
Stella yang merasa sangat kaget dengan perkataan Nenek Allen itu tentu saja terdiam sejenak, memikirkan hal-hal dimasalalu, dimana sempat ada juga lelucon dari teman-temannya.
Dan Allen yang kadang menangapi hal itu, untuk sedikit mengejek dirinya yang kadang bersikap berlebihan saat mengatur Allen.
'Baik-Baik, Mama Stella....'
Memikirkan lelucon itu sekarang, Stella juga tidak tahu perasaan Allen sekarang seperti apa ketika di hadapkan harus memanggilnya seperti itu.
Namun memang hal-hal ini cukup lucu jika dipikirkan.
Felix lah yang pertama kali angkat bicara setelah mendengarkan lelucon dari Ibunya itu.
"Ibu jangan berbicara banyak omong kosong,"
Ibu Felix lalu menambahkan,
"Owh, tapi itu benar, lihat betapa baiknya Stella dia pasti akan menjadi Ibu yang baik. Kamu tidak berencana untuk membuat adik baru untuk Allen?"
Sekali lagi mendegar pertanyaan dari Ibu Felix, Stella hampir menjatuhkan gelas di mejanya.
Allen yang baru saja mengambil lauk di piring itu hampir menjatuhkan piringnya.
Dan Felix yang masih berbicara dengan Ibunya itu memiliki ekspresi yang sangat rumit.
"Stella masih terlalu muda untuk hal-hal itu, dia bahkan belum menyelesaikan Kuliahnya,"
Felix mencoba menjaga ekpersinya dan menjawab ini dengan tenang.
Stella yang juga paham maksud Felix, tentu saja juga mencoba menjawab dengan tenang.
"Itu benar, Ibu aku rasa ini masih terlalu cepat, namun yang jelas aku dan suamiku ini memang ada niat untuk membuat adik baru untuk Allen, Allen pasti juga akan senang jika memiliki saudara,"
Allen langsung melotot pada Stella yang barusan mengatakan omong kosong itu!!
Adik baru apa?
Saudara apa??
Siapa yang ingin memiliki adik baru??
Apalagi dari Stella ini?
Allen benar-benar tidak bisa membayangkan soal hal ini, kalau sampai Stella ini benar-benar membuatkan adik dengan Ayahnya, bagaimana nanti jadinya.
Allen benar-benar tidak mau membayangkan hal-hal mengerikan itu.
Tidak!!
Ini benar-benar tidak mungkin!!
Jelas dirinya tidak pernah menganggap hal-hal seperti pernikahan antara Ayahnya dan Stella adalah hal serius.
Dirinya juga tahu Ayahnya di paksa untuk menikah dengan Stella ini, dan pasti entah dalam waktu beberapa bulan atau tahun, Stella pasti akan di ceraikan.
Dan mungkin tidak akan ada seorang anak diantara mereka berdua.
Bagaimanapun juga, Allen sedikit mengerti soal Ayahnya, Ayahnya bukan tipe yang menyukai seorang gadis muda?
Ya!!
Dan Ayahnya masih memiliki beberapa rasa malu, jadi tidak mungkin juga untuk menyentuh Stella.
Allen hanya bisa berpikir positif ketika memikirkan hal-hal ini untuk menghindari pikiran-pikiran tak terbayangkan sebelumnya.
"Ya ampun, kalian jangan lama-lama menunda ini, aku ingin melihat seorang Cucu perempuan yang lucu, benar bukan sayang?" kata Ibu Felix dengan ekspresi bersemangatnya itu, sambil menyengol suaminya itu.
__ADS_1
Ayah Felix yang dari tadi diam lalu angkat bicara,
"Ehemmm... Masalah ini biar kita sedangkan saja untuk yang masih muda. Namun Felix, ingat jangan terlalu menunda-nunda hal-hal ini, kamu sudah cukup tua, hanya... Ya kamu tahu maksudku,"
Ekspresi Felix berubah menjadi gelap setelah mendengar perkataan Ayahnya itu yang terlihat sekali menyinggung dirinya soal hal-hal itu.
Stella yang berada disampingnya itu, tidak bisa menahan tawanya itu ketika Ayah Felix bilang seperti itu.
Yang terlihat cemas Putranya mungkin tidak bisa melakukan kegiatan seperti itu karena faktor usia.
Felix juga melihat bagaimana Stella yang mencoba menahan tawanya itu.
Lalu dengan marah segera berkata,
"Apa maksud Ayah? Aku masih baik-baik saja dan sehat walaupun aku berumur segini, tidak masalah jika ingin membuat dua atau tiga lagi adik untuk Allen,"
Allen yang dari tadi memilih untuk Tidak berkomentar soal hal-hal ini, sedang makan, namun karena ucapan gila Ayahnya itu soal ingin membuat dua sampai tiga adik untuk dirinya, Allen langsung tersedak makanannya.
"Ya ampun, Allen? Kamu baik-baik saja? Pelayan, segera ambilkan minum lagi untuk Allen," kata Stella, dan segera seorang Pelayan sigap mengambilkan Air Minum di meja untuk didekatkan pada Allen.
Stella lalu segera lanjut berkata,
"Ya ampun, Felix sayang, kamu jangan membicarakan hal omong kosong seperti ini di meja makan, lihat Putramu Allen begitu kaget ketika kamu mengatakannya. Tenang, tenang aku jelas akan membantumu membuat adik kedua untuk Allen, namun tidak untuk yang ketiga,"
Felix segera menatap kesal kearah Stella seolah berkata,
'Diam dan jangan katakan apapun!!'
"Aku tidak mengiginkan seorang adik," kata Allen kemudian.
Stella jelas menangapi hal ini,
"Ya ampun, Allen aku pikir dari dulu kamu sangat mengiginkan seorang saudara? Akan sangat menyenangkan jika memiliki Saudara, itukan yang kamu inginkan?"
"Sekarang aku berubah pikiran," kata Allen lagi dengan ekpersi dingin.
"Lihat, Putramu sepertinya memang ada pada Fase Pemberontakan, wajar di usia-usia seperti ini dia menolak hal-hal ini, berbicaralah dengannya lagi nanti,"
Felix memilih untuk tidak menanggapi kata-kata Istrinya itu.
Atau pembicaraan soal hal ini tidak akan pernah selesai terutama ada Allen di meja makan.
Dirinya takut, Allen mulai kehabisan kesabaran.
"Sudahlah sebaiknya kita membicarakan ingin lain waktu. Tak ini masih terlalu awal baru juga satu minggu sejak aku dan Stella Menikah," kata Felix dengan tenang.
Melihat Flexi sepertinya tidak ingin digoda lagi dengan hal-hal ini, Stella lalu diam dan menikmati makan malamnya sendiri.
Malam itu, Allen juga tidak memiliki komentar apa-apa.
Allen berusaha keras untuk tetap menjaga ekspresinya demi menjalankan rencananya.
Dan akhirnya, Stella kembali ke Kamar bersama dengan Felix.
Sepintas, dirinya menatap kamar di ujung lorong kamar mereka, yang merupakan Kamar Allen.
Sepertinya malam ini, Allen akan berada di kamar itu?
Apakah dirinya perlu membuat beberapa suara dan lelucon khusus untuk membuat Allen kesal?
Namun saat ini hubuangan anatara dirinya dan Felix menjadi buruk.
Dirinya masih penasaran soal Indentitas Allen sebenarnya.
Dan lagi, kenapa Felix masih begitu keras kepala soal mengakui jika Allen adalah Putranya?
__ADS_1
Apakah Allen anak adopsi atau sesuatu?
Atau jangan bilang....
Allen benar-benar anak dari Selingkuh Ibu Kandung Allen dengan laki-laki lainnya?
Astaga....
Jika ini benar-benar terjadi....
Bukankah Paman Felix ini jelas tidak akan pernah mengakui Allen?
Namun dilihat betapa keras kepalanya Paman Felix dalam membela Allen, sepertinya memang ada cerita dibalik ini semua.
Dan ketika memasuki kamar mereka, sekali lagi Stella disambut oleh beberapa foto familiar yang tergabung di dinding.
Kamar ini memang penuh dengan foto Ibu Kandung Allen.
Shopia Lawrence
Sekarang masuk akal kenapa di kamar ini tidak ada foto Allen.
Mungkin karena Allen bukan Putra Kandung Felix?
Dirinya dengar, Ibu Kandung Allen meninggal ketika Melahirkan Allen.
Ini pasti rumit untuk Felix.
Dari kabar yang beredar memang seperti itu, jika Felix sangat mencintai Ibu Kandung Allen, sampai-sampai dia tidak pernah menikah lagi setelah kematian Ibu Kandung Allen.
Namun tunggu...
Allen bukan anak kandung Felix....
Menatap foto Shopia disana, perasaan Stella menjadi rumit.
Jika memikirkannya, ini terlihat sangat sedih.
"Apa yang kamu lihat?"
Suara dingin itu, membuyarkan lamunan Stella, kemudian dia segera menatap kearah Pria di hadapannya itu.
Stella tentu saja tidak akan berani bertanya atau membahas seputar hal-hal yang sebelumnya.
Atau itu malah akan memperburuk hubungan mereka.
"Tidak ada,"
Stella lalu segera berjalan dan duduk di tempat tidur.
Berikutnya yang Stella lihat adalah dimana Felix itu mengabil salah satu bantal dan juga selimut dari tempat tidur.
"Eh? Paman mau kemana?"
Namun Felix tidak menjawab, dia hanya meletakkan barang-barang itu di sofa.
"Paman tidak serius untuk tidur di sofa kan?" Tanya Stella lagi.
"Itu terserah aku,"
"Paman Felix ingat umur, Paman sudah tua, bagaimana jika Paman nanti sakit punggung?"
Felix segera menatap Stella dengan ekpersi marah.
"Aku tidak setua itu!!"
__ADS_1
"Tapi Paman, Sofa jelas bukan tempat tidur yang baik untuk orang seumuran Paman, di umur-umur itu, tulang Paman sudah memasuki masa penuaan, ini pasti tidak akan bisa untuk tidur di sofa tanpa sakit pinggang keesokan paginya, jangan membuat masalah untuk diri Paman sendiri,"