
Felix yang saat ini menatap ekspresi panik dari wajah Putranya itu jelas sadar jika mungkin apa yang dirinya katakan ini benar.
"Allen, Ayah sungguh sangat kecewa padamu kamu bahkan berani berselingkuh sampai membuat Selingkuhmu itu hamil? Kapan Ayah mengajarimu menjadi anak yang tidak tahu malu seperti ini?" Kata Felix lagi mencoba mencari penjelasan dari Putranya ini.
Allen masih diam, mendegar tuduhan Ayahnya itu, yang kemungkinkan besar memang benar.
Dirinya sendiri tidak mengira hal-hal menjadi seperti ini.
Awalnya, dirinya memang sedikit menyukai Chintya, namun dirinya juga sadar saat itu memiliki Stella yang menjadi Tuangannya.....
Hanya saja...
Saat itu, mereka berdua tidak sengaja melakukannya ketika dirinya salah minum Alkohol.
"Ayah... Aku tidak... Ini..."
Allen jelas mencoba mengelak dari tuduhan Ayahnya itu.
"Allen! Kamu tidak lagi perlu berbohong katakan semuanya dengan jujur!!" Kata Felix lagi dengan nada marah.
"Ya, seperti yang Ayah kira, Chyntia saat ini hamil," kata Allen akhirnya mengaku.
Kemudian sebuah tamparan mendarat di pipi Allen, tentu saja Allen merasakan rasa sakit dipipinya itu.
"Kamu!! Kamu benar-benar membuatku kecewa!!"
"Maafkan, aku Ayah..." Kata Allen dengan ekpersi pucat itu.
Felix juga tidak mengira bahwa putranya bisa berbuat sesuatu seperti ini.
Berdasarkan apa yang Stella katakan, Allen itu bukan tipe yang seperti ini dan selalu mengagap hal-hal ini penting dan tidak akan melakukannya sebelum menikah, namun kenapa sekarang Putranya ini sampai berani menghamili anak orang?
Felix benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Dari mana sikap kurang ajarnya ini berasal?
Felix benar-benar tidak habis pikir.
"Jadi itukah alasan kamu memutuskan Pertunangan mu?"
Allen sendiri masih sedikit takut untuk mengakui semua ini.
"Ya,"
"Jadi jika Cynthia tidak hamil, apakah kamu akan terus berhubungan dengannya di belakang Stella bahkan setelah kamu Menikah?"
"Ayah... Ini tidak seperti itu... Ayah benar-benar tidak tahu apa-apa antara aku dan Stella,"
"Ya! Aku memang tidak tahu apa-apa, kamu yang dengan gilanya membatalkan Pernikahanmu sendiri, membuat kekacauan di mana-mana dan akhirnya menjadi seperti ini,"
Allen terdiam lagi mendengar kata-kata Ayahnya itu.
"Aku mengakui soal hal-hal itu memang salahku. Namun aku mohon Ayah, ijinkan aku menikah dengan Cynthia...."
__ADS_1
Felix terdiam sebentar lalu mulai berpikir, dirinya sedikit menilai jika gadis bernama Cynthia ini sepertinya bukan gadis yang cukup baik, dilihat bagaimana terlihat dia mendekati Putranya dengan maksud tertentu.
Ya, bahkan walaupun Allen bukan Putra Kandungnya, dirinya masih tidak akan membiarkan Putranya menjalani hidup yang buruk dan ditipu orang.
"Sekarang, Ayah tanya padamu, apakah kamu yakin anak yang Cynthia kandung itu anakmu?"
Allen tidak akan pernah mengira jika Ayahnya penderitanya sesuatu seperti itu, kemudian menjadi marah,
"Ya, itu anakku, memangnya anak siapa lagi? Cynthia bukan gadis seperti itu,"
"Aku tanya, dari mana kamu yakin? Kamu baru kenal dia selama setahun belakangan, kenapa kamu begitu yakin jika dia gadis yang bersih? Atau dia bermaksud mendekatimu dengan maksud tertentu dan menjebakmu? Di dunia kita ini, kamu tidak bisa gampang percaya pada wanita,"
"Aku yakin Cynthia bukan gadis seperti itu...."
"Allen, lalu sekarang aku tanya, kenapa kamu tidak percaya pada Stella? Kamu sebelumnya bilang Stella mencoba mencelakakan Cynthia bukan? Kamu yang sudah kenal Stella dari kecil, apakah menurutmu dia memang orang seperti itu?"
Allen yang mendengar nama Stella disebutkan menjadi diam tiba-tiba, pikiranya menjadi rumit.
"Allen, kamu bisa percaya pada Cynthia yang kamu kenal hanya satu tahun, namun tidak bisa percaya pada gadis yang kamu kenal sejak kecil? Sungguh, dimana otakmu,"
Kata-kata Sarkastik dari Felix itu sekali lagi membuat Allen menjadi pucat.
"Ayah itu...."
"Diam, dan renungkan apa yang aku Katakan,"
"Namun Ayah... Jika aku tidak menolak menikah dengannya, dan ternyata itu benar-benar anakku... Aku pasti akan menyesal,"
Felix sekarang juga tidak tahu harus berkata apa lagi.
Mendengar permintaan itu, Felix juga menjadi binggung sendiri harus bagaimana.
Karena jika hal-hal ini sampai tersebar ke Publik, yang akan malu juga akan Keluarga Chastielo.
"Ayah akan mencoba mempertimbangkannya,"
"Ayah... Tapi tolong berjanji jangan katakan soal Kehamilannya Cynthia terutama pada...."
"Allen, cepat atau lambat yang namanya barang busuk akan terbongkar,"
Setelah perdebatan panjang, Allen akhirnya keluar dari Ruangan Ayahnya itu.
Pikirannya benar-benar, menjadi kosong setelah mendengarkan kata-kata Ayahnya itu.
####
Malam itu, Felix tidak pulang ke Rumah Keluarga Chastielo karena masih sibuk memikirkan soal pekerjaan di kantor, dia menginap di kantor sepanjang malam.
Dirinya juga masih belum bisa bertemu dengan Stella.
Hanya memikirkan hal-hal yang terjadi membuat dirinya kesal, terutama soal kelakuan Putranya Allen.
Ya, sejak kapan Putranya itu menjadi tidak masuk akal?
__ADS_1
Sial.
Jika Allen benar-benar menghamili Cynthia, maka Pernikahan mereka tidak bisa dicegah, dan ini pasti akan membuat Stella kesal.
Tunggu, kenapa malah dirinya mempertimbangkan perasaan bocah itu?
Gadis nakal yang benar-benar berani mempermainkan dirinya untuk acara balas dendamnya itu.
Dan sekarang, Stella hampir memegang kartu Trufnya itu, jika dia nekat dan sampai bilang pada semua orang soal kenyataannya, dirinya tidak tahu harus berbuat apa....
Karena jelas, hal-hal ini akan membebuat hancur Putranya Allen, dan akan merusak nama baik, Shopia....
Ketika Felix memikirkan soal nama itu, perasaannya menjadi begitu sakit....
Padahal dirinya sangat mencintai Shopia, namun kenapa dia bisa melakukan itu...
Tidak...
Apakah ini adalah salahnya sendiri?
Itu adalah balasan atas apa yang dirinya lakukan dulu?
Felix benar-benar tidak mau lagi memikirkan soal semua ini, dan kembali fokus pada Pekerjaannya.
Di tempat lainnya, malam itu Stella menunggu Felix untuk pulang, dia bahkan sudah memasak masakan khusus kesukaan Felix.
Namun sayang sekali, yang pulang hanya Allen.
Jelas, Stella yang melihat Allen pulang itu, segera bertanya,
"Mana Ayahmu?"
Allen yang ditanya itu jelas tidak memberikan jawaban yang cukup ramah.
"Dia Suamimu, mana aku tahu dia ke mana bukannya seharusnya kamu yang lebih tahu?"
Mendengar jawaban menyebalkan itu, Stella merasa menyesal untuk bertanya padanya.
Namun mau bagaimana lagi?
Dirinya sudah mengirimkan Pesan pada Felix namun tidak juga dibalas.
Bahkan teleponnya tidak diangkat.
Apakah nomornya di blokir oleh Paman Felix?
Ukhhh...
Paman Felix itu, apakah dia masih marah tentang kejadian tadi pagi?
Sungguh menyebalkan, padahal dirinya hanya bercanda soal hal-hal itu.
Lagian itu salah Paman itu untuk tidur di sofa, malah siapa tidur di sofa seperti itu padahal tidak ada yang menyuruhnya.
__ADS_1
Dasar Paman Aneh!!