
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi ya πππ₯°ππ jangan lupa like dan komen π₯°π₯°ππ₯°π₯° selamat membaca π₯°πππ
*
malam hari telah tiba, matahari sudah terbenam ketempat asalnya sedangkan Amel dan Farhan tengah bersiap untuk pulang ke rumah,Amel sudah tidak betah berlama-lama di rumah sakit ini.
setelah mendapatkan resep dari dokter Widia,Amel dan Farhan menuju parkiran VVIP dimana Farhan memarkirkan mobilnya.
"Ra,aku bahagia banget"setelah memasuki mobil.
"iya aku juga mas"jawab Amel tersenyum,ia juga bahagia dengan kehadiran calon baby-nya ini.
mobil dijalankan oleh Farhan dengan kecepatan rata-rata.menuju rumah besar miliknya, ia berencana akan membuat syukuran kecil kecilan sebagai tanda bahagianya.
setelah cukup lama berkendara, mobil mewah Farhan memasuki pelataran rumah.Amel turun dari mobil dibantu oleh Farhan, Farhan tidak mau Amel sampai terluka.
"assalamualaikum"sapa keduanya.
"waalaikumsalam"jawab mama ayu.
keduanya mencium tangan mama ayu dengan takzim. mama ayu bingung seharusnya Amel masih dirawat agar keadaan nya stabil.
"kalian sudah pulang? memangnya Amel sudah sehat?"tanya mama ayu lembut.
"iya mah, Amel udah sehat kok"jawab Amel tersenyum.
"atau jangan-jangan Farhan yang nyuruh kamu pulang?"tanya mama ayu menatap sang anak dengan sorot mata tajam.
Farhan yang sedari tadi diam terkesiap mendengar tuduhan dari sang mama.
"enggak kok mah, tadi Farhan udah nyuruh Amel untuk nginep di rumah sakit tapi dia tetap maksa pulang"jelas Farhan membela diri.
"bener begitu sayang?"tanya mama ayu pada sang menantu.
Amel mengangguk ia memang yang meminta untuk pulang, karena sudah tidak betah di rumah sakit, walaupun fasilitas mewah dan perawatan dirumah sakit itu tidak membuat amel betah.
"Amel udah sehat kok mah"
"yaudah yuk makan dulu, pasti kamu lelah"ajak mama ayu lalu menuntun Amel menuju meja makan
"iya ma"
mama ayu mengangguk ia lalu mengajak sang menantu untuk makan malam bersama, sembari menunggu suaminya pulang dari kantor.
Farhan yang ditinggal dan dikucilkan dari keduanya wajahnya terlihat begitu kesal.
"anak sendiri dilupain"gerutu Farhan sembari mengekor dibelakang mereka.
sampai dimeja makan Amel duduk didekat mama ayu, Ratna dan alvan datang pertikaian di antara mereka Ratna berusaha untuk menutupinya,ia tidak mau merasa malu terhadap Farhan, ia akan mencoba perlahan lahan merebut Farhan kembali dari Amel.
"hai mel"
Ratna bersikap seolah ramah terhadap Amel, ia tidak mau mertuanya terlihat begitu ilfil dengan nya.
"hai kak"
"selamat ya udah ngisi"
"terimakasih kak"
keduanya tersenyum,Amel berharap Ratna tidak akan menganggu hubungan nya dengan farhan.
tiba-tiba pak Wijaya datang untuk makan malam, ia melihat semua orang telah berkumpul dimeja makan sembari tertawa gembira.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
__ADS_1
makan malam hari ini di akhiri dengan canda tawa antara Farhan dan pak Wijaya, yang mendengar lelucon diantara keduanya pun ikut tertawa bersama.
*
malam sudah larut semua orang kembali ke kamarnya masing masing,termasuk juga Amel dan Farhan hari ini adalah hari yang membuat diantara keduanya senang.
setelah memasuki kamar Farhan berniat mandi,ia meraih handuk dan mendekati Amel yang sedang duduk disofa sembari memainkan laptopnya.
"lagi ngapain Ra?"tanya Farhan.
"lagi ngisi formulir mas"jawab Amel.
"formulir?"
Amel mengangguk, apakah Farhan telah lupa bahwa Amel mengikuti kompetisi di Prancis?
"mas lupa?"
pertanyaan Amel membuat Farhan sadar,ia memang mengizinkan Amel untuk mengikuti kompetisi itu, tetapi Melihat Amel yang tengah mengandung apakah masih ia izinkan?.
"kamu masih mau melanjutkan kompetisi itu?"tanya Farhan berhati hati,ia tidak mau sampai membuat Amel tersinggung.
Amel tersenyum ia juga sadar sekarang tengah hamil, tetapi kompetisi itu berjalan masih lama dan diproses sangat lama dan juga online jadi untuk mengembangkan bakat apa tidak boleh?.
"iya mas tapi itu masih lama,dan aku ingin mengembangkan bakat ku ,aku mohon izinkan ya?"tawar Amel mencoba merayu sang suami.
Farhan terdiam sejenak,ia memang tidak boleh menggagalkan cita cita Amel. ia sudah melarang Amel untuk kuliah dan sekarang ia juga mau melarang Amel untuk mengembangkan bakat?.
"yaudah mas izinin tapi,__"
"tapi___?"
Amel menunggu lanjutan kata dari Farhan yang menjeda ucapan nya itu.
"tapi__ada syarat nya"
"syarat nya itu ialah___kita sekarang mandi bareng!!!"jelas Farhan
Amel terkesiap mendengar perkataan Farhan,ia sudah bisa menebak apa yang akan Farhan katakan ini. namun ia juga tidak bisa menolak karena ini adalah permintaan suaminya.
sekian detik Amel terdiam menandakan ia setuju, tanpa pikir panjang Farhan segera membopong tubuh Amel ke kamar mandi mereka akan melakukan ritual mandi bersama.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
setelah selesai mandi Amel keluar dari kamar mandi sembari memasang wajah yang kesal.
"katanya tadi mandi,kok malah___"tutur amel menjeda ucapan nya.
"malah apa?"tanya Farhan mencoba menggoda nya.
"entah lah"
melihat Amel sedang merajuk dengan nya Farhan mencium kening sang istri dengan lembut,ia sangat mencintai istrinya ini.
"kok dicium?"
"lagian pipimu merah Ra,kayak tomat"jelas Farhan.
setelah selesai acara bermesraan Farhan melihat layar laptopnya nya,dan duduk dimeja kerja nya, seharusnya meja kerjanya berada di ruang kerja bersama ayah nya namun ia pindah, karena ingin terus menjaga Amel walaupun Amel berada dikamar.
Amel belum tidur juga ia masih betah melihat suaminya sedang menatap layar laptopnya, dengan diiringi lampu temaram membuat wajah tampan suaminya begitu sempurna.
"nikmat mana yang kamu dusta kan Ra"celetuk Farhan sembari melihat sang istri yang terus menatapnya.
Amel terkesiap mendengar perkataan suaminya ia langsung menutup wajahnya dengan selimut, agar wajah nya tidak terlihat begitu merah seperti Udang rebus.
__ADS_1
Farhan berjalan mendekati ranjang,ia lalu membuka perlahan selimut itu dan menampilkan Ratna yang begitu cantik.
"ronde dua???"tanya Farhan menawarkan.
"h-ha?"jawab Amel melotot, bisa bisanya suaminya ini meminta hal itu padahal tadi sudah melakukan nya di kamar mandi.
Farhan mulai mendekati wajah Amel, semakin dekat mata itu tertuju ke wajah Amel nafas hangat pun sudah ia rasakan.
"bentar mas"Amel langsung mendorong tubuh suaminya dan berlari kekamar mandi.
Farhan langsung menyusul sang istri yang muntah muntah, ia khawatir dengan keadaan sang istri padahal sudah diberi vitamin tadi setelah makan.
"Ra kamu nggak papa?"tanya Farhan khawatir.
Amel keluar dengan lemas sembari memegangi perutnya,ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tengah malam, dan menunduk lesu.
"kamu kenapa Ra?ada yang perlu dibutuhkan?"
pertanyaan Farhan membuat Amel merasa ingin mengutarakan sesuatu tetapi ia bingung harus mulai dari mana.
"emmm mas__aku pengen melon"ucap Amel.
Farhan tersenyum ia lalu mencium kening istrinya itu dengan lembut.
"Kenapa nggak bilang? yaudah Ayuk ke dapur di kulkas kayaknya ada" jelas Farhan dan mengajak Amel.
Amel memberhentikan langkah nya, ia memang ingin memakan melon tetapi bukan dari dalam kulkas itu.
"aku maunya mas Farhan beli di toko buahnya sekarang!"jelas Amel dan menunduk ia takut Farhan Akan marah
"h-ha?"
"ini sudah malam Ra,jam segini apa masih buka?"tanya Farhan mencoba membujuk sang istri.
Amel menunduk padahal ia ingin sekali memakan melon itu dari Farhan beli sendiri, bukan dari kulkas.
melihat wajah Amel yang terlihat begitu lesu, Farhan segera memeluk tubuh itu dalam dekapan nya dan mengusap rambutnya.
"yaudah mas berangkat dulu,doain semoga dapat melon nya"
seketika senyum Amel terbit,ia mengangguk pasti.
*
Farhan menuruni tangga dia melihat alvan di dapur sedang membuat teh, tanpa memperdulikan nya ia melengos begitu saja. namun tiba-tiba suara pak Wijaya memberhentikan langkah nya.
"mau kemana kamu Han"tanya pak Wijaya sembari menuruni tangga.
"mau cari melon pah"
"Teh pah"tawar alvan sembari keluar dari dapur.
Farhan menengok ke arah kakaknya, ia menatap dengan sorot mata tajam.
"h-ha?kamu mau cari___"ucapan papa di jeda.
"Farhan mau cari melon pah__bukan melon teh"jelas Farhan geram.
"lalu kamu tadi bilang apa Van kok teh?"tutur pak Wijaya.
"aku cuma nawarin papah minum teh"sembari menyodorkan secangkir teh yang sudah di buatnya.
pak Wijaya pun tertawa, bisa bisanya kedua putranya ini tidak karuan.
"kamu mau cari melon malam malam begini han? kan di kulkas ada!"
"Amel minta nya aku yang beli di toko buahnya sekarang, udah lah Farhan mau pergi nanti keburu malam" jelas Farhan lalu pergi meninggalkan kedua pria yang belum menimpali penjelasan nya itu.
__ADS_1
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°π₯°π salam happy π₯°π₯°π₯° see you