Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 82: Menjaga Hubungan


__ADS_3

Tidak lama sampai Felix tiba di Rumah Sakit, saat Felix tiba disana tidak ada siapapun di ruangan yang Allen tempati.


Hanya Suster yang menjaga di luar Ruangan yang juga tadi mengarahkannya Felix ke Ruangan ini.


"Suster, ini Isterinya atau yang lain kemana? Kenapa tidak ada yang menjaga Putra saya?"


"Soal Keluarga yang lain, setahu saya sudah berkunjung tadi siang, dan sudah pulang, dan untuk Istri Tuan Muda Allen, dia ada di Ruangannya sendiri, karena memang kondisinya belum stabil dan masih butuh Istirahat,"


"Begitu, aku mengerti, suster bisa kembali ke tempat jaga, aku akan disini menjaganya,"


"Baik, Tuan."


Setelahnya, Felix menatap kearah tempat dimana Putranya Allen berbaring.


Felix bisa melihat wajah Allen yang pucat dan beberapa perban dikepalanya juga di tubuhnya juga beberapa alat bantu pernafasan juga alat pendeteksi detak jantung disana, dan Allen terlihat seolah tertidur sangat pulas, namun tidak tahu kapan akan bangun.


Melihat itu, jelas perasaan Felix menjadi hancur.


Dia segera mengegam tangan Putranya itu dan berkata,


"Kenapa bisa terjadi hal-hal seperti ini, Allen.... Aku hanya pergi sebentar,"


Felix juga tidak tahu harus berbuat apa, setelah melihat keadaan menyedihkan Putranya ini.


Dia hanya duduk dikursi disana, seolah mencoba memberikan kekuatan pada Putranya yang terbaring itu.


"Cepat sadar, Allen. Jangan pernah berpikir untuk pergi lebih dulu dari Ayahmu ini,"


Sekarang dalam ruangan itu, hanya ada sepasang Ayah dan Anak itu, bersama suara mesin pendeteksi detak jantung yang terus berbunyi normal.


Melihat Allen dalam kondisi ini, jelas memberikan semakin banyak penyesalan dalam hati Felix, membuat dirinya sadar seberapa berharganya Putranya ini, bahkan walaupun Allen bukan Putra Kandungnya, namun dirinya sudah merawatnya sejak kecil.


Ya, nanti setelah Allen sadar dirinya akan bersikap lebih baik pada Putranya ini. Benar kata Stella, dirinya tidak boleh terus tengelam dalam hal-hal dimasalalu, sekarang dirinya harus fokus pada Allen yang ada didepannya, bukan soal masalalu dan penghianatan Shopia.


Hal-hal sudah lama berlalu dan tidak bisa diubah yang bisa diubah adalah masa depan, dan dirinya hanya harus menjaga apa yang dirinya miliki, yaitu Allen.


Jadi malam itu, Felix bermalam di kamar ruangan Allen itu, menjaga Putranya disana, menunggunya sadar.


Namun sayangnya, sampai keesokan harinya, Allen tidak kunjung sadar.


Stella yang baru sampai di Rumah Sakit, karena semalam dirinya benar-benar tidur terlalu lelap di Kursi Pesawat yang sudah dimodifikasi sehingga bisa berbaring tidur itu.


Salah para pegawai yang tidak ada yang membangunkannya, hingga pagi hari dan jam alarmnya berbunyi sehingga dirinya baru bangun dan dengan panik kesini.


Tidak lupa, dirinya sempat membeli sarapan, Paman Felix ini jelas akan lupa makan, dan semalam mungkin tidak akan bisa tidur memikirkan soal Allen.


Ketika memasuki Ruangan, Stella tentu menyadari bahwa Felix benar-benar sangat kelelahan, mungkin dia benar-benar tidak tidur.


Stella yang melihat itu, jujur merasa sangat terharu, melihat betapa baiknya Paman Felix yang sangat menyayangi Allen, seperti Putranya sendiri.


Bahkan walaupun Paman Felix itu tahu kenyataan yang sebenarnya bahwa Allen bukan Putra Kandungnya, namun dia masih merawat Allen dengan baik dan menyayanginya, bukti kebesaran hati yang hebat.


Ya, laki-laki mana yang akan sanggup melakukannya?


Merawat anak hasil Selingkuhan Istirnya sendiri?


Bahkan menyayaginya sampai seperti itu.


Paman Felix benar-benar berhati malaikat.


Memikirkan soal betapa baiknya, Paman Felix ini, jantung Stella merasa berdebar sendiri, seolah dirinya mulai bisa membuka hati untuk Pria itu, Pria yang menurutnya paling baik hati di dunia.

__ADS_1


Sedangkan dirinya, Ayah Kandungnya sendiri, selama ini tidak pernah membela dirinya didepan Keluarganya, bahkan malah memanfaatkan dirinya demi kepentingannya sendiri, membohongi dirinya selama ini.


"Paman sebaiknya Istirahat dulu sebentar, ini aku juga membawa sarapan Aku yakin Paman pasti lelah,"


Felix yang melihat kedatangan Stella itu lalu mengelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku tidak bisa tidur melihat kondisi Allen yang seperti ini, dan aku tidak lapar sekarang,"


"Paman tidak bisa begitu, Paman harus tetap makan teratur dan Istirahat dengan baik, nanti kalau Paman sakit, Paman jadi tidak bisa menjaga Allen lagi,"


"Tapi sungguh, aku tidak apa-apa. Lagipula jika aku pergi, tidak ada yang menjaga Allen,"


Benar, Stella juga melihat jika di ruangan itu hanya ada Paman Felix.


"Mana Cynthia itu?"


"Aku juga belum melihat dia sejak datang, kata perawat kondisi dia juga kurang baik dan butuh Istirahat, jadi dia ada di Ruang Rawat berbeda,"


"Aku yakin itu hanya alasan Cynthia saja, hah dasar dia itu, sebagai Istri kurang tanggung jawab sekali, setidaknya kan dia bisa minta pindah kamar ditempat ini, toh ini ruang VVIP, banyak ruang tersisa di kamar ini, biar bisa memantau Allen juga,"


Felix yang mendengar itu juga merasa kata-kata Stella itu masuk akal, kemana sih Cynthia itu?


Namun tidak ada gunanya untuk marah.


"Lupakan soal Cynthia itu,"


"Baiklah-baiklah, sekarang sebaiknya Paman paling tidak Istirahat, itu ada Sofa yang sepertinya bisa di lipat untuk tempat tidur,"


"Tapi aku harus menjaga Allen,"


Stella paham Paman didepannya ini masih keras kepala.


"Biar aku saja yang menjaganya sementara Paman Istirahat, nanti aku akan membangunkan Paman,"


Melihat Paman Felix ini jelas sangat menyayangi Allen, mau tidak mau dirinya juga harus mencoba menjaga beberapa hubungan yang tidak terlalu buruk dengan Allen ini.


Karena dirinya berniat menjadi Istri Paman Felix, itu artinya dirinya harus memerankan perannya dengan baik sebagai Istirnya, yang juga akan ikut menjaga Putra Felix satu-satunya itu.


Mendengar keputusan Stella itu, Felix agak ragu.


"Paman, aku sekarang juga Istri Paman, aku setidaknya ingin membantu Paman, jadi aku jelas tidak akan melakukan hal-hal aneh pada Allen. Paman bisa percaya padaku,"


Felix berpikir sebentar, lalu segera memutuskan.


"Ya, aku akan percaya padamu,"


Dan begitulah, akhirnya Felix mulai istirahat di Sofa, mencoba tidur.


Stella sendiri mulai tutup di kursi dan sekarang akhirnya menatap ke arah Allen saat ini terbaring tidak berdaya di ranjang rumah sakit.


Astaga, sepertinya keadaan Allen benar-benar buruk.


Melihat hal itu, Stella juga jadi tidak tega, Allen...


Pria yang pernah singgah dihatinya, namun harus dirinya lupakan.


Jadi Stella hanya bisa menunggu sambil duduk disana.


Cukup lama waktu berlalu, ketika hampir jam delapan pagi. Stella tiba tadi sekitar jam enam lebih, sudah dua jam.


Stella lalu menatap Paman Felix yang tertidur cukup tenang itu.

__ADS_1


Paman Felix itu sepertinya sangat kelelahan, biarkan dia Istirahat lebih lama.


Stella, lalu menatap kembali kearah Allen.


Allen ini, tidak sadar juga?


Stella lalu mencoba mengecek keadaan Allen, dan menyentuh bagian dahi yang tidak diperban.


"Ini sangat panas? Apakah benar tidak apa-apa? Atau aku harus memanggil dokter?"


Stella mengecek pendeteksi detak yang terlihat sedikit bergerak dengan cepat.


Stella lalu segera meraba leher Allen untuk memastikan lagi suhu tubuhnya, takut-takut terjadi komplikasi atau sesuatu, karena dirinya dengar Allen baru saja mengalami Operasi.


Sangat sial, ketika Stella meraba leher Allen itu, Cynthia masuk kedalam ruangan.


Jelas, Cynthia menjadi murka,


"Stella!! Apa yang kamu lakukan pada suamiku? Apakah kamu berniat melakukan hal-hal mesum padanya karena Allen sedang tidak sadar? Kamu berani-beraninya meraba-raba tubuhnya!!"


Stella yang melihat Cynthia datang itu, segera menjauhkan tangannya dari Allen.


Jelas, dirinya tidak memiliki niat buruk, namun Cynthia ini...


Hah...


Sialan, Cynthia terlalu menyebalkan, dan dirinya tidak bisa jika harus menjaga hubungan dengan orang ini.


"Aku tidak melakukan apapun,"


"Alasan saja!! Dasar kamu tidak tahu malu!!"


Teriakan Cynthia itu jelas membagunkan Felix yang tertidur itu.


"Ada apa ini ribut-ribut?"


Cynthia kaget mendengar suara dingin itu, tidak tahu jika ada Ayah Allen yang sedang tidur disana.


"Itu Paman... Aku melihat Stella meraba-raba tubuh Allen... Dia mengambil kesempatan dalam kesepitan! Benar-benar memanfaatkan keadaan Allen saat ini!"


Tatapan Felix beralih menatap Stella, Stella yang mendapatkan tatapan itu jelas mengelak tuduhan Cynthia.


"Aku tentu tidak bermaksud seperti itu, aku hanya mengecek keadaan suhu tubuh Allen, aku lihat suhu tubuhnya cukup panas, aku memastikannya lagi dengan mengecek tubuhnya, dan mulai berpikir apakah perlu memanggil suster? Aku takut terjadi komplikasi akibat Operasi atau sesuatu,"


"Paman Felix itu jelas hanya alasan Stella saja!!" Kata Cynthia dengan marah.


Felix mengabaikan kata-kata Cynthia itu lalu segera berkata,


"Sepertinya mari kita coba tanyakan pada Suster yang berjaga, saja soal masalah suhu tubuh Allen,"


Stella terkejut melihat Paman Felix itu percaya padanya, bahkan tanpa dirinya membuat beberapa alasan tambahan, atau memeriksa Allen.


Felix segera berbisik kearah Stella,


"Tentu saja aku akan percaya padamu, tidak usah dengarkan omong kosong Cynthia itu,"


Hati Stella menajadi hangat mendegar bisikan sederhana itu.


Rasanya, ketika ada seseorang yang percaya pada dirinya Stella merasa sangat senang.


Sebelumnya, semua orang hanya selalu percaya ucapan Cynthia itu, tidak ada yang berada dipihaknya untuk mempercayai dirinya atau penjelasan darinya.

__ADS_1


Namun sekarang dirinya memiliki Paman Felix yang percaya padanya, dan ada dipihaknya.


Rasanya sangat melegakan.


__ADS_2