Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 61: Tidak Terbiasa


__ADS_3

Kata-kata itu jelas membuat Cynthia merasa tersinggung, seolah-olah dirinya baru saja menerima barang bekas dari Stella berupa Allen.


Dan Acara Pernikahan ini sangat jauh dari pada ekspektasi nya.


Padahal dirinya benar-benar berharap Pesta Pernikahannya akan menjadi sebuah pesta yang sangat megah dan mewah, bahkan bisa lebih mewah dari pada Pesta Stella sebelumnya.


Ingin juga Acara Pernikahannya di Siarkan di seluruh stasiun televisi di negara ini.


Sebuah Pernikahan Megah yang membuat semua orang Iri....


Namun bahkan Mas Kawin yang Allen berikanpun pas-pasan, itu hanya cincin kawin mereka, benar-benar berbeda jauh dengan apa yang Stella dapatkan dari Ayah Allen.


Apakah itu, Kalung Berlian Mahal yang harganya lebih dari 1 M itu?


Ataukah itu Set Perhiasan, beberapa emas batangan juga ada sebuah Apartemen Mewah?


Sangat menyebalkan, Allen bahkan hanya bisa memberinya cincin, dengan alasan, semua tabungan milik Allen di sita Keluarganya dan Allen tidak diijinkan untuk boros dalam Pernikahan mereka.


Hal ini sungguh tidak adil sama sekali.


Sebelumnya dirinya juga melihat dalam Acara Lamaran Allen dan Stella dulu, bahkan Keluarga Allen memberikan Set lain dari Perhiasan Mewah untuk Stella.


Hanya membandingkan dua acara itu, terlihat sekali sangat berbeda membuatkan Cynthia merasa sangat kesal sekali.


Sial.


Kenapa dirinya bisa lebih baik dari Stella?


Kenapa selalu Stella merebut segalanya dari dirinya?


"Terimakasih Ibu Mertua, aku sekarang juga tidak mengira bisa melihat Kak Stella menjadi Ibu Mertua Baruku,"


Stella kata-kata itu jelas tidak memiliki komentar apapun.


Dirinya sudah lelah baik hati dan pikiran untuk berurusan dengan semua ini.


Dan segeralah mereka berfoto bersama, dalam sebuah foto Keluarga.


Dalam acara sesi foto itu, Stella menerima rangkul mesra di bahu Stella dari Paman Felix padanya, dan tatapan Paman itu padanya yang terlihat cukup baru.


Bahkan sampai acara sesi foto itu berakhir, Felix masih mengikuti Stella dan tidak melepaskan rangkulannya itu.


Stella sekarang baru teringat kata-kata Paman Felix sebelumnya,


'Kamu sekarang adalah Istriku, Milikku, jadi bertingkahlah seperti itu,'


Astaga....


Apakah jangan bilang Paman Felix ini mulai cemburu atau sesuatu?

__ADS_1


"Paman, kenapa Paman merangkulku dari tadi? Acara Foto sudah selesai,"


Felix tentu saja akhirnya sadar dengan tindakan posesifnya yang seperti itu, segera merasa malu dan melepaskan rangkulannya itu.


"Hpmh, itu hanya untuk formalitas,"


Melihat bagaimana Pria itu mencoba menghindar, Stella segera mencium pipinya.


"Tenang saja, Paman, Aku milikmu, benar-benar milikmu, tidak akan kemana-mana,"


Felix yang mendapatkan kejutan itu, tentu saja tak tahu harus merespon seperti apa, hanya melihat kearah sekeliling yang sepertinya tidak ada yang melihat kearah mereka.


"Huh, kamu ini apa-apaan, di tempat ramai seperti itu, melakukan hal-hal tidak tahu malu,"


Stella yang mendengar hal itu jelas merasa ingin tertawa, memikirkan betapa lucunya sikap Paman ini.


"Astaga, Paman tidak perlu malu seperti itu, toh kita ini masih Pengantin Baru, sangat wajar jika ingin bermesraan seperti ini,"


Felix segera memalingkan wajahnya mendegar perkataa Stella yang tidak jelas itu.


"Hpmh, sudah jangan bicara omong kosong lagi, mari kita segera ke mobil, nanti langsung saja menuju Restoran untuk penjamuan makan,"


Melihat Felix masih mencoba menghindar itu, Stella tentu saja segera mengandeng tangan Felix.


"Baiklah-baiklah, Ayo Paman..."


Felix saja menjadi sedikit tertegur dengan rangkulan Stella, hal-hal seperti ini ternyata belum membuat Felix terbiasa.


Dan begitulah Acara berikutnya di adakan di sebuah Restoran milik Keluarga Chastielo, yang sudah segaja di siapkan untuk acara ini.


Walaupun awalnya emang berniat untuk tidak melakukan pesta apapun, namun setidaknya di Restoran ini, adalah dekorasi pernikahan walaupun hanya sedikit, lumayan bisalah untuk foto-foto Pernikahan Allen dan Cynthia.


Walaupun itu hanya dekorasi sederhana.


Stella dan Felix jelas tiba di sana lebih dulu.


Karena Para Pengantin tadi masih menghabiskan banyak waktu untuk berfoto di gedung KUA.


"Hah, mereka sepertinya masih lama. Dasar orang-orang muda, berfoto saja terus," keluh Stella.


Felix mendengar keluhan itu jelas saja kaget,


"Kamu juga masih muda, tidak ikut berfoto lagi tadi?"


"Hah, aku terlalu malas berfoto disana, nanti juga masih ada sesi foto disini,"


Dan begitulah mereka berdua segera duduk disalah satu kursi yang tersedia di tempat itu.


Menunggu Para Bintang Utama Pesta untuk datang.

__ADS_1


Saat ini, Cynthia dan Allen udah berada dalam mobil pengantin mereka, untuk menuju ke Restoran tempat penjamuan makan Pernikahan mereka.


Yah, Cynthia walaupun sangat tidak puas dengan acara ini, mau tidak tahu hanya bisa pasrah.


Dan untuk Acara di Restoran tidaknya ada beberapa dekorasi bagus yang sengaja dirinya siapkan, tentu saja dekorasinya mengunakan rekening Pribadi, atas dasar Hadiah dari Kakaknya untuk Pernikahannya, jadi tidak ada yang bisa menolak soal Dekorasi itu.


Cynthia sendiri juga cukup puas dengan gaun mewah yang dipakainya.


Walaupun tidak ada Pesta besar, setidaknya Ayah Allen itu masih menyiapkan Sepasang Baju Pengantin dari salah satu Butik Paling Mewah di Kota.


Walaupun ini juga hanya seadanya, karena waktu Pernikahan memang sudah dekat.


Cynthia lalu mulai merangkul Allen yang dari tadi terlihat diam saja.


"Allen, aku senang akhirnya kita bisa menikah. Mulai hari ini, kita satu keluarga, dan aku juga bagian dari salah satu Keluarga Chastielo,"


Allen yang mendengar itu hanya tersenyum menagapi.


"Ya kamu benar,"


"Yah, walaupun Pesta ini jauh dari kata mewah, tapi yang jelas aku sudah menjadi Istri Calon Pewaris Keluarga Chastielo, ini sudah membuatku senang,"


Mendengar hal itu, entah kenapa Allen merasa tidak nyaman.


Bukankah harusnya Cynthia senang karena menjadi Istrinya, tapi sepertinya gadis disampingnya ini lebih senang karena menjadi Istri Pewaris Keluarga Chastielo, dari pada dirinya yang hanya Allen.


Dirinya memang sudah terbiasa tentang hal-hal ini sejak kecil.


Dimana semua orang selalu mendekatinya untuk tujuan tertentu.


Sudahlah, Allen tidak mau merusak suasana hatinya dengan memikirkan hal-hal yang seperti itu di hari Pernikahannya.


Dan tidak lama sampai mereka tiba di gedung restoran yang sudah untuk perjamuan makan mereka.


Allen segera turun lebih dulu, lalu segera mengandung Cynthia untuk turun.


Disana mereka disambut beberapa staf dari restoran.


Cynthia lihat sangat bangga ketika berada di samping Allen.


Untuk Akhirnya salah satu rencananya berhasil.


Tanpa mereka tahu, dari seberang Restoran ada sebuah mobil yang mengamati mereka.


Awalnya si pemilik mobil berniat ke Cafe dekat Restoran Keluarga Chastielo itu berada, namun tiba-tiba matanya menjadi tertarik dengan sebuah mobil pengantin yang berhenti didepan restoran.


Wow


Di Hari-hari seperti ini yang bukan Akhir Pekan, masih saja ada orang yang mengadakan acara pernikahan.

__ADS_1


Karena penasaran Pria itu, menunggu untuk melihat siapa sepasang pengantin itu, namun begitu Penganti Wanita keluar dari mobil, ekpersi Pria itu menjadi buruk.


"Kurang Ajar, Cynthia itu dia berani sudah menikah di belakangku? Heh, Cynthia kamu benar-benar berani bermain-main denganku, Herry Maximilian,"


__ADS_2