
Di sisi lainnya, saat melihat Allen keluar dari Rumahnya dengan marah itu, ternyata ada beberapa orang yang melihat kejadian itu.
"Ya, kamu sudah lihat itu? Sekarang tugasmu adalah untuk sebarkan gosip yang baru saja kamu dengar itu, sebarkan ke seluruh penghuni Kompleks Perumahan ini, perlu kepada Para Pengusaha Besar yang cukup dekat dengan Keluarga ini, kamu adalah seorang Pelayan dari Keluarga ini, punya kamu juga memiliki beberapa koneksi dengan pelayan-pelayan lain kan? Aku mau kita ini tersebar dengan heboh, bahwa Allen bukan Putra Kandung Felix Chastielo, di pertengkaran dalam rumah yang membahas soal itu,"
Seorang yang berpakaian pelayan disana lalu segera menurut.
"Baik Tuan Muda Herry, saya akan melaksanakan sesuai perintah dan belum sampai nanti malam saya pastikan gosip ini sudah didengar oleh semua orang, iya kenal dengan seorang pelayan dari keluarga sebelah yang mana majikan itu sangat suka bergosip, ika kabar ini saya beritahukan kepada pelayannya pasti si pelayan ini juga akan memberitahu majikan dan ini pasti langsung tahu we semua orang dalam sehari ini,"
Herry mendengar kata-kata dari pelayan ini merasa cukup puas.
"Bagus sekali, aku suka idemu. Pasti akan mentransfer uang mu nanti beserta bonusnya,"
"Baik Tuan Muda,"
"Pokoknya terus kabari aku gak ada sesuatu yang terjadi di rumah ini kamu paham?"
"Tentu,"
Setelahnya mereka berpisah, Herry dari tadi mengamati rumah itu segera pergi kembali ke mobilnya.
Dirinya tidak mengira jika rencananya benar-benar berjalan dengan mulus, awalnya dirinya macam menunggu di sini untuk menunggu kabar Allen itu pulang dengan hasil Tes DNA miliknnya itu, tambahkan sebelum dia mengambil hasil tes DNAnya, nah kenapa dia malah tahu lebih dulu dan terjadilah kekacauan ini.
Hal-hal ini jelas tidak bisa dilewatkan..
Hah, bahkan walaupun itu adalah Saudara Tirinya, Herry tidak peduli, iya pedulikan adalah bagaimana cara menghancurkan orang itu, sehingga Cynthia yang akan menceraikannya sendiri.
Jika sudah seperti ini semuanya benar-benar akan berjalan dengan baik tunggu sampai Cynthia tahu soal kabar ini, paling-paling dia juga akan segera diusir dari Rumah Keluarga Chastielo itu, dan dia tidak akan memiliki tempat untuk kembali selain kembali ke dalam pelukannya.
Inilah cara dirinya bermain, memastikan Cynthia itu merangkak dan memohon jelas kasihan padanya.
Jelas, tidak ada orang yang bisa bermain-main dengan dirinya, sesuatu yang menjadi miliknya akan selalu menjadi miliknya, kecuali dirinya membuangnya dengan senang hati.
Herry terlihat senang, lalu mulai pergi dari sana.
####
Di tempat lainnya, Cynthia yang saat ini sedang melakukan pertemuan dengan seseorang, menerima sebuah pesan dari Allen.
'Cynthia, cepat kemari barang-barang dari Rumah Keluarga Chastielo, dan ikut bersamaku pergi, nanti aku akan memberitahumu lokasinya dan aku akan menjelaskannya nanti,'
Cynthia jelas menjadi kaget ketika menerima pesan itu, ekpersi Cynthia last berubah menjadi ketidak senangan.
"Ada apa Nona Cynthia?"
"Bukan apa-apa, sebaiknya kamu segera melakukan rencana yang aku buat sebelumnya, aku memintamu untuk melenyapkan laki-laki dalam foto ini,"
"Tentu saja, saya akan melaksanakan perintah yang Nona berikan, apakah ada Detail Identitas lain yang bisa kami dapatkan?"
"Namanya Herry Maximilian, pokoknya buat dia kecelakaan atau apapun sehingga dia tidak bisa lagi mengganggu hidupku,"
"Baik, akan segera kami laksanakan,"
Telah percakapan dengan beberapa orang berpakaian hitam itu, Cynthia segera keluar dari restoran itu dengan perasaan lega.
Jelas, Cynthia tahu bahwa Herry itu merupakan sebuah bom waktu yang tidak akan membuat hidupnya tenang.
Jika dirinya terus membiarkannya cepat atau lambat dirinya akan hancur, dan bisa jadi malah di ceraikan Allen, padahal tinggal beberapa langkah lagi dan saat ini dirinya berhasil menikah dengan Allen, dan menjadi bagian dari Keluarga Chastielo.
Rencana Balas Dendam untuk menghancurkan Stella itu dan juga rencananya untuk menjadi Nyonya dari Keluarga Kaya Raya seperti Keluarga Chastielo.
Memikirkan semuanya, Cynthia merasa cukup puas, namun segera dirinya teringat dengan pesanan ah yang dikirimkan oleh Allen.
Sebenarnya pesan macam apa sih maksudnya?
Menyuruhnya beres-beres apa?
Apakah Allen berniat mengajak dirinya Bulan Madu?
Memang sebelumnya bulan madu mereka gagal, jadi ini semacam kejutan?
Memikirkannya tiba-tiba membuat Cynthia senang.
Ya, jelas dirinya pasti akan mendapatkan Bulan Madu yang bahkan lebih indah dari Stella itu, lihat saja!!
Dengan perasaan senang, Cynthia mulai kembali ke Rumah.
####
Saat ini, Stella sedang berada di ruang tamu sedang di Interogasi oleh Orang Tua Felix namun Stella masih diam dari tadi karena ketakutan.
Jelas, karena dirinya sudah berjanji pada Felix, bahwa dirinya tidak akan pernah mengatakan semua kebenaran ini soal Allen yang bukan Putra Kandungnya...
Namun Kenapa bisa Allen tahu hal itu?
__ADS_1
Mana Dirinya sempat salah bicara...
Lalu berikutnya....
Bagaimana kalau Felix sampai tahu?
Orang Tua Felix itu, mereka bertanya lagi pada Stella,
"Coba kamu jelaskan ini, Apakah benar, bahwa kamu sudah tahu segalanya dan kebenaran ini dari Felix? Bahwa Allen bukan Putra Kandungnya?"
Stella yang ditanya itu jelas menjadi gugup dan bingung tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"Aku.... Aku tidak tahu apapun..."
Eve lalu mulai mendekati Stella yang terlihat sangat sedih dan ingin menangis itu.
"Apakah Felix yang menyuruhmu untuk merahasiakan itu? Jangan takut, kamu bisa bilang padaku aku tidak akan pernah mengatakannya pada Putraku jika kamu yang mengatakan ini,"
"Sungguh, Aku tidak tahu apapun, Aku benar-benar tidak mengerti apa yang Allen katakan,"
Melihat Stella itu masih saja tidak mau bicara, Eve yang dari tadi mendesaknya akhirnya menyerah.
"Baik, kembali saja ke kamarmu toh hal ini juga sudah terbongkar walaupun kamu menutupinya. Aku akan mengkonfirmasi sendiri dengan Putraku,"
Mendengar hal itu Stella lalu menjadi panik, dan berkata,
"Nenek, Kakek sungguh apa yang Allen katakan itu hanya omong kosong mungkin dia hanya sedang marah pada Ayahnya, lalu mulai berkata seperti itu,"
"Cukup, Stella kamu benar-benar menutupi hal ini aku sungguh kecewa padamu,"
Stella yang binggung itu, memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya, katanya apapun yang dirinya lakukan serba salah.
Apakah sebaiknya dirinya menelepon Felix?
Tidak...
Dirinya meneleponnya apa yang harus dirinya katakan?
Apakah dirinya akan mengaku harga dirinya salah berbicara terus membuat kekacauan ini?
Hingga bahkan Orang Tua Felix jadi marah dan Allen pergi dari Rumah?
Lalu, sekarang bagaimana dengan Allen?
Dalam semua kecemasan itu, Stella lalu teringat seseorang.
Ah, Benar!!
Aku sebaiknya meminta bantuan Rhea, tidaknya agar dia bisa menenangkan Allen sebentar.
Segera, Stella menelepon Rhea, dan tidak lama ketika telepon itu diangkat.
"Rhea, Aku butuh bantuanmu,"
'Ada apa Kak Stella?'
"Ini soal Allen, aku memintamu sekarang untuk mencarinya untuk menenangkannya,"
'Apa? Apa yang sebenarnya terjadi?'
Sekarang Stella menjadi bingung harus menjelaskannya dari mana.
Dirinya rasa, Rhea bisa jaga rahasia?
Jadi, dirinya mulai menceritakan tentang bagaimana Allen awalnya bertanya padanya soal Allen yang bukan Putra Kandung Felix, lalu dirinya yang memang sempat tanpa segaja tahu fakta ini malah keceposan.
"Kamu pasti terkejut bukan, setelah tahu jika Allen bukan Putra Kandung Felix?"
'Aku sebenarnya sudah tahu,'
Mendengar itu tentu saja Stella menjadi kaget, lalu segera bertanya,
"Bagaimana bisa?"
Setelahnya, Rhea mulai menceritakan bagaimana dirinya tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang bernama Herry Maximilian yang juga merupakan selingkuh Cynthia yang mungkin berpikir jika wajah Allen itu mirip Ayahnya, lalu melakukan Tes DNA, hasilnya tepat, juga bagaimana tidak sengaja melihat hasil Tes itu.
"Apa? Jadi kamu bahkan tahu siapa Ayah Kandung Allen?"
'Ya, itu benar. Sebenarnya ingin menyimpan rahasia ini sendirian, namaku merasa ini bukan hal yang baik untuk diketahui terutama oleh Kak Allen namun....'
"Kamu benar aku suka sebenarnya merahasiakan ini, namun entah kenapa Allen itu bisa tahu, mungkin orang itu memberitahu nya?"
'Bisa jadi,'
__ADS_1
"Yang jelas, sebaiknya kamu tetap merahasiakan soal detailnya, dan cobalah menghubungi Allen,"
'Tentu saja, aku juga menjadi khawatir padanya,'
"Dan siapa sebenarnya nama Ayah Kandung Allen?"
'Richard Maximilian,'
Stella juga menduga ini akan lebih kacau tepat ketika dirinya melihat wajah orang itu, pantas aja wajahnya sedikit familiar, memang memiliki beberapa kemiripan dengan Allen.
Dan lagi semuanya menjadi kacau, patas saja Paman Felix benci orang itu sampai sebegitunya, dan sekarang semua misteri terpecahkan soal apa mereka berdua bertengkar tempo hari sampai adu pukul itu.
####
Siang itu, Cynthia baru saja sampai ke Rumah Keluarga Chastielo.
Awalnya dia tidak menyadari apa yang terjadi karena dia langsung pergi ke kamarnya dan menyiapkan sebuah koper.
Dia lalu menyuruh seorang Pelayan datang dan melayaninya.
Dan seperti biasanya, Cynthia memperlakukan dengan Arogan Pelayan itu, tepat ketika Pelayan itu menjatuhkan salah satu koleksi parfum mahalnya, Cynthia menjadi marah dan menampar Pelayan itu sampai dia jatuh.
"Kamu ini!! Kerja tidak becus!! Dasar Pelayan Rendahan!!"
Ini adalah seorang pelayan yang memang biasanya di siksa oleh Cynthia.
Akhirnya merasa tidak tahan, lagi dirinya juga sudah mendengar beberapa gosip dari para pelayan soal kejadian tadi pagi.
"Kamu jangan sok hebat!! Kamu pikir kamu akan terus berada di Rumah ini Nyonya Cynthia? Kansa ada berkemas-kemas karena anda dan suami anda di usir dari Rumah ini?"
Mendengar hal itu, jelas Cynthia menjadi marah.
"Siapa yang diusir jangan bicara sembarangan!! Aku dan Allen akan pergi bulan madu ke luar negeri!!"
Mendengar nada arogan itu akhirnya pelayan itu mengatakan kejadian tadi pagi.
"Apakah kamu tidak tahu? Bahwa Allen Chastielo itu ternyata bukan putra kandung Felix Chastielo, dia ternyata anak hasil Selingkuhan, sudah ada bukti untuk itu, tadi pagi Nyonya Stella sendiri yang mengungkapkan hal ini di depan semua orang, dan hasilnya, Tuan Muda Allen di Usir dari Rumah!!"
"Apa kamu bilang?? Jangan bicara omong kosong!!"
"Kalau Nyonya tidak percaya, Nyonya bisa bertanya sendiri pada Tuan dan Nyonya Besar, juga pada Para Pelayan lain juga sudah tahu tentang ini,"
Cynthia yang mendengar itu jelas menjadi marah dan tidak terima.
Dirinya yakin, ini semua pasti ulang Stella yang tidak berguna itu yang memfitnah Allen!!
Berani-beraninya dia itu mengatakan hal fitnah soal Allen!!?
Dasar tidak tahu diri!!?
Jadi itukah kenapa tadi Allen menyuruhnya membereskan barang-barang dan pergi dari Rumah ini?
Jelas hal ini tidak bisa dibiarkan!!
Stella itu mulai membuat kekacauan!!!
Namun Cynthia juga menjadi binggung harus bagaimana...
Tidak, dirinya masih yakin Stella sialan itu hanya menyebar fitnah tidak jelas karena dia membenci Allen!!
Ini tidak bisa dibiarkan!
Ah, Benar, dirinya jelas harus memberi tahu Paman Felix soal ini, tentang bagaimana Istrinya itu membuat Kekacauan!!
Dengan kesal, Cynthia lalu mengambil ponselnya, dan mendekap tombol panggilan ke Mertuanya itu.
Cukup lama sampai telepon itu di angkat.
Dan kebetulan yang mengangkat malah bukan Felix.
'Maaf, ini dengan siapa? Saat ini Pak Presdir sedang rapat,'
"Bilang pada Atasanmu, bahwa Aku adalah Menantunya, Istri dari Allen Chastielo. Aku memiliki kabar penting yang harus dia tahu, that sampaikan teleponku ini padanya!! Ini pasti!!"
'Maaf sekali lagi, Pak Presdir benar-benar sedang tidak ada di tempat dan masih rapat dia mungkin akan keluar sekitar setengah jam lagi,'
"Ini benar-benar penting!! Tidak bisa ditunda! Ini menyangkut soal Allen!"
'Saya akan menyampaikannya,'
Cynthia merasa kesabarannya di uji, namun dirinya tidak bisa menurut terlalu lama jadi dirinya mulai menyampaikan ke Sekertaris itu.
"Bilang pada Paman Felix, Istrinya Stella Chastalope itu membuat keributan di Rumah dengan bilang pada semua orang bahwa Allen bukan Putra Kandungnya!! Semua orang percaya padanya, hal ini membuat Suamiku di Usir dari Rumah oleh Kakek dan Neneknya!! Bilang itu pada atasan mu! Ini benar-benar gawat dia harus segera pulang!!"
__ADS_1