Wijaya dan mama ayu tersenyum melihat tingkah keduanya yang begitu lucu.

__ADS_1


"udah nggak usah malu sayang" jelas mama ayu.


Amel tetap menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Farhan wajahnya benar-benar merah seperti Udang rebus.


*


persiapan untuk acara ulang tahun besar besaran di hotel bintang 5 akan dimulai, Farhan tengah sibuk dengan beberapa Klaein serta rekan rekan yang akan di undang.


"kamu ikut ya Ra" ucap Farhan.


"emangnya boleh mas?" tanya Amel ia melihat badannya lumayan gemuk apakah Farhan tidak malu jika membawa istrinya ini?


"boleh dong, kamu wajib ikut"


"aku kurang PD mas, badan ku lumayan gemuk memangnya kamu tidak malu?"tanya Amel seraya menunduk.


"justru aku lebih malu jika tidak membawa kamu, aku ingin mengenalkan istri ku yang cantik ini dan calon anakku" jelas Farhan.


Amel merasa wanita paling beruntung memiliki suami yang seperti ini, walaupun dengan cara yang terpaksa.


Farhan pamit segera pergi ke kantor, ia harus segera menyelesaikan urusan nya mengenai ulang tahun perusahaan.


Farhan segera memarkirkan mobilnya ia langsung menuju lift untuk sampai langsung ke ruangannya.


Farhan langsung memasuki ruangan nya ia melihat banyaknya undangan di meja nya.


"kenapa belum di sebar undangan ini?" gumam Farhan.


Kevin dan Fano datang, ia melihat Farhan tengah mengotak Atik laptop nya dengan serius.


"belum disebar karena nunggu keputusan dari pak Farhan, apakah suka dengan tampilan modelnya?" jelas Kevin.


"oh saya suka, modelnya modern sekali silahkan sebar saja" jelas Farhan.


"oke pak" jawab Kevin seraya mengangkat beberapa undangan itu, sedangkan Fano hanya diam.


"eh curut bantuin gue bawain undangan sebanyak ini" gerutu Kevin.


"iya iya" jawab Fano ia langsung membawa semua undangan itu dan menabrak Kevin yang sedang menunggunya.


"eh curut jalan nya pakai mata" geram Kevin sembari mengambil beberapa undangan yang terjatuh.


Fano tidak menggubris perkataan Kevin yang sedang mengomel, fikiran nya benar benar kacau saat ini.


"dimana mana jalan pakai kaki kev" ucap Farhan tersenyum.


"bukannya bantuin malah senyum senyum, temennya kesusahan seneng banget" gerutu Kevin lalu meninggalkan Farhan yang menertawakan nya.


*


Fano pulang dari kantor badannya benar benar lelah, apalagi saat sampai di apartemen akan Ribut dengan Ratna masalah tempat tidur.


Fano membuka pintu ia melihat Ratna sedang duduk di sofa, tanpa mempedulikan nya ia langsung mandi badannya lelah sekali.


Ratna melihat undangan di atas meja, ia membuka nya dan melihat undangan perusahaan Farhan.


Fano keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk di bagian pinggang nya, ia melihat Ratna membaca undangan tsb dengan serius.


"Kenapa baca baca?" tanya Fano.


Ratna melihat ke arah Fano, matanya hampir saja tidak berkedip ternyata Fano tampan dengan rambut yang sudah dibasahi.


"gue hanya baca ini, gue ikut acara ini" jelas Ratna mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰ salam happy 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯° see you 😍πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2