Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 32: Perhatian Kecil


__ADS_3

Malam itu, Stella akhirnya menyerah, dan memilih untuk menikmati tidur malamnya.


Felix juga mengalah untuk tidur di tempat tidur karena tidak ingin memiliki masalah dengan tidur di sofa lagi seperti sebelumnya, namun jelas menjaga jarak dengan Stella, bahkan memberikan batas untuk jarak antara mereka.


Stella tentu saja komplain bagaimana Paman Felix ini begitu menyebalkan dan sangat ribet, namun agar tidak membuat Pria itu marah, Stella hanya menurut saja.


Di pagi hari, ketika Stella bangun, dirinya tidak melihat seorang pun di sampingnya.


Sepertinya Pria disampaignya itu sudah bangun lebih awal, namun tidak membangunkannya.


Ini benar-benar menyebalkan bagaimana Paman itu mengabaikan dirinya, tambahkan tidak menganggapnya.


Stella juga binggung harus bagaimana lagi.


Mencoba merayunya gagal total, dan malah membuat Felix marah.


Tidak mau memiliki pemikiran yang buruk dipagi-pagi sekali, akhirnya Stella memutuskan untuk acara bangun dan menuju ke dapur, mencoba memasak.


Tidak apa-apa, dirinya masih harus tetap memberikan perhatian pada suaminya yang menyebalkan itu, mana tau nanti dia luluh.


Dengan semangat, pagi itu Stella berniat memasak Nasi Goreng kesukaan Felix.


Namun sebenarnya Stella juga cukup penasaran kemana Felix pergi pagi-pagi sekali, dia akhirnya bertanya pada Pelayan di Dapur.


"Tuan Felix biasanya memiliki kebiasaan berolahraga dipagi hari, tadi saya melihat dia sudah pergi pagi-pagi sekali, mungkin sebentar lagi dia akan segera pulang,"


Ini juga merupakan hal baru yang dirinya tahu.


Jadi Ayah Allen itu memiliki tubuh yang baik karena rajin berolahraga dan sepertinya merawat tubuhnya dengan baik.


Pantas aja, otot-otot perutnya itu benar-benar menggoda iman.


Lalu, Stella mulai memikirkan untuk menyambut Felix.


Apa Jus Kesukaannya ya?


Apakah itu Jus Jambu?


Segera, Stella membuat Jus itu, dan membawanya ke depan.


Seperti dugaannya, Felix saat ini sudah pulang, namun yang begitu mengejutkan Felix datang tidak sendirian, namun ternyata ada Allen disana yang sepertinya juga ikut olahraga.


Stella jelas menatap Allen dengan ekpersi binggung.


Tumben Allen Olahraga pagi-pagi?


Dia kan biasanya sangat susah untuk bangun pagi, Allen memang merawat tubuhnya dengan baik juga, dengan berolahraga di Sore hari, dia kadang pergi di Gmy.


Sepasang Ayah dan Anak itu sama-sama menatap kearah Stella yang datang tiba-tiba.


Jelas Allen menampilkan ekspresi tidak senangnya itu.

__ADS_1


Stella segera sadar dari lamunan nya dan teringat tujuannya datang ke sini.


Dia segera memberikan minuman ditangannya untuk Felix.


"Sayang, ini aku membawakan Jus Jambu kesukaanmu," kata Stella dengan mesra kan di Jus pada suaminya.


Felix menatap Stella dengan ekspresi rumit, memilih antara menerima ini atau tidak.


Namun jika dirinya menolaknya, hal-hal ini jelas akan membuat Stella malu didepan Putranya Allen.


Jadi segera, tanpa kata-kata, Felix menerima Jus dan meminumnya.


Stella merasa senang bagaimana Felix menerima Jus buatannya.


Dirinya kira karena hal-hal diantara mereka buruk, Paman Felix ini akan menolak terang-terangan apa yang coba dirinya berikan, seperti bagaimana tadi malam ketika dirinya membuatkan minuman Felix tolak.


Yah, walaupun Stella mungkin sedikit mengerti alasan kenapa Felix menerima pemberiannya kali ini.


Apakah karena ada Allen disini?


Jelas, Paman Felix bisa menolaknya dengan mudah, namun dia masih memberikan dirinya beberapa wajah dan tidak membuat dirinya malu dengan menolaknya secara terang-terangan.


Ini sebenarnya adalah sikap yang baik.


Hanya dengan tahu itu saja, Stella sudah tenang, Paman Felix ini benar-benar sangat lembut dan perhatian.


Allen sendiri menerima air putih dari salah satu Pelayan disana, sambil menatap tidak suka kearah Stella dan Ayahnya itu.


'Dasar tukang cari perhatian,' pikir Allen kesal.


Sial!


Allen mengelengkan kepalanya, mencoba melupakan pikiran aneh barusan.


####


Pagi itu di meja makan, seperti biasanya Nenek Allen masih asik mengobrol dengan Stella.


Sampai dia tiba-tiba mengusulkan sesuatu pada Felix.


"Owh iya, Felix aku dengar dari Asistenmu jika dia ingin mengundurkan diri dalam waktu dekat, apakah kamu menyetujuinya?"


Felix yang ditanya itu langsung menjawab,


"Itu benar, seharusnya dia bisa di sini sampai aku menemukan Asisten baru, namun setelah perjalanan ke Luar Kota ini, tiba-tiba kondisi dia cukup buruk, jadi sementara ini dia tidak bisa ke kantor juga, hal-hal ini membuat aku kesulitan karena belum menemukan Asisten baru, Dia mungkin akan kembali sementara sekitar minggu depan untuk membatuku mencari Asisten Baru, hah tapi satu Minggu tanpa Asisten ini benar-benar akan merepotkan,"


Ekpersi Felix terlihat lesu ketika mengatakannya.


"Benar, aku sebenarnya memiliki sebuah ide bagus untuk memecahkan masalah itu,"


"Apa itu, Ibu?" Tanya Felix dengan nada Penasaran.

__ADS_1


Eve lalu langsung menatap kearah Menatu Perempuannya itu,


"Bagaimana dengan Stella? Dia sebelumnya adalah Asisten Allen, ya karena beberapa hal yang terjadi Dia mengundurkan diri dari posisi itu, saat ini dia sedang menganggur, bagaimana jika Stella menjadi Asisten mu untuk semester?"


Stella mendapatkan sebuah kedipan dari Ibu Mertuanya itu, jelas mengerti apa maksudnya.


Ibu Mertuanya ini ternyata sangat baik dan ingin dirinya memiliki lebih banyak kesempatan untuk dekat dengan Felix, dan untuk menjadi asistennya Ini adalah sebuah kesempatan yang baik untuk dirinya bisa menjadi lebih dekat.


Tentu saja Stella tidak akan menyia-nyiakan ini.


"Tentu saja, Ibu. Aku tidak akan keberatan jika bisa membantu Suamiku untuk menjadi Asistennya, tidak hanya sementara namun seterusnya juga tidak masalah," kata Stella sambil tersenyum.


Felix yang mendengar ide itu tentu saja tidak merasa suka.


Dirinya jelas tidak merasa Stella yang bahkan belum lulus Kuliah ini bisa menjadi Asistennya.


Dan lagi, Felix berpikir jika Stella pasti akan lebih banyak mengganggunya jika dia menjadi Asistennya.


Degan ini, Felix mencoba mencari alasan untuk menolak Stella.


"Bukankah kamu harus fokus pada Studimu? Sebentar lagi kamu kembali ke kampus kan?"


Stella lalu dengan tersemyum menjawab,


"Tenang saja, setidaknya aku bisa menjadi Asisten mu untuk seminggu ini, lagipula masih Minggu depan sampai aku kembali ke Kampus,"


Eve yang melihat artinya putranya ini ingin mencari-cari alasan, segera menambahkan.


"Itu benar, Toh Stella masih menganggur sejak dia belum masuk kampus lagi, biarkan dia menjadi Asistenmu, dia pasti tidak akan mengecewakanmu,"


Ayah Felix lalu mulai menambahkan,


"Itu benar, sudah terima saja Stella, apa susahnya? Berhenti menjadi Keras Kepala,"


Allen yang juga mendengar percakapan mereka sebenarnya sangat tidak suka dengan ide ini.


Kenapa pula Stella harus menjadi Asisten untuk Ayahnya?


Benar-benar menyebalkan, padahal dirinya sudah cukup muak untuk bertemu Stella setiap hari di Rumah, belum nanti malah mungkin harus bertemu dengannya di Kampus.


Allen jelas cemas jika nanti Stella yang mendekati Ayahnya itu mulai menjelek-jelekkan dirinya didepannya, dan membuat hubungan antara dirinya dan Ayahnya menjadi buruk.


Allen hanya bisa berharap agar Ayahnya itu tetap menolak.


Tapi harapan hanya harapan.


"Baiklah, aku akan menerimanya untuk sementara menjadi Asisten ku, namun hal ini bukanlah hal untuk main-main, ingat jika sampai melakukan kesalahan aku benar-benar tidak bisa segan-segan bahkan pada Istriku sendiri,"


Stella lalu memberikan acungan jempol dan berkata,


"Tenang saja, Aku tidak pernah melakukan kesalahan dan aku akan menjadi Asisten yang baik untukmu,"

__ADS_1


Dan begitulah awal rencana Stella mulai menjadi Asisten Felix.


Setelahnya, Stella kembali ke Kamar, dan bersiap-siap dengan pakaian kantornya.


__ADS_2