
Stella dan Felix akhirnya di kamar mereka dan mengunci pintu kamar.
Stella lah yang paling pertama meminta penjelasan dari Felix,
"Jadi kamu sudah tahu semuanya?"
Felix yang ditanya itu tentu saja tidak punya pilihan lain selain menjawab dengan jujur.
"Ya, aku tidak punya alasan untuk menyangkal."
"Lalu, kenapa kamu tidak bilang itu padaku?"
"Kamu seharusnya tidak perlu bertanya alasannya,"
Stella pun jelas mengerti apa yang Felix katakan.
Ya, jelas Felix masih melindungi Putranya Allen itu.
Bahkan walaupun Allen bukan Putra Kandungnya, namun Felix masih akan tetap di pihak Putranya.
Ini juga mengingatkan dirinya ketika Ibu Felix sebelumnya sempat menyinggung Ibu Kandung Allen, betapa Felix sangat marah.
Melihat apa yang telah Felix perjuangkan demi Putranya Allen, itu jelas merupakan suatu bentuk dari betapa cintanya Felix pada Almarhum Ibu Kandung Allen.
Betapa besarnya, rasa cinta Felix padanya sampai Felix rela melakukan segalanya...
Bahkan untuk Allen yang bahkan mungkin adalah hasil dari sebuah perselingkuhan yang menyakitkan hati Felix.
"Baik-baik, Paman. Allen toh masih Putramu. Namun sesungguhnya aku tidak akan pernah mengira jika dia akan berani sampai sejauh itu,"
Felix jelas tahu apa yang Stella katakan, seperti yang Stella katakan sebelumnya, bahwa Putranya itu hanya fokus belajar dan belajar, juga menghargai hal-hal seperti itu sampai nanti menikah.
"Aku juga tidak tahu kenapa dia menjadi seperti itu,"
"Hah, kadang kala waktu bisa membuat laki-laki berubah. Dulu cinta sekarang tidak, kadang Semua janji adalah omong kosong yang bisa diingkari,"
Felix memilih untuk tidak berkomentar soal hal-hal itu.
Perasaan Stella benar-benar tidak nyaman sekarang, jadi dia segera berencana untuk tidur.
Baik melupakan dulu soal hal-hal itu sekarang, toh tidak ada gunanya untuk memikirkannya lagi.
Allen pada dasarnya Brengsek!!
Allen Brengsek!!!
Stella yang tidak tahan itu, lalu segera menutupi dirinya dengan selimut sampai kepala.
Dirinya mulai teringat lagi soal Ayah Angkatnya, yang ternyata merupakan Ayah Kandungnya.
Apakah itu hal-hal nyata?
Jika dirinya ternyata adalah hasil dari sebuah Perselingkuhan.
Stella yang mengingat hal ini segera kembali membuka selimutnya dan berdiri.
Felix yang melihat Stella menjadi seperti itu tentu saja kaget dirinya kira, Stella ingin tidur?
Kenapa dia bangun lagi?
Namun belum sempat Felix bertanya, Stella sudah segera berkata,
__ADS_1
"Kira-kira, Ayahku apakah masih ada di sini?"
Felix bentuk tahu siapa orang yang dimaksud oleh Stella.
"Harusnya mereka masih berada di sini dan membuat rencana dengan Allen? Apakah kamu ingin bertemu dengannya?"
"Itu bagus. Aku memang ingin bertemu dengannya Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya,"
Felix tentu saja menjadi penasaran, Namun sepertinya dirinya tahu tentang apa yang ingin Stella katakan.
"Apakah kamu ingin membahas soal hal itu dengannya?"
"Ya, itu jelas sekali aku benar-benar ingin mendengar kebenarannya dari mulut Ayahku itu,"
"Kamu benar, kamu berhak tahu yang sebenarnya,"
"Tapi kalau ini benar...."
"Tidak apa-apa, apapun hasilnya nanti kamu tetap harus tahu kebenaran bahkan walaupun itu menyakitkan,"
Stella lalu terdiam ketika Felix mengatakan itu, lalu segera balik bertanya padanya,
"Lalu, apakah Allen juga akan Paman beritahu juga soal kenyataan sebenarnya? Bahkan walaupun itu adalah kenyataan yang menyakitkan,"
Mendengar pertanyaan itu secara tiba-tiba Felix tidak tahu harus menjawab apa karena dirinya tidak pernah memikirkan soal hal ini.
Dirinya memang tidak pernah memiliki sedikitpun niat untuk mengungkapkan hal ini sampai dirinya mati.
Namun, apakah keputusannya benar?
Stella yang melihat Felix menjadi diam itu, tentu tahu pikiran rumit yang coba Paman itu pikirkan.
"Paman tidak perlu memikirkan apa yang aku katakan. Aku hanya ingin mengatakannya saja, tidak lebih dan tidak kurang. Toh itu menjadi hak Paman untuk memberitahu Allen atau tidak,"
"Iya, iya aku mengerti Paman. Namun apakah paman tidak berencana memiliki anak lagi?"
Felix langsung terkecil mendengar pertanyaan implusif itu.
"Apa yang kamu katakan? Kamu itu sungguh suka bicara Omong Kosong, arti apa-apaan yang kamu katakan di depan Keluargamu soal membuat adik bayi untuk Allen?"
"Ayolah, Paman, aku hanya mengatakannya karena aku begitu kesal dengan omong kosong Cynthia itu,"
"Jadi kenapa kita malah membicarakan ini bukankah kamu ingin segera bertemu dengan Ayahmu?"
Stella ingat tentang tujuan yaitu langsung buru-buru keluar dari kamar.
Sayang sekali, jika Ruang Makan ternyata sudah kosong.
Ada beberapa pelayan yang mulai membereskan meja makan itu.
Stella mulai bertanya pada pelayan itu dan pelayan itu segera menjawab bahwa belum lama sejak mereka pergi sepertinya masih berada di tempat parkir.
Segera Stella menuju kesana.
Tepat ketika dirinya menuju tempat parkir ternyata dirinya bertemu dengan Ayahnya di lorong.
Ini adalah suatu kebetulan yang baik.
"Stella? Kenapa kamu keluar lagi?"
Stella tidak ini number basa-basi dengan Ayahnya itu, langsung bertanya,
__ADS_1
"Apakah benar jika Aku ternyata Anak Kandung Ayah?"
Robi tentu saja menjadi kaget mendengar pertanyaan dari Stella itu.
Bagaimana Stella tiba-tiba bisa bertanya hal-hal ini?
Jangan bilang ada seseorang yang memberitahu nya soal hari ini?
"Kamu... Apa yang kamu katakan Stella?"
"Ayah, tolong katakan yang sejujurnya aku sudah mendengar ini dari Cynthia. Aku melihat sepertinya seluruh Keluarga sudah tahu soal ini, dan hanya aku yang tidak diberitahu kenapa? Apakan ini semua benar? Dan kenapa ini disembunyikan dariku?"
Robi belah tidak tahu harus menjawab seperti apa.
"Stella itu...."
"Ayah, tolong berhenti mencari alasan jawab ya atau tidak,"
Robi diam sebentar dan berpikir tentang hal-hal ini.
Apakah ini saatnya untuk mengatakan kenyataan?
Namun sepertinya ini sudah tidak bisa ditutupi lagi.
"Ya seperti yang Cynthia katakan, kamu adalah Putri Kandungku,"
Stella setelah mendengar kata-kata dari mulut Ayahnya itu, akhirnya masih merasa tidak sanggup untuk menerima ini semua.
Rasanya, Stella masih ingin menangis setelah mendengar ini.
"Jadi... Jadi aku sebenarnya adalah anak hasil dari Perselingkuhan Ayah? Ayah membawaku kesana untuk di manfaatkan?"
Robi mendapat tuduhan itu tentu saja mencoba melihat.
"Aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Ketika aku membawamu ke Rumah, itu benar-benar diluar dugaanku, bahwa kamu adalah Putri Kandungku, aku tidak pernah tahu jika Ibu Kandungmu dulu hamil Anakku. Ketika aku melihat kamu memiliki banyak kemiripan dengan Cynthia, mulai memiliki beberapa kecurigaan, siti aku mulai melakukan tes DNA padamu,"
Setelah mendengar hal itu, Stella tentu saja menjadi marah.
Marah karena mau bahwa dirinya ini hanyalah Putri hasil Perselingkuhan Ayahnya.
Bahwa Ayahnya adalah orang brengsek.
"Ayah dengar sangat tega padaku,"
"Tega padamu bagaimana? Aku sudah membawamu pulang ke Rumah Keluarga Chastalope, memberikanmu ke depan yang nyaman sampai sekarang kamu bisa menikah dengan anggota Keluarga Chastielo, apakah aku tidak begitu baik?"
"Itu hanya sebuah alasan bahwa kamu ingin memanfaatkanku. Jika aku tidak mirip dengan Cynthia, kamu bahkan mungkin tidak tahu keberadaanku. Dan mungkin itu akan lebih baik untukku untuk tidak berurusan dengan Keluarga kalian yang begitu kejam.... Dengan Ayah pembohong!"
"Stella, kenapa kamu mulai bersikap kasar dan tidak sopan seperti ini? Apa yang kurang selama ini? Sudah bagus, aku membawamu masuk Ke Keluarga Chastalope hingga kamu bisa hidup senang sekali bergelimang harta dan kecukupan, jika tidak kamu mungkin hanya akan membusuk di panti asuhan itu, samalah berakhir di jalanan kamu itu harusnya bersyukur,"
Stella benar-benar muak mendegar kata-kata dari Ayahnya itu.
Memang, dirinya bisa memiliki hidup enak, namun dirinya harus berpura-pura menjadi orang lain selama bertahun-tahun melakukan hal-hal yang dirinya tidak sukai, benar-benar sangat menyiksa batinnya.
Siapa yang mau seperti itu?
Yang dirinya inginkan adalah sebuah cinta dari Keluarga yang tulus mencintai dirinya apa adanya.
Kasih sayang tulus seperti itu yang tidak pernah dirinya temukan dalam Keluarga Chastalope.
Itu juga mungkin alasan kenapa dirinya sangat teropsesi dengan Allen dan ingin menikah dengannya...
__ADS_1
Karena sangat muak dengan Keluarga Chastalope....