
maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya π₯°π₯°π₯°ππ jangan lupa untuk like dan komen π₯°π₯°π₯°π₯°ππ selamat membaca π₯°πππ₯°ππ₯°ππ₯°π
*
satpam itu pun terdiam ia bingung mau mengatakan apa kepada tuannya.
"anu itu kuncinya" jelas satpam gugup.
"iya mang, kuncinya kemana?" tanya Farhan.
"kuncinya hilang tuan, lalu pintunya juga rusak belum di benerin" jelas satpam sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"APA!!!" teriak keduanya.
Farhan dan pak Wijaya langsung memasang wajah melasnya, seharusnya ia menambah kamar tamu lagi.
Farhan langsung berjalan lemas kearah depan televisi, ia tidur di sofa dan langsung terlelap badannya benar benar lelah saat ini.
"HAN" teriak pak Wijaya menyusul sang putra, ia melihat Farhan tengah tertidur pulas di sofa sembari ditutupi selimut.
"baru pertama kali anal harimau ini tidur di sofa" gumam pak Wijaya.
pak Wijaya lalu menyuruh bibi untuk membawakan selimut yang berada dikamar istrinya.
setelah selimut yang dipesan datang, pak Wijaya ikut tidur juga di sofa sebelah Farhan.
*
ditempat lain Fano mencari keberadaan rujak pesanan istrinya itu, ia sama sekali tidak menyukai jika di perintah oleh seseorang tetapi jika ia pulang tidak membawakan rujak pesanan Ratna, ia akan dihabisi oleh keturunan psikopat itu.
setelah menelusuri beberapa kompleks namun tidak menemukan rujak, ia berinisiatif untuk membeli buah dan langsung membuat nya dirumah.
setelah sampai dari membeli buah Fano segera masuk ke apartemen miliknya.
"mana rujaknya?" tanya Ratna menghadang di depan pintu.
"nih" lalu menyodorkan beberapa buah seperti mangga dll terkecuali nanas ya gaesss.
"kok buah? aku pengennya rujak curut!!" geram Ratna.
"Lo sekolah dimana sih? rujak terbuat dari apa?" tanya Fano.
"buah?" jawab Ratna.
"nah itu Lo tau, ya udah kita buat sekarang!!" ajak Fano langsung menarik tangan Ratna.
Fano meraih lemper (ulekan) dan meraih beberapa bumbu rujak seperti cabai, gula merah serta garam, dan mulai mengulek nya sampai lembut.
setelah selesai membuat bumbu itu, ia segera mengupas beberapa buah dan memotong serta mencucinya, Ratna yang melihat kecekatan Fano dalam hal ini pun tersenyum.
"Lo bisa buat rujak?" tanya Ratna.
"bisa lah!!! memangnya Lo nggak bisa ngapa-ngapain!!" ejek Fano.
"enak aja!! gue bisa ya" ucap Ratna membela dirinya.
"bisa apa?" tanya Fano.
"buat anak" jawab Ratna santai.
seketika mata Fano membulat sempurna, ia menatap Ratna serta menempelkan tangannya ke kening ular itu.
"Lo nggak sakit kan?" tanya Fano.
"gila Lo, gue sehat wal Afiat"
"Lo seriusan bisa buat anak?" tanya Fano pura pura polos.
Ratna langsung memukul lengan Fano menggunakan keresek buah.
"lah ini hamil anak Lo bego!!!" gerutu Ratna.
"oh iya gue lupa" jawab Fano, ia tertawa geli dalam hatinya.
"ngeselin" gumam Ratna karena sebal dengan sikap Fano.
__ADS_1
setelah beberapa menit Fano menyerahkan rujak itu pada Ratna, dengan sigap Ratna meraihnya serta memakannya tanpa terkecuali.
"Lo rakus banget sih" ucap Fano melihat Ratna memakan mangga muda yang begitu asam.
"anak Lo yang rakus" jawab Ratna santai.
"anak Lo juga" ucap Fano lalu ia berusaha tidur, malam ini begitu lelah.
Ratna yang melihat Fano tertidur pulas tersenyum, ia baru pertama kalinya diperlakukan sebagai seorang ratu oleh orang yang ia benci selama ini.
"gue salut sama Lo curut" gumam Ratna lalu mencuci tangan, ia mendekati Fano yang tertidur pulas, Ratna sedikit merapikan selimut nya.
"ternyata Lo tampan juga!" batin Ratna.
seketika mata Fano membuka lebar, ia melihat Ratna berada di hadapannya saat ini.
"hayo Lo mau ngapain?" tanya Fano penuh selidik.
"h-ha? gue nggak mau ngapa ngapain" jelas Ratna langsung menjauh dari Fano.
"hayo?"
"enggak", ucap Ratna memberikan alasan.
"hayo?" ejek Fano lagi.
"entah lah seterah lo" jelas Ratna lalu berlari ke atas ranjang nya.
*
pagi hari menyapa menampakkan sinar mentari nya, Amel bangun ia melihat ke arah samping tidak menemukan keberadaan suaminya.
Amel mengingat kejadian tadi malam, ia menghukum suaminya tidur diluar segera ia bangun dari tempat tidurnya dan langsung keluar dari kamar.
sewaktu keluar dari kamarnya, mama ayu menghampirinya masih memakai piyama tidurnya.
"mah?"
"sayang kamu lihat papah tidak?" tanya mama ayu.
"ada konflik sedikit" jelas mama ayu tersenyum.
Amel menggangguk paham, ia pun ada konflik dengan farhan.
"lalu mama lihat mas Farhan tidak?" tanya Amel.
"loh kok tanya mamah? memangnya Farhan kemana?" tanya mama ayu.
"em________ biasa mah ada konflik sedikit" jelas Amel tersenyum.
"jangan bilang kamu Suruh Farhan tidur diluar?"ucap mama ayu.
"memang iya mah, maafin Amel ya" ucap Amel ia takut jika mertuanya marah padanya.
"tidak sayang, kita ke depan televisi yuk" ajak mama ayu.
Amel bingung kenapa mertuanya mengajaknya ke depan televisi, padahal ia ingin mencari keberadaan Farhan.
setelah menuruni tangga mama ayu dan Amel menuju ruangan televisi, namun tidak disangka lelaki yang tengah dihukum sedang tertidur pulas.
"Mas Farhan!!" pekik Amel ia langsung mendekati suaminya yang masih meringkuk di sofa.
begitu pun mama ayu ia mendekati suaminya yang masih nyaman dengan selimut.
"mas! mas Farhan bangun" ucap Amel ditelinga suaminya.
Farhan membuka matanya perlahan, ia melihat bidadari yang begitu cantik sedang berada di hadapannya.
"Humaira ku" gumam Farhan.
"iya mas, bangun" ucap Amel.
"kiss dulu" ucap Farhan memegang pipinya.
"ada mama sama papa" bisik Amel, kalau ia melakukan itu ia akan malu.
__ADS_1
"ya udah nggak jadi bangun" ancam Farhan kembali tertidur.
"astaga mas!!"
"CUP"
"dan itu"
mama ayu dan pak Wijaya seketika Langsung menutup matanya, matanya terzolimi disini melihat keromantisan menantu dan anaknya.
"BISA NGGAK SIH JANGAN DISINI!!" geram pak Wijaya.
Farhan bangun dan duduk ia tertawa melihat keduanya sedang menutupi wajah mereka dengan tangan.
"mau ya?" goda Farhan pada pak Wijaya.
"ENGGAK!!" ucap pak Wijaya.
seketika mama ayu membuka tangan nya dan mencium suaminya, bisa bisanya anaknya membuli suaminya Hanya karena kiss morning.
"CUP"
pak Wijaya membuka tangan nya dan langsung memeluk mama ayu, ia menjulurkan lidahnya ke arah Farhan.
"WLEπ"
"papa juga bisa kali" ucap pak Wijaya.
mereka semua tertawa melihat lelucon ini, setelah adegan cap cip cup diantara mereka, Farhan dan Amel pamit untuk pergi ke kamar.
sesampainya dikamar Amel memeluk tubuh suaminya ia merasa bersalah karena sudah menghukumnya semalam.
"maafin Amel ya mas" lirih Amel.
"iya Ra, yaudah mandi dulu yuk" ajak Farhan.
Amel membulatkan matanya, apakah Farhan mengajak nya mandi bersama?
"mas Farhan ngajak mandi bareng?" tanya Amel.
"iya yuk" jawab Farhan tersenyum menggoda.
"H-ha? aku yakin mas kalau ngajak aku mandi pasti lama" ucap amel.
"kenapa lama?" tanya Farhan pura pura polos.
"ya pasti mas Farhan_____e____ngelakuin itu" jelas Amel terbata bata mengucapkan nya.
"ngelakuin apa?" tanya Farhan lagi.
"itu mas"
"itu apa Ra? ngomong yang jelas" ucap Farhan menahan senyumnya.
"tau lah" kesal Amel.
"udah mas nggak ngelakuin apa apa Koo, hanya camping aja" jelas Farhan.
"tuh kan"
Farhan menarik tangan istrinya itu masuk kemar mandi, Amel hanya menuruti saja keinginan Farhan.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
setelah cukup lama Farhan keluar bersama istrinya ini, Farhan berhasil mengerjai istrinya.
"apa yang aku bilang bener kan" gerutu Amel.
"tapi enak kan?" goda Farhan.
tanpa menjawab pertanyaan suaminya itu, Amel langsung ke ruangan ganti wajahnya benar-benar sudah merah akibat ulah Farhan.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss π₯°π₯°π₯°π₯° salam happy ππ₯°π see you ππ₯°π₯°π₯°ππ₯°π₯°π₯°ππ₯°ππππ₯°π₯°π₯°π
__ADS_1