
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya πππ₯°ππππ₯° jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°ππ₯°π₯° selamat membaca π₯°ππππ₯°
*
malam datang begitu cepat, Farhan sudah memberikan doa restu pada alvan dan Farhan, ia sama sekali tidak peduli dengan keduanya yang sekarang ada difikirkan nya adalah perkataan Amel tadi, yang berniat lanjut kuliah.
tiba-tiba pak Wijaya datang menghampiri Farhan, ia melihat sang putra sedang merenung sembari menghisap sebatang rokok.
ia kelihatan sedang ada banyak masalah,pak Wijaya menghampiri putra nya itu.
"kenapa kamu?"tanya pak Wijaya dan duduk di samping Farhan.
"Amel mau kuliah lagi pah"jawab Farhan tanpa menoleh ke arah papanya.
"ya biarin lah,dia itu punya cita cita,masa kamu mau menghalangi nya"jelas pak Wijaya.
sebenarnya Farhan tidak mau menghalangi kuliah Amel, tetapi ia sedikit khawatir jika Rendi mengganggu istrinya, apalagi ia satu kampus dengan amel.dan Farhan berharap Amel bisa lebih mementingkan rumah tangga nya dulu.
pak Wijaya tersenyum melihat raut wajah gusar Farhan,ia paham dengan keadaan yang Farhan alami saat ini.
"oh iya tadi mama mu sama Amel pergi ke butik"jelas pak Wijaya.
Farhan menoleh ke arah papanya,lalu apa hubungannya jika Amel dan mamanya sedang membeli baju di butik?.
"lalu apa hubungannya?"tanya Farhan heran.
"mungkin beli baju dinas"jawab pak Wijaya santai.
Farhan mengira baju dinas yang dimaksud adalah piyama yang sering Amel gunakan.lalu apa hubungannya dengan masalah yang Farhan pikiran sekarang?.
"lalu?"tanya Farhan.
pak Wijaya heran dengan sikap Farhan yang santai menjawab, apakah putranya ini tidak tau mengenai baju dinas malam yang digunakan para istri?.
"kamu nggak tau baju dinas?"tanya pak Wijaya menahan tawanya.
Farhan hanya menggeleng lemah,ia sama sekali tidak tau yang dimaksud sang papa nya.
pak Wijaya tertawa terbahak bahak melihat Tingkah Farhan yang begitu polos, Farhan sejak kecil sudah dihadapkan dengan urusan perusahaan jadi mungkin saking sibuknya ia tidak tau mengenai baju dinas wanita.
"kenapa tertawa?"tanya Farhan heran.
pak Wijaya menepuk bahu sang anak,ia sudah sangat keterlaluan mendidik Farhan dengan perusahaan dari kecil, sampai sampai soal baju dinas wanita pun ia tidak tau.
"kalau Amel menggunakan nya kamu bakal keok"jelas pak Wijaya.
"maksudnya?"tanya Farhan lagi.
"mamamu pernah menggunakan baju dinas,dulu ia mau minta ikut arisan online, papa nggak izinin, lalu mamamu menggunakan baju dinas, pertahanan papa hancur Han"jawab pak Wijaya
__ADS_1
"seperti itu aja keok"ejek Farhan.
"kita lihat saja malam ini Han"titah pak Wijaya dan langsung meninggalkan Farhan dengan penuh senyuman.
Farhan menuju kamar ia akan melihat beberapa file di laptopnya untuk meeting besok pagi, omongan papanya akan ia tanyakan kepada Amel langsung.
Farhan membuka pintu ia melihat Amel yang masih menggunakan piyama tidurnya,ia sedang merias diri di depan cermin, Farhan meraih laptopnya dan menaiki ranjang sembari melihat file di laptopnya.
"kenapa dandan?"tanya Farhan tanpa menoleh ke arah Amel.
"untuk kamu"jawab Amel tersenyum,ia melihat Farhan yang cemberut gara gara kejadian tadi pagi, harusnya ia yang marah tetapi sekarang Farhan yang merajuk dengan nya.
"kamu tadi habis dari mana?sama mama?"tanya Farhan sembari memainkan laptopnya.
"ke butik belanja sesuatu buat kamu"jawab Amel seraya tersenyum manis.
Farhan mengangguk tanpa menoleh ia memang sedikit penasaran apa yang Amel beli.
Amel menuju ruangan ganti ia ingin melihat kan reaksi Farhan dengan ia menggunakan pakaian dinas malam ini.
"memangnya kamu beli apa?"tanya Farhan tanpa menoleh.
"beli ini sih buat kamu"ucap Amel.
Farhan tersenyum tanpa menoleh, mungkin yang dimaksud sang papa adalah piyama yang biasa ia gunakan setiap malam.
"iih beneran nggak mau liat nih?"tanya Amel
"mas"
"nggak"
"tengoklah sebentar"bujuk Amel
"aku kan sudah bil_"
Farhan seketika menatap tanpa berkedip, informasi yang diberikan oleh papanya benar benar menyesatkan, apakah ini yang disebut sogokan yang nikmat?
Amel mengedipkan matanya beberapa kali ketika Farhan menoleh, apakah ia terlihat begitu berbeda?.
"kenapa mas?"tanya Amel heran melihat Farhan menatapnya tanpa berkedip.
"ini yang namanya baju dinas?"tanya Farhan lirih.
Amel menahan senyum, sepolos inikah suaminya yang tidak tau mengenai baju dinas malam?ia kira Farhan orang yang begitu mesum karena memiliki banyak harta.
"ini lebih seksi dibandingkan t"lanjang Ra" bisik Farhan.
kali ini Amel tak bisa menahan tawa,gadis itu tergelak begitu mendengar ucapan polos sang suami mengenai pakaian yang ia kenakan.
__ADS_1
"apa ini semua kamu lakukan agar dapat kuliah lagi?"tanya Farhan.
Amel menggeleng ia tidak bermaksud untuk merayu sang suami,ia ikhlas dari hati nurani nya agar Farhan tidak marah lagi padanya.
"nggak,aku cuma mau nyenengin mas Farhan"jawab Amel tersenyum menggoda.
Farhan yang tau sifat istrinya ia lantas mencium kening sang istri dengan lembut, Amel begitu cantik saat ini baju yang transparan menyatu dengan kulit putih mulus Amel.
Amel membalas ciuman itu dan ia ingin malam ini menyenangkan hati suaminya dengan caranya,ia ingin melupakan semua kejadian tadi pagi ia sudah ikhlas jika tidak kuliah lagi.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
*
sementara ditempat lain Ratna dan alvan memesan hotel untuk malam pertama mereka, ini bukan malam pertama bagi keduanya mereka sudah melakukan hubungan itu sudah beberapa kali di Inggris.
"aku mau istirahat"jelas alvan dan langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang empuk itu.
"kita nggak malam pertama?"tanya Ratna manja.
"sudahlah Ratna kita sering melakukan nya,aku lelah sekali biarkan aku istirahat malam ini"jawab alvan dan langsung memejamkan matanya.
Ratna menggerutu memang mereka sudah sering melakukan nya tetapi ini adalah malam yang berbeda,ini di hari pernikahan mereka, mana bisa alvan membiarkan nya kesepian.
*
pak Wijaya sedang berbicara asyik dengan sang istri di meja makan,hari ini benar benar melelahkan bagi keduanya sebab para tamu masih datang sampai larut malam, dan untungnya semua sudah selesai tepat tengah malam.
"pah Farhan sama Amel kemana?kok nggak kelihatan dari tadi?"tanya mama ayu penasaran, sebabnya sejak tadi ia tidak melihat Amel.
"mungkin lagi pacaran di kamar,oh iya mama tadi beli apa sama Amel di butik?"tanya pak Wijaya.
mama ayu tersenyum, seharusnya ia tidak membocorkan rahasia ini tetapi jika memang harus dibocorkan ia bisa apa.
"beli baju dinas buat Amel"jawab mama ayu antusias.
pak Wijaya tertawa ia masih ingat dengan kata kata sang anak yang tidak tau menau baju dinas malam wanita.
mama ayu yang melihat itu heran, apakah ucapan nya salah? atau suaminya menertawakan dirinya?.
"papa kenapa?kok tertawa?"tanya mama ayu.
"mah,,,mamah tau tidak? anak harimau itutidak mengetahui tentang baju dinas wanita"jelas pak Wijaya diselingi tawanya.
"H-ha? apa iya pah?"
"iya"jawab pak Wijaya dan ketawa kembali.
__ADS_1
"itu semua juga karena papa,dari kecil tidak memberikan kebebasan bagi Farhan"jelas mama ayu sembari menggeleng, Wijaya memang mengajarkan tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik di perusahaan kepada farhan, berbeda dengan alvan yang bebas main dan keluyuran tidak jelas.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°ππ₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯° salam happy π₯°π₯°ππππ₯°ππ₯°