
Stella yang melihat ekpersi keterkejutan dan syok diwajah Allen itu jelas menjadi puas.
Sepertinya membuat Allen kesal pagi-pagi sangat menyenangkan sekali.
"Ibu, jangan dengarkan apa yang Stella katakan,"
Eve dengar kata-kata putranya itu baru segera bertanya kembali,
"Lalu kenapa kamu bisa seperti itu?"
Sekarang Felix yang menjadi bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dirinya bilang jika dirinya seperti ini karena tidur di sofa.
Jika dirinya mengatakannya, pasti Ibunya akan sangat marah, bagaimana soal mereka berdua tidak tidur di satu tempat tidur yang sama.
Namun sekarang Stella yang menjawabnya lagi,
"Biasa Ibu, Suamiku hanya merasa sedikit malu, sebaiknya tidak perlu membicarakan hal-hal ini lagi dan mari kita mulai acara sarapan ini,"
Allen lalu menatap Stella dengan ekpersi kesal lagi.
Sial, sepertinya Stella ini sangat suka memuat dirinya kesal dan terkejut.
Jelas, Ayahnya tidak mungkin melakukan hal-hal ini!!
Sarapan itu berlangsung dengan tenang, dan tidak ada hal-hal yang terjadi.
Hanya saja, sebelum Felix berangkat kerja, Stella membawakan sebuah tas yang berisi bekal makan siang padanya.
"Sayang, ini aku sudah menyiapkan bekal makan siang untukmu,"
Felix menatap pas makan siang itu dengan ekspresi engan.
Namun disana ada Ibu Felix yang menatap kearah mereka.
Felix jelas tidak bisa untuk menolaknya.
Hanya mengambilnya tanpa banyak berkata apapun.
Allen yang kebetulan lewat sana juta melihat bagaimana Stella memberikan sebuah bakal untuk Ayahnya.
'Dasar sok Caper sekali,' pikir Allen dalam hati.
Tatapan Allen tidak sengaja bertemu dengan Stella.
Allen jelas segera ingin pergi dari sana, namun dia dicegah Stella.
"Astaga, Putraku Allen, kamu jangan pergi dulu, lihat Mama juga membuatkanmu Bekal Makan siang," kata Stella lagi sambil mengeluarkan tas kedua.
__ADS_1
Namun sedikit berbeda, jika Jas Pertama berwarna Biru polos dengan ukuran yang cukup besar, Tas yang ini berukuran sedikit kecil dengan gambar Hello Kitty disana.
Stella jelas khusus mempersiapkan ini untuk membuat Allen malu.
Stella jelas langsung memberikan kotak itu pada Allen, yang menatapnya dengan wajah yang rumit.
"Ah, maaf soal tempat makannya, aku salah beli, tempo hari aku membeli kotak Makan Siang Sepasang dengan milik Ayahmu, mana tau yang satu malah bermotif seperti ini, ini sepertinya memang Set Makan Siang untuk Ayah dan Anak,"
Allen yang menatap Tas Koyak Bekal itu jelas langsung menolak dengan terang-terangan.
"Siapa yang butuh itu, aku bisa membeli makan siang sendiri jadi tidak perlu repot-repot,"
"Ah, Allen kamu tidak bisa begitu. Lupakan soal tempat makanya yang seperti ini, isi kotak makan siang ini adalah makanan favoritmu, Mama sudah repot-repot memaakannya untukmu,"
"Kamu tidak perlu repot-repot,"
Nenek Allen yang juga dekat dengan mereka lalu berkomentar,
"Allen, siapa yang mengajari mau untuk kurang sopan santun seperti ini? Hargai Stella yang sudah susah payah membuatkan bekal untukmu ambil itu dan jangan banyak berkomentar,"
Mendengar kemahalan dari Neneknya itu, Allen benar-benar hanya bisa merasa kesal.
"Kamu bisa pergi Makan Siang Bersama Ayahmu, itulah kenapa aku membawakan bekal untuk kalian berdua, kalian berdua pasti masih sibuk di kantor nanti namun setidaknya kalian bisa coba makan siang bersama sekali-kali," kata Stella lagi.
Felix juga terkejut ketika mendengar hal-hal itu, begitu pula dengan Allen.
Nenek Allen lalu berkomentar lagi,
"Ini bukan apa-apa, Ibu,"
Allen yang sudah mendengar percakapan mereka itu, akhirnya mau tidak mau menerima kotak bekal aneh itu.
Sial, jika dirinya ketahuan membawa ini ke kantor dirinya bisa malu.
Namun jika dirinya tidak menerimanya atau malah membuang bekal itu di jalan, pasti akan ketahuan oleh Ayahnya.
Tapi sebenarnya, bisa makan siang dengan Ayahnya merupakan hal baik, barangkali dirinya bisa membujuk Ayahnya soal masalah Pernikahannya itu?
Dan begitulah akhirnya sepasang Ayah dan Anak itu pergi ke kantor mereka.
Stella sebenarnya masih sangat kesal dan marah pada Allen, namun dirinya mengira sepertinya dengan Pernikahan antara dirinya dan Felix sudah cukup membuat Allen marah dan kesal, acara balas dendamnya sepertinya cukup sampai situ saja, tidak perlu memperburuk hubungan antara Ayah dan Anak itu.
Karena sepertinya, walaupun Felix tidak terlalu menunjukkan nya, dia jelas sangat menyayangi Putranya Allen.
Dirinya juga tidak tahu kenapa hubungan Ayah dan Anak itu menjadi seperti itu.
Itu mungkin karena Felix memberikan perasaan setengah-setengah pada Allen selama ini, apa karena Allen bukan Putra Kandungnya?
__ADS_1
Namun sebenarnya apa yang terjadi dimasalalu?
Hah, benar-benar rumit jika memikirkan soal mereka berdua.
Namun yang jelas, sepertinya jika dirinya ingin memiliki hubungan yang baik dengan Felix, setidaknya, dengan mencoba membuat Felix dan Allen kembali baikan ini bukan hal buruk?
Namun memang, masalah dengan Allen akan menjadi lebih buruk jika sampai Allen menikah dengan Cynthia, tidak ini benar-benar tidak bisa dibiarkan.
Namun pikirkan saja masalah itu nanti.
####
Stella yang saat ini berada di rumah tentu saja merasa bosan.
Dirinya sekarang sudah menikah, namun masih tidak tahu juga harus melakukan apa.
Biasanya, dirinya akan sibuk dengan urusan Kantor atau dengan Kuliahnya, namun karena ini masih Libur Semesteran, jadi dirinya tidak memiliki banyak kegiatan.
Kemudian, Stella melihat kearah pesan di ponselnya.
Yang isinya hanya spam dari teman-teman kuliahnya.
Dirinya masih tidak tahu harus bersikap seperti apa nanti ketika dirinya kembali ke kampus.
Hah, sangat pusing jika memikirkan hal ini.
Kemudian, ada sebuah pesan yang membuat Stella cukup tertarik.
Ini adalah Pesan dari salah satu teman baiknya, yaitu Rhea.
Rhea sebenarnya sepupu Allen dari pihak Ibunya, dirinya mengenal Rhea ini sejak SMA, merasa mereka cukup nyambung ketika ngobrol.
Tapi sayangnya, Rhea ini Kuliah di Luar Negeri setelah mendapatkan Beasiswa, Rhea satu tahu lebih muda dari Allen dan dirinya.
Rhea pergi Ke Luar Negeri tepat Tahun lalu tidak lama setelah Cynthia masuk ke Keluarga Chastalope.
Sesungguhnya, dirinya merasa sangat sedih, karena tidak ada tema curhat sebaik Rhea ini lagi.
'Kak Stella, Sebentar lagi aku pulang dari Luar Negeri,'
Astaga!!
ini benar-benar berita yang baik jika sahabat baiknya ingin pulang!!
Dirinya sungguh tidak tahan ini curhat soal hal-hal sial yang dirinya alami belakangan ini.
Rhea biasanya sangat sibuk kejutan di Luar Negeri, jadi dirinya tidak memiliki waktu untuk membicarakan hal-hal ini dengannya.
__ADS_1
Namun ini tiba-tiba membuat Stella cemas, bagaimana jika nanti Rhea juga menjauhinya?
Hanya memikirkan ini sudah membuat Stella panik sendiri.