Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 34: Bertemu Masalah


__ADS_3

Siang itu, Stella masih berkutat dengan tugas-tugasnya, sampai jam makan siang, namun dokumen di depannya benar-benar tidak ada habisnya!!


Sangat melelahkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang jelas dua kali lipat dari tugasnya biasanya.


Benar-benar menguras banyak energi lebih daripada yang dirinya kira.


Stella awalnya bertanya pada Sekertaris Felix, namun ternyata tugas Asisten Pak Presdir memang sebayak ini, itupun sudah di bantu seorang Sekertaris.


Banyak di handle sana-sini apalagi saat ini sedang banyak projek yang berjalan saat-saat yang paling sibuk dan paling penting bagi Perusahaan.


Pantas saja, Paman Felix itu begitu membutuhkan Seorang Asisten, dengan tugas sebanyak ini dia tidak akan bisa mengerjakannya sendiri.


Dirinya juga melihat betapa banyaknya dokumen yang ada di meja Paman itu.


Hah, benar-benar tidak salah jika Paman Felix ini disebut sebagai Workholic, dan sering lembur, benar-benar hanya pekerjaan sepertinya yang ada di dalam kepalanya itu.


Ketika jam Istirahat datang, Sekertaris di meja depan Stella itu, mendatangi Stella.


"Nyonya Stella, saya permisi dulu untuk pergi makan siang, jika ada sesuatu anda bisa bertanya pada saya. Eh, tapi soal Makan siang Pak Presdir....." kata Sekertaris itu sedikit ragu, karena biasanya Asisten yang mengurus hal-hal ini, tugas Sekertaris hanya menjaga ruangan Presdir dan mengurus hal-hal penting jika Pak Presdir mereka tidak berada di tampat atau mengurus jika ada tamu datang mendadak, juga kadang akan mengurus dan membatu review beberapa dokumen, sedangkan Asisten, harus mengurus semua keperluan Pak Presdir, dan selalu mengikutinya kemana-mana dia pergi, termasuk menyiapkan hal-hal dasar seperti membelikan makan siangnya.


"Ya, kamu bisa pergi dulu, nanti biar urusan dengan Pak Presdir aku yang mengurusnya,"


Sekretaris itu hanya tersenyum, dan mengaguk, kemudian pergi dari sana.


Dan begitulah, sekarang hanya ada Stella yang masih berada di depan ruangan Pak Presdir itu.


Stella lalu melihat jam, dan memang sudah waktunya untuk istirahat, sebaiknya dirinya makan siang dan istirahat dulu dan dilanjutkan nanti.


Namun sebelum itu, dirinya harus mengurus keperluan-keperluan Pak Presdir yang banyak maunya itu dulu.


Stella segera mengetuk pintu ruangannya itu dengan sopan, telah diijinkan masuk dirinya segera bertanya,


"Pak Presdir, ini sudah saatnya makan siang, apakah Bapak ingin dibelikan sesuatu?"


Felix hanya menatap Stella sebentar, selalu kembali menatap dokumen di mejanya.


"Nanti akan aku urus sendiri,"


Melihat dirinya tidak diperhatikan itu, Stella lalu segera berkata,

__ADS_1


"Paman tidak bisa begitu. Apakah biasanya Paman selalu menunda makan siang seperti ini? Ini tidak baik untuk kesehatan, Paman harus makan tepat waktu,"


Felix yang sudah mendapatkan ceramah itu, tentu saja merasa tergangu,


"Ini jelas bukan urusanmu, dan bagaimana dengan pekerja yang aku berikan padamu? Apakah itu sudah selesai?"


"Ukhhh, aku masih belum selesai, mau aku selesaikan nanti. Dan lagi, Paman ini sudah Tua masih saja tidak peduli pada kesehatan dan makan tidak tepat waktu,"


"Kamu ini, tugas belum selesai sudah mau Istirahat saja, dan lagi


Ini baru juga jam dua belas, aku nanti makan setelah jam 2,"


"Aku butuh nutrisi untuk kembali mengisi otakku. Paman juga tidak bisa begitu, jam segini harus makan,"


"Sudah aku bilang itu terserah aku,"


"Ah, Pantas saja Ibu kamu selalu khawatir padamu, dan menyuruhku membuatkan makan siang, ternyata paman seperti ini tidak pernah makan tepat waktu,"


Felix yang merasa akan mendapatkan ceramah panjang itu, segera berkata,


"Sudahlah, terserah kamu. Beli saja makan siang, nanti aku makan,"


Daerah Perkantoran ini jelas sangat familiar untuk Stella, jadi dia tahu restoran-restoran dekat sini yang menjual makanan enak.


Stella mulai berpikir sebentar, sepertinya dirinya tahu harus mulai dari mana.


Apakah Restoran di Sebrang Jalan?


Jadi dengan perasaan senang itu, Stella segera menuju ke tempat itu untuk membeli makan siang.


Namun siapa yang tahu, ketika dirinya sampai di Restoran Sebrang Jalan, dia tamu dengan wajah-wajah yang familiar.


Itu adalah wajah Allen yang saat ini sedang di rangkul oleh Cynthia!!!


Dasar tidak tahu malu!!


Sekarang mereka berdua benar-benar berani muncul di depan publik dengan mesra seperti itu!!


Perasaan jengkel muncul di dalam hati Stella.

__ADS_1


Tentu saja pasangan itu juga melihat kearah Stella.


Cynthia yang paling pertama menyapa,


"Astaga, Kak Stella ternyata ada disini, sungguh mengejutkan, kenapa Kakak disini?" Sapa Cynthia dengan ekpersi ramahnya.


Tentu saja, Stella yang disapa itu memiliki ekspresi yang tidak nyaman. Jelas dia tidak membalas sapaan dari Cynthia itu, dan malah berkata,


"Astaga, sekarang kalian berdua... Bermesraan di depan Publik seperti ini? Kalian benar-benar tidak tahu malu, sungguh, Allen aku tidak menyangka kamu bisa seperti ini dulu kamu sok-sokan bersifat sok alim, tidak memiliki hubungan dengan Cynthia ini, namun ternyata kalian ada main di belakangku, dan sekarang kalian dengan tidak tahu malunya mengumbar berhubungan kalian?"


Allen tentu saja memiliki wajah pucat, karena tidak bisa membantah kata-kata itu.


Namun, Cynthia menjawab dengan ekpersi tenang,


"Owh? Benarkah? Kenapa kamu tidak mengaca pada dirimu sendiri? Dari pada kamu, malah menikah dengan Ayah Allen yang jelas memiliki beda jauh, dia jelas berumur 2 kali lipat dari umurmu,"


Stella yang di singgung itu tentu saja tidak merasa tersinggung dia lalu segera berkata,


"Kenapa aku musti malu? Setidaknya, Ayah Allen ini, Felix Chastielo adalah orang yang setia dan tidak akan berselingkuh seperti Putranya yang tidak tahu diri ini, yang sangat gampang di goda oleh seorang wanita murahan sepertimu,"


"Siapa yang kamu sebut wanita murahan hah?"


Stella lalu tertawa,


"Lalu, bagaimana caraku menyebutmu? Kamu yang jelas-jelas mengoda Allen, ketika dia masih menjadi Tunanganku, apalagi kalau bukan wanita murahan?"


"Jaga bicaramu itu, Stella!!" Kata Allen yang marah mencoba membela Cynthia.


"Owh, astaga, atau aku harus menyeberang jika kamu adalah laki-laki hidung belang Allen? Daha sudah punya tunangan tapi malah Selingkuh di belakangku dengan wanita murahan ini?"


Cynthia jelas merasa tidak terima disebut dengan wanita murahan, dia yang emosi itu lalu segera berkata,


"Aku wanita murahan? Kamu ngaca dong!! Kamu itu hanya Anak Haram dari hasil Perselingkuhan!! Anak Pelakor!!"


Stella yang mendengar itu, tentu saja terkejut, tidak tahu apa yang Cynthia itu katakan.


"Hah, kamu ini jangan sembarang Cynthia!!"


Cynthia yang merasa keceplosan itu, merasa sudah tidak tahan lagi lalu segera berkata,

__ADS_1


"Kamu rupanya tidak tahu apa-apa bukan? Menurutmu kenapa kamu sampai di Adopsi oleh Ayah ke Keluarga Chastalope?"


__ADS_2