Menikahi Calon Iparku

Menikahi Calon Iparku
pulang


__ADS_3

maaf bila ada salah dalam pengetikan kata mohon dimaklumi ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯° jangan lupa like dan komen πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰ selamat membaca πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°πŸŽ‰πŸ₯°πŸ₯°


*


Amel menepuk jidatnya, ternyata memang benar Farhan tidak mengetahui arti dari____khitbah.


"memangnya yang kamu maksud apa Ra?"tanya Farhan ia lantas duduk disamping istrinya.


"yang aku maksud itu khitbah_____mas!!! arti dari kata khitbah___ialah melamar"jelas Amel seraya menatap suaminya,ia ingin mengetahui seberapa cemburu nya Farhan.


"apa? melamar? jadi tadi dia berniat melamar kamu Ra?"tanya Farhan.


Amel mengangguk-anggukkan kepalanya, ia memang berniat untuk mengerjai sang suami.


"berani beraninya itu orang!!!! memangnya nggak tau siapa aku?"geram Farhan dengan nada sedikit marah.


"enggak lah____tadi kamu ngakunya donatur mas, hehehe"kelakar Amel ia tertawa bisa melihat suaminya sangat kesal.


"aku tarik lagi ucapan ku,ayo kita temuin dia sekarang dan bilang kalau kamu itu istriku"geram Farhan dan menarik tangan Amel.


"jangan mas,dia guruku loh"cegah Amel.


Farhan menoleh ke arah Amel,ia menatap mata Amel dengan teduh lantas memeluknya dalam dekapan nya.


"janji sama saya, jangan pernah tinggalkan saya lagi"jelas Farhan ia melepaskan pelukannya dan mengacungkan jari kelingking nya.


"iya janji, tapi_______"


"tapi apa?"tanya Farhan.


"dilihat lihat ustadz Ridwan ganteng loh mas, udah ganteng, paham agama cocok jadi imam yang pas"jelas Amel mencoba menarik amarah suaminya ia beranjak mencari buku di rak.


"KAMU HANYA MILIKKU SEORANG,DAN SIAPA SAJA YANG BERANI MENDEKATIMU AKAN HABIS DI TANGAN KU"tegas Farhan sembari memeluk istrinya dari belakang.


"serem amat mas"


"salah siapa berani dekati istri orang"gerutu Farhan.


"oh begitu ya? yaudah akan aku habiskan juga orang yang berani dekati kamu"jelas Amel.


Farhan menghadap istrinya, kenapa istrinya malah mengikuti kata katanya?.


"aku cuma nggak mau kehilangan kamu Ra"jelas Farhan dan mencium pipi Amel.


"lagian kenapa sih ustadz itu melamar kamu? emangnya nggak ada wanita lain?"tanya Farhan.


Amel mengangkat bahunya, mana ia tau soal perasaan seseorang terhadap nya?. Amel ke tempat tidur hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Amel, apalagi ia besok harus pulang dan bertemu kembali dengan Ratna.


*


pagi hari menyapa, Farhan dan Amel tengah bersiap untuk pulang ke rumah, walaupun hati Amel tidak akan kuat jika harus berhadapan dengan sang kakak namun ia tidak mau terlihat lemah.


"bunda Amel pamit ya"pamit Amel dan mencium pipi serta tangan bundanya dengan takzim.

__ADS_1


"iya nak hati hati dijalan, inget pesan bunda ya!"


Amel mengangguk,lalu Farhan mendekati bunda ana ia langsung memeluk sang bunda,ia sangat berterimakasih karena telah mengizinkan Amel dan Farhan untuk tinggal disini, dan uang donasi yang diberikan oleh Farhan tidak sebanding pengorbanan bunda.


"Farhan juga pamit Bun, jaga kesehatan ya"


"iya nak, ingat pesan bunda kalau sedang ada masalah usahakan jangan menyelesaikan nya dengan amarah"jelas bunda ana memberikan nasihat nya.


"pasti!!"tegas Farhan.


keduanya pamit untuk segera berangkat.


"om Farhan, Tante buna"teriak seorang anak kecil bernama Zaki ia berlari terus dan akhirnya memeluk tubuh Amel.


"iya sayang ada apa?"tanya Amel tersenyum, baru saja ia bertemu anak ini tetapi sudah merasa sangat nyaman.


"Tante buna ati ati ya"ucap Zaki.


"iya,hati Tante buna ada di Zaki kok"jelas Amel seraya memeluk tubuh kecil itu.


"itu jurus gombal ku"gerutu Amel.


Amel tersenyum melihat tingkah suaminya yang cemberut, walaupun begitu ia tetap akan datang kesini walaupun tidak pasti datangnya setiap tanggal berapa.


"sama om Farhan nggak mau peluk nih?"tanya Farhan.


Zaki lantas memeluk Farhan dengan erat, Zaki adalah anak lali laki yang dibuang ibunya yang tidak bertanggung jawab di panti ini dari bayi, seperti nasib Amel.


"iya,siap boss Que"jelas Farhan.


semua orang tertawa, bunda yang melihat kekompakan ketiganya tersenyum ia bisa melihat bahagia terpancar di wajah Amel.


mereka pamit untuk pulang karena perjalanan cukup panjang,dan mereka harus bisa menahan rindu yang amat berat jika harus berpisah dengan anak anak panti ini.


"assalamualaikum bunda, Amel dan mas Farhan pamit ya"ucap keduanya


"waalaikumsalam, jangan lupa main kesini lagi ya"


mobil meninggalkan pelataran panti itu, Farhan melihat kearah Amel yang masih memasang wajah sedihnya.


"kamu sedih akan pulang kerumah?"tanya Farhan.


Amel menggeleng yang ia maksud bukan itu, tetapi baru saja ia merasakan bahagia bertemu dengan banyak anak kecil,dan sekarang ia harus berpisah?.


"enggak kok mas, aku hanya masih kangen sama mereka"jelas Amel.


"ya udah yuk kita puter balik?"tawar Farhan.


"nggak usah mas, kamu udah cuti beberapa hari loh dikantor, kasihan sama Kevin"jelas Amel.


"tapi jangan nangis ya?"tanya Farhan.


Amel mengangguk pasti,ia langsung menyenderkan kepalanya agar tidur, perjalanan memakan banyak waktu.

__ADS_1


sampai akhirnya beberapa kilo meter lagi mereka sampai, tetapi rasa haus melintas di tenggorokan Farhan. cepat cepat Farhan memarkirkan mobilnya di depan minimarket dan mencari beberapa camilan serta minuman.


ia meninggalkan Amel yang masih tertidur pulas di dalam mobil, ingin membangunkan nya pun ia tidak tega.


Amel tersentak kaget karena tidak melihat Farhan ada di mana mana,ia melihat sekeliling dan akhirnya menemukan Farhan sedang membawa beberapa bungkus makanan.


Farhan memasuki mobilnya ia melihat Amel sudah bangun dari tidurnya, apakah ia menganggunya sampai membangunkan tidur pulas nya.


"habis dari mana mas?"tanya Amel.


"nih habis beli camilan dan minum, mas haus mau minta energi sama kamu tapi masih tidur"jelas Farhan.


"energi?"


Farhan mengangguk ia bisa melihat raut wajah istrinya yang tidak paham apa yang ia maksud.


"Uda nih dimakan untuk ganjal perut, sebentar lagi kita sampai kok"jelas Farhan.


Amel meraih beberapa camilan dan minuman,ia sangat menggemari camilan ringan seperti ini.


namun tiba-tiba pandangan Amel tertuju pada pria yang sedang menelpon di depan motor nya, namun pandangan nya tidak tertuju pada orangnya melainkan kepada nya yang tidak memiliki rambut sama sekali, apalagi saat terkena matahari terlihat begitu mengkilat.


"mas mas itu"tunjuk Amel kepada orang botak yang sedang menelpon.


"iya kenapa Ra?kamu kenal?"tanya Farhan.


"enggak___aku terpesona dengan kepala nya yang botak"jelas Amel.


"lalu?"tanya Farhan lagi, entah kenapa firasat nya tidak enak.


"emm____________mas Farhan usap kepalanya terus cubit pipinya seraya berkata (injik__injik___semut___)gitu mau nggak?"jawab Amel seraya memperagakannya.


Farhan menelan saliva nya, firasat nya memang tidak pernah salah sasaran,dan yang harus ia lakukan apa?ia sama sekali tidak mengenali pria tsb.


"udah mas cepat sana, orang nya keburu pergi tuh"jelas Amel seraya mendorong tubuh Farhan agar keluar.


Farhan turun dari mobil diikuti oleh Amel, Farhan bingung harus meminta izin seperti apa?.


"permisi maaf sebelumnya mas, saya mau minta izin"jelas Farhan.


orang itupun menoleh ke arah Farhan, meminta izin dalam hal apa?


"iya kenapa?"tanya pria tsb.


"saya mau izin untuk_____"


"untuk apa?"tanya orang tsb.


"saya jelaskan dulu ya mas, maaf istri saya tengah hamil muda dan mengidam agar saya mengusap kepala mas, dan mencubit pipi mas nya"jelas Farhan ia sungguh takut jika tidak diizinkan.


Amel yang melihat dari depan mobilnya tersenyum, ternyata Farhan sangat sopan jika bertemu dengan orang yang lebih tua dari nya, tetapi melihat wajah Farhan yang ketakutan itu membuat Amel tertawa bagaimana seorang CEO Farhan Wijaya ketakutan dengan orang itu?.


jangan lupa baca eps selanjutnya ya πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰ maaf cuma up sedikit karena udah malem πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° salam happy πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸŽ‰ see you πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽ‰πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2