Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 100: Tersebar Luas


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Allen, Felix hanya bisa menatap Stella dengan ekspresi rasa bersalah.


Segera setelahnya, Allen cara dibawa oleh perawat untuk menuju ruang rawatnya, dan sekarang hanya ada Stella dan Felix disana.


Felix yang menyadari kesalahannya itu, lalu segera berkata dengan pelan,


"Aku minta maaf,"


Stella tersemyum setelah mendengar hal itu, namun memilih untuk pura-pura tidak dengar dan segera bertanya,


"Apa tadi Paman bilang? Ini terlalu pelan aku tidak dengar,"


Felix jelas merasa sangat malu tentang dirinya yang salah tuduh itu, dan sekali lagi mencoba meminta maaf,


"Aku minta maaf,"


Namun sekali lagi, Stella bertanya lagi,


"Tadi Paman bilang apa?"


Felix lama-lama merasa kesal dengan tingkah kekanak-kanakan Stella.


"Aku tidak akan mengatakannya lagi,"


"Astaga, Paman, jika paman ingin minta maaf tunjukkan sedikit ketulusan,"


"Kemudian apa yang kamu mau?"


Stella terdiam sebentar dan mulai berpikir.


"Aku tiba-tiba ingin makan Es Krim rasa Blueberry dekat Kampusku,"


"Apa-apaan dengan permintaan konyol itu?"


"Tapi aku tiba-tiba ingin makan Es Krim rasa Blueberry dekat Kampusku, Paman setidaknya kalau meminta maaf itu harus tulus dan mau memberikanku sesuatu, ini tidak susah,"


Felix segera menghela nafas lalu berkata,


"Ya, nanti aku akan menyuruh anak buah untuk membeli hal itu,"


Ekspresi Stella segera menjadi cemberut,


"Tidak bisa, harus Paman sendiri yang beli, itu baru menunjukan Ketulusan, jika Paman menyuruh orang, itu namanya tidak tulus,"


Mendengar permintaan aneh, yang sepertinya hanya ingin mengerjaik dirinya itu, Felix akhirnya mengiyakan, karena awalnya memang dirinya yang salah dan langsung menuduh Stella semacam itu, padahal dirinya sendiri yang bilang akan membela dan berada di sisi wanita itu.


Stella pasti merasa sangat sedih dan kesal sebelumnya, apalagi dirinya tidak pernah mengangkat telepon Stella sejak kejadian itu.


"Ya, Aku akan pergi. Jaga Allen," kata Felix akhirnya memutuskan.


"Tentu saja, Allen tidak akan kenapa-napa dia akan aman di sini,"


Tentu saja Felix masih khawatir pada Allen, namun Putranya itu kata dokter tidak kenapa-kenapa, dan hanya butuh istirahat, dan memang sebaiknya memberi waktu Allen untuk istirahat dan menenangkan pikiran nya.


Nanti saja membahas soal semuanya, tidak perlu terburu-buru, yang paling penting adalah pemulihan mental dan kesehatan Allen.


Dengan itu, Felix segera pergi dari sana, sedangkan Stella menuju ke Ruang tempat Allen di rawat.


Ketika Stella memasuki ruangan itu, dirinya melihat Allen yang kelelahan itu sedang tertidur.


Memilih membiarkan itu, Stella lalu mulai duduk di kursi ruangan itu, sambil menunggu Felix.


"Hmm, benar-benar tidak sabar dengan Es Krim Rasa Blueberry di Kampus,"


Stella sendiri suka tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba makan itu.


Dan nyatanya, tidak sampai satu Jam dan Felix kembali dengan satu kotak tempat Es kecil, Stella dengan bersemangat langsung membuka kotak kecil itu, dan mengambil Es Krim didalamnya.


Stella langsung duduk dan menikmati Es krim itu dengan perasaan gembira.


"Emm, ini sangat enak, Terimakasih Paman,"


Felix yang melihat senyuman itu juga merasa senang, lasagna tidak sia-sia berjuang tadi pakai macet segala sampai ke kampus Stella, apalagi harus mengantri dengan begitu banyak Mahasiswa disana.


Hasilnya cukup memuaskan melihat senyuman Stella, kunjungan yang sejujurnya cukup dirinya rindukan selama beberapa hari ini.


Ya, Felix akhirnya sedikit menyadari bahwa dirinya mungkin sudah sedikit terjerat dengan wanita di depannya itu.


Cara dia yang berisik, dan sikap perhatiannya, yang membuat dirinya entah kenapa merasa sangat nyaman.


Stella sangat nyaman untuk diajak ngobrol, juga perhatian itu, yang membuat dirinya merasa tidak kesepian lagi.


####


Hari segera berlalu, Allen yang awalnya mematikan ponselnya itu, akhirnya sempat membuka ponselnya.


Ada beberapa pesan dari Ayah Kandungnya, namun dirinya memilih untuk tidak berurusan dengannya.


Mari, pikirkan soal hal itu nanti, setelah dirinya berdiskusi dengan Ayahnya Felix.


Namun setelahnya dirinya melihat pesan dari Cynthia, menanyakan dimana dirinya berada.


Ekpersi Allen ketika menatap pesan itu jelas menjadi buruk.

__ADS_1


Felix yang kebetulan berada di ruangan itu menjaga Allen, tentu menjadi khawatir dan bertanya,


"Ada apa Allen?"


"Ini adalah Cynthia,"


Felix last belum tahu soal hal-hal tentang Cynthia ini, segera bertanya,


"Kenapa dengan Cynthia Istrimu itu? Oh benar aku sempat lupa untuk mengabari dia dan di mana dia selama ini?"


Mendengar pertanyaan itu, Allen menjadi diam, tidak tahu harus memulai dari mana.


Dirinya sejujurnya terlalu malu untuk mengakui kesalahannya dalam memilih seorang wanita.


"Ayah sebenanya...."


"Kenapa? Kamu bisa cerita apa saja kepadaku,"


Allen mulai menarik nafas dalam-dalam dan mulai menceritakan soal hal-hal yang dirinya tahu dari Rhea.


Dirinya juga meminta Rhea untuk segera mengirimkan foto-foto yang kemarin ke ponsel nya, dan untungnya Rhea merespon cepat, dan mengirimkan foto-foto itu, bahkan Videonya.


Allen menunjukkan hal itu kepada Felix.


Ekpersi Felix berubah menjadi kemarahan ketika melihat hal itu.


"Kurang Ajar itu, Cynthia!! Dia berani melakukan itu? Ditunggu dan menjebakmu, bahkan sampai detik ini dia masih berselingkuh?"


Allen hanya bisa mengamuk lemah, tidak tahu juga harus seperti apa.


Felix melihat ekspresi sedih itu, jelas merasa sedih juga.


"Allen, Aku rasa, saatnya kamu tinggalkan saja dia tidak ada gunanya bersama wanita semacam itu, namun jika...."


Felix sedikit ragu ingin berkata apa.


"Ya, Ayah tidak usah khawatir, Aku akan meninggalkannya, aku juga sudah merasa cukup muak dengan ini,"


Allen lalu segera mengirimkan pesan ke Cynthia agar dia segera pergi ke rumah sakit.


Butuh waktu beberapa saat sampai Cynthia tiba, kebetulan Cynthia itu tiba di Rumah Sakit tepat bersama dengan Stella, mereka bertemu tepat di depan Ruangan Allen.


Cynthia yang melihat Stella jelas merasa kesal,


"Stella!! What apaan kamu pakai berada di rumah sakit ini segala?"


"Terserah aku di sini aku mau melakukan apa,"


"Jelas, kamu pasti mau mengoda Allen bukan? Aku tahu itu kamu itu wanita licik!"


"Kamu itu yang wanita licik!! Kamu itu tukang Selingkuh dan Penipu!!"


PLAKKK


Cynthia menampar Pipi Stella karena marah.


"Stella!! Kamu itu bicara sembarangan!"


Stella jelas tidak terima dengan tamparan itu segera menampakkan balik Cynthia.


Keributan itu jelas, sampai kedalam ruangan, Felix yang melihat saat ini Cynthia hendak menampar Stella itu, jelas menjadi marah dan memegang tangan Cynthia.


Tatapan Cynthia menjadi pucat setelah melihat Felix.


"Ayah Mertua...."


"Jangan panggil Aku Ayah Mertua!!"


Cynthia tidak tahu harus berkata apa memilih untuk masuk ke dalam mencoba mencari pembelaan dari Allen.


Namun ketika Cynthia mendekati Allen, Allen segera mendorong Cynthia menjauh, seolah jijik dengan keberadaan wanita itu.


"Kamu!! Jangan mendekat padaku!! Dasar wanita murahan!!"


Cynthia jelas menjadi bingung.


"Ada apa denganmu?"


Terlalu malas berdebat, Allen segera menunjukkan foto di ponsel nya.


"Ini... ini jelas fitnah aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pria itu itu hanya kebetulan saja kami bertabrakan,"


Jelas saja Cynthia membuat alasan, namun Allen sudah terlalu muak.


"Cynthia, sekarang berhentilah berakting aku juga sudah mendapatkan rekaman video dimana kamu dan pria itu berbicara soal bagaimana anak di kandunganmu itu, adalah anak kalian berdua!!"


Wajah Cynthia jadi cukup puncat.


"Tidak... Allen... Ini adalah anakmu...."


"Mari kita melakukan Tes DNA,"


Mendengar itu Cynthia jelas menjadi takut, lalu sekarang mulai mengais.

__ADS_1


"Allen, sungguh ini tidak seperti yang kamu kira,"


"Cukup!! Aku tidak mau dengar apa-apa lagi denganmu, Aku akan menyuruh Pengacara untuk mengurus surat perceraian kita!!"


"Allen!! Kamu tidak bisa berbuat seperti ini padaku!!"


Cynthia jelas merasa terdesak, dan mencoba mendekati Allen, Allen mendorong Cynthia sampai jatuh.


"Jangan sentuh Aku!! Kamu wanita kotor! Jangan mendekati ku lagi atau muncul di depan wajahku lagi! Ayah! Tolong usir dia dari hadapanku hapus udah tidak ingin lagi berurusan dengan nya!"


"Tidak!! Ini tidak bisa! Kamu tidak bisa seperti ini denganku!"


Felix datang ke dalam dan mulai menyuruh para pengawal untuk menyeret Cynthia pergi.


"Ini semua pasti ulah Stella yang memfitnahku!! Semua hanyalah foto dan video rekayasa!!"


Stella yang mendengar dirinya di tubuh itu hanya bisa meng geleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah tidak masuk akal dari Cynthia itu.


"Stella!! Awas kamu!!"


Namun Cynthia sudah segera di barat oleh para pengawal pergi dari ruangan itu.


"Sungguh, Aku tidak mengira akan ada wanita semacam itu," kata Felix dengan heran.


"Ya, aku juga tidak benar-benar mengira jika Cynthia bisa segila itu,"


Allen sendiri, saat ini mencoba menenangkan dirinya di sana.


Berharap bahwa keputusannya ini benar.


####


Saat ini disalah satu Rumah Sakit, terlihat orang pemuda baru saja bangun dari komanya.


"Herry? Kamu akhirnya bangun?"


Herry game masih memegangi kepalanya itu menatap penumpangnya ketika melihat Ayahnya, Richard ada di sana.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?"


"Ada mobil yang menabrakmu, awalnya aku kira ini kecelakaan biasa, namun setelah aku selidiki ini ternyata ulah seseorang yang sengaja ingin membuatmu celaka,"


Herry game baru saja bangun itu tentu saja kaget dengan kabar ini.


Dirinya mengakui, jika dirinya memiliki banyak musuh, hah...


"Jadi siapa?"


"Ayah sudah menyelidiki nya dan ini ternyata ulah seorang wanita,"


"Seorang wanita?"


"Ya, dia Cynthia. Apakah kamu mengenal wanita ini?"


"Apa? Cynthia?"


Ekspresi Herry jelas menjadi gelap.


Cynthia itu!!


Dia benar-benar berani ingin melenyapkanku?


Benar-benar kurang ajar!!


Ini semua jelas tidak bisa di diamkan, awas saja kamu Cynthia!!"


"Ayah, aku akan menjelaskannya nanti tapi tolong ambilkan ponselku,"


Richard masih sedikit bingung namun segera mengambil kan ponsel Herry.


Setelah Herry menerima ponsel itu, dirinya segera mengeklik salah satu Video, lalu segera mengirimkannya kepada beberapa orang.


Ini adalah Video dirinya dan Cynthia, wajahnya sedikit disamarkan namun jelas masih menunjukkan wajahnya, jadi orang tidak akan salah paham jika itu Allen namun terlihat di Video wajah Cynthia sangat jelas.


Biar tahu rasa itu, Cynthia kurang ajar itu!!


Dan lihat saja setelah aku sembuh apa yang akan aku lakukan padamu!!


#####


Keluarga Cynthia, awalnya memiliki pagi yang cukup damai, sampai tiba-tiba sebuah Video muncul ke ponsel mereka semua, membuat wajah mereka menjadi sangat pucat.


Di tempat lainnya, Video itu juga beredar di Grub WA Kampus.


Stella yang masih berada di Rumah Sakit, yang kebetulan mengecek ponselnya juga sangat kaget ketika menerima Video tidak senonoh itu.


"Ada apa denganmu?" Tanya Felix target melihat ekspresi pucat itu.


Stella, tidak tahu harus berkata apa ketika mendapatkan kiriman video semacam ini.


Astaga....


Ini tersebar di Grub Kampus!!!

__ADS_1


Astaga, ternyata kelakuannya lebih buruk daripada yang dirinya kira...


__ADS_2