
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯°π jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯°π selamat π₯° membaca π₯°ππ₯°ππ₯°ππππ₯°πππ
*
setelah selesai mandi Farhan segera mengganti pakaiannya, ia tidak mungkin menggunakan pakaian tadi karena wangi parfum itu masih menempel.
"Ra" ucap Farhan mendekati sang istri.
"udah mandi?" tanya Amel.
"iya udah, boleh peluk kan?" tanya Farhan.
"iya boleh"
seketika Farhan langsung memeluk tubuh istrinya, ia mengusap kepala Amel disertai mendaratkan senyuman.
"Ra kamu kok makin hari makin enak di peluk ya" ucap Farhan.
"maksudnya?" tanya Amel bingung.
"iya lebih berisi" jelas Farhan.
seketika Amel melepaskan pelukan suaminya itu, ia menatap nya dengan sorot mata tajam apakah yang dimaksud Farhan ia gendutan?
"maksud mas Farhan aku gendut?" tanya Amel.
"bukan gitu Ra, kamu itu chubby" jelas Farhan.
"alah bohong!! bilang aja aku gendut kan?" omel Amel lagi.
"astaga bukan itu Ra"
"ALAH TERSERAH!!" omel Amel lalu beranjak dari tempat tidur nya, ia membuka lemari meraih selimut. Farhan yang melihat itu tidak tau apa yang akan diperbuat oleh Amel.
"nih selimut sama bantal!!" ucap Amel menyerahkan selimut dan bantal kepada farhan.
"selimut? bantal? untuk apa?" tanya Farhan bingung.
"tidur di luar!!" titah Amel tetap memasang wajah kesalnya.
"H-ha? tidur di luar?" tanya Farhan tidak percaya dengan ucapan istrinya ini.
"iya!! cepat sana!!" titah Amel.
"kenapa mas tidur di luar? apa salah mas?" tanya Farhan.
"ga ada" jelas Amel.
"ya ampun Ra tadi mas hanya bercanda!!" jelas Farhan.
"terserah yang penting untuk malam ini mas Farhan tidur diluar!!" jelas Amel.
"cepat mas!!! keluar" ucap Amel menarik tangan Farhan.
Farhan yang sudah pasrah akan kemarahan istrinya, ia di geret keluar dari kamarnya?
"Ra maafin mas" mohon Farhan sembari memegang selimut dan bantal.
"terserah"
Amel langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam, entah mengapa hari ini begitu mengesalkan bagi amel.
Amel langsung menghadap cermin lebar, ia melihat bentuk tubuhnya.
"gemuk juga karena lagi hamil anaknya mas Farhan!! ngeselin mas Farhan!!" geram Amel lalu Langsung meringkuk di ranjang, walaupun sebenarnya hatinya tidak tega menghukum Farhan tetapi ia sangat kesal dengan ucapan Farhan.
Farhan mengetuk pintu kamar nya, ia terus memohon agar dibukakan, namun setelah beberapa menit tidak ada Jawaban ia menyerah.
__ADS_1
"yah beneran ngambek nih" gumam Farhan memasang wajah bingung.
sedangkan pak Wijaya yang sedang berjalan melihat Farhan ada di depan kamarnya, segera pak Wijaya menghampirinya.
"kenapa Han?" tanya pak Wijaya melihat wajah Farhan bingung.
Farhan tidak menjawab ucapan papanya ia memasang wajah melas.
pak Wijaya yang paham ia mengangguk anggukan kepalanya, serta menahan senyum yang hampir merekah.
"kenapa ketawa?" tanya Farhan menatap pak Wijaya tajam.
"enggak, yaudah ya papah mau ke kamar tamu papah ngantuk" jelas pak Wijaya.
namun dengan segera Farhan menghentikan langkah pak Wijaya.
"kamar tamu mau aku pakai pah" jelas Farhan.
"kenapa? kenapa tidak tidur sama istrimu?" tanya pak Wijaya menahan gelak tawanya.
Farhan terdiam ia tidak bisa mengatakan apapun, apakah ia harus mengatakan ke papahnya ini bahwa ia dihukum istrinya? ia terkenal dengan sifat galaknya, dan papahnya akan menertawakan dirinya jika mengetahui ia dihukum.
"kenapa?" tanya pak Wijaya lagi.
"oh________ papah tau kamu dihukum kan sama Amel?" tanya pak Wijaya menaik turun kan alisnya.
"kasihan anak harimau takut sama kucing" ucap pak Wijaya disertai gelak tawanya.
"udah lah pah, terserah papah mau bilang apa yang jelas Farhan mau tidur di kamar tamu" jelas Farhan lalu melangkah pergi.
buru buru pak Wijaya menarik lengan kokoh anaknya itu, ia memberhentikan langkah nya.
"nggak bisa!! kamar tamu untuk tidur papah malam ini!!!" jelas pak Wijaya.
Farhan menaikkan alisnya, untuk apa papahnya tidur di kamar tamu?
pak Wijaya terdiam ia bingung harus mengatakan apa, kepada putranya ini.
*
ditempat lain Ratna yang bosan membaca berita viral di ponselnya, ia melihat Fano sedang duduk santai di sofa.
namun pandangan nya teralihkan oleh tv yg sedang siaran langsung tentang rasa rujak yang begitu memikat para pembeli.
"eh curut curut!!!" ucap Ratna melambaikan tangannya tanpa menoleh.
"apa?" tanya Fano melihat Ratna.
"itu gue mau itu" tunjuk Ratna pada layar televisi.
"rujak?" tanya Fano melihat ke arah televisi.
"iya gue mau cepat beliin"
"oke gue pesan dulu ya" jawab Fano Langsung meraih ponselnya.
Ratna langsung meraih ponsel milik Fano, ia menatap Fano dengan kesal.
"GUE MAUNYA LO YANG BELI!!" teriak Ratna.
"Lo gila? ini tengah malam mana ada orang jualan rujak jam segini!!" jawab Fano.
"ya gue nggak mau tau!!! pokoknya beli sekarang!!!" jelas Ratna.
"enggak gue enggak mau beli!!"
"BELI!!!" Teriak Ratna.
__ADS_1
"ENGGAK"
"ya udah nanti debay (dedek bayinya) ileran" jelas Ratna santai.
"ya udah seterah" jawab Fano santai.
Ratna langsung memukul lengan istrinya dengan bantal, ia benar benar dibuat kesal dengan sikap Fano.
"INI ANAK LO BEGO!!!! CEPAT BELIIN!!" geram Ratna.
"iya iya!! ular kobra gue beliin" ucap Fano Langsung meraih jaketnya.
"nah gitu dong dari tadi, kan nggak perlu keluar tenaga untuk Hajar Lo" jelas Ratna lalu duduk santai menanti rujak yang begitu nikmat.
*
"pah kenapa tidak tidur sama mamah?" tanya Farhan lagi namun tidak kunjung mendapatkan jawaban.
"itu em____" ucap pak Wijaya terbata bata.
"apa?" tanya Farhan bingung.
Farhan tersenyum lalu mengangguk anggukan kepalanya, ia paham kenapa pak Wijaya ingin tidur di kamar tamu.
"papah dihukum juga kan sama mamah?" tanya Farhan menaik turunkan alisnya.
"enggak, hanya saja mamahmu ingin tidur sendiri malam ini" jawab pak Wijaya mencari alasan, padahal sebenarnya ia dihukum karena tidak menepati janji kepada mana ayu untuk dyner.
"oh ya udah Farhan tidur dulu ya" ucap Farhan lalu langsung lari menuruni tangga, ia sengaja memilik tangga karena kamar tamu dekat dengan tangga.
"FARHAN PAPAH YANG TIDUR DI SANA!!!!" teriak pak Wijaya langsung berlari mengejar anaknya itu.
sampai di depan kamar tamu Farhan langsung memegang kenop pintu untuk membuka nya, namun ternyata dikunci.
"HAN"teriak pak Wijaya ngos-ngosan karena mengejar Farhan.
"Han papah yang tidur disini!!!" titah pak Wijaya.
"enggak pah, untuk malam ini Farhan yang tidur disini!!!" jelas Farhan.
"anak harus nurut sama orang tua!!!" tegas pak Wijaya.
"dan____ orang tua harus mengalah demi anak!!" jelas Farhan lagi.
"papah tidur di kamar kak alvan aja!!" ucap Farhan memberikan saran.
"alvan malam ini pulang, lebih baik kamu yang tidur di sana!"
"papah tau sendiri kan? aku sama kak alvan enggak akur?" ucap Farhan.
"terserah yang penting ini kamar tamu untuk papah titik(.)!! tidak ada koma (,) dan larangan apapun itu!!!" jelas pak Wijaya.
pak Wijaya langsung memegang kenop pintu untuk dibuka, namun pintu tsb ditutup mungkin dikunci.
"Kenapa dikunci?" tanya pak Wijaya.
"mana Farhan tau? kalau udah dibuka mungkin sekarang Farhan yang terlebih dahulu masuk" ejek Farhan.
"kamu ini dasar anak nakal!!!!" geram pak Wijaya.
"MANG!!!!!!" teriak pak Wijaya memanggil satpam rumah nya.
setelah beberapa detik satpam itu datang dengan mengusap matanya yang terlihat mengantuk.
"ada apa tuan? ada maling?" tanya satpam itu.
"bukan mang, ini kenapa pintu kamar tamu tidak bisa dibuka? dimana kuncinya?" tanya pak Wijaya.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya yaπ₯°πππ₯° salam happy ππ₯°ππ₯°π₯°π₯°see you ππ₯°ππ₯°π₯°πππ₯°π₯°πππ₯°ππ₯°ππ₯°π₯°