Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 85: Hal Keterlaluan


__ADS_3

Allen kebetulan terbangun dari tidurnya itu juga merasa kaget melihat Rhea ada disana.


Apalagi melihat posisi tangan Rhea yang saat ini sedang meraba rambutnya.


Melihat Allen tiba-tiba sadar itu juga membuat Rhea kaget, dia langsung menyingkirkan tangannya.


"Aku... Aku sepertinya akan segera memanggil dokter,"


Rhea panik terlihat berusaha pergi dari hadapan Allen, namun segera tangannya di cegah oleh Allen.


"Aku memang sudah sadar dari pagi. Tidak Perlu memanggil dokter, Ayah pasti lupa untuk memberitahumu jika aku sudah sadar,"


Melihat tangannya digenggam oleh Allen itu, Rhea meterasa sedikit gugup.


Kak Allen sudah sadar?


Ini jelas membuat dirinya senang, akhirnya Kak Allen tersadar, namun ini tiba-tiba membuat dirinya cemas, apakah tadi Kak Allen dengar apa yang dirinya katakan?


Sial.


Bagaimana ini?


"Ah, ya jadi begitu. Ayah Kak Allen sedang ada rapat online di ruangan sebelah, jadi dia menyuruhku untuk menjaga Kakak sejenak,"


Allen segera melepaskan tangannya dan tersenyum kepada Rhea.


"Ah begitu, aku sebenarnya tidak dijaga tidak apa-apa,"


Menengar itu, Rhea menujukan wajah cemberut nya lalu segera berkata,


"Kak Allen lihat terlalu santai dengan keadaan mu, kamu itu seminggu koma, mengalami luka yang cukup parah sampai-sampai kamu butuh operasi dan membutuhkan donor darah, kabarnya Jantung Kak Allen sembah hampir berhenti sebelumnya karena kekurangan darah,"


Melihat ekspresi cemas dari adik sepupunya itu, Allen segera mencoba menghibur gadis itu, dengan cara mulai membelai rambut Rhea.


"Kamu ini, tidak perlu menjadi secemas itu, lihat sekarang Kakak baik-baik saja oke?" Kata Allen sambil tersenyum.


Mendapatkan perlakuan itu secara tiba-tiba, tentu saja membuat jantung Rhea berdebar lebih cepat.


Kak Allen selalu memperlakukan dirinya semacam ini, bagaimana dirinya tidak menjadi terbawa perasaan?


Senyuman dan perilaku baik laki-laki tampan itu memang benar-benar menyesatkan, bisa membuat orang salah tingkah dan salah paham!!


Dirinya tentu saja sadar, bahwa Kakaknya Allen hanya mengagap dirinya sebagai Adiknya, seperti mengagap dirinya anak kecil sejak dulu.


"Kak Allen jangan seperti ini, aku sudah bukan anak kecil lagi," kata Rhea menepis tangan Allen di rambutnya itu.


Mendengar itu, Allen malah menjadi semakin antusias untuk membelai rambut Rhea sampai menjadi sedikit lebih berantakan.


"Membelai rambutmu seperti ini memberiku beberapa ketenangan, ini benar-benar meyegarkan jiwa,"


"Kak Allen apa-apa, jangan memperlakukan Wanita Dewasa dengan perilaku semacam ini, aku sudah dewasa,"


Mendengar itu, Allen kembali tertawa,


"Untukku, Rhea akan selalu menjadi adik kecilku yang begitu lucu dan manis,"


Kata-kata itu memang penuh kehangatan dan ketulusan, namun itu malah menjadi sebuah dilema untuk Rhea.


Seolah rasa cintanya dari dulu adalah sesuatu yang tidak mungkin.


Apalagi sekarang Kakaknya Allen sudah menikah.


Namun, ada masalah dengan Istri Kak Allen itu, yang harus dirinya selidiki lebih lanjut.


Dirinya jelas tidak ingin membuat Kak Allen menjadi sedih.


Dirinya sudah memiliki beberapa hasil penyelidikan nya, namun apakah dirinya harus mengatakannya pada Kak Allen?


Tidak, saat ini Kak Allen sedang dalam kondisi kurang baik dan bahkan masih berada di rumah sakit.


Jelas membuat suasana hati kakaknya menjadi buruk bukan hal yang baik untuk pemulihan nya.


Sendirinya juga merasa tidak nyaman jika Kakaknya Allen di bohongi oleh Istrinya yang terlihat mencurigakan itu.


Bagaimana ini?


Dirinya juga merasa tidak nyaman untuk menyimpan rahasia ini sendiri.

__ADS_1


Mungkin setelah ini dirinya benar-benar akan mengatakannya pada Kak Stella dulu, untuk mengetahui bagaimana pendapatnya soal hal hal ini.


Dan, jika semua bukti benar-benar sudah terkumpul lebih banyak, barulah saat itu dirinya akan mengungkapkan itu pada Kak Allen.


Untuk saat ini dirinya harus mencoba nahan diri untuk tidak mengatakannya ini semua demi kesehatan Kakaknya.


"Kak Allen, selalu berbicara omong kosong,"


Di permukaan, Rhea melihat tertawa dengan hangat bersama Allen.


Bahkan pun hatinya sedikit tidak nyaman, dirinya tidak pernah menunjukkan nya, begitulah cara Rhea menyimpan perasaannya diam-diam selama ini.


####


Waktu berlalu dengan cepat, Felix sudah menyelesaikan Rapat Onlinenya, sudah kembali ke Kamar Allen.


Disana Felix malah masuk kekamar itu bersama dengan Stella.


Rhea tentu saja langsung menyapa dua orang itu, dan sangat kebetulan Stella ada disana, Rhea benar-benar senang.


Setelah mereka berempat melakukan beberapa percakapan ringan, dan Rhea mulai membuat alasan agar Allen Istirahat dan tidak bisa diajak bicara lebih banyak, dia mengajak Stella keluar, membiarkan Felix yang menjaganya.


"Ya, aku akan mengantar Rhea untuk pulang dulu," kata Stella berpamitan.


"Kamu hati-hati dijalan," kata Felix dengan ekpersi ramah.


Stella yang mendengar itu, tentu saja menjadi senang, dan membalas dengan senyuman.


"Tentu saja, aku akan hati-hati,"


Rhea yang melihat bagaimana mereka berdua terlihat sangat harmonis itu, tentu saja cukup terkejut.


Ternyata, hubungan Kak Stella dan Suaminya, berjalan dengan baik?


Ya, itu bagus melihat Kak Stella sepertinya bisa menemukan kebahagiaannya sendiri, setelah berbagai hal yang terjadi padanya.


Namun, saat ini tatapan Rhea menuju ke arah Allen.


Rhea menemukan ekpersi tidak nyaman di wajah Allen, ketika Allen menatap kearah Ayahnya dan Stella itu yang terlihat harmonis.


Bukankah Kak Allen yang bilang dia tidak menyukai Kak Stella, itulah kenapa mereka memutuskan pertunangannya?


Namun apa-apa dengan tatapan itu?


Kak Allen benar-benar membingungkan.


Apakah jangan bilang, Cynthia ini memang melakukan sesuatu yang membuat Kak Allen memutuskan Pertunangannya?


Sial, hal ini benar-benar sangat menyebalkan.


Dan lagi, Rhea juga merasa sakit hati sendiri memikirkan semua hal ini, sudah cukup berat menyimpan semua perasaan ini sendiri, namun sekarang harus dihadapkan dengan sebuah masalah yang di alami orang yang di sukainya itu.


Dirinya ingin membiarkannya, dirinya masih tidak merasa tega.


Semua hal ini jelas sangat meresahkan.


####


Saat ini, Stella dan Rhea sudah tiba di salah satu Cafe dekat Rumah Sakit.


"Rhea, katanya kamu ingin membicarakan sesuatu denganku? Apa itu?" Kata Stella langsung ke intinya itu mereka duduk di salah satu kursi di cafe itu.


Stella masa sangat penasaran, soal bagaimana Rhea batista ingin berbicara padanya dan ini terlihat sesuatu yang serius.


Rhea lalu segera mengeluarkan sebuah berkas dari Tasnya.


Stella menatap berkas itu dengan ekspresi heran.


"Kak Stella, menurut Kakak, Cynthia itu seperti apa?"


Stella adi padi pertanyaan itu jelas menjawab tanpa pikir panjang,


"Dia itu licin seperti ular, sangat pintar menipu dan memanipulasi orang-orang, licik sekali,"


Rhea lalu mengangguk setuju,


"Aku juga setuju, aku juga merasa dia itu orang yang licik, Kak Stella harus melihat apa yang aku temukan tentang Cynthia,"

__ADS_1


Rhea lalu boleh membuka berkas itu dan menyerahkan sebuah foto pada Stella.


Ini adalah foto saat Cynthia berada di Rumah Sakit dengan Herry sebelumnya.


"Ini..."


Melihat foto itu jelas aja saja membuat Stella kaget.


"Aku kebetulan melihat Cynthia itu bertemu berduaan saja dengan Pria itu, dan ini bukan pertama kalinya aku melihatnya, sebelumnya saat acara Pernikahan Cynthia dan Kak Allen, aku melihat jika Cynthia bertemu dengannya di lorong kamar mandi sebelum dia tergelincir, sebelumnya aku pernah bertanya soal kejadian itu, dan Cynthia berbohong, gak pernah sedikitpun membahas pertemuan nya dengan Pria ini, aku jelas merasa curiga tentang hubungan mereka,"


"Rhea, kenapa kamu menemukan hase penting ini tidak kamu beritahukan padaku?"


"Bukannya aku tidak ingin memberitahumu. Namun sebelumnya aku tidak yakin dengan semua ini,"


"Lalu, sekarang apakah kamu sudah yakin?"


"Aku sudah melakukan beberapa penyelidikan soal pria ini, dia ternyata adalah Mantan Kekasih Cynthia,"


"Apa? Mantan Kekasihnya? Bukankah Cynthia sebelumnya tinggal di Kota S yang jauh?"


"Iya itu memang benar namun sepertinya, Mantan Kekasihnya ini baru saja tiba di kota ini kurang lebih sekitar dua bulan yang lalu,"


Stella senar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu.


"Dua bulan? Itu berarti... Jika mereka masih berhubungan... dugaanmu yang sebelumnya...."


"Ya, aku juga semakin merasa jika kecurigaan ku ini mungkin saja terbukti, soal Anak dalam Kandungan Cynthia ini bukan anak Kak Allen, bahwa dia menipu Kak Allen dan semua orang,"


Mendengar hal itu, Stella jelas saja marah.


"Cynthia itu, benar-benar keterlaluan... Dia berani mengoda dan merebut Allen, embun tidak hanya itu dia bahkan menipu Allen, kurang ajar benar dia, apa dia sengaja melakukannya karena begitu membenciku? Hingga dia mencoba merebut Allen dariku? Namun akhirnya dia juga malah berselingkuh,"


Ketika mulai memikirkan semua ini, Stella jadi merasa bersalah juga.


Namun ini juga bukan sepenuhnya salahnya, ini salah Allen kenapa dia mudah ditipu.


"Kak, ini hanya hipotesisku saja, aku belum tahu kebenarannya. Kuharap kakak jangan membicarakan ini dulu, Kak Allen kartini masih berada di rumah sakit kondisinya masih belum baik untuk menerima kejutan ini,"


"Tapi Cynthia ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,"


Stella juga mulai memikirkan semua hal ini, jika Paman Felix tahu soal Allen di tipu, pasti jelas Paman Felix akan menjadi begitu marah.


Melihat Putranya di Perlakukan seperti itu, jelas Paman Felix pasti juga akan sangat merasa sedih.


Hanya memikirkannya saja membuat dirinya sedih.


"Ya, aku tahu itu aku jelas tidak akan membiarkannya. Aku akan lebih banyak mengumpulkan bukti, ulah kenapa aku memberitahu Kakak, agar kakak bisa membantuku,"


"Tentu saja aku akan membantumu. Jelas aku akan menemukan kebusukan dari Cynthia itu,"


"Tapi Kak, aku harap kakak juga tidak memberitahu Paman Felix dulu, Kakak pasti mengerti maksudku,"


Stella berpikir sebentar,


"Itu...."


"Kak, Stella kita masih membutuhkan bukti lebih banyak,"


"Ya, aku mengerti. Lagi pula saat ini keadaan juga tidak mendukung, aku jelas akan mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya soal Perselingkuhan Cynthia itu, itu benar-benar orang yang sangat tidak tahu diri dan tidak tahu malu, apalagi kalau sampai benar dia menipu Allen soal anak yang dia kandung itu,"


Stella sejujurnya, tidak bisa membayangkan bagaimana nanti perasaan Paman Felix jika dia tahu, bahwa Putranya benar di tipu seperti itu....


Yang mungkin hampir sama, tentang bagaimana Paman Felix tahu bahwa Allen bukan Putra Kandungnya.


Hal-hal itu jelas sangat menyedihkan....


Ukhhh...


Dirinya juga tidak akan pernah mengira jika Cynthia bisa sekurang ajar ini.


"Jadi, siapa Identitas Pria ini?"


"Dia, Herry Maximilian, Tuan Muda Pertama dari Keluarga Maximilian,"


"Apa?"


Nama itu jelas sedikit familiar.

__ADS_1


__ADS_2