
HALLO GAES KEMBALI LAGI KE NOVELKU ππ₯°π₯°π₯° JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YANG MENDUKUNG YA GAESSS π₯°π₯°π₯°ππ KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI π₯°πππ₯°π₯° SELAMAT MEMBACA π₯°ππ₯°πππ₯°π₯°ππ₯°ππ₯°
*
21.00, malam semakin larut Fano yang sudah menyelesaikan makan malam nya bersiap tidur menyusul Ratna, entah kenapa dengan wanita itu akhir akhir ini. Ratna sering marah marah padanya.
cklek
Suara pintu terbuka melihatkan Fano, dengan segera pria itu duduk di kursi sembari memegang buku, karena sudah melihat Ratna yang tidur di ranjang miliknya.
Ratna menerjapkan matanya, ia membuka selimutnya dan duduk menoleh ke arah Fano.
"ngapain Lo belum tidur? mau marah marah lagi?" tanya Fano menaikkan satu alisnya.
namun pertanyaannya itu tidak di Jawab oleh Ratna, dengan piyama tidurnya yang lumayan pendek turun dari ranjang nya.
Ratna melangkah kan kakinya gontai menuju ke tempat duduk Fano, dengan rambut yang acak acakan Ratna duduk santai di pangkuan Fano. Fano di buat kaget dengan perlakuan aneh dari Ratna.
"kamu.....kamu jahat...."
Fano yang terdiam sejak tadi pun terkejut ketika Ratna mengucapkan kata-kata itu dari mulutnya.
"gara gara kamu.....aku hampir gila....."
Ratna mengeluarkan unek-uneknya yang ada di dalam hatinya selama ini.
"maksud Lo apaan sih nggak jelas!!" tanya Fano.
Ratna terus menggoyangkan badannya di pangkuan Fano, hingga membuat tubuh Fano menenggang.
"Lo minum Vodka ya?" tanya Fano penuh selidik, karena bau dari mulut Ratna tercium.
"nggak.....aku.....minum air.....air putih......benar benar....air putih...... bukan itu...." jelas Ratna sembari tersenyum.
"Lo bohong kan? Lo minum minuman?? ha??" bentak Fano.
"sudah ku bilang..... berapa kali......aku..... nggak....minum itu...... dasar suami bodoh....." umpat Ratna.
"apa kau bilang?"
"ya....kau bodoh....kau memang bodoh....apa aku yang bodoh? karena telah mencintai... orang seperti mu??" tanya Ratna pada dirinya sendiri.
"mencintai ku?" tanya Fano tidak percaya.
"huh......aku memang...... mencintaimu..... orang yang selalu.....buat aku.... sakit hati atas ucapan mu... yang selalu.... memuja putri keraton itu...." jelas Ratna.
mungkin ini saat yang tepat bagi Fano menanyakan perihal alvan kepada Ratna, mungkin saja anak yang di kandung Ratna bukan anaknya.
"apa aku boleh tanya sesuatu pada mu?" tanya Fano.
"tentu... boleh baby" jawab Ratna sembari menganggukkan kepalanya.
"anak yang di kandung Lo anak alvan atau gue?" tanya Fano.
Ratna terus menggeliat di atas tubuh Fano, itu membuat di bawah sana menegang dan berusaha Fano tahan.
"itu anak Lo baby!!! aku nggak pernah berhubungan dengan alvan!!...dan satu lagi, meskipun aku pernah berhubungan dengan alvan....aku selalu memakai pengaman....aku tidak... akan Sudi... mengandung anak....buaya darat seperti....alvan!!" jelas Ratna.
Fano membulatkan matanya, ternyata anak yang di kandung oleh Ratna benar benar anaknya.
tanpa menunggu lama, Ratna menautkan mulutnya dengan bibir Fano. hingga membuat tubuh Fano terkejut.
"ada apa dengan ku? aku tergoda dengan ular berbisa ini?" batin Fano.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
*
pagi menyapa dengan terang benderang, Amel tengah sibuk dengan ketiga buah hatinya ini dibantu oleh beberapa asisten dan mertuanya.
"dimana Farhan nak?" tanya mama ayu sembari menggendong tubuh baby girl.
"lagi pergi mah dari pagi" jelas Amel.
"pergi ke??"
__ADS_1
"nggak tau, pasalnya aku bangun udah nggak ada" jelas Amel sembari memberikan asi kepada putra keduanya itu.
sementara putra pertamanya yang anteng tidur, entah kenapa setiap dekat dengan Amel putra pertamanya selalu anteng. berbeda dengan farhan kalau dekat dengan papahnya putra pertamanya itu selalu menangis.
"tumben si pemberani nya papah nggak nangis" ucap Farhan lalu mencuci tangan di wastafel.
"mas Farhan dari mana saja?" pertanyaan itu langsung di lontarkan Amel.
"oh ke minimarket dekat sini, beli susu untuk ketiga bocil ini" jelas Farhan menenteng susu formula, karena tau Amel tidak akan mungkin menyusui bayi ketiganya itu secara bersamaan.
"oekkkkkk"
terdengar baby Kenzo menangis dengan kencang, dengan sigap Farhan meraih dan menggendong nya.
"kamu kenapa sih kok nangis?" tanya Farhan dengan gemas.
"ish___mas Farhan!!! namanya juga bayi kerjaannya nangis, tidur sama minta susu" jelas Amel menggeleng kan kepalanya.
"bukan itu maksudku Ra"
sedangkan mama ayu yang menggendong baby Kenzie dengan tenang hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat anak dan menantunya ribut.
"udah sini mas biar aku kasih asi dulu" titah Amel menaruh baby kenza di brangkar, lalu kembali meraih Kenzo untuk meminum asi.
"oh iya Ra, mungkin malam ini mas pulang larut malam, ada urusan sebentar" jelas Farhan.
"iya mas"
setelah mencium kening Amel dan ketiga buah hatinya, Farhan pamit untuk berangkat kerja.
"dadah penyemangat papah jangan ngerepotin Oma sama mamah ya" ucap Farhan lalu mencium ketiga buah hatinya itu.
setelah kepergian Farhan, tinggal mama ayu dan Amel yang berada di kamar.
"sayang kamu memangnya nggak lelah? dari malam jagain si kembar?" tanya mama ayu, karena melihat raut wajah Amel yang terlihat sangat lelah.
"nggak pp mah, ini sudah resiko Amel"
tok tok tok
"bunda"
Amel melihat bundanya itu berada di ambang pintu, mana ayu pun tersenyum ia sengaja mengundang bunda ana untuk datang ke sini.
"bagaimana keadaan mu nduk?" tanya bunda ana mengelus pucuk kepala Amel.
"baik bunda, bunda apa kabar?" tanya Amel mencium punggung orang tua itu.
"bunda baik, ini anak mu?" tanya bunda ana.
"iya bunda" jawab Amel girang, ia sangat bahagia kehadiran bunda ana kesini adalah hadiah terindah baginya.
"lucu sekali" jelas bunda ana.
mama ayu yang tidak mau menganggu keduanya yang asyik berbincang, ia meletakkan kenzie di brangkar yang sudah tertidur lelap.
"mama pamit mau ke kamar dulu ya, kalau perlu apa apa panggil mama"
"iya mah, terimakasih ya mah" jawab Amel tersenyum mertuanya sangat mengerti.
setelah kejadian mama ayu, dengan segera Amel memeluk tubuh bunda ana ia sangat merindukan wanita itu.
wanita yang sudah merawat nya dari kecil, ia adalah orang yang menemukan bayi yang di tinggal oleh ibu kandungnya.
di panti itulah Amel tinggal, di besarkan bunda ana hingga beranjak usia remaja dan di asuh oleh keluarga Ratna.
"Amel kangen sama bunda"
"bunda juga kangen nduk" jawab bunda ana, ia menatap bayi yang sudah tertidur pulas di brangkar.
"anak mu cantik dan tampan" jelas bunda ana.
"hehehe iya bund"
"mereka pasti bangga mempunyai mamah yang hebat seperti kamu nduk" jelas bunda ana.
__ADS_1
"mungkin bund, entah kenapa aku ngerasa aku akan pisah sama mereka" ucap Amel seraya memegangi pipi merah milik Kenzo.
"maksud kamu apa nduk?" tanya bunda ana bingung.
"aku nggak tau bund, perasaan ku nggak enak" jelas Amel ia merasa gelisah saat ini.
"udah!!! buang pikiran yang negatif, sekarang kamu lihat mereka! mereka lucu bukan?" tanya bunda ana.
Amel menggangguk, mungkin benar apa yang di bilang oleh bunda ana. ini hanya perasaan nya saja.
*
Ratna bangun dari tidurnya, ia merasa sangat pusing entah apa yang terjadi malam tadi. Ratna melihat sekeliling nya dan menemukan Fano tengah selesai mandi dan rambut basah.
Fano yang menyadari Ratna sudah terbangun, dengan cepat pria itu mendekati nya.
"LO!!! Lo semalam minum Vodka ya??" tanya Fano menunjuk ke arah Ratna.
Ratna bingung, bagaimana Fano bisa mengetahuinya? padahal selepas ia minum langsung tidur.
"Hanya sedikit" jelas Ratna santai menyimpitkan jarinya.
"sedikit pala mu!! kau tidak berfikir apa yang terjadi bila kau minum minuman itu? ha?" tanya Fano dengan Amarah di puncak kepala.
"udah jangan khawatir!! mungkin cuma disco disco" jawab Ratna santai.
"gue nggak mau sampai anak gue kenapa Napa ya!!!" geram Fano langsung memakai kaos serta meraih kunci mobilnya.
"ikut gue"
"mau kemana?" tanya Ratna karena pergelangan tangannya di cekal oleh Fano.
"ke rumah sakit!! kita periksa sekarang!!" titah Fano.
*
setelah perjalanan cukup lama, mobil Fano sampai di rumah sakit, tanpa menunggu lama Fano segera membawa Ratna ke pemeriksaan kehamilan.
Fano masuk ke dalam ruangan berdesain putih itu, ia melihat dokter telaten memeriksa perut Ratna.
"kandungan nya baik baik saja, hanya saja bayi nya lemas detak jantungnya"
"saya mohon, ibu Ratna Jangan minum minuman itu lagi!! karena efek dari minuman itu bisa mempengaruhi janin dan mengakibatkan kematian"
"nanti saya berikan resep berupa vitamin agar ibu kembali sehat, kalau begitu saya permisi dulu ya pak buk" pamit dokter tsb.
Fano menatap tajam ke arah Ratna, hingga membuat wanita di depannya ini bergidik ngeri.
"Lo denger kan apa yang di bicarain dokter tadi?? Lo mau anak gue mati??" tanya Fano.
"maaf, tapi serius gue hanya ingin nenangin pikiran doang kok. habis minum gue langsung tidur serius" ucap Ratna memasang wajah seriusnya.
mata Fano membulat sempurna, kalau Ratna tidak sadar bahwa semalam ia dan Ratna melakukan....... hubungan itu?
"berarti semalam dia lagi mabuk?" batin Fano.
"ya tetep aja!! Lo mau bunuh anak gue!!!"
"gue gak ada niatan curut!!" elak Ratna.
"Lo kalau mau minum minuman itu, seterah mau segalon, sebotol, setruk, atau selautan gue nggak peduli yang penting Lo nggak lagi hamil!!!" jelas Fano.
"maaf, tapi kok aku heran ya? kenapa baju ku ganti? perasaan semalam aku pakai baju??" ucap Ratna mengingat ingat semalam memakai baju apa.
mata Fano membulat sempurna, bagaimana ia bisa lupa kalau semalam Ratna memakai piyama tidur? dan dengan sengaja ia menggantinya dengan baju tidur biasa.
"gue nggak tau" elak Fano.
"atau jangan-jangan?"
"jangan jangan apa?" tanya Fano ia sudah bercucuran keringat.
"gue mabuk??"
TERIMAKASIH SUDAH BACA NOVELKU YA ππ₯°ππ₯°π₯°π ADA YANG MAU DI SAMPEIN DARI CERITA DI ATAS? SALAM HAPPY ππ₯°π SEE YOU πππ₯°π
__ADS_1