
hallo semuanya βΊοΈβΊοΈπ maaf jarang up yaππ entah kenapa nggak bisa up, mungkin karena sistem π₯Ίoke... jangan lupa like dan komen π₯°π₯°π₯° karena dukungan dari kalian begitu berarti ππ₯°yuk mampir ke Noval ku ini π₯°π₯° selamat membaca π₯°ππ₯° see youππππππ
*
"CURUT!" Teriak Ratna dari dalam kamar mandi.
Fano yang tengah asyik mengerjakan beberapa proposal untuk perusahaan merasa terganggu dengan teriakan istrinya itu.
"ada apa" jawab Fano setengah berteriak.
"ambilin gue handuk, gue lupa bawa" jelas Ratna langsung mematikan shower yang mengalir.
"ambil sendiri lah"
Fano melanjutkan menatap layar laptopnya di meja dekat ranjang, tentu saja Ratna tidak mau untuk mendekatinya.
"kurang ajar Lo!! bantuin gue kek sekali kali" gerutu Ratna dalam kamar mandi itu.
"pakai baju yang tadi aja! ribet"
Ratna mendengus dengan kesal, apa mungkin ia berlari langsung ke ruang ganti? toh juga Fano tengah sibuk dengan layar laptopnya.
"tapi nanti dia lihat nggak?" tanya nya dalam hati.
Ratna hendak melangkah, namun belum juga melangkah ia berbalik lagi karena masih ragu.
"Fano sayang tolong sih" ucap nya lembut seketika membuat tubuh Fano menoleh.
"berisik!! gue aja kalo lupa bawa handuk biasa aja" jelas Fano langsung bangkit dari duduknya.
"itu kan Lo!! nggak punya rasa malu"
Fano meraih sehelai handuk berwarna pink, dan mendekati kamar mandi.
"eits!! mau ngapain Lo? ngintip ya?" tebak Ratna.
"dih kepedean Lo! nih handuk nya lagian gue udah tau kali lekuk tubuh Lo" jawab Fano santai.
seketika mata Fano membulat, ia sudah keceplosan soal itu.
"APA?" Teriak Ratna langsung meraih sehelai handuk dan keluar untuk mengintrogasi Fano.
"apa Lo bilang? udah lihat lekuk tubuh gue? jawab!!!" gretak Ratna rambutnya masih basah karena air.
"nggak" jawab Fano segera menjauh Ratna karena tidak mau terjebak dalam masalah besar.
"ngeselin Lo"
*
hari ini Farhan dan Kevin sedang sibuk di kantor, Fano sengaja meliburkan diri karena badannya tidak enak dan di suruh pulang oleh Farhan selaku atasannya.
"siapkan berkas yang tadi kita akan meeting sebentar lagi" perintah Farhan kepada sekretaris nya itu.
"siap pak" jawab Kevin sembari mengangguk.
tok tok tok
__ADS_1
terdengar suara ketukan, keduanya lantas menoleh satu sama lainnya.
"masuk" jawab Farhan.
seorang wanita dengan gaya glamor nya, dress warna hitam pendek yang sangat ketat dan high heels tinggi serta lipstik merah yang menyala. mendekati Farhan dan Kevin yang masih terpaku melihatnya.
"hallo baby, lama tidak berjumpa" sapa gadis tsb.
Farhan mengkode Kevin untuk keluar dari ruangan nya, Kevin mengangguk dan melewati wanita itu.
"ngapain kamu kesini!" gretak Farhan to the poin.
"ouh, tidak apa-apa hanya ingin melihat wajah tampan ku" goda wanita itu.
"pergi!"
bukannya pergi justru wanita itu melangkah maju ke hadapan Farhan, jarak mereka hanya beberapa meter.
"kau tidak rindu dengan ku? sudah beberapa bulan ini kita tidak bertemu" jelas wanita itu.
Farhan memiringkan senyumnya, ia langsung menutup laptopnya dan melihat wanita itu dari atas sampai bawah.
"okay, seharusnya kita tidak bertemu kau sedikit ada perubahan tetapi tidak sama sekali!!"
"kau masih tetap seperti jala*Ng" ucap Farhan tersenyum miring.
viola menarik nafasnya dalam-dalam, saat ini ia tidak boleh terpancing amarah.
"terserah kamu, aku kesini hanya untuk memberikan ini. kudengar istri mu sudah melahirkan" jelas viola meletakkan kado berbentuk persegi itu di meja.
"aku tidak butuh hadiah dari mu!"
"ayolah Farhan, aku hanya bersikap baik"
Farhan tersenyum meledek, ia sudah sangat muak melihat tingkah laku viola.
"baik? apa kata itu pantas untuk wanita seperti mu?" tanya Farhan.
viola mendengus nafas pelan, ia mendekati Farhan yang masih setia dengan duduknya.
viola memegang kerah kemeja milik Farhan lalu mengusapnya seakan-akan menghilangkan, bekas debu disana.
"kau manis sekali, terserah mau terima pemberian ku atau tidak!"
viola membenarkan rambut terurai nya ke belakang telinga, dan berbisik sedikit ke Farhan.
"tersenyum lah sepuas mu babby, tetapi ingat pesanku jika aku tidak bisa memiliki mu maka orang lain pun sama, termasuk Amel" bisik viola lembut lalu beranjak pergi.
Farhan mati Matian menggenggam tangan nya agar tidak terbawa Amarah, ingin sekali menyeret wanita itu keluar dari kehidupannya.
"bye-bye" ucap viola lalu pergi.
rahang keras Farhan bergemelutuk menandakan ia sangat marah karena wanita itu.
"sial"
pintu terbuka melihatkan Kevin sedang di ambang pintu, Kevin bisa menebak pasti saat ini Farhan sedang dalam mode marah.
__ADS_1
"pak bisa kita mulai meeting nya sekarang?" tanya Kevin ragu ragu.
Farhan mengangguk, ia menarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa stress di pikiran nya.
"bawa kotak busuk ini jauh jauh dari tempat ini!" titah Farhan pada Kevin.
Kevin melihat kotak persegi yang dilapisi pita emas.
"kemana pak?" tanya Kevin bingung.
"terserah! buang sejauh-jauhnya mau ke Eropa pun silahkan" jawab Farhan langsung beranjak pergi dari ruangan itu.
setelah kepergian Farhan Kevin meraih kotak itu, dan melihat nya.
"cake"
"cake ini di buang ke Eropa? jauh bener kenapa nggak sekalian ke Afrika" gumam Kevin tidak percaya.
"Kevin" teriakan Farhan mengalihkan lamunan Kevin, ia segera menyusul atasannya itu jika tidak mau terkena masalah besar.
*
di rumah besar milik Wijaya, Amel dengan dua baby sister nya sibuk seharian di kamar. mama ayu pergi belanja bulanan sedangkan pak Wijaya sudah ada tiga hari ini pergi keluar kota mungkin malam ini ia akan pulang.
"kamu jagain si kembar dulu saya mau mandi" jelas Amel.
kedua baby sister itu mengangguk paham, mereka melihat ketiga bocah kembar yang sangat cantik dan tampan tengah tertidur pulas.
Amel hendak meraih handuknya, tapi entah kenapa ia selalu kepikiran ucapan bunda pekan lalu.
...flash back...
..."bunda boleh Amel tanya sesuatu?" tanya Amel melihat sekelilingnya tidak ada orang sekalipun di kamarnya hanya ia bunda dan sikembar....
..."ia nduk tanya apa? kok kayak serius gitu sih?" tanya bunda ana sembari menimang nimang baby girl....
..."bunda, Amel mau dengerin tentang identitas Amel sendiri siapa keluarga Amel" tanya Amel menunduk lesu....
..."mungkin ini saat yang tepat, untuk ngasih tau kamu"...
..."22 tahun yang lalu, sesuai umur kamu yang sekarang! waktu itu tengah malam ada yang ketuk pintu panti asuhan tepat pukul 2 pagi"...
..."bunda terbangun akibat ketukan itu, bunda heran kenapa ada tamu di jam malam seperti ini?"...
..."waktu bunda bukain pintu nya, bunda lihat ada keranjang kecil berisikan bayi cantik putih bersih yaitu kamu"...
...Amel yang mendengar kan dengan seksama tentang nya itu....
..."lalu bunda tidak menemukan seseorang pun kecuali kamu di teras rumah, bunda meraih kamu untuk bunda gendong tanpa terasa ada surat kecil yang tulisannya itu nama kamu"...
"Amel Lidya putri, itu yang tertulis di suratnya"
..."disurat itu juga tertulis wanita itu menitipkan mu kepada bunda, karena ada suatu masalah yang tidak bisa di tinggalkan, bunda kira wanita itu kembali ke panti untuk mengambil mu tetapi dugaan bunda ternyata salah"...
..."wanita itu sama sekali tidak pernah datang menampakkan diri nya, bunda mencari pun susah karena memang bunda tidak tau siapa orangnya"...
..."tapi perlu kamu ingat, jangan pernah membenci ibu yang telah melahirkan mu, walaupun beliau telah membuang mu" jelas bunda ana...
__ADS_1
...Amel langsung berhambur memeluk bunda ana, sebegitu bencinya kah wanita itu terhadap dirinya?...
jangan lupa baca eps ya gaes ππ₯°π₯°π see you ππ₯°π₯°ππ₯°πππ₯°π₯°ππ₯°ππ₯°π₯°