Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 68: Kekhawatiran Rhea


__ADS_3

Pagi itu, di Rumah Keluarga Lawrence, Rhea mulai terbangun dari tidurnya.


Rhea dari semalam memiliki firasat tidak nyaman dan memiliki banyak pikiran membuat dirinya tidak bisa tidur.


Hal ini bermula saat dirinya keluar dari kamar mandi sebelumnya ketika pesta Pernikahan Kakaknya Allen.


Ketika dirinya berada di lorong, saat itu dirinya tidak sengaja melihat Cynthia bersama seorang, Pria.


Karena jarak mereka terlalu jauh, Rhea tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan.


Namun terlihat seperti mereka berdua bertengkar atau sesuatu.


Rhea jelas penasaran tentang apa yang mereka bicarakan, namun sayang sekali pembicaraan itu sepertinya segera berakhir ketika Sang Lelaki itu terlihat pergi meninggalkan Cynthia di lorong.


Namun entah kenapa, Cynthia itu sepertinya mencoba mencegah Pria itu pergi, hingga mencoba menarik tangan Pria itu, namun sayangnya kekuatan Pria itu lebih hebat hingga dia mendorong Cynthia sampai jatuh.


Namun adegan berikutnya itulah yang membuat dirinya tercengkang.


Entah apa yang mereka katakan, namun dirinya melihat Pria itu mencium Cynthia dengan lembut di dahinya, lalu segera pergi dari tempat itu.


Disana dirinya juga melihat bahwa tidak ada penolakan dari Cynthia itu.


Jelas saja semua ini membuat dirinya sangat penasaran terutama soal siapa identitas laki-laki misterius yang bersama dengan Cynthia itu.


Padahal dia sudah menikah dengan Kak Allen, namun dia cukup berani juga masih dekat dengan Pria entah berasal dari mana itu.


Rhea benar-benar kepikiran soal hal ini namun tidak berani mengatakan ini kepada siapapun, aku takut malah dirinya hanya salah paham dan malah membuat kekacauan menjadi lebih buruk, karena saat ini Cynthia berada di Rumah Sakit.


Dirinya juga tidak berani mengatakan ini pada Kak Stella, karena takut juga Kak Stella mulai berpikir macam-macam dan membuat keributan, melihat Kak Stella sepertinya sangat membenci Cynthia.


Dirinya sebenarnya tidak ingin juga berpikir macam-macam, hanya saja...


Berapa pikiran buruk tentu saja tetap muncul dalam benaknya...


Soal Kehamilannya Cynthia....


"Rhea, Apakah kamu sudah bangun? Mari segera turun dan bersiap-siap, Kami akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Istri Kakakmu,"


Suara Elena, Ibunya didepan pintu itu, segera membuyarkan lamunan Rhea.


"Baik, Mama. Aku akan segera bersiap-siap tunggu saja aku di bawah,"


Baiklah mari pergi ke Rumah Sakit untuk mencoba mencari tahu hal-hal yang terjadi kemarin, Coba nanti tanyakan pada orangnya tentang apa yang sebenarnya terjadi, lihat apakah Cynthia nanti menceritakan soal laki-laki yang dia temui itu atau tidak.


Namun nanti dirinya juga harus bertemu dengan Kak Allen.


Benar-benar menyebalkan ketika memikirkan ini.


Dan Cynthia itu jelas sekali memang mencurigakan, dirinya jelas harus mencari tahu soal identitas laki-laki itu.


Namun bagaimana caranya?


Ukhh, hal-hal ini benar-benar cukup rumit jika memikirkannya.


Namun kasihan Kak Allen juga kalau sampai dia di tipu begitu.

__ADS_1


####


Di tempat lainnya, saat ini Stella dan Felix sudah sampai di Pelabuhan Kota C, mereka sekarang berniat menunggu kapal pesiar yang akan membawa mereka ke pulau tempat mereka akan berlibur.


"Wow, sepertinya tempat yang akan kita kunjungi cukup bagus, dan lagi bisa naik kapal Pesiar seperti ini, pasti melihat pemandangan Pantai sangat indah,"


"Ya, ini akan menyenangkan,"


Dan tidak lama sampai kapal Pesiar mereka tiba.


Stella menatap heran ketika menatap kapal itu setelah mereka masuk.


"Apakah hanya kita berdua yang akan naik ini?"


Felix lalu melihat detail tiket.


Setelah dirinya lihat lagi, pemesan ini sebenarnya Paket Bulan Madu yang di Pesan dari salah satu Perusahaan milik Keluarga Chastielo.


Pantas saja Allen bisa mendapatkan tiket dengan buru-buru.


"Sepertinya kapal pesiar ini memang disiapkan hanya untuk perjalanan kita berdua, ini salah satu Kapal Pesiar milik Keluarga Chastielo,"


Stella menatap betapa mewahnya kapal itu.


Astaga, Keluarga Chastielo memang sangat Kaya.


Bisa memakai Kapal seperti ini untuk berlibur.


Biasanya Allen selalu begitu pelit, tidak pernah mengajak dirinya liburan dengan fasilitas milik Keluarganya.


Lupakan!


Fokus Stella, untuk apa memikirkan sampah itu.


Sekarang ada Paman Felix.


"Wow, ini memang sangat indah, Paman mari kita mengambil beberapa foto juga,"


Stella lalu segera menyerahkan ponselnya pada salah satu pelayan di kapal itu untuk mengambil foto antara dirinya dan Felix.


Stella saja mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kemesraan dan kedekatannya dengan Felix.


"Paman kearah sini," kata Stella sambil merangkul mesra Felix, dan mulai mengajaknya ke tempat yang bagus untuk berfoto di dalam kapal itu.


Target Stella adalah ujung kapal Pesiar.


"Paman, aku ingin di peluk di sini, itu di ujung kapal pesiar ini benar-benar akan menjadi foto yang sangat bagus,"


"Sudah, kenapa foto pakai berpose macam-macam segala,"


"Ah, Paman tidak asik sama sekali...."


Kemudian Stella menatap kearah pelayan yang menatap mereka berdua dengan ekpersi heran.


Sial, dirinya baru ingat kalau sekarang mereka berada di depan umum dan akan sangat aneh dan dirinya memanggil Suaminya dengan sebutan Paman.

__ADS_1


"Felix, Sayang... Ayolah... Kita berfoto disana,"


Felix yang tiba-tiba di panggil sayang itu tentu saja merasa kaget.


"Apaan-apaan sih kamu memanggilku begitu,"


Stella segera berbisik di telinga Felix, lalu berkata,


"Kita kan sedang Paket Bulan Madu, masa aku memanggil Paman tetap Paman? Nanti Paman malah di kira Suggar Daddy,"


"Terserah kamu saja lah,"


Stella segera memberikan kode pada Pelayan untuk mengambil foto, Stella yang masih berbisik di telinga Felix itu, segera berbisik,


"Tentu saja, Sayang..."


Dan setelahnya Stella mencium pipi Felix.


Pelayan itu tentu saja mengambil foto itu dengan baik.


Felix yang merasakan detak jantungnya itu hampir copot dengan ciuman tiba-tiba ini.


Astaga, Stella ini, bisa bikin sakit jantung, sangat suka membuat dirinya terkejut dengan tingkahnya yang macam-macam itu.


Dan apa-apaan dengan ciuman itu?


"Lihat, Paman, hasil fotonya bagus,"


Ternyata hanya untuk pencintraan dan untuk berfoto.


Entah merasa lega atau kecewa.


Stella tidak terlalu memperhatikan ekspresi Felix, namun segera dirinya menarik Stella kembali ke ujung kapal Pesiar.


"Sayang... Ayolah...."


Melihat permintaan meregek itu, Felix akhirnya menurut, dan menuruti permintaan Stella.


Felix segera memeluk Stella dari belakang.


Awalnya, Stella awalnya tidak mau terlalu banyak berpikir, namun mendapatkan pelukan tiba-tiba itu membuat jantungnya terasa berdebar.


Jarak antara mereka begitu dekat, hingga Stella bisa mencium aroma dari Felix yang begitu harum dan menyegarkan itu.


Hal-hal ini tiba-tiba membuat dirinya ingat soal hari itu ketika mereka berdua menghabiskan malam bersama.


Jika mengingat lagi itu masih sedikit memalukan untuk Stella.


Sekarang karena mereka memiliki waktu luang Apakah ada kesempatan lagi untuk melakukannya?


Akhhh...


Stella!!


Hal gila apa yang kamu pikirkan!!!?

__ADS_1


__ADS_2